Life Is Love

Life Is Love
Kekhawatiran


__ADS_3

*********


Genta dan Mila semakin terkenal bahkan kini mereka sibuk mempromosikan segalanya bahkan mereka di tawari membintangi sebuah drama dan akhirnya drama mereka pun sukses dan dirilis banyak fans yang selalu menjodohkan mereka,,, karena Genta dan Mila di sebut sebut Goal couple..


kini Genta dan Mila sedang di acara meet n greet banyak orang meminta photo dan tanda tangan dan ada juga yang memberikan buket bunga pada mereka..



" terimakasih " ucap Mila sambil tersenyum pada fans dan wartawan.


" terimakasih " Genta menjabat tangan fans nya yang begitu antusia menyambut mereka.


" kami berharap ka Genta dan ka Mila menjadi pasangan goal tahun ini " ucap fans nya.


" iya kami ingin mengawal kk sampe nikah "


" jangan kecewakan kami ka " banyak fans yang mengharapkan mereka sampai menikah, Genta dan Mila hanya memberikan senyuman terbaik nya. mereka tak menanggapi keinginan Fans nya karena Genta dan Mila tahu siapa pasangan sesungguhnya.


" astagah mereka itu " kesal Apni.


" kenapa? apa kamu juga merasa jengkel " tanya Alan.


Alan dan Apni sedang berada di RS mereka sedang mengobrol di ruangan Alan sambil menonton TV dan ternyata Genta dan Mila sedang live.


Apni menatap sendu kearah TV bahkan Alan juga sama.


" kini mereka tak terjangkau " lirih Alan.


" iya kami benar, Genta tidak banyak memiliki waktu meskipun hanya sebentar " Apni merasa sedih.


" ck... biarkan saja mereka melebarkan sayap nya, ingat kita harus percaya dengan mereka hmm.. " ucap Alan.


" aku selalu mempercayai mereka "


" jadi mari kita bersulang untuk pasangan kita " mereka bersulang, dalam hati mereka ada rasa khawatir uang ntah apa.


********


" ka " panggil Resta.


" hmm ada apa " tanya Fian.


" kk berapa hari disini " tanya Resta sambil menatap Fian.


" hmm cuma 2 sampai 3 hari mungkin " ucap Fian santai.


" ish sebentar amat " gumam Resta yang terdengar Fian, Fian tersenyum.


" kenapa? " tanya Fian.


" gak? " jawab Resta ketus, mereka kini sedang makan malam sambil menunggu Neta dan Akmal.


kini datanglah Neta dan Akmal yang sejak tadi Resta dan Fian tunggu.


" eh maaf gan gue telat " ucap Akmal sambil duduk.


" udah tau nanya " kesal Fian.


" Neng kamu kemana sih " Resta juga sama kesal nya, niat ngedate bersama malahan yanh di tunggu lama baru nongol.


" hihihi maaf Neng tadi ka Akmal tuh ngajak aku jalan dulu " Neta yang menjawab tanpa dosa.


" kan kita juga mau jalan, ngapain kalian keliling keliling mau nyari target " Akmal dan Neta beralih menatap Fian.


" eh maksud nya? " tanya Neta dan Akmal.


" target buat nanti malam siapa yang mau jalan dan siapa yang mau nunggu di rumah " ucap Fian sambil senyum.


Neta dan Akmla saling tatapan awalnya mereka tak mengerti maksud Fian setelah lama.


puk


Akmal melempar Fian pake kotak tissue. " eh ****** loe fikir kita apaan, semiskin itu kah gue sampe nyari duit ke gitu hih ogah " Akmal bergidik membayangkan nya.

__ADS_1


" hahahahaha baru ngeh ternyata " Fian tertawa.


" jadi maksud kk aku sama ka Akmal nyari target buat ngep*t gitu dih ogah " Neta sama hal nya dengan Akmal kini mereka tertawa bersama.


di perusahaan RR Group.


" selangkah lagi berhasil " ucap seorang wanita yang menyeringai.


" hmm aku pastikan Mila jadi milik aku " mereka tertawa jahat banyak rencana licik yang mereka susun..


*******


keesokan harinya kini mereka kembali ke aktivitas masing-masing dan kesibukan masing-masing.


Resta terlihat begitu lemas tak bertenaga Neta menyadari hal itu.


" Neng kamu pucat banget " Neta mulai khawatir.


" gpp Neng udah yuk kita mau ke panti kan " ajak Resta.


saat ini mereka sedang jalan menuju panti mereka bertemu Faiz dan Reyhan.


" eh kalian mau kemana " tanya Faiz.


" mau ke panti kenapa? " jawab Neta.


" eh panti sudah lam gak ketemu anak-anak kita boleh ikut gak " tanya Reyhan antusias.


Neta dan Resta bertatapan " ya udah deh kalau kalian mau ikut " ucap Neta.


kini mereka sampai di panti.


" assalamualaikum " ucap mereka berempat .


" wa'alaikumsalam " jawab seseorang di dalam.


ceklek


pintu panti terbuka munculah wanita paruh baya sambil tersenyum menyambut kedatangan mereka.


saat mereka masuk muncul Fira, Radit dan Ifan.. " kakak.. " ucap mereka sambil memeluk Resta dan Neta.


" kangen " tanya Resta mereka mengangguk dan lain juga sama kini mereka mengobrol ngobrol Resta mulai merasakan pusing dan tiba-tiba keluar darah dari hidung nya.


" astagfirullah Neng Resta " ucap Bi Sari yang panik, Neta langsung lari kearah Resta dan Bi Sari dan yang lain nya juga sama.


" gpp mungkin karena kecapean " ucap Resta sambil tersenyum lama lama penglihatan Resta kabur dan.


bruk


Resta pinsan Bi Sari anak-anak sedang menangisi Resta..


" ka Neta ka Resta kenapa? " tanya Fira yang kini menangis histeris.


" eh sayang yuk kk gendong " Reyhan menggendong Fira.


" Neta kita segera bawa Resta ke RS " ucao Faiz yang mau lihat keadaan Resta, Faiz begitu khawatir.


" tapi... " Neta bingung.


" ini darurat Neta kalau terjadi sesuatu lada Resta gimana " desak Faiz.


" Neta benar apa yang dikatakan Faiz " ucap Reyhan.


" gak usah fikirkan yang lain jika nanti nak Resta sadar berada dimana, sebaiknya jelaskan saja Bibi khawatir melihat keadaan nya " timpal Bi Sari.


" ya baiklah Faiz aku pesan taxi dulu " Neta langsung mengotak ngatik HP nya dan setelah itu tibalah taxi yang ditunggu.


Faiz langsung menggendong Resta dan memasukan nya ke dalam taxi Neta dan Faiz berada di dala taxi menuju RS sedangkan Reyhan menaiki motor nya.


" Neng hiks.. hiks " Nera terus menangis sambil menatap Resta Neta memanggku kapala Resta di pah* nya.


" Neta apa kita hubungi keluarga Resta " tanya Faiz.

__ADS_1


" gak jangan sampe mereka tau please " ucap Neta Faiz mengangguk.


saat mereka masih di berjalan tiba-tiba HP Resta berbunyi.


drettt.. drettt.


" eh ada yang nelfon " ucap Neta bingung.


" coba lihat siapa? " jawab Faiz. Neta langsung mengambil Hp Resta du tas nya.


" alhamdulillah ka Fathan " ucap Neta senang. Faiz cuma memperhatikan Neta karena masih bingung.


" hallo assalamualaikum " ucap Fathan.


" eh iya wa'alaikumsalam " Neta masih bingung.


" loh kenapa ko terdengar panik " tanya Fathan, Fathan belum tau kalau Neta yang sedang berbicara dengan nya.


" eh ka Fathan ini Neta " ucap Neta.


" hah loh ko Neta, Resta nya mana " tanya Fathan.


" ka tolong Neta hiks..hiks..." terdengar suara Neta madih sesegukan karena nangis.


" eh Neta ada apa " kini Fathan merasa khawatir.


" Resta ka, Resta pingsan "


deg


Fathan terdiam dan tak terdengar suara lagi.


" hallo ka apa kk masih disana " tanya Neta kembali.


" astagfirullah, iya maaf kk melamun,Neta tolong bawa Resta ke RS RRD kk yang akan menangani Resta ok " ucap Fathan yang meyakinkan Neta.


" iya ka Neta juga menuju kesana kk tunggu " Neta masih menangis.


" baiklah assalamualaikum " salam Fathan.


" wa'alaikumsalam " obrolsn berakhir kini Neta menatap Resta kembali.


" yaa Allah semoga tidak terjadi apa-apa Neta takut " Neta terus berdo'a sambil terisak.


" apa sudah waktunya apakah sudah parah, tidak.. tidak apa yang kamu fikirkan Fathan ingat berfikir positif " Fathan masih bergelut dengan fikiran nya.


setelah itu datang lah taxi di halaman RS langsung menunu pintu masuk disana Fathan dan yang lain nya sedang menunggu.


Faiz langsung keluar Fathan langsung berlari saat Faiz membuka pintu mobil terlihat Resta yang masih lemah dan tak sadarkan diri.


" biar aku yang menggendongnya ke brankar " ucap Fathan langsung menggendong Resta dan di taruh di brankar.


brankar langsung di dorong masuk ada kekhawatiran dalam wajah Fathan bahkan Neta menatap wajah Fathan yang menatap Resta sendu, kini Neta juga semakin khawatir.


" kenapa ka Fathan begitu khawatir, apa sebenarnya yang terjadi apa ka Fathan mengetahui sesuatu " Neta masih menerka nerka.


Faiz dan Reyhsn masih setia ikut menunggu. saat ini Resta sedang di periksa oleh Fathan.


dan setelah itu terlihat pintu terbuka.


ceklek


" ka bagaimana keadaan Resta " tanya Neta langsung menghampiri Fathan.


Fathan masih terdiam terlihat sedih bahkan terlihat Fathan habis menangis.


" ka " Neta mengguncang tubuh Fathan.


" Neta bisa kk bicara padamu dulu " ucap Fathan lirih.


" iya ka baiklah "


" ikut kk keruangan kk " ajak Fathan Neta mengikuti Fathan, Neta masih bingung kenapa Fathan terlihat srdih.

__ADS_1


" ka.. apa kk menyukai Resta " saat ini mereka sedang berjalan menuju ruangan Fathan, seketika Fathan terhenti melangkah.


__ADS_2