Life Is Love

Life Is Love
oleh oleh dari Genta


__ADS_3

*******


setelah perjumpaan mereka mereka menghabiskan waktu di apartemen Apni dan Mila, terdengar gelak tawa di apartemen tersebut.


" selamat bro loe terkenal sekarang " ucap Alan.


" terimakasih " Genta menundukan kepalanya.


" jeila narsis loe " kesal Alan. mereka tertawa.


kini sudah malam Genta dan Alan pamit pulang.


saat datang di kediaman Dinata Genta di sambut oleh para maid dan juga Mang Diki sama Bi Aminah.


" Tuan Genta akhirnya pulang juga Bibi kanhen banget " ucap Bi Aminah antusias.


" hehe maaf bi Genta sibuk, oya Genta punya oleh oleh buat Bibi sama Mamg Diki " Genta langsung menyerahkan paper bag pada mereka.


" lihat oleh oleh aja gercep " celetuk mang Diki pada Bi Aminah. " ih bapak sirik aja dari pada bapak belum pernah beliin ibu hadiah " semua orang tertawa karena celotehan Bi Aminah, tak lupa juga para maid yang lainpun mendapatkan nya.


bahkan mereka minta photo Genta katanya untuk memerkan pada teman sawdara dan tetangga mereka, karena mereka punya majikan aktor yang lagi viral.


sedangkan Helen dan Rangga hanya geleng geleng saja.


" eheemm " Helen dan Rangga berdehem dan seketika mereka menoleh pada sang pemilik rumah.


" eh Nyonya Tuan ma'af " mereka para msid yang tadi heboh mulai membubarkan diri.


" ck sudah lupa nih ceritanya sama mamih dan papih " Helen pura pura ngambek.


" yaa Allah mih bukan gitu baru juga Genta nginjak kaki disini udah msin serbu aja tuh " keluh Genta.


" assalamualaikum mih pih " Genta dan Alan mencium tangan mereka dan memeluk mereka.


" aw.. aw sakit mih " Genta dapat jeweran dari Helen.


" udah mulai nakal sekarang ya, mentang mentang udah sukses terkenal viral mamih sampe di lupain " Helen merasa gemas dan belum melepaskan tangan nya dari telinga Genta.


" ampun mih, maaf in Genta " keluh Genta mengaduh.


" mih ih kasihan tuh anak orang nanti lutus lahi tuh telinga orang, mamih le nyubit atau jewer orang gak kira kira " tegur Rangga tiba-tiba Helen menatap sinis kearah Rangga.


" upss papih salah ngomong " Rangga langsung membekap mulut nya. Helen melepaskan tangan nya dari telinga Genta.


" mamih jangan ngambek oya Genta udah beliin mamih oleh oleh nih " Genta membujuk Helen dan mengiming-imingi hadiah. Helen menatap paper bag yang Genta pegang.


" sini " Helen menyuruh Genta mendekat dan saat itu Helen langsung mengambil paper bag tersebut saat membukanya Helen tersenyum bahagia.


" astagah sayang ini tas yang lagi mamih incar, ck kamu tau aja " Helen memukul lengan Genta.


" iya dong mih, Genta gitu "


" ehem " Rangga berdeham kembali " jadi mamih aja nih papih di lupakan " Rangga juga pura pura ngambek.


" eh tenang aja pih Genta juga tak lupa ko oleh oleh buat papih ,oya ini khusus buat papih " Genta menunjukan paper bag nya dengan tersenyum manis.


" dih geki gue lihat tingkah loe " kesal Alan yang semakin hari semakin alay dengan tingkah Genta.

__ADS_1


" dih sirik bilang boss " ucap Genta. Rangga tersenyum dan mengambil paper bah tersebut. saay Rangga membuka paper bag nya terlihat pancaran kebahagiaan dan senyuman yang selalu mengembang.


" astagah jam tangan nya bagus, makasih sayang " ucap Rangga puas.


" hmm iya pih sama sama " Genta begitu bahagia karena orang-orang yang dia cintai begitu bahagia dengan apa yang Genta beri.


" eh kalian belum maksn lan yuk makan malsm dulu " ajak Helen karena lupa sangking bahagia nya.


" eh mih, pih maaf kami udah makan di apartemen Mila dan Apni " ucap Alan.


" oh kirain mamih belum makan "


" Genta langsung keatas dulu gerah ini belum mandi belum sholat juga " ucap Genta.


" eh tunggu tunggu adek kemana ko dari tadi belum kelihatan Batang hidung nya " tanya Genta mereka juga baru tersadar.


" gimana mau kelihatan batang idung nya orang nya juga kan gak nongol " ucap seorang gadis yang baru turun dari lantai 2 diarah tangga.


semua menatap kearah suara tersebut dan senyuman mengembang dari Genta.


" adeeeek " Genta langsung memeluk Resta.


" ih ka Genta jorok bau pasti belum mandi, main peluk peluk aja " tegur Resta pada Genta.


" hehehe ma'af ma'af abis nya kk kangen ma adek imut yang atu ini " Genta menoel hidung Resta sedangkan Alan jangan ditanya lagi bahkan Alan jengah dengar celetukan Genta yang semakin hari semakin narsis. sedangkan Helen dan Rangga tersenyum.


" oya kk punya Oleh oleh buat adek " ucap Genta. Resta langsung menjulurkan tangannya pada Genta.


" mana " tanya Resta " hadeh giliran oleh oleh aja gercep nya minta ampun " celetuk Genta semua tertawa.


" makasih ka " ucap Resta senang, pantas saja Fian memanggil nya kelinci ternyata Resta sangat menyukai bentuk apapun yang berbentuk kelinci. Resta memeluk Genta.


" ck jadi cuma ka Genta aja yang dapat pelukan kk gak " Alan kembali manyun.


" hehe kk juga cini cini adek peyuk " Resta memeluk Alan.


" yaa Allah terimakasih untuk semuanya, kasih sayang dan cinta untuk ku dari mereks, aku berharap semoga kebahagiaan ini tidak pernah hilang " doa Resta dalam hati. sedangkan Rangga dan Helen berpegangan saat melihat kebahagiaan anak-anak nya.


mereka akhirnya masuk ke kamar masing-masing.


********


di apartemen Fian masih uring uringan karena belum mendapatkan kabar dari Resta.


" ck loe kenapa sih ko lesu dari tadi " ucap Akmal.


" gak usah merhatiin gue " ketus Fian Akmal tersenyum. Akmal punya ide dia mengirim chatt pada seseorang.


tiba-tiba Hp Fian berbunyi tanda panggilan video masuk, seketika Fian jadi bersemangat.


" ck gue udah tau apa yang loe mau, sana gih ngomong dulu sampe puas " ucap Akmal. Fian menatap Akmal dan tersenyum.


" makasih bro" ucap Fian dengan bahagia.


saat ini Fian sedang menetralkan kegugupan nya dan saat menggeser tombol hijau munculah wajah seseorang yang dia rinduksn 2 hari tak ada kabarnya.


" assalamualaikum ka " ucap Resta lembut.

__ADS_1


" wa'alaikumsalam " jawab Fian, Fian tersenyum.


" ma'af Resta baru kasih kk kabar, karena akhir akhir ini Resta sibuk " Resta mulai menundukan wajah nya ada rasa sesal sakit di hatinya.


" hmm kk ngerti, adek pasti capek kan " tanya Fian yang mengerti Resta.


blush


muka Resta memerah tiap kali Fian memanggil nya adek, Resta semakin menundukan wajah nya bahkan kadang memakingkan wajah nya kesamping.


Fian malahan semakin di buat gemas jika melihat Resta malu atau saat muka nya memerah.


" duduh kelinci kk imut banget cih " goda Fian. Resta langsung menatap Fian dengan kesal nya.


" kk ih kebiasaan " kesal Resta, Fian tergelak saat itu Fian melihat ada boneka kelinci baru.


" tunggu itu boneka kelinci baru ko kk baru lihat " tanya Fian memastikan.


" eh iya itu hadiah dari ka Genta " jawab Resta pelan. Resta takut Fian marah.


" hmm bagus oya ka Genta udah pulang " tanya Fian Resta mengangguk .


kini mereka mengobrol dan tanpa terasa sudah hampir 1 jam mereka mengobrol.


" ka Resta tidur dulu ya udah malan udah ngantuk juga " ucap Resta yang memang sedari tadi sudah menguap berkali kali. bahkan matanya pun terlihat memerah.


" hehehe maaf kk lupa, soal nya kk kangen " jawab Fian merasa bersalah.


" iya iya ka udah dimaafin, ya udah Resta matiin selamat tidur ka semoga mimpi Indah assalamualaikum " ucap Resta sebelum menutup percakapan nya.


" hmm wa'alaikum sayang "


blush


lagi dan lagi muka Resta memerah kaya tomat, Fian tersenyum karena berhasil menggoda Resta kembali.


" kk ih Resta ngambek nih " Resta kembali memanyunkan bibirnya.


" sengaja mancing km nih, itu bibir nya tolong di kondisikan " Resta langsung menubah nya kembali. terdengar gelak tawa dari Fian.


" ih kk nyebelin " wah semakin ngambek noh.


" iya iya maaf deh ya udah bobo gih, selamat malam adek moga mimpi indah jangan lupa mimpiin kk ya muach wa'alaikumsalam " jawab Fian lembut Hp langsung mati, Fian tau Resta pasti sangat malu. Fian memegang dadanya.


" astagah tolong dong jantung kondisikan " Fian senyum senyum sendiri, Akmal hanya geleng geleng.


" gue tau loe kalau lagi galau pasti solusinya satu Resta yang bisa menghentikan kegilaan loe dasar bucin " gumam Akmal.


" apa loe natap gue gitu dih " kesal Fian.


" yeh udah di bantuin juga dasar bucin " ucap Akmal.


" loe juga dasar ducin " celetuk Fian, Akmal menaikan alisnya " apaan tuh ducin " tanya Akmal penasaran.


" dukun Cinta puas loe " Fian langsung lari terbirit-birit.


" eh si tikus got " ledek Akmal. sedangkan Fian tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2