Life Is Love

Life Is Love
Kegundahan Fian


__ADS_3

********


Fathan memperhatikan Resta begitu lekat, sedangkan Resta tetap menunduk Neta memperhatikan tatapan Fathan begitu penuh kasih sayang dan cintanya begitu besar terhadap Resta.


" baiklah kalau itu keinginan Resta kk bantu " ucap Fathan tiba-tiba setuju ingin membantu Resta, Resta kaget dan mendongakan wajah nya, menatap Fathan dan tersenyum.


" terimakasih ka Al, ma'af Resta melibatkan kk juga dalam hal ini "


" tidak apa-apa, itung itung ini amal kk membantu seseorang " Fathan tersenyum sambil memejamkan matanya.


deg! " tampan " Resta terkesiap Neta juga mengagumi Fathan tanpa sadar.


" astagfirullah hal adzim " Neta dan Resta berucap bersamaan.


" eh Nona Resta dan Nona Neta kenapa? " tanya Sam. Fathan cuma bengong melihat Resta dan Neta gugup.


" hmm ka, Resta kesana dulu ya " jawab Resta.


" eh iya Neta juga kami tinggal dulu ya ka " timpal Neta yang sama sama gugup. saat mereka pergi Fathan masih terdiam bingung.


" eh Sam mereka kenapa! "tanya Fathan polos.


" hadeh tuan muda Fathan emang polos banget sih, tumben nih orang jadi ling lung gini, mereka begitu karena anda sendiri yang membuatnya " batin Sam terus menggerutu.


" jangan menggerutu terus Sam " ucap Fathan sambil menatap Fathan


glek! " eh ko tau " batin Sam kaget.


" udah aku tau kamu ngomong apa " seketika Sam menjadi salah tingkah.


" hmm tuan apa tuan yakin mau membantu rencana Nona Resta " Sam mengalihkan pembicaraan nya.


" hmm yakin! anggap aja aku Cinta keduanya Resta " Fathan senyum senyum sendiri.


" tapi tuan apa nanti tidak akan menjadi masalah " Sam begitu takut jika apa yang dilakukan Fathan akan menjadi masalah.


" aku tidak peduli Sam, aku bahkan akan melakukan apapun untuk Resta " kini Fathan begitu sedih saat mengatakan hal itu.


" untuk pertama kalinya anda seperti ini tuan " batin Sam terus mengagumi sosok tuan mudanya. karena Cinta diam nya terhadap Resta.


" baiklah saya hanya mendukung saja " itu yang Sam ucapkan.


" dan jangan sampai Bunda juga ayah tau " peringatan Fathan mutlak.


" iya " jawaban singkat Sam, Sam tak berjanji akan hal itu, tau sendiri Mirna dan Helmi meski tak di beritahu akan tau sendiri.


kini mereka kumpul kembali dan saat nya mereka taraweh bersama, kediaman Dinata begitu terdengar rame akan canda tawa, sedangkan Fian nampak datar bahkan hanya diam.


karena Resta selalu menghindari justru lebih dekat dengan Fathan, Alan melihat hal itu.


" Fian " panggil Alan.


" eh ka ada apa! " tanya Fian.

__ADS_1


" bukan aku tapi kamu, ada apa! " tanya balik Alan.


" Fian gak apa-apa ko ka " kilah Fian.


" maafkan atas sikap Resta, mungkin karena hari ini ada teman nya jadi dia tidak menghabiskannya waktu bersama dengan mu "


" hmm Fian ngerti " Alan menepuk bahu Fian dan pergi menghampiri Mila.


saat itu Resta pergi ke taman belakang Fian mengikutinya.


" Resta " panggil Fian.


" eh ka Fian ada apa! " tanya Resta pura pura.


" kk ingin bicara, boleh " izin Fian.


" iya! apa yang ingin kk bicarakan "


" apa kk ada salah pada Resta " Resta hanya diam.


" kenapa sikap Resta akhir akhir ini begitu dingin terhadap kk "


" mungkin itu menurut kk, Resta biasa saja " padahal Resta ingin sekali memeluk Fian, mengatakan semuanya pada Fian, tapi ntah kenapa mulut Resta seperti terkunci.


" ntahlah, kk hanya merasakan hal itu, sikap Resta berubah tehadap kk, kk merindukan Resta nya kk " lirih Fian Resta tetap diam.


" apakah ada sesuatu yang mau Resta katakan " tanya Fathan.


" ada ka, ada yang ingin Resta katakan tapi.. Resta tidak bisa " batin Resta terus menjerit-jerit.


" baiklah kalau begitu, kk pergi " Resta tetap terdiam sama sekali bergeming. ingin sekali Resta lari dan memeluk Fian dari belakang saat melihat punggung kokoh Fian.


" kk harap Resta nya kk tidak berubah " Fian menghentikan langkah nya sejenak dan berbicara pada Resta. tapi tak menoleh Fian langsung meninggalkan Resta.


seketika Resta langsung duduk dan menangis " maafkan Resta ka,hiks.. hiks.. Resta mencintai kk, Resta sayang kk.. hiks..hiks " tanpa Resta sadari Fathan ada disana bahkan saat melihat Resta menangis, Fathan ikut menetes kan air matanya.


" kenapa ini sangat menyakitkan " Fathan memegang dadanya. ingin sekali Fathan memeluk Resta.


kini kediaman Dinata sudah terlihat sepi mereka sudah pulang semua, tinggal Neta yang tertinggal Neta ikut membantu beres beres. saat Neta dan yang lain beres beres Neta melihat Resta ysng tergesa naik kelantai 2 .


" mih Neta izin ke kamar Resta dulu ya " Helen yang tak menyadarinya mengangguk.


tok. tok. tok


" Neng buka pintunya " Resta langsung membuka pintu dan menarik Neta ke kamarnya, saat pintu tertutup Resta langsung memeluk Neta dan menangis.


" hiks.. hiks Neng aku salah, aku udah buat ka Fian terluka dan kecewa " Neta hanya diam.


" aku.. aku ingin sekali memeluk ka Fian dan memberitahukan segalanya tapi aku gak bisa hiks.. hiks apa aku jahat " Resta terus berujar mengatakan unek unek nya.


Neta mengusap ngusap punggung Resta " aku tau apa yang kamu rasakan, bahkan ka Akmal juga bertanya padaku, sabar Neng semua pasti akan indah pada waktunya " Neta berusaha menenangkan Resta.


" jangan stres jangan nangis, ingat kondisi kamu " Resta mengangguk.

__ADS_1


" kamu mau nginep atau pulang " tanya Resta yang kini sudah berhenti menangis.


" hmm pulang aja deh besok kita masih ada jam kuliah kan " ucap Neta .


" ok oya aku mau gosok gigi dulu, tunggu disini " Resta langsung bergegas pergi le kamar mandi.


Resta menggosok giginya tanpa Resta sadari darah keluar dari mulut Resta bahkan banyak " aaakh " teriak Resta Neta yang lagi duduk santai kaget saat mendengar teriakan Resta, untung kamar Resta kedap suara.


" Neng kamu kenapa, buka pintunya jangan bikin aku takut " Neta panik.


ceklek


pintu kamar mandi terbuka Neta kaget melihat mulut Resta berdarah.


" Neng ini " Resta menangis lagi.


" apakah udah separah ini, aku takut " ucap Resta lirih.


" kita nanti tanya ke ka Al lagi ya " Neta juga begitu takut karena Fathan pernah berpesan jika Resta gosok gigi dan mengeluarkan darah banyak mungkin itu tidak baik.


" tidak, tidak ini tidak mungkin Resta baik baik saja " Neta terus menekan fikiran buruk nya.


" udah sekarang kita cuci lagi mulutnya dan semoga darah nya berhenti keluar " Resta menuruti Neta dan akhirnya darah nya berhenti keluar Resta tersenyum.


Neta begitu iba melihat keadaan Resta sahabat terbaik nya, saat Resta merasakan sakit justru Neta juga merasakan hal yang sama, mungkin karena ikatan batin kuat terhadap persahabatan mereka.


ingin sekali Neta lari keluar dan memberitahu kan semuanya pada keluarga Dinata, tapi Resta selalu melarang nya dan kadang selalu mengancam Neta.


kini Resta sudah tertidur dan Neta merasa lega " kamu akan baik baik saja Resta Risella Dinata, aku akan lakukan sebisa ku apapun itu, tetap lah bertahan dan berjuang " tes air mata di mata Neta keluar, tadi dihadapan Resta Neta tak menangis karena tidak ingin Resta lemah.


kini saat Resta tertidur Neta menangis bahkan menahan tangisan nya Neta takut Resta mendengarnya, Neta kekuar dari kamar Resta dan menangis di depan pintu Resta.


" hiks... hiks bisa kah kamu bagi rasa sakit mu dengan ku Resta, aku juga ingin merasakan apa yang kamu rasakan hiks.. hiks "


" loh sayang kenapa nangis! " tanya Helen Neta langsung menyeka air mata nya.


" eh gak ko mih, tadi Neta kelilipan jadinya gini deh hehehe "


" oh hati hati kalau gitu, Resta kemana " tanya Helen.


" Resta udah tidur mih "


" tumben udah tidur biasanya jam segini masih belum tidur " iya setelah Resta meminum obat nya dia langsung terasa ngantuk dan tertidur.


" mungkin karena lelah mih, jadi tidur lebih cepat " Helen mengangguk.


" Neta pulang nya dianter ya sama mang Diki aja, udah malam gak baik kalau pulang sendiri ya meskipun dekat mamih tetao khawatir sama anak gadis mamih " ucap Helen lembut, Neta memeluk Helen, Helen langsung mengelus punggung Neta.


" Neta pulang mih " Neta mencium punggung tangan Helen dan mencium pipi Helen.


" assalamualaikum mih " ucap Neta sambil tersenyum bahagia.


" iya wa'alaikumsalam sayang hati hati " Helen menatap Neta dan setelah Neta pergi Helen menatap pintu kamar Resta, ada kesedihan di Mata Helen.

__ADS_1


" dek semoga adek gak mengecewakan semua orang " Helen tau ada masalah antara Resta dan Fian, Helen sadar akan hal itu, ingin Helen bertanya tapi takut Resta marah.


__ADS_2