
********
" perhatian semua " kini mereka mengalihkan perhatiannya pada Alan yang ingin mengatakan sesuatu.
" hari ini saya Alan Pria Dinata ingin menyampaikan sesuatu pada kalian " semua hening dan fokus pada Alan.
" saya akan melamar pacar saya hari ini, yaitu Mila Muspida " semua kaget terutama Mila yang tidak mengetahui rencana Alan ini.
" wah selamat ya Mila " ucap Apni " eh ko kamu ke kaget gitu, jangan bilang ini kejutan " Mila cuma diam saja.
" pih, mih Alan minta izin sama mamih dan papih untuk meresmikan acara lamaran ini untuk Mila " Rangga dan Helen tersenyum dan mengangguk.
" sayang kemarilah " panggil Alan pada Mila.
" Mil.. Mila " panggilan Apni menyadarkan Mila. " astagah kamu dipanggil tuh sama Alan " Mila perlahan berjalan menuju Alan, dan Alan menyambut nya.
di hadapan semua orang Alan berlutut dan merogoh saku baju kokonya, dan munculan kotak berwarna merah. Mila masih kaget bahkan bingung.
" sayang maukah kau menikah dengan ku " tanya Alan.
semua meengsuporrt Alan " terima, terima " ucap mereka, Mila menutup mulutnya.
"maaf, maafkan aku, aku sungguh tidak bisa Alan " hening seketika, dan Alan terlihat begitu syok karena Mila menolak nya. saat Alan akan berdiri Mila berkata.
" maaf sungguh aku tidak bisa menolak mu Alan Pria Dinata " disitu Alan bengong dan semua begitu bahagia saat Mila mengatakan tidak menolak.
" Alan ayo pakein cincin nya " Alan tersadar.
" eh iya aku sampe lupa " semua tertawa. Alan memasangkan cincin pada jari Mila dan akhirnya tepuk tangan meriah dari yang ada disana.
" baiklah papih disini akan ikut andil juga, pernikahan kalian akan di langsungkan setelah 1 bulan setelah idul Fitri ini " semua bahagia saat Rannga mengumumkan rencaa peenikahan Alan dan Mila.
semua mengucapkan selamat pada Alan dan Mila, kini giliran Resta.
" ka selamat ya " ucap Resta Alan langsung memeluk Resta.
" iya terimakasih adek, adek juga jangan lama lama cepat susul kk " Resta tersenyum kecut, Resta juga ingin tapi apakah dia bisa, Resta berharap dia bisa melihat Alan dan Mila menikah.
" sayang sini " Mirna memanggil Fathan, dan Fathan mendekati Mirna.
" anak aku juga sebentar lagi akan menikah, aku bahagia " semua hening Fathan kaget dengan pernyataan Mirna.
" oya siapa calon nya Fathan pasti gadis yang cantik " tanya Helen.
" alhamdulillah cantik pasti bahkan kalian tau mereka pernah bersama di satu apartemen " deg Resta kaget.
" bund apaan sih " ucap Fathan, Fathan juga was was.
__ADS_1
" ayo dong kasih tau siapa jangan bikin penasaran kita kita loh " timpal Rasty yang tak sabaran.
" dia berada diantara kalian loh " semua masih bertanya-tanya, sedangkan Neta memegang tangan Resta.
" sudah ku duga ini akan terjadi Neng " ucap Neta " apa kau siap menerima ledakan ini " Resta diam dan akhirnya mengangguk.
" insyaAllah " ucap Resta dan Resta menutup matanya.
" siapa Mirna, ish jangan bikin kita penasaran gini dong " tanya Helen, sedangkan Fian menggenggam erat gelas yang dia pegang.
" Fathan mau menikah, wow sama siapa ko gue ketinggalan berita " ucap Akmal di samping Fian.
" baiklah aku akan beritahukan kalian, gadis itu...." hening bahkan mereka tak sabar sedangkan Sam dan Fathan uring uringan, Dam dan Fathan berharap jangan mengatakan siapa?
" gadis itu anak mu Rangga, Helen " eh malah yang di sebut namanya bingung sedangkan Rasty tampak syok bahkan Erwin pun diam.
" tunggu Mirna anak gadisku Resta " ucap Helen.
" iya kamu benar Resta lah calon istri Fathan iya kan ayah " Helmi menangguk. dan.
jedar
semua terpaku, kaget syok bahkan tak percaya, kini mereka menatap Fathan dan Resta bergantian, Resta juga langsung membuka matanya dan kaget. sedangkan Fian tak sengaja memecahkan gelas nya dan Ega melihat itu.
" ini tidak mungkin kan " ucap Rasty tidak percaya.
" awal nya aku juga tak percaya Rasty, tapi saat itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bahkan CCTV menunjukkan Resta sering berkunjung ke apartemen Fathan " Rasty dan Erwin menatap sendu Resta.
" dan saksinya adalah Sam " kini semua orang menatap Sam, glek Sam menelan slivanya kasar Sam yang di tatap mengangguk.
akhirnya Helen menangis Rasty juga menangis dia tidak ingin calon menantu kesayangan nya yang selama ini dia tunggu menjadi milik orang ain bukan milik anak nya, Rasty menatap Fian sedih Akmal begitu bingung.
" ini bohong kan Fian, Resta gak mungkin ngelakuin ini dan menghianati loe kan, Fian jawab " Fian hanya diam Akmal mengguncang guncangan badan Fian.
" eh... eh tunggu ko kalian jadi sedih ada apa! " tanya Mirna bingung.
" Rangga ada apa? " tanya Helmi, Rangga tetap diam. Helen menghampiri Resta.
" katakan dek kalau itu bohong " Resta menangis dan diam sambil menunduk.
" bicara pada mamih, tatap mamih dan katakan kalau itu bohong " bentak Helen, semua kaget untuk pertama kali Helen meninggikan suaranya dan membentak Resta di hadapan semua orang.
" Helen tenangkan dirimu " ucap Rasty yang mencoba menenangkan diri.
" tidak aku tidak bisa tenang Ras, sebelum Resta anak aku berbicara " kini Helen menatap tajam Resta, Neta begitu kaget untuk pertama kalinya Helen menatap seperti itu pada Resta, ada tatapan kekecewaan dari mata Rasty dan Helen.
" mamih tidak pernah mengajarkan hal itu padamu, jika yang di ucapkan Mirna dan Helmi benar mamih sangat kecewa padamu Resta Risella Dinata " mereka kembali kaget dengan kemarahan Helen.
__ADS_1
bahkan perkataan Helen tak lembut lagi, memanggil Resta pun dengan nama bukan denhan sebutan sayang nya yaitu adek.
Resta langsung mengangkat wajah nya menatap Helen, dan Resta menangis ada tatapan kekecewaan di mata Helen dan
Rasty.
" sayang ini ada apa ko jadi seperti ini " tanya Mirna.
" sudah Fathan katakan bunda jangan mengatakan sesuatu yang membuat mereka sedih, sekarang bunda akan lihat dan mendengar kebenaran nya " ucap Fathan sedih menatap Resta.
Fathan melangkah mendekati Resta " tante ini tak seperti yang tante bayangkan Fathan dan Resta... ." perkataan Fathan terhenti saat Helen berbicara.
" tante tidak bertanya pada mu " ucap Helen. Fathan kembali diam, Fian menatap tajam pada Resta dan Fathan.
" katakan pada mamih dan pada semua orang bahwa itu tidak lah benar " tanya Helen kembali pada Resta.
" maafin adek mih, adek..... " Resta terdiam bahkan tenggorokan nya tercekat.
" cukup mamih sudah tau jawaban mu, berarti itu benar jika Resta menghabiskan waktu sering di apartemen Fathan, selama ini berbohong pada mamih dan papih, kalau Resta mengerjakan kelompok tapi Resta bertemu Fathan "
" Resta tau dosen pembimbing Resta menelfon mamih bahwa Resta sering bolos di jam pelajaran nya " perkataan Helen mengandung kekecewaan.
Fian kaget mengetahui kebenaran nya dari Helen " kau telah banyak berubah Resta, bahkan aku sendiri tak begitu mengenalimu lagi, Resta yang polos dan lugu itu sudah pergi, aku kecewa padamu " Fian menatap nanar terlihat kesedihan di mata Fian.
" sejak kapan Resta berbohong pada papih dan mamih, dimana Resta anak mamih yang dulu selalu jujur " kecewa jelas kecewa, bahkan Rangga dan yang lain kecewa.
" karena ini Resta juga berubah bahkan pernah marah dan membentak mamih " Resta tak bisa berkata sedangkan Neta tetap menggenggam tangan Resta erat untuk menguatkan Resta.
" mamih mohon kembalikan anak mamih, yang di hadapan mamih sekarang bukan lah anak mamih " Helen terus meracau.
" mamih tanya sekali lagi, apa benar Resta sering menghabiskan waktu dengan Fathan hanya berdua bahkan di apartemen nya Fathan " ingin sekali Fathan mengatakan kebenaran nya tapi karena janji nya pada Resta.
Resta mengangguk dan memejamkan matanya.
plak
semua tercengang untuk pertama kalinya Helen menampar Resta dengan keras, bahkan hampir saja Resta jatuh kalau tak di pegang kuat Neta.
" Helen " teriak Rasty.
" mamih " kini Rangga berteriak " apa yang mamih lakukan " tanya Rangga.
" mamih kecewa pih, anak kita ternyata membohongi kita kita gagal sebagai orang tua, kita menguliahkan nya tapi apa Sekarang " Helen memeluk Rangga.
" tante ini tidak seperti yang tante.... " Fathan berhenti saat tangan Resta menggenggam tangan nya, Resta menggeleng. Mirna dan Helmi tentu saja syok. Alan memeluk Resta.
prok
__ADS_1
prok
prok