
************
Fian dan Akmal kini mulai melangkah meninggalkan Resta dan Neta. Akmal menepuk bahu Fian.
" semoga secepatnya kita kembali lagi " Fian hanya diam. Resta langsung memanggil nama Fian dan lari kearah Fian.
" ka Fian " teriak Resta memanggil nams Fian, Fian langsung berbalik.
brugh
Resta menabrakan tubuh nya ke tubuh Fian, Fian terkesiap kaget apa yang Resta lakukan.
" maafin Resta kalau selama ink Resta cuekin kakak, kecewa dan marah " ucap Resta lirih yang masih terisak.
" gak adek gak salah, kakak yang minta ma'af "
" selama disana jaga diri kakak baik-baik, makan teratur dan jangan terlalu lelah " Fian mengeratkan pekukan nya menyalurkan rasa sayang dan kerinduan nya.
" insyaAllah terimakasih istri kecil kakak, sayang nya kakak " Resta melepaskan pelukan nya menatap Fian, dan Fian juga menatap Resta.
cup
cup
cup
3x Resta mencium kedua pipi Fian dan terakhir bibir Fian. Fian tersenyum sangat bahagia. Resta mengelus pipi Fian.
" adek pasti akan merindukan kakak I love You Fian Mustafa Kamal suami adek " ucap Resta lembut dan terdengan syahdu. Fian tertawa dan langsung memutarkan tubuh Resta, Neta dan Akmal hanya geleng geleng.
" repot.. repot " ucap Neta.
" dasar Bucin " umpat Akmal, Neta langsung menatap horor Akmal. Akmal langsung mingkem.
" dirinya juga sama " ucap Neta, Akmal cengengesan.
" jaga diri selama kakak gak ada, jaga kesehatan juga "
" iya bawel ih guemes nya " Neta langsung mencubit pipi Akmal dengan gemes nya.
" sakit yang " keluh Akmal Neta senyum senyum.
" kalau aja udah halal uh... udah kakak cium nih "
" coba emang bisa " tentang Resta.
" yaa Allah nantangin, sabar sabar semoga iman kakak kuat "
" aamiin " jawab Neta. Resta dan Fian tertawa melihat mereka.
" udah gih berangkat " akhirnya Resta menyuruh mereka kembali berangkat. Fian dengan bahagia melepaskan Resta kini senyuman mengembang di bibirnya.
" I Love You Resta Risella Dinata " teriak Fian semua memandangi mereka. Resta tertawa melihat Fian.
Resta memberikan tanda Love melalui tangan nya, mengedipkan matanya sambil tersenyum. itu membuat Fian sangat-sangat bahagia.
kini mereka harus berpisah karena Resta dan Neta tidak bisa meninggalkan kuliah nya karena akan ujian akhir semester.
Rasty dan Erwin padahal menginginkan menantu cantik nya berkunjung ke kota S, tapi mereka harus kecewa karena Fian dan Akmal tak bisa menenuhi keinginan mereka.
tapi Resta dan Neta berjanji jika sudah libur kuliah maka mereka akan berkunjung ke kota S.
di rumah Sakit Apni sudah agak kesulitan karena hamilnya sudah terlihat membesar sekitaran 5 bulanan. kadang kadang merasa lelah Mila sering menggantikan nya.
" istirahat gih ingat Apni jangan terlalu memporsir tenaga mu hm " peringatan Mila untuk kesekian kalinya.
__ADS_1
" iya.. iya Mila sayang tenang terimakasih sudah begitu khawatir "
" haish kebiasaan, kewajiban aku sebagai sahabat selalu mengingatkan mu " sedangkan Jovita dan Asri begitu terharu sebagai asisten mereka, mereka berdua tau bagaimana hubungan persahabatan mereka.
ketika persahabatan mereka di uji dan banyak lika liku kehidupan dalam persahabatan mereka, tetap saja mereka kembali saling menyayangi dan mendukung bahkan saling melindungi.
" bangga jadi asisten mereka " ucap Jovita.
" huum kita tau banyak ujian dalam persahabatan mereka, bahkan yang terakhir saat ibu Mila memutuskan pergi kita melihat sedih nya bu Apni " timpal Asri ingat saat persahabatan mereka pernah goyah.
" tapi kini mereka kembali bahagia, karena persahabatan jika tulus tidak akan goyah "
" semoga kita juga seperti mereka ya "
" aamiin " Jovita dan Asri bersamaan.
" uh dedek jangan nakal ya lihat mommy mu begitu menyayangimu, sekarang jangan buat mommy lelah " Mila seperi biada selalu mengobrol dengan janin yang di perut Apni.
" insyaAllah gak aunty, dedek gak nakal kok malah dedek sayang sama mommy biar mommy gak kerja terus " jawab Apni menirukan suara anak kecil, Mila dan Apni tertawa.
************
di perusahaan Dinata Group.
" woi jangan terlalu capek loe, kasian istri loe nanti " tegur Alan yang melihat Genta begitu semangat kerja.
" insyaAllah bro semoga gak, gue harus benar-benar extra siap siaga untuk mereka "
" hmm itu kewajiban suami, apa lagi saat istri hamil kita harus lebih menjaga mereka, dan kita kembali melihat seperti itulah ibu kita dulu "
" iya bener bro tapi gue belum bisa membahagiakan ibu gue karena saat umur gue 10 tahun ibu gue udah meninggal " lirih Genta.
" loe masih belum tau dimana makam ortu loe " Genta menggeleng.
" keluaga mereka membawanya jenazahnya dan gue justru di tinggalkan sendirian, bahkan keluarga ayah maupun ibu tidak sudi merawat gue " Genta trlihat sedih jika ingat itu semua.
untung sajs Alan menemukan Genta saat Genta di pukuli karena ketahuan mencuri dari situlah hidup Genta berubah. dan saat itu Genta berjanji akan mengabdi pada keluarga Dinata.
" selalu " Alan tersenyum Alan yang selalu mendukung Genta bahkan Alan kadang yang melakukan banyak hal agar Genta tak selalu sedih.
" terimakasih untuk semuanya, kau adalah sahabay terbaik ku Alan " batin Genta begitu bahagia di kelilingi orang-orang ysng menyayangi dan mencintai nya.
" jadwal hari ini apa " tanya Alan.
" pertemuan dengan perusahaan A mungkin sampai malam " sejenak Alan menghentikan aktivitas nya, menatap Genta.
" ada apa? " tanya Genta heran.
" jangan ikut pertemuan ini " ucap Alan Genta memandang Alan bingung.
" tenang maksud gue Loe gak usah ikut sebaiknya loe pulang dan jaga Apni, dalam kehamilan nya yang sudah mukai menginjak 5 bulan pasti dia membutuhkan loe " lagi dan lagi Genta di buat terharu Alan selalu mengerti nya.
" tapi " ucap Genta Alan menggeleng.
" biar gue dan yang lain tangani ini, loe pulang dan istirahat, jangan biarkan istri loe merasa sendirian disaat kehamilan nya " Genta tersenyum.
" terima kasih " Alan menepuk bahu Genta.
" gue berangkat ya "
" semoga berhasil doa terbaik dari gue " Alan mengangguk dan kembali melangkah.
***********
di kota S ada anak manusia yang uring uringan karena baru saja berpisah sudah sangat merindukan istri kecil nya.
" sayang yok makan malam " ajak Rasty Fian terlihat lesu Rasty tersenyum.
__ADS_1
" mamah tunggu di bawah " Rasty meninggalkan Fian dan kini Rasty sudah berada di meja makan.
" Fian mana mah " tanya Erwin.
" lagi lesu dia harus jauh dari istri tercinta " jawab Rasty.
" haish anak itu " keluh Erwin.
" ya biasalah pah, mah namanya juga manten baru pengen nya nempel mulu " ledek Akmal saat Fian sudah duduk.
" mulut loe ya " Fian melempar Akmal pake daun slada mereka tertawa.
" udah sabar aja, semoga nanti Resta bisa cepat kesini " bujuk Rasty, Fian mengangguk.
" gimana kerjasama kita dengan perusahaan Al Harris dan juga Yudushtira " tanya Erwin.
" alhamdulillah pah gak ada kendala, kita juga ada proyek baru " jawab Fian yang kini mulai mengambil makanan nya, Fian ingat biasanya Restanya yang selalu mengambilkan makanan untuk Fian, kadang Resta memasak untuk Fian.
rindu sangat rindu hari hari kebersamaan nya dengan istri kecil nya, Erwin dan Rasty tau itu.
" biar namah ambilkan " saat Fian akan mengambil ayam goreng tapi sedikit kesusahan akhirnya Rasty yang mengambilkan nya.
" di pusat ada sedikit kendala, papah gak bisa mengatasinya hanya sendirian makanya papah meminta bantuan pada kalian " ucap Erwin.
" insyaAllah pah kita udah ada disini kita akan mengaturnya papah Fokus ke bisnis papah saja " jawab Akmal meyakinkan Erwin.
" papah gak usah khawatir biar Fian dan Akmal yang menghandle nya "
" siap komandan " mereka tertawa saat Erwin bercanda.
sedangkan di kota J Resta fokus dengan pelajaran nya karena besok adakah ujian. meskipun Resta pintar tapi jika tidak belajar percuma, Resta selalu mengedepankan segalanya jika sudah mengenai buku bukunya dan pelaharan nya.
sama hal nya dengan Neta nilai Nrta dan Resta sangan Bagus tapi mereka tak hatud berpuas diri dan berbangga diri, tetap belajar dan belajar itu yang mereka lakukan.
" alhamdulillah akhirnya kelar semoga besok tidak begitu sulit " Resta selalu khawatir meskipun teman satu kelasnya mengatakan Resta tidak masalah jika tidak belajar pasti akan mendapatkan nilai terbaik, itu semua tidak cukup bagi Resta jika kita tidak belajar dan menemani setiap materi pelajaran yang ada.
saat Resta mulai memejamkan matanya suata Hp nya bergetar karena Resta hanya menggetarkan nya.
drrtt... drrrtt
saat melihat nama Fian di layar hp nya Resta tersenyum, Resta mengeser tanda hijau.
" assalamualaikum istri kakak " disana Fian sudah mengucapkan salam penuh semangat.
" wa'alaikumsalam suami tercinta " jawab Resta.
" adek udah selesai belajar nya " Resta mengagguk ya mereka sedang melakukan video call.
" jangan terlalu lelah dek lihat itu mata udah terlihat lelah, adek selalu lupa dori kalau udah membaca dan belajar "
" iya kak soalnya mau gimana lagi hobby Resta ya membaca "
" iya iya kakak percaya itu, semoga besok nilai nya sempurna "
" aamiin tidak harus sempurna juga gak apa-apa yang penting hampir " Fian tersenyum inilah istri kecil nya selalu merendah.
" kakak baru sholat " karena Fian masih menggunakan kopiah dan baju koko.
" huum tadi lagi ngebahas kerjaan sama papah dan Akmal " Fian melihat Resta dan terlihat Tatapan Resta sendu.
" kenapa dek! " tanya Fian.
" Resta kangen papah sama mamah " Fian tersenyum.
" insyaAllah nanti kalau libur liburan nya ke sini ya " Resta tersenyum dan mengangguk.
" yaa Allah cobaan, kalau aja deket udah kakak makan kamu dek " Resta tergelak mendengar celetukan Fian. mereka mengobrol bahkan tak terasa sudah mukai larut sangking asiknya dan tak terasa Resta tertidur karena sedari tadi menguap berkali kali.
__ADS_1
Fian sengaja mengajak nya ngobrol dan menceritakan ini itu agar istri kecil nya tertidur dan sekarang Resta sudah pergi ke alam mimpi Fian tersenyum saat melihat istrinya terlelap.
" semoga mimpi Indah sayang I love you so much, kakak tunggu kedatangan mu " Fian menatap lekat Resta dan tanpa terasa Fian pun tertidur dan hp nya masih melakukan video call.