
********
" Allahuakbar bikin kaget aja sih loe " ucap. Akmal.
" itu pintu lift udah kebuka loe sedari tadi malahan bengong dari tadi gue panggikin juga " ucap Akmal sedikit meninggkan suaranya.
para karyawan di buat kaget saat sang CEO sedikit meninggi kan suaranya membentak Akmal, mereka merinding saat mendengar suara Fian.
" itu gan ada Resta di ruangan lobi " ucap Akmal berbisik , Fian kaget " Resta " ucap Fian seketika mata Fian tertuju pada ruangan yang ada di lobi.
dan benar saja Resta sedang tertidur pulas dengan masih menggunakan masker nya. biasanya Resta memakai topi juga tapi dia lupa membawa topi nya.
rahang Fian mengeras dan muka Fian sudah terlihat memerah karena marah, Fian melihat kearah receptionist, mereka malahan ketakutan dapat tatapan dingin dari sang Ceo mereka bergetar katena takut.
" kalian apa yang kalian lakukan hah " bentak Fian pada mereka.
" kenapa kalian tidak menuyuruh nya masuk keruangan ku " semua karyawan hanya terdiam.
" dan kesalahan kalian membiarkan dia tertidur di ruangan lobi " para teceptionist melihat kearah Resta yang masih tertidur pulas.
" ma-maafkan kami pak, kami tidak tau kalau dia tamu penting " ucap salah satu receptionist yang madih ketakutan.
" gan udah marah nya nanti, bawa Resta sekarang " ucap Akmal.
" loe urus mereka " Fian menyuruh Akmal mengurus nya dan Fian menuju kearah Resta. Fian melihat Resta tertidur pulas Fian masih memperhatikan Resta dan mulai jongkok di depan muka Resta, Fian mengelus pipi Resta dan rambutnya.
seketika senyuman terbit dari wajah Fian para karyawan di buat bengong karena pertama kali sang Ceo tersenyum. tapi ada sepasang mata yang tidak rela akan hal itu .
" apa bagus nya coba tuh cewek " ucap nya kesal, dia adalah Desi.
Fian mulai memposisikan diri untuk mengangkat tubuh Resta dan seketika tubuh Resta melayang karena Fian menggendong nya ala bride style.
semua mata menuju kearah Fian dan benar saja mereka kaget sast Fian memperlakukan wanita tersebut sangat lembut, mereka madih bertanya-tanya siapa gadis tersebut samoai membuat sang Ceo uang dingin, cuek datar menggendong nya bahkan tersenyum.
" saya akan bicara lagi pada kalian nanti" ucap Akmal pada Resceptionis itu dan Akmal langsung lari menyusul Fian dan langsung masuk ke lift.
Fian terus memandangi wajah Resta yang masih memakai masker ini kedua kalinya dia menggendong Resta.
" sepertinya ini anak kelelahan. " ucap Akmal pelan.
" hmm mungkin, tapi kenapa dia berada disini bukan nya sekolah " tanya Fian masih bingung karena Resta kuncul di perusahaan nya.
" dia bawa bekal juga gan nih " Akmal menunjukan bekal nya yang di tenteng ditangan nya.
" pasti disuruh mamih " ucap Akmal. ting lift terbuka dan Akmal dan Fian masuk keruangan Fian, karena ada kerjaan yang masih mereka bahas.
sang sekretaris bengong saat melihat Fian menggendong seorang gadis bahkan saat itu mereka berbicara sangat pelan.
" eh siapa tuh gadis " ucap sekretaris Eka yang masih bingung. saat Eka masih fokus dalam fikiran nya Akmal muncul.
" hai ngelamun aja " Eka tersentak kaget saat Akmal menyapanya.
" astagfirullah " ucap Eka masih kaget
" eh ada apa pak Akmal " tanya Eka gugup.
" saya sama pak Fian lagi membahas pekerjaan dulu jadi kalau ada yang nanya bilang aja kita masih sibuk " ucap Akmal dengan jelas
__ADS_1
" ok baik pak " ucap Eka.
" pak boleh tanya itu yang di gendong pak Fian siapa " tanya Eka berbisik karena takut terdengar Fian.
" oh itu calon istri si boss " ucap Akmal jujur.
" hah " Eka masih kaget " tapi ko pake seragam sekolah " tanya Eka kembali.
" dia memang masih sekolah ,bentar lagi juga lulus " ucap Akmal " ya udah saya masuk dulu, kamu fokus kerjanya jangan ngelamun mulu " Akmal memperingatkan Eka.
" hehe siap pak " Eka malah cengengesan sedangkan Akmal hanya geleng geleng saja.
" gan " ucap Akmal saat masuk.
" husst " Fian menaruh telunjuk nya di bibir agar Akmal tak berisik.
" hehehe maaf " ucap Akmal pelan.
Fian masih berjongkok dan memandang wajah Resta perlahan tangan Fian terulur untuk membuka masker yang Resta kenakan, sedangkan Akmal masih memperhatikan Fian.
" udah bucin ternyata, dulu loe gak percaya Cinta sekarang baru nyaho kan Cinta itu indah dan Hidup itu Cinta " Akmal yang bermenolog dalam hatinya .
Fian membuka masker Resta dan masih menatap intens wajah Resta yang terlihat cantik, imut dan damai saat tertidur .
" Yaa Allah cantik nya calon bidadariku " batin Fian yang kagum melihat wajah Resta.
" ck.. udah gak usah dipandangi mulu nanti luntur " cibik Akmal.
Fian berdiri dan menuju kursinya lalu duduk di kursi kebesaran nya, dia masih memerhatikan Resta yang tertidur pulas, sedangkan jas nya udah dilepas untuk menyelimuti Resta.
" udah gak usah marah marah ayo kerjaan belum kita selesaikan " merwkapun gokus dengan kerjaan nya.
" eunggh " terdengar suara lenguhan dari sofa, Akmal dan Fian yang tafi fokus beralih melihat ke arah Resta.
perlahan Resta membuka matanya samar samar dia memperhatikan langit langit diruangan tersebut " eh " ucap nya kaget dan langsung bangun.
" udah bangun " tanya Fian lembut yang udah berada di hadapan Resta.
" yaa ampun Resta ko ada disini " ucap Resta masih bingung.
" tadi kk bawa Resta kesini, abis nya tadi tidur nya lelap banget " ucap Fian.
" eh hehehe iya maaf ka " ucap Resta merasa bersalah.
" eh jam berapa sekarang " tanya Resta
" jam 2 siang Resta " timpal Akmal yang melihat kearah Resta .
" hah jam 2 siang " Resta kaget
" berarti aku udah 2 jam tertidur aduh " gumam Resta dan terdengar oleh Fian, Fian tersenyum melihat Resta panik.
" ka Resta numpang shalat dulu ya " ucap Resta.
" hmm ya udah tuh masuk ke ruangan kk di sana ada kamar mandi juga mukena, udah kk siapin " tunjuk Fian kearah ruangan khusus. tadi Fian sempat memesan mukena pada OB karena Resta pasti bakalan shalat di kantor.
" kk udah shalat " ucap Resta
__ADS_1
" kk dan ka Akmal udah, sana gih shalat dulu kk tunggu " Resta langsung maduk keruangan tersebut
setelah 10 menit muka Resta kembali segar dan cerah, Fian dan Akmal tersenyum kearah Resta.
" yaa ampun ka tadi Resta kesini bawain bekal buat kk makan siang " ucap Resta menyesal karena dia malahan ketiduran.
" ya udah yuk kita makan bareng " ucap Fian ngajak Resta dan Akmal makan.
" hah jadi kk dan ka Akmal belum makan siang dari tadi " tanya Resta yang terlihat semakin menyesal.
" udah gak usah di tekuk itu muka ayo sini " ajak Fian pada Resta di suruh duduk di sofa.
" maafin Resta ya ka, seharus sedari tadi ka Fian sama Ka Akmal udah makan " Resta menundukan wajah nya karena masih mengerutuki dirinya yang ketiduran.
" iya gpp ko Resta tadi ka Akmal juga sangking asik nya kerja jadi lupa kalau udah siang " ucap Akmal karena Akmal tidak mau Resta terus merasa menyesal.
" ya udah kalau gitu Resta susun duku makanan nya " Resta mulai menyusun makanan nys di atas meja.
Resta mengambilkan nasi buat Fian dan Akmal setelah itu baru dirinya.
" hmm ko Resta ada di kantor emang gak sekolah " tanya Fian yang sedari tadi penasaran ingin bertanya sedangkan Resta masih terlelap tidur .
" hmm tadi guru ada rapat jadi semua murid di suruh pulang, saat pulang mamih nyuruh Resta buatin bekal dan ngirim ke kk " ucap Resta.
" hmm oh gitu ya udah yuk makan " ajak Fian sebelumnya mereka berdoa lebih dulu.
saat Fian dan Akmal menyendokan makanan nya kemulut nya saat itu mereka terhenti sejenak, Resta masih belum makan dia memperhatikan Akmal dan Fian, Resta menggit bibir bawah nya khawatir.
" apa masakan nya gak enak " tanya Resta pelan.
" eh ini enak ko beneran " ucap Akmal
" tapi kenapa berhenti ngunyah " ucap Resta.
" kk lagi meresapi makanan nya, ini enak emang siapa yang masak " tanya Fian.
" i-itu Resta yang masak ka " ucap Resta pelan dan menundukan wajah nya kembali
seketika Fian tersenyum dan bahagia untuk pertama kalinya merasakan masakan yang Resta buat, ternyats Resta punya bakat memasak juga.
" ini enak, jadi Resta bisa masak juga " tanya Fian sambil mengunyak makanan nya, Resta mendongakkan wajah nya kembali sambil tersenyum.
" iya ka Resta sebenarnya suka juga masak, dan Resta belajar dari mamih " ucap Resta sambil tersenyum.
" wah gak nyangka kk fikir Resta gak bisa masak emang calon istri idaman ini " timpal Akmal.
" tenang ka, Neta juga pintar masak ko, nanti Resta bakalan nyuruh Neta masakin khusus buat ka Akmal " ucap Resta yang bangga bahwa Neta juga pintar masak.
" wah beneran, dih kk gak nyangka ternyata ada skill kalian yang banyak kami gak ketahui juga " ucap Akmal.
" ya udah makan dulu nanti ngobrol nya lanjut lagi, Resta juga lapar " ucap Resta tang akhirnya ikut makan juga.
Fian semakin kagum pada Resta ternyata banyak yang belum Fian ketahui tentang Resta, sesekali Fian tersenyum saat makan .
******
alhamdulillah bisa 2 up hari ini ..
__ADS_1