Life Is Love

Life Is Love
Resta jatuh Pinsan


__ADS_3

********


terlihat Resta sangat kelelahan mukanya mulai pucat, mereka sudah sampai dirumah dan Neta baru masuk kamar karena Neta juga baru sampai.


ceklek


suara pintu kamar dibuka, Resta menoleh kearah pintu munculah Neta sambil nyengir .


" uluh uluh yang baru jalan jalan baru pulang sumringah banget itu " goda Resta.


" eleh ngomongin orang sendirinya juga iya "


" tapi kan aku udah pulang dari tadi " Resta tidak mau kalah.


" dih suka suka aku, udah ih aku mau mandi dulu " Neta siap siap mau ke kamar mandi, Neta masih belum menatap kearah Resta karena Fokus membersihkan maka up nya, saat Neta membalikan badan dan melihat kearah Resta.


" yaa Allah Neng " Neta kaget melihat wajah Resta pucat.


" muka kamu kenapa pucat gini, kamu sakit " Neta menyentuh dahi Resta, Resta menggeleng.


" mungkin hanya kelelahan " Neta memicingkan matanya menatap lekat.


" jangan mikir yang aneh aneh " sarkas Resta, Resta curiga Neta berfikiran macam macam.


" sku percaya sama kamu, tapi udah 2 kali aku lihat kamu ke gini dulu emang ke gini tapi gak sepucat ini, kita periksa yuk " ajak Neta khawatir.


Resta menatap Neta lekat " gak " itu jawaban Resta.


" susah ya ma nih anak, denger yang bau RS aja langsung ciut "


" gak usah bawel ih " kesal Resta " katanya msu mandi sana gih mandi bau " Resta memencet hidung nya pura pura bau.


" dih orang masih wangi gini, coba nih cium " Neta mendekati Resta.


" aish awas aja kalau berani aku sambit nih " Neta tertawa sambil menuju kamar mandi dan menghilang dari balik pintu.


Resta cuma geleng geleng melihat kelakuan sahabata nya.


" apa iya aku sepucat itu " Resta menuju cermin Resta sedikit kaget " Yaa Allah iya ini pucat banget, badan juga terasa sakit gini " Resta mulai sedikit panik.


" huh... haaah tenang Resta tenang " Resta menenangkan dirinya.


ceklek


pintu kamar mandi di buka munculah Neta yang baru selesai mandi, Resta tersenyum kearah Neta.


" Neng udah kamu beres beres belum besok kita pulang loh "


" Allahu aku lupa bantuin dong " Neta langsung panik, Resta tersenyum dan membantu Neta beres beres.


Fian dan Akmal sudah duduk siap siap makan malam.


" gimana tadi jalan jalan nya " tanya Rasty.


" alhamdulillah lancar mah " jawab Fian.


" udah gak usah lemas gitu, nanti juga ketemu lagi sama pujaan hati " goda Erwin pada Fian dan Akmal.


seketika Akmal dan Fian menatap Erwin " kenapa? " tanya Erwin pura pura gak tau.

__ADS_1


" dih papah ngeles mulu ke bajai " jawab Rasty.


" papah kan belajar dari mamah "


" oh " Rasty hanya beroh ria sedangkan Fian dan Akmal cuma bengong melihat kelakuan mamah dan papah nya.


" eh ngomong ngomong mantu mamah ke mana ko belum turun "


" astagah lupa " ucap Fian dan Akmal bersamaan.


" belum mantu mah masih calon " timpal Erwin.


" ehem.. " asisten Jo berdehem semua menatap Jo.


" hmm begini Tuan dan Nyonya biar aku panggilkan Nona Nona muda " bujuk Jo.


" gak usah paman Jo biar kami aja " ucap Fian, asisten Jo dan Bibi Mei saling tatap.


" posesif " ucap Bibi Mei Jo hanya mengangguk.


saat Fian dan Akmal siap siap akan keatas tiba-tiba munculah orang yang di tunggu.


" nah itu mereka sayang sini " ajak Rasty Resta dan Neta tersenyum mereka menuju meja makan.


" maaf pah, mah tadi Neta sama Resta lama soal nya Neta beresin barang yang mau di bawa besok " sesal Neta.


" iya mah, pah Resta juga minta maaf udah bikin semuanya menunggu " timpal Resta.


" uluh uluh calon mantu gemes deh, gak usah menyesal gitu ih santai aja " jawab Rasty.


Fian menatap Resta dan melihat wajah Resta pucat " apa dia kelelahan, kenapa pucat gitu " gumam Fian.


makan malam selesai saat nya mereka membereskan sisa makanan, para laki laki duduk di ruang tamu sambil berbincang-bincang.


" mah Resta bantu ya " tawar Resta.


" Neta juga "


" kalian istirahat aja gih, nanti kecapean lagi besok kan mau pulang " terlihat ada kesedihan pada muka Rasty.


Resta dan Neta mendekati Rasty dan memeluknya.


" mah insyaAllah kalau ada waktu luang kita kesini lagi " ucap Resta.


" iya kita juga sebenarnya masih kangen sama mamah dan yang lain nya tapi kondisinya " jawab Neta.


" mamah tuh sedih kalian baru beberapa hari disini udah mau pulang "


" hehehe udah ih mamah jangan bikin kita juga nangis " Resta dan Neta kembali memeluk Rasty.


akhirnya cuci piring dan lain lain selesai meskipun banyak maid tapi mereka tetap mengrrjakan nya, ya membantu meringankan pekerjaan mereka.


saat Resta dan Neta akan menghampiri mereka yang sibuk mengobrol, Resta merasakan pusing.


" Neng kamu kenapa? " tanya Neta panik.


" cuma sedikit pusing gpp, yuk " saat Resta dan Neta akan melangkah tiba-tiba ada darah dari hidung Resta keluar.


" yaa Allah Neng kamu mimisan lagi " Neta mulai panik.

__ADS_1


" ah masa " Resta kaget dan menyentuh hidung nya benar saja darah keluar dari hidung nya.


Resta mulai sedikit ketakutan apa lagi pada darah, Neta mulai agak panik sast Neta mau mengambil tissue saat itu Resta tumbang dan hap..


hampir saja tubuh Resta jatuh kelantai untung ada Fian disana, karena Fian juga melihat saat Resta mimisan rasa khawatir pada diri Fian dan akhirnya Fian segera menghampiri Resta dan Neta saat itu Fian mulai melihat Resta tak seimbang dengan sigap Fian langsung memeluk tubuh Resta.


" astagfirullah Neng " kaget Neta semua menoleh dan mereka panik langsung menghampiri Fian dan Resta.


" sayang kenapa? " tanya Rasty panik.


" gak tau mah tiba-tiba Resta pinsan " jawab Fian menatap sendu Resta.


" ayo sayang bawa ke kamar, boy hubungi doktet pribadi kita sekarang " ucap Erwin memerintah Akmal.


" i-iya pah " Akmal jadi gugup, mereka menuju kamar Resta dan Neta, Fian dengan pelan membaringkan tubuh Resta.


saat Neta mendekat akan membersihkan darah di hidung Resta Fian menawarkan diri untuk membersihkan nya.


" Neta biar kk saja " Neta memeberikan tissue nya pada Fian. terlihat dari wajah mereka yang begitu khawatir mereka menatap sendu Resta. terutama Neta yang sudah 2 kali melihat Resta seperti ini.


" yaa Allah semoga Resta baik baik saja " Neta terus berdo'a dalam hatinya.


saat itu tibalah dokter dan Akmal mereka mempersilahkan dokter pribadi mereka memeriksa Resta, Fian sebenarnya tidak suka ada yang menyentuh Resta tapi karena ini darurat jadi Fian hanya diam.


" gimana dengan calon menantu saya Dirga " tanya Rasty khawatir.


" hmm aku akan ambil sempel darah nya setelah itu aku beri tahu kalian, untuk saat ini kemungkinan calon menantu kalian hanya kelelahan " jawaban Dokter Dirga, Dokter Dirga dahabat dari Erwin dan Rasty.


" dan oya tebus obat ini dulu yang saya resepkan " ucap Dirga


" baiklah Akmal nanti kamu ke apotek ya " Akmal memgangguk.


" oya maaf Dirga aku jadi ngerepotin kamu " ucap Erwin.


" dih kamu kaya ma siapa aja santai aja kali " jawab Dirga.


" baiklah kita ngobrol dulu di bawah, sayang papah pergi dulu " Erwin dan Dirga segera pergi.


" sayang jangan khawatir Resta pasti baik baik saja hmm " ucap Rasty menyemangati Fian, Fian mengangguk.


Neta mengusap matanya yang sudah basah karena menangis.


" semuanya akan baik-baik saja " Akmal menenangkan Neta.


" Neta takut ka " Neta masih menatap sahabat nya yang masih berbaring lemah.


" insyaAllah kita berdoa saja, oya kk ke apotik dulu mau nebus obat ini " Akmal pamit Neta mengangguk.


" ka Fian " Neta menyapa Fian yang sedari tadi duduk terdiam sambil memandangi wajah Resta.


" apa Resta sering seperti ini " tanya Fian lirih.


" dulu tidak seperti ini hanya pucat saja tapi tidak sampai pinsan atau apalah " jelas Neta.


Fian tersenyum lirih Fian takut terjadi sesuatu pada Resta, tapi Fian juga berfikir negatif mungkin hanya kelelahan.


soalnya tadi Resta begitu bersemangat sekali bahkan tidak teelihat kelelahan tapi kenapa sekarang justru Resta tumbang.


********

__ADS_1


maaf masih banyak typo yang bertebaran.


__ADS_2