
********
Mirna lansung menghampiri Fathan dengan begitu geram dan..
" aw! aw.. aduh bund sakit bund " Murna langsung menjewer kuping Fathan.
" dasar anak nakal, biarin biar tau rasa kamu ya, kamu bawa bawa cewek ke apartemen terus berduaan di kamar, tau gak ini bulan puasa " Mirna terus mencecar pertanyaan pada Fathan.
sedangkan Resta masih terdiam melihat ibu dan anak itu saling beragumen.
Helmi menatap Resta, Resta menunduk " kenapa saat melihat nya, aku seperti melihat seseorang ya, mukanya femiliar " batin Helmi saat melihat Resta.
" iya bund, nanti Al jelasin tolong lepasin tangan nya dari kuping Al, sakit ini " sedangkan Sam tersenyum, Resta juga ingin tertawa hanya saja dia takut menyinggung. jadi Resta hanya senyjm saja.
" bohong, pasti Al bakalan kabur lagi daei bunda " ucap Mirna tidak percaya.
" bener bund, Al gak bakalan kabur sumpah " Fathan mengacungkan 2 jarinya. akhirnya Mirna melepaskan tangan nya dari kuping Fathan.
" jelasin sama bunda " todong Mirna yang ingin penjelasan.
" jelasin! jelasin apa! " tanya Fathan.
" Alfathan Harris " bentak Helmi dan Mirna, Resta sampe terkejut.
" eh sayang maaf bunda lupa kalau ada kamu " Mirna neminta maaf pada Resta dan menatap Resta, kini Mirna menghampiri Resta dan duduk di tepi ranjang. Mirna memgusap lembut pipi Resta dan rambut Resta.
" bund, yah, dia itu teman nya Al, tadi pingsan jadi Al bawa kesini sangkin panik nya Al langsung bawa ke apartemen " jelas Fathan. Fathan menatap Sam dengan sangat tajam.
" mampus! kamu Sam abis kamu sana si boss " batin Sam ingin menangis.
" sayang kamu gak papa kan! " tanya Mirna lembut.
" gak tan, Resta sekarang udah baik baik aja, ka Al terimakasih ya " Fathan mengangguk.
" nama kamu Resta, bagus namanya, sejak kapan kenal dengan Al anak tante " Resta bingung mau menjelaskan apa.
" bund Al sama Resta udah kenal lama ko " Mirna langsung menatap Fathan.
" bunda gak tanya sama kamu anak nakal " Fathan langsung membungkam mulut nya.
" hmm yang dikatakan ka Al bener ko tan " ucap Resta.
" jadi begitu, siapa nama lengkap nak Resta " tanya Mirna lembut.
" astagah bunda ma orang lain lembut sama anak nya kaya sama musuh nya " gerutu Fathan dalam hati.
" nama Resta... Resta Risella Dinata tan " Helmi dan Mirna kaget.
__ADS_1
" Dinata " tanya Mirna dan Helmi bersamaan, Resta mengangguk. Mirna langsung menghampiri Helmi dan Sam lalu mengajak nya keluar untuk bertanya pada Sam.
" ka Al, Resta ko jadi takut gini, takut mereka salah paham "
" Resta tenang aja, bunda sama ayah baik ko, kelihatan nya aja galak " jelas Fathan.
" galak sama anak nya doang " cebik Fathan dalam hati.
di ruang tamu.
" Sam jelaskan semuanya " tanya Helmi.
" jangan ada yang terlewat, apa dia gadis yang kamu ceritakan pada saya " Sam mengangguk, Sam tidak bisa berkata apa-apa lagi karena Mirna menginterogasinya.
" ah alhamdulillah akhirnya anak ku normal juga " Helmi dan Sam saling menatap.
" tunggu maksud bunda apa " tanya Helmi.
" gini loh ya, bunda fikir selama ini anak nakal itu gak normal, soalnya kemana mana itu selalu sama Sam " jelas Mirna sambil senyum senyum begitu bahagia.
" astagfirullah bund, jadi bunda punya fikuran itu pada anak kita Al " Mirna mengangguk.
" kan selama ini tuh anak, gak pernah baea cewek kerumah, atau kenalin anak gadis orang ke kerumah tapi sana sekali gak ada, bahkan bunda pernah kenalin tuh sana anak teman bunda, eh tuh anak malah dungin, cuek, datar datar aja gimana bunda gak curiga "
" Allahuakbar " Sam dan Helmi menepuk jidat, tak habis fikir sama fikiran Mirna.
" yaa Allah bund, tadi tuh marah marah eh sekarang senyum senyum " ucap Helmi bibgung dengan kelakuan Mirna yang selalu absurd.
" pokonya abis lebaran bunda mau lamar tuh anak gadis orang " Sam kaget mendengar Mirna.
" yaa Allah, apa lagi ini Nyonya anda salah faham Nona Resta sudah memiliki tunangan " ingin sekali Sam mengatakan hal itu tapi tak berani.
" tunggu bund, tadi dia bilang Dinata apa jangan jangan " Mirna seketika teringat, dia langsung lari meninggalkan Sam dan Helmi.
" sayang " panggil Mirna sama Resta bahkan Fathan di lewati begitu saja.
" i-iya tan " ucap Resta gugup.
" jangan pamggil tante dong panggil bunda aja ya " Resta masih bingung.
" mulai sekarang nak Resta panggil tante Bunda, panggil om Ayah " Resta mengangguk pasrah.
" emang Resta sakit apa! " tanya Mirna.
" sakit biasa ko bund, cuma kelelahan " jawab Fathan.
" jaga kesehatan nya ya, jangan lupa minta anak nakal itu selalu memperhatikan Resta " Resta masih belum mengerti dengan ucapan Mirna.
__ADS_1
" untung ada Fathan seorang dokter, jadi Resta gak usah khawatir " Fathan curiga dengan ucapan Mirna.
" yaa Allah jangan bilang, bunda nganggap Resta adalah... ah tidak, tidak ini tidak boleh di biarkan " Fathan terus membatin.
" bund ini bukan yang seperti bunda lihat, Resta....." belum juga Fathan kelar menjekaskan Mirna sudah lebih dulu memotong nya.
" Bunda tau ko jadi Al gak usah khawatir " Helmi malah geleng geleng.
" tadi nama nak Resta ada Dinatanya kan. ko bunda jadi ingat dengan sahabat bunda " Mirna menanyakan nya lagi pada Resta, karena masih penasaran.
" oh i-iya tan eh bund, nama Resta ada Dinata nya karena Resta anak dari papih Rangga dan Helen " jelas Resta, Mirna dan Helmi tercengang saat mendengar nama Rangga dan Helen.
" tunggu Rangga dan Helen apa nama anak nya juga Alan Pria Dinata " tanya Helmi yang ikut nimbrung, Resta mengangguk.
" yaa Allah bund, akhirnya kita bertemu lagi sams sahabat kita yang udah betahun tahun gak ketemu " ucap Helmi senang, sedangkan Resta, Fathan dan Sam masih belum mengerti.
" iya yah, gak nyangka anak nakal itu malah kenal sama mereka bahkan anak gadis nya pun begitu dekat dengan nya " Mirna memeluk Helmi.
" astagah Bunda dan ayah gak lihat lihat kondisi " ucap Fathan malu.
" ka! apa tan...eh Bunda dan ayah sering kaya gitu " Fathan mengangguk. Resta tersenyum sama seperti papih dan mamih nya.
" bunda pengen ketemu papih sama mamih nya Resta boleh " Resta menganga tak percaya.
" ah iya boleh bund " ucap Resta langsung.
" alhamdulillah bentar lagi mau lebaran jadi bunda sama ayah pengen silaturahmi sama mereka iya kan yah " tanya Mirna sama Helmi.
" ah iya bund " ucap Helmi " bunda ko ngebet banget sih, jangan jangan ini " batin Helmi.
" bunda pasti merencanakan sesuatu, curiga banget " Fathan juga merasa curiga terhadap Mirna.
" terus Resta udah minum obat " tanya Mirna.
" gak bund Resta puasa " Mirna tersenyum.
********
Di hotel
" sebentar lagi Fian pasti akan menjadi miliku " ucap Ega.
" Nona Ega apa anda merencanakan sesuatu " tanya Riska curiga.
" hmm tidak, setidak nya Fian dan gadis itu sudah mulai ada kesalah pahaman " ucap Ega senang, karena tanpa sepengetahuan Riska Ega menyewa mata mata untuk memata matai Fian dan gadis yang dikenalkan Fian dulu.
" aku tidak akan membiarkan wanita manapun mendekati Fian, karena Fian hanya miliku " obsesi Ega memang sudah tak terbendung.
__ADS_1
Riska merasa curiga, kenapa Ega bisa seyakin itu, Riska ingin sekali menghentikan rencan Ega. Riska tidak ingin ada kesalahan yang di buat Ega sehingga berdampak pada perusahaan.