
********
kini sinar rembulan telah di gantikan oleh sinar matahari, sedari pagi orang orang sibuk membereskan bekas pesta smlm, dan ada juga seorang gadis yang udah ikut membantu..
" dek mandi duku gih bukan nya ada jadwal kuliah pagi " ucap Helen yang saat ini sedang memasak.
" iya mam, nanyi adek kan pengen bantu mamih di dapur masak " saat ini Resta sedang memasak nasi goreng, Nasi goreng buatan Resta memang tak di ragukan lagi.
" mam coba ini " Resta menyodorkan sendok yang berisi nadi goreng. Helen membuka mulutnya dan Resta menyuapinya perlahan Helen mengunyah nya.
" mam gimana " tanya Resta sedikit khawatir karena mekihat expresi Helen.
" hmm mantap " Helen mengacungkan 2 jempol nya sambil tersenyum.
" adek jadi chef aja ya " ucap Helen.
" ih mam, gak adek kan udah milih jurusan yang adek inginkan, sementara chef buat persiapan adek kalau...." Resta terdiam.
" iya mamih ngerti, ih bikin gemes deh " Helen mencubit hidung Resta .
" mam ih sakit " keluh Resta sambil memegang hidung nya.
" hmm wangi apa ini " tiba-tiba Rangga muncul dan duduk di meja makan.
" dih ada bidadari yang lagi masak ini " ucap Rangga kembali.
" hehehe papih ngomong apaan sih iya ini bidadari yang lagi berantakan " ucap Helen yang kini menyiapkan masakan nya di bantu Bi Aminah dan para maid yang lain.
" eh gadis papih juga ke nya si buk banget itu, emang gak kuliah " tanya Rangga sambil menyeruput kopinya.
" bentar lagi pih, ka Alan sama ka Genta mana pih ko belum turun " tanya Resta yang masih celingukan.
" apa? udah kangen sama kk ya" ucap Alan yang baru turun dari arah tangga.
" dih gak jelas " ketus Resta.
" pagi pagi ngapain di dapur pasti bikin rese ya " ucap Genta juga.
" ih ngeselin deh, ya udah kali ini ka Alan sama ka Genta gak dapat jatah sarapan nya "
" eh, eh jangan ngambek dong dek ya ya " bujuk Alan.
" hooh dikit dikit ngambek " timpal Genta.
" kk sih bikin kesel, padahal adek nya tuh bangun pagi pagi udah bikin nasi gireng malahan di bilang rese " timpal Helen membela Resta.
" hihihi maaf deh " ucap Alan dan Genta.
" dek duduk gih nanti telat loh ke kampusnya katanya ada jadwal pagi " tanya Rangga menghentikan ke isengan Alan.
" kk tuh pih bikin kesel pagi pagi bikin adek badmood aja " Resta yang masi mode ngambek nya.
" dek kk boleh anterin adek ke kampus ya " Alan mulai membujuk Resta.
" tumben " tanya Resta curiga.
" ih curiagaan banget, kk lagi baik nih " ucap Alan kembali.
" tenang dek ka Alan dan ka Genta itu udah setia jadi gak usah khawatir " timpal Genta yang sedang mengambil nasi goreng buatan Resta.
" iya setia setiap tikungan ada, sama selingkuh tiada akhir " kesal Resta yang masih mode ngambek nya.
" ih tuh mulut pedes banget kaya bon cabe " ucap Alan.
" bis makan cabe level berapa tuh " ucap Genta juga.
__ADS_1
" au ah " Resta memanyunkan bibirnya. Rangga dan Helen hanya geleng geleng kepala melihat anak-anak nya yang seoeri biasa kalau udah kumpul pasti ada aja keisengan kk dan adek.
" udah ah bertengkar nya yuk kita sarapan dulu " mereka pun berdoa bersama. dan saat Alan Genta dan Rangga menyuapkan nasi goreng kedalam mulut nya.
" wah enak banget ini nasgor nya " ucap mereka.
" ya siapa dulu yang masak nya adek, chef baru itu " ucap Helen membanggakan Resta.
" wah inimah Fian dan yang lain nya bakalan betah sarapan dirumah, kk gak nyangka masakan adek enak gini, kapan belajar " tanya Alan.
" kan udah lama ka, kk ja kadang yang gak peka " ucap Resta.
" hmm beneran ko bisa " tanya Genta yang juga madih belum faham .
" itu sih mikiran nya kerjaan mulu jadi kalau makan gak di nikmati mana masakan mamih mana masakan orang lain " Helen menyindir mereka.
" hihihi maaf deh mih " ucap Alan yang merasa bersalah, sarapan akhirnya selesai dengan penuh drama.
saat ini Resta juga sudah siap dengan pakaian ala kampus nya, pas Resta turun terdengar suara langkah kaki sedikit terburu buru. dan seketika semua menatap kearah tangga munculah Resta.
" dek jangan lari lari " ucap Helen.
" maaf mam, adek buru buru ini " ucap Resta, yang lain masih bengong.
" itu kenapa para cowok malahan bengong " tanya Resta heran " ada yang salah sana adek "
" dek ini beneran adek, cantik dan dewasa lagi " tanya Alan.
" kalau bukan adek aja udah kk pacarin kamu dek " ucap Genta.
" gak nyangka anak papih udah dewasa, perasaan baru kemaren adek masih pake seragam sekolah sekarang " semua menatap sendu kearah Rangga.
" ih pih jangan bikin kacau susana pagi nya dong " karena Helen juga tidak tahan ingin menangis jadi Helen mengalihkan pembicaraan nya.
" kita tetep anak kecil mamih papih ko, gak ada yang berubah iya kan ka " ucap Resta. Alan dan Genta mengangguk.
" assalamualaikum " ucap mereka bersamaan.
" wa'alaikumsalam " jawab Rangga dan Helen.
" papih hari ini ngantor juga " tanya Helen setelah anak-anak nya pamit.
" iya mih, papih mau meninjau hotel yang ada di area X, takut ada kendala " ucap Rangga. dan melihat jam tangan nya.
" papih juga pamit ya mih " Rangga mau mencium pipi Helen tapi ada Bi Aminah para maid dan mang Diki.
" pih ih malu, udah gak muda lagi juga " Helen tersipu malu.
" eh tutup mata kalian " ucap Rangga Bi Aminah dan yang lain senyum senyum, serempak mereka membaliksn badan.
" bagus, tuh mih mereka udah nurut "
cup
bikan di pipi tapi di bibir Helen kaget menatap Rangga kesal.
" bikin papih jadi moodbooster tau " sambil mencubit bibir Helen.
" udah tua juga gak lihat tempat dan kondisi " Helen yang masih malu.
" hihihi papih pamit assalamualaikum "
" wa'alaikumsalam " ucap mereka bersama. Helen langsung pergi ke kamar karena malu.
" hihihi mereka lucu kaya anak ABG aja " ucap salah satu maid.
__ADS_1
" hooh bikin ngiri " timpal yang lain.
" hadej ngenes jiwa jomblo aku meronta ini guys " semua tertawa mendengar celetukan mereka.
********
kini Resta dan Neta sudah sampai di gerbang kampus, sebelum Resta berangkat dia juga menjemput Neta. bukan nya di depan gerbang Resta dan Neta di turunin tapi Alan membawa mobil nya masuk ke area kampus.
tentu saja itu menjadi pusat perhatian banyak mahasiswa dan mahasiswi, tapi tidak dengan Resta dan Neta yang madih manyun, kebiasaan Alan dan Genta membuat mereka seperti itu.
pas Alan dan Genta keluar dengan pakaian kantor nya semua mata tertuju pada mereka.
" ya ampun kece badai itumah "
" wih siapa tuh ganteng banget"
" ke nya udah mafan itu buat di jadiin masa depan "
" abang sini dong godain kita " itulah para mahasiswi yang jiwa nya meronta ronta tiap melihat cogan.
" dek ayo turun " ucap Alan
" Neta juga emang gak mau turun " tanya Genta.
" dih nyebelin tau. kata adek kan tadi turun nya tuh di depan aja bukan di area kampus, pasti modus ini " kesal Resta
" tau ih bikin malu aja ntar orang-orang ngira kita cewek apaan lagi " Neta juga di buat kesal.
" dih harusnya tuh kalian bangga punya kk setampan ini " ucap Alan membanggakan diri.
" tuh lihat orang-orang aja iri lihat ketampanan kita " ucap Genta.
" au ah nyemebelin " cebik Neta dan Resta, yang udah kesal nya sampe ubun ubun, dan juga jengah dengan ocehan Kk nya.
" adek masuk dulu " saat Resta dan Neta kekuat dari mobil mereka pun jadi pusat perhatian.
" eh bukan nya itu si duo bidadari kampus yang bikin geger ya "
" iya ko mereka sama 2 cogan ngapain "
" gak mungkin kan mereka pacar nya "
" hadeh kalah dah gue, sebelum perang gue udah nyerah duluan "
" iya kita gak sepadan sama mereka " itulah celotehan mereka yang gak ada faedah nya.
" adek pamit ka " Resta menyodorkan tangan nya dan mencium tangan Alan dan Genta sama hal nya dengan Neta.
" dek tunggu " Alan merogoh sakunya dan memberikan beberapa lembar uang berwarna merah pada Resta. Resta masih bengong dan Alan langsung merauh tangan Resta dan menaruh uang di telapak tangan nya.
" itu buat jajan, biasanya adek sering minta kk dulu " lirih Alan.
" mentang mentang udah jadi anak kuliahan sekarang mah beda, ka Genta jadi kangen Resta yang dulu selalu palak kk buat jajan " timpal Genta.
" maaf ka " ucap Resta merasa bersalah.
" adek tetap adek nya ka Alan dan ka Genta ko, adek kecil nya yang masih manja dan masih membutuhkan kk " Alan langsung menarik Resta kepelukan nya, Neta tersenyum.
" ah so sweet banget sih "
" bang peluk aku juga dong "
" aish pagi pagi di suguhin yang ke ginian, kan kan gue juga baper ini " yang lain hanya tertawa. mereka masih menatap pada 4 orang tersebut.
******
__ADS_1
banyak typo bertebaran.