
*******
Resta dan Neta sampai dirumah..
" alhamdulillah kelar juga Neng aku langsung pulang ya, salam sama om Harun dan Tante Laras " ucap Resta.
" dih aku kira bakalan mampir, ya udah deh hati hati Neng di jalan, insyaAllah tak salamin " jawab Neta
" ya udah bye assalamualaikum " ucap Resta mengakhiri obrolan.
" wa'alaikumsalam " balas Neta, Neta masuk.
" eh Neng Neta baru pulang " tegur security.
" iya pak, Neta masuk dulu pak permisi " pamit Neta.
" iya Neng " jawab security.
" Neng Neta cantik banget " ucao si security.
" udah gak usah di plototin " ucap security yang satu lagi sambil menepuk bahu teman nya.
" assalamualaikum, mah, pah " ucap Resta sambil masuk.
" wa'alaikumsalam " Laras sang mamah.
Neta mencium tangan Laras dan pipi nya.
" papah manah mah " tanya Neta.
" belum pulang, eh Resta gak mampir " tanya Laras.
" gak mah katanya langsung pulang terys istirahat nanti bis tu ngasah otak lagi " ucap Neta yang sambil membuka kulkasnya dan mangambil air minum.
" hmm udah lama tuh anak gak mampir, semenjak tunangan Resta sibuk banget " ucap Laras yang biasanya Resta mampir kerumah nya.
" oya mah tadi Resta cuma nitip salam insyaAllah kapan kapan kesini " ucap Neta sambil membawa cemilan dan duduk di sofa.
" wa'alaikumsalam, gimana tadi lancar ujian nya " tanya Laras.
" insyaAllah mah lancar " jawab Neta.
" terus panti gimana " Laras bertanya kembali.
" alhamdulillah tadi pas Resta sama Neta datang semua nya abis " ucap Neta, Neta tidak mengatakan kalau di sana juga ada Reyhan dan Faiz.
" alhamdulillah kalau gitu, mamah udah lama gak ke panti lagi, biasanya mamah sama Helen sering ngunjungin panti, tapi udah di wakilkan sama kalian " ucap Laras.
" iya mah Bi Sari sama mang Andre titip salam ke mamah sama papah, mah nanti boleh ya Neta ngajak Fira main kesini " ucap Neta menyamlaikan keinginannya.
" wa'alaikumsalam, wah beneran Fira mau main, mamah senang kapan " tanya Laras senang.
" insyaAllah kalau Neta kelar sama nih ujian " ucap Neta.
" hmm gitu ya udah deh mamah tunggu, eh udah sholat ashar belum " tanya Laras.
" eh iya belum ya udah deh mah Neta kekamar sekalian mandi terus sholat deh " Neta beranjak ke lantai 2 menuju kamar nya.
" hmm tuh anak, mamah bangga sama kamu nak dan sana Resta, dakam kesibukan kalian, kalian masih sempat membantu orang lain " ucap Laras yang banga akan sosok anak nya Neta dan juga Resta.
********
keesokan harinya mereka bersiap untuk aktivitas nya bahkan Resta selalu siap dengan ujian Akhir nya, bahkan dengan bahagia nya Resta menghadapi ujian nya, karena dengan ini dia nanti akan menjalani kuliah nya, semakin dewasa dirinya dan semskin matang dalam pemikiran segala hal nya.
" pagi mam, pih " ucal Resta sambil nyium pipi Helen dan Rangga.
" pagi juga sayang " ucap Helen dan Rangga. Helen sibuk mengambilkan sarapan buat Rangga.
" udah dipilih tempat kuliah nya dek " tanya Helen sang mamih.
__ADS_1
" udah mam " jawab Resta.
" hmm ya udah mamih sama papih cuma dukung aja apa yang menurut adek baik dan bagus nya " ucap Helen mendukung semua keputusan anak nya. mereka memang membeskan pilihan anak anak nya.
" makasih mam, pih " Resta memeluk mereka berdus.
" ish, ish, ish udah ke teletubbies aja berpelukan " ucap Alan yang baru datang.
" kenapa, kaka juga mau dipeluk ya udah sini, kan kurang satu ini, harusnya kan 4 orang biar pas teletubbies nya " ucap Resta menggoda Fian.
" ogah " sarkas Alan. yang lain tertawa bahkan Bi Aminah juga tertawa kalau kaka adek ini ketemu pasti kaya kucing dan tikus.
" dih tumben pake baju santai mau kemana " tanya Resta.
" dih anak curut kepo aja " jawab Alan.
" ka Genta juga ini mau kemana " tanya Resta curiga.
" anak kecil gak usah kepo urusan orang dewasa " jawab Genta.
" mam, pih ka Genta ngeselin tuh " ucap Resta manja dan pura pura ngambek.
" tuh kan bener, anak kecil mah gak usah kepo gitu sama urusan orang dewasa " timpal Alan.
" ih Adek juga kan udah dewasa " ucap Resta yang kesal karena di bilang anak kecil.
" mananya yang dewasa, masih pake seragam sekolah aja sok sok an dewasa " goda Genta yang sengaja membuat Resta kesal, karena mereka senang jika membuat Resta kesal, karena Resta semakin imut.
" bentar lagi adek lulus ya, terus kuliah " ucap Resta bangga.
" mau kuliah aja udah bangga " ledek Alan.
Resta semakin kesal dan memanyunkan bibirnya.
" ini bibir jangan di gituin, coba kalau dekat Fian udah kegoda dia dek " ucap Helen sambil nyomot bibir Resta.
" udah, udah ih sarapan dulu gih nanti lanjutin debat nya " ucap Helen yang sibuk ini itu. seketika semua menatap Helen.
" mam " ucap semua serentak.
" eh kenapa? " Helen kaget dan memperhatikan mereka " hehehe ma'af " ucap Helen dan semuanya tertawa.
******
di rumah sakit karena Apni dan Mila ngambil sip malam jadi hari ini mereka akan pulang, saat mereka sedang ngobrol di lobi rumah sakit datang Alan dan Genta.
Alan jalan menuju Rumah Sakit banyak wanita yang terpesona saat melihat Alan di Rumah Sakit. Mila menoleh dan melihat Alan. Mila tersenyum pada Alan.
banyak perawat dan Dokter lain selalu menggoda Mila dan Apni.
" aduh sang pujaan hati udah ganteng pake jemput segala lagi " ledek para Dokter.
" kenapa, makanya cari pacar " ucap Apni.
" bu pak Alan tambah ganteng aja " ucap Jovita sambil senyum senyum pada Mila, Jovita asisten Mila.
" tuh pak Genta juga ganteng " jawab Asri asisten Apni.
" udah deh jangan kepo terus, makanya yah Jovita Asri kamu tuh cari pacar gih, jangan ngabisin waktunya di Rumah sakit terus " ucap Apni.
" eh ibu mah iya udah cantik dokter pula nah kita " ucap Jovita.
" husst jangan ngomong gitu ah " ucap Mila pada Jovita.
" jangan ngerendahin diri sendiri Jovita, semua orang udah punya rezekinya masing masing tapi kita tidak akan pernah tau kebabaagiaan yang akan kita rasakan " timpal Apni. Asri dan Jovita mengangguk.
datang lah Genta dan Alan, Genta langsung nyamperin Apni.
__ADS_1
" udah mau pulang " tanya Genta
" iya " ucap Apni singkat.
" yuk ,tapi lelah gak atau capek, kalau capek kencan nya kita undur aja " ucap Genta yang menatap Apni.
" gak ko Apni masih kuat, ini juga masih pagi nanti aja istirahat nya yuk jalan " ucap Apni semangat, Genta tersenyum kearah Apni dan mengacak rambut Apni.
" ih Genta jadi berantakan ini " Apni sedikit kesal.
" Alan gue pamit duluan ya assalamualaikum " ucap Genta.
" ya udah hati hati wa'alaikumsalam " jawab Alan.
" Mila pergi duluan assalamualaikum " pamit Apni pada Mila.
" ok wa'alaikumsalam " jawab Mila. akhirnya mereka terpisah.
" mau kemana " tanya Alan.
" anter ke toko buku dulu aja, ada yang mau Mila beli " ucap Mila .
" ok yuk " jawab Alan dan menggandeng tangan Mila. Mila melambaikan tangan nya pada Jovita, Asri dan rekan kerja lain nya, mereka meleleh di buat baper sama pasanga tersebut. mereka selalu mendukung hubungan Mila dan Alan, Apni dan Genta.
sesampainya di toko buku Mila mencari buku dan mendapatkan nya Mila mencari tempat duduk dan Fokus membacanya. Alan datang duduk di samping Mila sambil ikut membaca buku, tapi fokus Alan malah Ke Mila. Alan selalu menatap Mila saat Mila serius membaca bukunya.
saat Alan sedang asik nya memandangi Mila,Mila menoleh pada Alan, Alan tersenyum manis pada Mila. Mila hanya menggelengkan kepalanya. Mila melanjutkan membaca nya. tapi Alan hanya sibuk memperhatikan Mila.
" alhamdulillah udah selesai yuk " ajak Mila.
" udah " tanya Alan Mila mengagguk saat mereka keluar banyak yang meminta photo mereka akhirnya dengan terpaksa Mila dan Alan berphoto.
meteka tersenyum kearah kamera.
" ah cantik dan tampan aku iri sama kk " ucap mereka, Mila dan Alan hanya tersenyum.
saat ini mereka menikmati indah nya kota sambil keliling keliling. tiba-tiba Alan entah kemana Mila mencari Alan dan.
" Tadaaaa " Alan muncul mengagetkan Mila.
" ish Alan ngagetin aja " kesal Mila pada Alan, Alan tersenyum.
" uh manis nya pacar aku ini " Alan memegang pipi Mila dengan gemas.
" Alan ih malu tau " ucap Mila.
" kenapa mesti malu, kan tinggal bilang aja kamu itu calon istrinya Alan Pria Dinata " ucap Alan bangga.
" dih bangga banget " kesal Mila.
" uh pastinya dong Alan " ucap Alan.
" mau disini aja mau jalan lagi " ucap Mila.
" yuk jalan " Alan kembali menggandeng tangan Mila, Alan selalu manja jika di depan Mila padahal di didepan yang lain Alan Dingin dan cuek. sama hal nya dengan Mila.
banyak lelaki yang jatuh Cinta pada Mila karena tatapan Mila yang terlihat tajam tapi membuat para lelaki klepek-klepek termasuk Alan.
Mila masih ingat dulu Cinta nya pernah kandas karena kesalah pahaman. kali ini Mila tidak ingin berpisah lagi dengan Alan, sama hal nya Alan juga, cukup dulu dia begitu bodo** nya melepaskan Mila.
__ADS_1