Life Is Love

Life Is Love
Kecewa Nya Seorang Mamih


__ADS_3

********


Resta tersenyum saat orang itu masuk, sedangkan Neta cemberut.


" eh kenapa? " tanya Fathan.


" akhirnya ka Al datang juga, dari tadi Resta nungguin kk " Fathab masih bingung.


" nih ka Al, Resta mau pulang maksa banget lagi " adu Neta pada Fathan.


" ka Al please izinin Resta pulang ya, Resta juga udah sehat ko, Resta harus pulang ka " bujuk Resta.


" gak boleh Resta harus istirahat total titik " Fathan tetep kekeuh.


" ya udah kalau ka Al gak ngebolehin Resta pulang berarti Resta harus.... "


" ish nih anak keras kepalanya kumat " kesal Neta menatap tajam Resta.


" assalamu... loh loh ini kenapa ko bedebat gini " ucap Mirna.


" ada apa lagi ini Al " tanya Helmi.


" eh bunda, ayah " Resta dan Neta menyalami mereka.


" ini nih, bund, yah Resta keras kepala nya kambuh maksa pengen pulang " adu Neta, Resta melotot.


" gak usah melotot gitu, emang aku takut apa dih " ketus Neta yang lain tergelak.


" Resta harus pulang, karena Resta gak msu menambah masalah lagi " ucap Resta sedih.


" haish! ya udah kk izinin Resta pulang " akhinya Fathsn nyerah.


" sini kk bukain dulu jarum infusnya " Fathan sudah ada di posisi untuk membuka jarum infus, Neta langsung sigap memeluk Resta, Resta meringis saat jarum infus perlahan di lepas.


" sakit " tanya Mirna sambil mengelus pipi Resta.


" dikit " ucap Resta.


" heleh dikit dikit takut sama jarum aja sok, soan " Resta melotot lagi kearah Neta.


" hmm bund, ya Resta pamit ya pulang dulu assalamualaikum " pamit Resta Neta juga sama ikut pamit.


" sayang malan ini pulang nya di anterin Sam ya " Resta terdiam setelah lama berfikir akhirnya setuju. setelah mereka pergi Mirna dan Helmi menatap Fathan.


" apa yang terjadi pada Resta " tanya Mirna.


" bund, yah kita bicara di rumah aja ya nanti Al jelasin semuanya " akhirnya Mirna dan Helmi menuruti perintah Fathan, biasanya Fathan tidak pulang ke mansion karena sepi jadi dia tinggal di apartemen.


karena sekarang Mirna dan Helmi sudah pulang jadi Fathan kini kembali ke mansion .


di kediaman Dinata


mereka masih cemas karena Resta bekum ada kabar saat mereka memikirkan Resta dan akhinya orang yang mereka cemaskan muncul.

__ADS_1


" assalamualaikum " ucap Resta.


" wa'alaikumsalam " ucap semua yang didalam, saat Resta masuk tatapan mereka berbeda yang dulu penuh kasih sayang kini ada kekecewaan.


" dari mana kamu " tanya Helen.


" mih " ucap Rangga.


" udah pih, ini urusan mamih, mamih gak pernah didik anak mamih kaya gini, jam segini bahkan baru pulang, bahkan taj izin juga disaat yang kain cemas dia justru biasa saja " sindir Helen Resta hanya diam.


" Resta ke kamar dulu " pamit Resta biasanya Resta menciun tangan mereka dan menepuk Rangga, Helen lalu bercanda kini tidak ada lagi sifat manja itu, yang ads Resta jadi cuek.


" di saat mamih bicara jangan pernah mangkahkan kaki " perintah Helen tegas. Alan melihat Resta muka nya pucat.


" dek gak papa kan " tanya Alan Resta menggeleng " ya udah istirahat gih, niar kk yang hadapin mamih " Resta mengangguk dan langsung pergi.


" kenapa kk masih membela adik kk itu, mamih sangat kecewa dia bukan Resta anak kita lagi pih, dia seperti orang lain, Resta yang dulu, ramah, lembut tapi sekarang jadi seperti ini " Rangga memeluk Helen, Resta mendengar itu dan menangis.


" maafin Resta mig, Resta lakuin ini agar kakuan bisa terbiasa hidup tanpa Resta hiks.. hiks " Resta memegang dadanya yang begitu sesak.


*********


di kediaman Neta


Neta mengendap endap saat jalan takut Harun dan Laras marah jika Neta baru pulang jam segini bahkan tak mengabari mereka.


" alhamdulillah aman " ucap Neta pelan.


ceklek


" eh pah, mah Neta ke kamar dulu ya " pamit Neta.


" Ameneta Gasella " panggil Harun denhan menekankan nama Neta.


" aduhh! mampus dah ini " batin Resta.


" kemana aja kamu seharian gak ada kabar, kamu jadi seperti Resta yang menjadi pembangkangan juga " tanya Laras.


" eh gak mah, pah ih suudzon mulu ma anak sendiri " ucap Neta.


" papah gak mau tau, kamu harus kuliah yang benar jika kamu banyak bolos karena ikut Resta papah gak bakalan izini kamu berteman lagi sama Resta " Neta langsung melotot.


" pah jangan gitu dong, gak adil itu namanya, papah sama mamah tau sendiri pan sahabatnya Neta dari orok itu ya Resta " ucap Neta sedikit marah.


" oh udah berani ya ngelawan papah " ucap Harun.


" gak! Neta gak ngelawan papah dari tadi Neta diem aja ko terkecuali kalau kita gelut baru itu namanya Neta ngelawan papah " ucap Neta santai, Laras melotot saat mendengar omongan Neta.


" Ameneta Gasella " teriak Harun sedangkan Neta langsung ngacir.


" sabar pah " ucap Laras menenangkan Harun.


" astagah anak siapa sih itu " Laras melotot saat Harun malah ngomong gitu.

__ADS_1


" astagah, salah ngomong ini " Harun langsung memukul mulutnya.


" papah nanya Neta anak siapa, ko ngomong nya gitu, malam ini papah tidur di luar titik " Laras murka dan ngambek akhirnya angsung pergi.


" mah " Harun langsung lari ngejar Laras yang marah " mah plese jangan gini dong papah minta maaf " Harun gedor gedor pintu yang tak di bukain oleh Laras.


" loh papah ko ada diluar kenapa? " tanya Neta polos, Harun menatap Neta tajam.


" dasar anaj bandel gara gara kamu tuh yah papah jadi berantem sama mamah kamu " ucap Harun marah.


" ih papah yang marahan sama mamah ko Neta yang jadi sasaran " Harun kembali menatap Neta ada permusuhan disana.


" Ameneta Gasella " teriak Harun sengit, Neta langsung lari ke kamar.


" selamat berjuang pah " Neta langsung menutup pintu kamar nya.


sedangkan di kediaman Harris Mirna menangis sedari tadi kini rasa bersalah nya semakin besar apa lagi setelah Fathan memberitahu keadaan Resta. Helmi sedari tadi memenangkan Mirna.


" kasihan nak Resta, ini juga karena bunda kalau saja bunda tidak bicara sembarangan pasti gak akan kaya begini, ayah kita harus lakukan sesuatu " ucap Mirna.


" bund, Resta melarang kita memberitahu keluaga nya " ucap Fathan sedih.


" kenapa! kenapa mereka tidak boleh tau, mereka harus tau kalau Rasta sedang sekarat, bunda gak akan ngebiarin Resta menahan sakitnya sendirian " Mirna begitu emosi saat Fathan melarang nya memberitahu kan keadaan Resta.


" bund tenang dulu, mungkin ada alasan Fathan berkata begitu " Helmu berusaha menenangkan Mirna.


" bunda gak bisa ngebiarin ini yah " Mirna nangis kembali " Al kamu harus buat Resta sembuh, berjanji pada bunda "


" insyaAllah bund Al janji, cuma jalan satu satunya operasi tulang sum sum untuk keselamatan Resta " jelas Fathan Mirna menatap Fathan.


" lalu kenapa tidak di segera di lakukan operasi Al, kenapa harus nunggu Resta samoe parah begini "


" Resta melarang Al bund, bunda tau kenapa Resta selalu datang ke apartemen Al, dia konsultasi pada penyakit nya dan saat itu penyakitnya sudah tak kambuh lagi tapi karena kemaren Resta terlihat sedih dan terpuruk penyakit kembali kambuh "


" bunda akan ke rumah Dinata dan bunda akan mengatakan armua ini " Mirna berdiri dan Helmi menahan nya.


" bund " ucap Helmi. Mirna akhirnya terus melangkah.


" jika bunda memberitahu kan semua nya pada keluarga Dinata, maka Resta akan memberhentikan pengobatan nya " Mirna langsung mengehentikan langkah nya, dan menatap Fathan sedih.


" Resta tidak ingin yang lain tau, Resta memiliki Rumah sakit tabg lebih besar dati milik kita, dan kenapa dia tak datang kerumah sakit milik nya, karena Resta ingin menyembunyikan penyakit nya " jelas Fathan.


" jika saja Al ada kesempatan untuk memberitahu kan kekuarga buat apa Al membiarkan Resta menahan sakit seperti unu bund " Fathan menangis dua juga tidak tega melihat Resta menahan kesakiran nya seorang diri.


Mirna langsung menghampiri Fathan dan memeluk nya " maafkan bunda nak, bunda khilaf, bunda tidak sanggup harus melihat Resta seperti itu bubda juga sudah menganggap Resta anak bunda " Helmi ikut menitikan air mata nya.


Fathan yang selalu tak menunujukan kelemahan nya di depan siapapun tapi hati ini Helmi melihat sendiri ada rasa sakit dalam diri Fathan, Helmi tahu seberapa besar cinta Fathan terhadap Resta.


karena tiap kali Fathan menatap Resta ada rasa kagum dan cinta di setiap tatapan Fathan.


" apa Al mencintai nak Resta " tanya Helmi memastikan.


" sangat pah, Al sangat mencintai Resta itu kenapa Al mambantu Resta untuk merencanakan ide Resta " Mirna dan Helmi kaget saat Fathan mengatakan rencana, rencana apa lagi yang mereka buat.

__ADS_1


apa ini ada hubungannya dengan pertengkaran mereka saat ini dan tentang penyakit Resta itulah pertanyaan pertanyaan yang ada di benak Mirna dan Helmi.


__ADS_2