Life Is Love

Life Is Love
Kepulangan Erwin dan Rasty ke Kota S


__ADS_3

******


keeseokan harinya semua sudah berkumpul di meja makan, karena hari ini Erwin dan Rasty akan kembali ke kota S


" mah bisa pulang nya nanti " ucap Resta yang merajuk pada Rasty


" mamah ingin nya gitu sayang, tapi kalau mamah di sini papah Erwin kasian gak ada temannya, di rumah juga asisten jo sama bibi mei kesepian gak ada kita " bujuk Rasty


" ish mamah tega " Resta memanyunkan bibirnya


" itu bibir di kondisikan " ucap Alan


" ish apaan sih ka " Resta yang bermanja pada mamah, Fian hanya tersenyum


" eh udah agak siang Resta berangkat sekolah dulu " Resta yang baru sadar karena dia harus sekolah, Resta mencium tangan kedua orang tuanya dan beralih kepada Rasty


Resta memeluk Rasty " Resta pasyi rindu mamah " ucap lirih Resta


" iya sayang mamah juga nanti Resta berkunjung ya ke rumah papah dan mamah " ucap Rasty yang begitu menyayangi Resta


" hmm insyaAllah mah " ucap Resta, dan beralih Resta mencium tangan Erwin, Resta memeluk Erwin


" ck calon mantu papah gak usah cengeng, nanti kita ketemu ya, kan ada Fian. " jelas Erwin saat memeluk Resta


" ehem " Fian berdehem, dan Erwin melirik kearah Fian, tatapan Fian begitu menakutkan karena Erwin memeluk Resta


" ck si kulkas posesif nya kambuh " gumam Erwin, Resta mendengar nya dan Resta tau apa yang di maksud Erwin


Resta menatap Erwin, Erwin tersenyum sambil ngedipin mata Resta tau kode itu, pas Resta melirik kearah Fian bener saja, Fian begitu kesal, Resta melepaskan pelukan Erwin " ma'af " ucap Resta pelan


Resta beralih mencium tangan Alan, Genta dan Akmal, Resta ragu mau pamit pada Fian karena tadi tatapan Fian begitu dingin saat Erwin memeluk Resta


" aish kumat lagi kan, gimana ini " batin Resta yang ragu


" sayang kenapa gak pamit pada calon suami " tanya Helen


" hehehe iya mam ini juga mau " perlahan Resta mendekati Fian,


" makanya tuh jiwa posesif nya jangan mode on " kesal Alan yang dari tadi menyadari Fian


" tau tuh, baru juga di peluk apa lagi papah cium pipi Resta, pasti tuh tanduk di kepala muncul " cetus Erwin


" apaan coba " gerutu Fian


" ka, Resta pamit " Resta menjulurkan tangan nya, Fian melihat Resta begitu lekat


" ih apaan sih aku ko dilihatin gitu, jadi gugup kan " batin Resta yang benar-benar gugup


" ya udah Resta pamit assal... " saat Resta mau mengucapkan salam terpotong karena Fian langsung menggenggam tangan Resta


deg


jantung Resta dan Fian berdetak kencang mereka masih saling tatap


" cie cie udahan ah, ke mau nyebrang aja pegangan tangan " goda Rasty


" eh " ucap Fian dan Resta bersamaan karena gugup


" ya udah Resta pamit assalamualaikum semua nya " Resta pun berlalu dan menuju pintu keluar


" wa'alaikumsalam " ucap semua orang

__ADS_1


" permisi, Fian juga udah selesai " Fian berdiri dari kursinya dan pamit tidak lupa mencium tangan mereka, Akmal juga ikutan pamit


Fian sedikit buru buru karena mengejar Resta, untung Resta belum jauh saat Resta akan keluar dari pintu gerabang


" hadeh tuh anak, sekalinya jatuh Cinta over sama posesif nya kumat " ucap Erwin


" itu artinya, Fian sangat menyayangi Resta, aku jadi tenang untuk melepas Resta " jawab Rangga


" papih bener ,,mamih juga sama " timpal Helen


" ish ko jadi mellow gini " ucap Rasty semua pun tertawa


diluar " Resta tunggu " ucap Fian memanggil Resta yang saat ini Resta sedang menuju keluar gerbang, Resta menoleh


" ada apa ka " tanya Resta merasa aneh


" hari ini masih ulangan kan " tanya Fian kembali


" iya, ada apa? " tanya Resta


" kk juga akan kesekolah, tugas kk jadi guru pengawas masih belum selesai " ucap Fian


" iya " ucap Resta, hening mereka masih belum berbicara


" ka Resta nanti telat, Resta berangkat dulu ya " ucap Resta pamit


" mau kk antar " ajak Fian


" tidak, Resta naik sepeda aja, terima kasih " ucap Resta


" ya udah hati hati " ucap Fian, Resta mengangguk dan dia pun langsung pergi menuju sekolahan, dan syukurnya Neta masih menunggu Resta


" iya karena tadi papah Erwin sama mamah Rasty mau pulang ke kota S " ucap Resta sambil mengendarai sepeda nya


" eh papah sama mamah mau pulang hari ini, ya aku belum pamit " sesal Neta karena tidak pamit


" insyaAllah kalau kita libur, kita bisa pergi kesana " ucap Resta, Neta tersenyum sumringah


" astagah benarkah " girang Neta, tak terasa Resta sampai di sekolah nya


" aku masuk dulu " ucap Resta


" ok " jawab Neta


" hati hati Neng di jalan jangan ngebut bawa sepeda nya " peringatan Resta pada Neta, Neta menganguk dan meluncur ke sekolahan nya


" huffft " Resta menghela nafas nya " untung belum telat, saat Resta berjalan untuk menuju ruang kelas nya tiba-tiba ada seseorang yang memanggil


" Resta tunggu " ucap seseorang langkah Restapun terhenti


" eh Faiz " ucap Resta saat melihat siapa yang memanggil nya


" hosh, hosh " Faiz masih mengatur nafas nya " tadi saat di parkiran aku lihat kamu jadi aku ngejar kamu " ucap Faiz yang masing ngos ngosan


" hmm kebiasaan deh " ucap Resta


" hehehehe " Faiz malah cengengesan


" yuk masuk 5 menit lagi ulangan di mulai " ajak Resta pada Faiz dan Faiz mengikuti Resta dari belakang


gosip di sekolahan kedekatan Resta dengan Faiz mereka mengira kalau Resta berpacaran dengan Faiz secara selama ini mereka sangat tau Resta gimana cuek dan datar nya Resta pada laki laki

__ADS_1


banyak yang nembak Resta tidak ada satupun yang Resta terima, secara Resta siswi pujaan kaum adam bahkan kaum hawa pun banyak, tapi tetap aja ada pro kontra nya..


******


sedangkan dirumah Dinata Erwin dan Rasty bersiap siap untuk berangkat, Helen dan Rangga akan ikut mengantar mereka ke bandara


" sudah siap " tanya Fian


" alhamdulillah sudah " ucap Rasty


" mah Alan gak bisa antar mamah, hari ini ada rapat penting " sesal Alan karena tak bisa ikut mengantar kepergian Erwin dan Rasty


" gpp sayang, tapi jangan lupa nanti kalian berkunjung juga ke sana kami tunggu " ucap Rasty


" kami akan menyambut kalian " timpal Erwin


" ya udah Alan pamit ,papah sama mamah hati-hati " Alan berpamitan


" Genta juga minta maaf mah gak bisa nganter " ucap Genta,


" iya gpp, papah juga tunggu kedatangan mu sama calon mantu juga " goda Erwin pada Genta


" insyaAllah pah doain aja " ucap Genta, Genta dan Alan pamit dan menuju mobil nya saat Genta akan keluar gerbang Alan dan Genta melambaikan tangan pada mereka


" hmm kami pasti akan merindukan mereka juga " lirih Rasty


" nanti juga mereka ikut mah " ucap Erwin


" iya Rasty nanti kami semua kesana, tunggu Resta libur dulu " ucap Helen meyakinkan Rasty agar tak sedih


" iya pokonya nanti kami kabari " timpal Rangga


" yuk mah, pah berangkat " ajak Fian merekapun akhirnya berangkat ke bandara


*******


disekolahan ulangan sudah berjalan kelas pun begitu hening, sejenak Resta melihat keluar jendela " papah sama mamah pasti udah pergi " gumam Resta dan Resta melanjutkan kegiatan nya kembali


ulangan pertama selesai waktunya mereka istirahat, ada yang bermain bola, ada yang ngobrol ada yang dikantin sedang makan, dan tak lama ada mobil masuk parkiran sekolahan merekapun berbisik-bisik dan betanya tanya


saat mobil terbuka keluarlah seseorang, mereka begitu takjub karena ada sebagian yang tau tentang nya, yang lain tau dia guru pengawas dan yang lain tau dia yang pernah datang kesekolahan saat acara


saat berjalan semua berteriak memanggil nya " siapa sih yang datang " ucap Faiz. penasaran saat Faiz melihat ke bawah semua siswa dan siswi berkumpul


" ada apa Faiz " tanya Resta


" tuh, bukankah itu guru pengawas ya " tanya Faiz


" hah " kaget Resta, Resta ikut melihat ke bawah, saat mata nya bertatapan secara langsung


deg


jantung Resta berdetak kencang kembali " ka Fian " batin Resta, siapa lagi sosok yang jadi teriakan kalau bukan Fian Mustafa Kamal


Fian tersenyum saat Fian berjalan Fian melambaikan tangan pada mereka, teriakan disekolahan terdengan bergemuruh



Fian melambai dan tersenyum begitu tampan


" ish kk kenapa tersenyum pada semua orang " batin Resta kesal

__ADS_1


__ADS_2