Life Is Love

Life Is Love
Pertunangan Apni dan Raditya


__ADS_3

********


sampailah mereka di acara pertunangan Apni dan Raditya bahkan ada banyak ucapan selamat karangan bunga sudah berjejer. acara nya di adakan di hotel.


" apa kau kuat " Mila menyentuh tangan Genta saat Genta ragu untuk keluar.


" insyaAllah kuat " Genta berusaha menguatkan dirinya.


" ayo kita masuk " kini mereka sudah ada di depan pintu.


" peluk lenganku " Mila menautkan alis nya.


" anggap saja kita pasangan sungguhan, dan buat berita malam ini heboh hmm " Mila tersenyum.


" ok baiklah kali ini aku ikut permainan mu " Genta mulai menegakan badan nya dan sedikit mebusungkan dadanya, sedangkan Mila tertawa melihat kelakuan Genta.


" terimakasih Genta " Mila meneteskan air matanya. Mila sengaja menggandeng lengan Genta agar bisa menguatkan Genta.


sebagai teman nya Mila harus melakukan itu, Mila tak peduli lagi berita ini itu padanya. justru Mila akan membantu akting Genta.


saat Genta dan Mila masuk banyak pasang mata menatap mereka bahksn sorotan kamera menuju kearah mereka bahkan cahaya kamera memenuhu wajah mereka.


" senyum " ucap Genta dan kini Mila tersenyum. aksi mereka tak luput dari pandangan Alan, Alan datang bersama Reenata. Mila melihat nya tapi Mila betusaha cuek tak peduli meskipun hatinya sakit.


akhinya mereka berspekulasi bahwa berita tersebut benar adanya bahwa Mila dan Genta adalah sepasang kekasih, bahkan pasangan goal yang lagi hangat hangat nya.


disana juga ada Resta dan Fian, Neta dan Akmal mereka menatap sendu kearah Mila dan Genta Resta tau bahwa itu hanya acting mereka.


Mila melihat ada Helen dan Rangga akhirnya mengajak Genta pergi kesana.


" mih, pih " sama keduanya, Helwn dan Rangga yang fokus berbicara dengan rekan bianis nya menoleh, tiba-tiba Helen menangis.


Genta memeluk Rangga Mila memeluk Helen, banyak mata memandang mereka yang sudah tau siapa Genta dan Mila ikut terharu saat melihat mereka dan yang lain nya masih bingung karena kedekatan mereka dengan keluarga Dinata.


" bagaimana kabar nak Mila " tanya Helen.


" alhamdulillah Mila baik mih, maaf Mila udah gak kerumah lagi " ucap Mila lirih.


" Mila udah gak sayang mamih lagi " tanya Helen yang masih menegang tangan Mila, menatap Mila sayang.


" bujan begitu mih, Mila malu karena Mila dan Alan.. " Helen kembali memeluk Mila, Mila selalu nyaman jika berada di pelukan Helen Mila merasakan kasih sayang seorang ibu.


" Mila tetap anak mamih jadi jangan mengataksn hal itu lagi, meskipun Mila udah gak bersama Alan lagi " Mila mengangguk.


" makasih mih nanti Mila akan kerumah mamih boleh " tanya Mila, Helen sangat senang saat Mila akan berkunjung ke mansion Dinata lagi.


kini Helen menatap rindu Genta.


buk


" aduh sakit mih " Helen memukul Genta sdangkan Rangga tersenyum.


" dasar anak nakal, kenapa jarang datang kerumah lagi " Helen menjewer telunga Genta.


" aw, aw sakit mih, telinga Genta bisa putus ini " Rangga dan Mila tergelak dengan kelakuan Helen, dan yang lain senyum senyum melihat kedekatan mereka. meskipun masih banyak pertanyaan ada hubungan apa diantara meraka.


Resta dan Neta terharu bahkan ikut menangis " aku senang mereka seperti itu lagi " ucap Resta lirih.

__ADS_1


" iya Neng pasti itu, aku juga sama hal nya semoga kejadian ini tak lama akan kembali seperti dulu lagi " harapan Neta Resta mengangguk.


Helen setelah capek menjewer telinga Genta sampe merah kini menatap sendu Genta tiba-tiba Helen memeluk Genta.


Genta memeluk erat Helen " apa kamu kuat nak " tanya Helen, ada ketegangan pada diri Genta saat Helen bertanya seperti itu.


kini mereka sudah tak berpelukan Helen memegang dada Genta " apa ini sakit " Genta mengangguk. Rangga merasakan hal yang sama merasakan apa yang Genta rasakan.


tanpa mereka sadari Alan melihat semuanya tapi karena egonya Alan pura pura tegar.


" tapi tidak apa-apa mih, anak mamih ini kuat " Genta pura pura kuat padahal hatinya begitu rapuh, mungkin kalau tidak ada orang-orang yang mencintai nya Genta sudah tak sanggup lagi, tekad Genta kini akan menghancurkan rencana duo R.


Helen menyentuh pipi Genta, Genta memejamkan matanya sudah lama Genta tak merasakan sentuhan ini, Genta membuka matanya dan tersenyum.


" mungkin ini sentugan terakhir dari mamih yang aku rasakan " batin Genta.


plak


tiba-tiba Rangga memukul Genta.


" apaan sih pih ih sakit tau dari tafi Genta di aniaya terus ini " Helen dan Mila teraenyum.


" jangan lama lama memeluk mamih mu, mamih milik papih " Helen jengan mendengar ocehan Rangga.


" astagah si papih jiwa posesif nya bangkut lagi " ceketuk Genta. pada saat mereka berbincang ada suara MC mengumumkan bahwa acara pertunangan akan dimulai, Helen menggenggam erat tangan Genta.


kini nama Apni di panggil untuk persiapan pertunangan dan kini Apni muncul dan menuruni tangga semua mata terpana melihat kecantikan Apni, sedangkan Genta menggenggam erat tangan Helen, sambil menatap lekat kearah Apni.


Apni disambut oleh Raditya dan Apni menggenggam tangan Raditya sambil tersenyum, sakit itu yang Genta rasakan. Genta mebeteskan air matanya.


Mila mengelus punggung Genta itu terlihat oleh Alan. Genta pura pura kembali tegar dan menyembunyikan kesedihan nya.


cincin datang di bawa oleh pihak laki laki Apni tersenyum bahkan Raditya juga.


" eits tunggu dulu wah ternyata sudah tak sabaran kayanya ya " semua tertawa terbahak-bahak saat mendengar mc.


" awas jangan salah pakein cincin nya nanti malah ke jari orang lain " semua kembali tertawa, tidak dengan Genta dan Mila.


" baiklah baiklah saya udah dapat oelototan daei kedua memlelai nya " ucap mc lagi, lagi dan lagi mereks di buat tertawa.


" baiklah silahkan sematkan cincin nya "


kini Raditya menyentuh tangan Apni sedangkan Genta mengepalkan tangan nya.


cincin mulai dimasukan ke jari Apni dan tepuk tangan terdengar, Genta pergi karena tidak kuat dia menuju ketempat minuman dia langsung meminum air putih dan meneguk nya habis.


kini Apni memajaikan cincin kejari Raditya dan berhasil akhirnya ucapan selamat terdengar, sambil tepuk tangan Genta menggenggam gelas nta erat dan tiba-tiba prang.


gelas yang Genta pegang pecah hingga melukai tangan nya, Mila mencari Genta dan saat menemukan Genta Mila menangis, ada kesedihan kekecewaan pada wajah Genta, saat Mila menatap kebawah ada tetesan darah Mila langsung lari menghampiri Genta.


" yaa Allah Genta " Mila begitu kaget saat melihat banyak darah. Mila langsung menyentuh tangan Genta.


" aku obati " Genta patuh mengikuti Mila. Mila kebetulan selalu membawa peralatan medis nya di mobil kini menuju mobil.


" tunggu disini aku akan mengambil obat " Genta mengangguk. Mila langsung lari dan membuka pintu mobil dan membawa kotak P3K.


" kenapa kau melukai dirimu sendiri Genta " Genta hanya diam, Mila metingis saat memberikan alkohol pada lengan Genta yang terluka sedangkan Genta tak merasakan nya sama sekali.

__ADS_1


" luka mu sedikit dalam nanti saat sampe apaetemen aku akan menjahit nya, apa ini tidak sakit " tanya Mila khawatir. Genta menggeleng.


" luka ini tak seberapa dengan luka yang ada di hatiku ini Mila hiks... hiks " kini Genta menangis di depan Mila.


" kau kuat Genta, kita akan menang hmm kau ingat rencanamu " Mila memguatkan Genta.


" ma'af Mila aku tidak sanggup, terlalu sakit " Genta terus menangis. Mila juga ikut menangis.


" ma'af Genta " Mila meminta maaf sambil menangis.


" tidak ini bukan salah mu, jadi jangan menyalahkan diri sendiri, ini salah duo R aku pasti akan membalas nya " ucap Genta penuh dendam.


saat ini ternyata mereka di perhatikan oleh Alan " sangat romantis " ucap seseorang di belakang Alan. ternyata itu adalah Reenata.


" kau sedang apa, melihat kemesraan mereka " Reenata sengaja menyukut api pada diri Alan.


" bukan urusan mu " ucap Alan kesal.


" kau tidak ingin membalasnya " tanya Reena, Alan menoleh.


" maksud mu " tanya Alan tak mengerti.


" begini bagaimana kalau kita adskan acara pertunangan juga bagaimana " Alan menatap nyalang pada Reena.


" hei tenang ini hanya acting tidak nyata tapi buat seolah-olah ini nyata apa kau ikut rencanaku " Reena terus saja menyalakan api itu.


" baiklah aku ikut rencanamu " Alan langsung pergi " yes berhasil " kini Reena meloncat senang rencananya berhasil.


*******


Mila dan Genta kembali ke gedung


" apa kau siap mengucapkan selamat pada mereka yang berbahagia " Genta tersenyum dan akhirnya sampailah Genta dan Mila di depan Apni.


Mila memeluk Apni sambil mengucapkan selamat dan beralih ke Raditya.


kini giliran Genta Apni begitu gugup dan tegang saat berada di depan Genta.


" selamat " Genta menjulurkan tangan nya dan ragu ragu Apni menyalami Genta. Apni menatap tangan Genta yang kena luka dan Apni tau luka itu masih baru, ada rasa khawatir tapi Apni pura pura biasa saja.


" semoga kalian berbahagia sampai menikah, maaf hanya ini yang saya ucapkan, dan semoga kita bertemu lagi " ada kesedihan yang Genta ucapkan saat memberikan selamat, Apni menatap punggung Genta dengan sendu.


" bertemu lagi apa maksud Genta " kini Apni sedang memikirkan ucapan Genta.


Alan bertemu Mila dan mengatakan bahwa 2 hari lagi Alan dan Reena akan bertunangan ingin sekali Genta memukul Alan tapi Mila menghentikan nya.


" apa sudah membaik " ucap Mila menanyakan Genta.


" alhamdulillah baik " Genta menujukan lukanya. Mila menggeleng Genta bingung.


" bukan ini tapi ini " Mila menujuk ke arah dada Genta. Genta menggeleng.


" tidak baik sangat sakit " sekali lagi Genta meneteskan air matanya.


" kita pulang " Genta mengangguk dan kini mereka pulang sedangkan sedari tadi Apni menatap sedih kearah Genta saat Mila menunjuk dada Genta dan Apni melihat Genta menangis, Apni merasa bersalah Apni akhirnya pergi ketoilet disana dia menumpahkan air matanya.


" Genta ma'af hiks.. hiks " terdengar pilu saat Apni menangis diluar Raditya mendengarnya. dan pergi dari sana membiarkan Apni meluapkan kesedihan nya.

__ADS_1


******


ah othor nangis ini sedih banget Genta harus kuat ya semangat Genta. 💪💪


__ADS_2