
*******
Alan kini sedang Fokus pada pertemuan nya yang membahas kemajuan perusahaan dan kinerja perusahaan dari dimulai pembangunan bahkan saham saham perusahaan, kini saham di perusahaan Dinata semakin melonjak pesat banyak menguntungkan bahkan banyak perusahaan lain yang ikut bergabung.
Alan merasa puas dengan kinerja para karyawan nya. semenjak Ulfa ikut bergabung kinerja perusahaan semakin aju dan tak terkendali.
" Ulfa terima Kasih untuk kinerjamu, kali ini saya akan memberikan bonus untuk mu " ucap Alan yang kini sedang berada diruangan nya.
" bapak tidak usah berterima Kasih karena ini memang tugas saya untuk memajukan perusahaan bapak, bukan karena saya saja pak tapi banyak karyawan yang lain juga ikut bekerja keras membantu kita " ucap Ulfa yang membenarkan.
" hmm kamu benar baiklah saya akan memberikan bonus untuk kalian nanti kita adakan perayaan untuk keberhasilan ini " ucap Alan senang mood Alan benar-benar baik hari ini.
" baiklah pak kalau begitu saya permisi " ucap Ulfa dan undur diri dari ruangan Alan, Alan mengangguk.
kini Alan sedang bersantai saat Alan mengecheck Hp nya Alan melihat photo photo Genta dan Mila yang berselfi.
" brengs** " Alan melemparkan Hp nya kini Alan merasa bingung dengan hubungan nya dengan Mila semakin hari semakin jauh.
" apa yang harus aku lakukan " Alan memejamkan matanya " ck aku harus ambil tindakan " Alan kini pergi dan pamit pada Ulfa. Alan melajukan mobil nya ke RS dan Resta tidak melakukan penerisaan di RS milik nya dia melakukan pemeriksaan di RS milik Fathan yang Resta dan Neta tak mengetahui nya.
saat ini Apni baru saja keluar dari ruangan operasi terlihat lelah kini Apni ingin rehat sebelum kembali bekerja saat dia membuka pintu ruangan nya Apni kaget karena mendengar sapaan seseorang.
" hai selamat siang " ucsp nya
" astagah kau ini bikin kaget saja, ini belum siang tumben bapak yang satu ini tidak sibuk biasanya tidak ada waktu " goda Apni pada Alan.
" ck kamu ini, aku sedang senang ini jadi jangan ganggu mood ku " ucap Alan.
" wah benarkah " Apni merasa senang dengan kabar ini.
" hmm aku memberikan bonus pada semua karyawan dan juga akan mengadakan pesta kecil kecilan lah untuk para karyawan "
" wow itu luar biasa, apakah aku juga dapat bonus "
" hmm mungkin hehehe " buk Apni memukul bahu Alan dan tiba-tiba hening.
" ada apa " tanya Apni karena Alsn terlihat murung jika dia ke RS pasti ada sesuatu.
" aku tidak tau apa kau sudah lihat berita hari ini " ucap Alan sendu.
" hmm sudah, jangan difikirkan apa kamu tidak percaya pada mereka " tanya Apni padahal Apni juga sudah merasa khawatir.
" bukan begitu, Genta sudah banyak berubah apa kamu lihat komentar netizen mereka selalu mengelu elukan nya bahkan mereka berharap jika Genta dan Mila memiliki hubungan karena menurut mereka Mila dan Genta Goal couple "
" hmm sudahlah namanya juga fans, jangan difikirkan santai saja ok " padahal Apni bukan menenangkan Alan tapi menenangkan dirinya sendiri.
Apni dan Alan makan siang bersama ada canda tawa tedengar saat mereka menghabiskan waktu bersama bahkan sebagian orang menganggap bahwa Alan dan Apni memiliki hubungan khusus.
sedangkan orang nya hanya santai santai saja.
********
di perusahaan Kamal Corp.
mereka baru saja sekesai rapat dan hasil rapat masih belum di pastikan saat mereka sedang makan siang tiba-tiba Hp Fian bunyi dan itu VC dari Rasty.
" hallo sayang assalamualaikum "
__ADS_1
" wa'alaikumsalam mah, apa kabar " tanya Fian.
" alhamdulillah mamah sehat sayang, oya gimana apa sudah kelar "
" belum mah marih harus di ubah ulang butuh waktu lama maaf mah Fian belum bisa pulang "
" ck sayang disana juga kan Fian ketemu papih Rangga, mamih Helen bahkan sama calon istri "
" ih mamah ini, oya gimana papah " Fisn mengalihkan pembicaraan nya dan menanyakan Erwin sang papah.
" hmm papah sehat, papah juga kut menghandle yang disini jadi Fian tidak usah khawatir "
" maafin Fian mih, Fian jadi ngerepotin papah juga "
" hai sayang tuh kan nyebelin, oya nanti kalau ketemu sama Resta sampaikan salam mamah ok, dan juga sama calon besan mamah "
" iya ah ih bawel " Rasty tertawa karena mendengar ocehan Fian.
" ya udah sayang mamah mau masaka dulu, papah minta masakan mamah untuk di antar ke perusahaan "
" cie ceritanya jadi manten baru lagi ini " goda Fian.
" dasar anak gak ada akhlak " Fian tergelak dan akhirnya obrolan berakhir.
" kenapa akhir akhir ini aku lemas dan tak memiliki semangat terkadang dadaku juga sesak " gumam Fian " Resta apa terjadi sesuatu kenapa akhir akhir perasaan ku tidak tenang " Fian merasakan apa yang Resta rasakan hanya saja Fian belum menyadarinya ikatan batin mereka begitu kuat.
*******
Alan sedang duduk termenung di rooftop dan ternyata Mila juga sedang berdiri di sana Alan datang kearah Mila.
" Mila " Mila menoleh saat namanya di panggil Mila tersenyum.
" Alan kamu disini sedang apa " tanya Mila penasaran.
" sama seperti kamu " ucap Mila pelan. mereka terdiam dan akhirnya Mila bertanya kembali.
" bagaimana pekerjaan mu "
" hmm alhamdulillah lancar tak terkendala " ucap Alan masih datar dan dingin.
" apa kamu marah pada Genta, Genta bilang sikap mu begitu dingin pada nya " Alan menatap Mila dan memicingkan mata nya lalu Alan menyeringai Mila merasa aneh.
" ck.. semenjak kamu bersama dengan nya ternyata sudah ada ikatan lain, bahkan dia juga sering curhat juga terhadapmu " ucap Alan sinis.
" apa maksud mu " tanya Mila.
" ck sudah lah aku tidak ingin membahasnya lupakan "
" apa kamu cemburu, Alan aku dan Genta hanya teman aku.. "
" laki laki dan perempuan tidak akan pernah jadi sahabat ataupun teman " Alan memotong ucapan Mila.
" apa kau tidak mempercayai ku " tanya Mila kembali Alan hanya diam.
" jadi itu sebab nya kau dan Genta sedang tidak baik baik saja "
" jangan sebut namanya " Alan mengeraskan suaranya dan membentak Mila. Mila terkesiap.
" Alan kenapa kamu berubah " kini Mila mulai menangis " apakah karena kamu sering melihat kebersamaan ku dengan Genta, bukankah kamu juga mengizinkan nya jika seperti ini aku tidak akan menerima tawaran itu " Mila terisak bahkan sesegukan.
__ADS_1
Alan menatap Mila hatinya sakit saat Mila menangis Alan kini tersenyum.
" kenapa kamu tersenyum jangan membuat aku takut " ucap Mila kesal tapi tetap menangis.
" jangan bentak aku jangan cuekin aku, dan jangan berubah aku takut saat kamu betkata begitu dingin " Mila terus berbicara tanpa henti.
Alan langsung memeluk Mila dengan erat
" jangan tinggalkan aku Alan, aku mencintaimu sangat sangat mencintai mu, hatiku sakit saat melihat sikap dingin mu terhadap ku " Mila masih menangis di pekukan Alan.
" ma'af, ma'afkan aku Mila, aku juga mencintaimu sangat sangat mencintaimu, aku takut, sangat takut kehilangan mu, jangan pergi jangan tinggalkan aku, aku tidak tahan melihat mu begitu mesra dengan Genta, meskipun aku tau siapa Genta "
" aku ingin percaya tapi kadang kepercayaan ku goyah tiap kamu bersama-sama dengan Genta kalian beguru terlihat mesra " Alan masih menangis dipelukan Mila mereks masih saling berpelukan Alan mengeratkan pelukannya.
" Alan aku bisa nafas sesak " ucap Mila pelan ditelinga Alan.
Alan mengurai pelukan nya dan tersenyum " ma'af, karena sudah lama kita tidak seperti ini aku rindu saat saat seperti ini " Alan memegang pipi Mila dan mengusap air Mata Mila.
" jangan nangis lagi ya " Alan membujuk Mila seperti sedang membujuk anak kecil.
" ish emang aku anak kecil, ya udah beliin aku ice cream " ucap Mila masih kesal pada Alan, tanpa sebab tiba-tiba bersikap dingin dan cuek.
" hahahaha katanya bukan anak kecil itu apa mintanya ice cream " Alan malah tergelak saat mendengar permintaan Mila. mereka tertawa bersama.
di RS Genta menemui Apni membawa bunga dan coklat.
tok
tok
tok
" masuk " ucap yang di dalam kini masuk lah seseorang sedangkan Apni masih sibuk dengan kertas kertas nya tanpa melihat siapa yang masuk. tiba-tiba Genta menyodorkan bunga. Apni langsung menatap Genta dan tersenyum.
" ck aku sampe di cuekin gini ya sudah lah aku pulang saja " ucap Genta pura pura melangksh kearah pintu.
" jangan lupa setelah keluar tutup pintunya kembali " ucap Apni datar. Genta kaget dan berbalik kini dia melangkah kembali kehadapan Apni.
" jadi kamu mengusirku hmm " Genta memegang dagu Apni karena Apni berdiri di meja sambil menyandarkan boko** nya menatap lekat Genta.
" lalu kenapa kau kesini jika ingin pergi lagi " ucap Apni dingin.
" soal nya orang yang aku kangenin seperti nya tidak kangen padaku " Genta semakin gencar menggoda Apni, sedangkan Apni masih diam.
" baiklah aku pergi " saat Genta berbalik dan menuju kearah pintu.
" baguslah kalau begitu jangan kembali lagi " ucapan Apni mengancam kini Genta terdiam dan saat berbalik Apni sedang menangis.
Apni menundukan wajah nya dan Genta merasa bersalah dan akhirnya memeluk Apni " ma'af, maafkan aku " Genta menyesali nya.
" jahat kamu jahat " Apni memukul mukul dada Genta. Genta merasa bersalah karena jarang menghabiskan waktu bersama lagi. kini Genta janji jika ada waktu senggang dia akan menghabiskan waktu bersama lagi dan akan jalan jalan seperti dulu lagi.
__ADS_1
*******
alhamdulillah bisa up 2 episode