Life Is Love

Life Is Love
Resta Pinsan


__ADS_3

*****


mereka begitu bahagia karena akhirnya keinginan nya menjadi terlaksana..


" apa kau tidak apa-apa " tanya Fian karena Fian melihat wajah Resta sedikit pucat


" hmm tidak apa-apa " ucap Resta, padahal Resta sudah sedikit pusing dan mungkin demam nya belum sepenuhnya pulih


" kenapa tangan mu dingin sekali " tanya Fian yang khawatir


" hmm mungkin karena Resta gugup " ucap Resta tapi tidak bagi Fian, Fian menghentikan gerakan dansa nya, dan Fian mengangkat tangan nya kearah kening Resta


deg


jantung Resta berdegup kencang karena Fian memegang kening Resta, tiba-tiba muka Resta memerah kaya tomat, Fian melihat nya dan tersenyum


saat Fian menenpelkan tangan nya dikening Resta


" yaa Allah badan kamu sedikit panas, apa demam nya belum turun " Fian yang khawatir


" tadi tidak apa-apa mungkin karena Resta belum minum obat " lirih Resta dan Resta memgang kening nya juga


" kenapa belum di minum " Fian yang tampaj khawatir


" astagah, dia begitu khawatir, kenapa aku merasa udah mengenal nya lama" batin Resta terus betanya


ya karena sedari dulu mereka udah di jodohkan apa lagi waktu umur Fian 2 tahun Resta yang baru lahir Fian begitu posesif nya terhadap Resta, bahkan Fian selalu menjaga Resta, mungkin karena ikatan batin itu Resta merasa udah mengenal Fian


muka Resta udah terlihat pucat bahkan sedikit memerah dan bibir Resta juga terlihat merah, saat itu Resta mulai merasakan pusing dan kunang kunang


saat Resta hampir terjatuh


grep


dengan sigap Fian memeluk tubuh Resta, Resta masih sadar tapi penglihata nya buram " aku ingat, dialah yang menolong aku malam itu " batin Resta setelah nya Resta mulai tak sadarkan diri


semua panik saat Resta pinsan


" astagah adek " Helen berlari kearah Fian karena Helen menyadari ada yang tidak beres


semua orang melihat kearah Fian dan Resta mereka berlari dan panik


" Fian ada apa sayang " Rasty yang khawatir


" tadi tangan Resta dingin mah, waktu Fian memeriksa kening nya ternyata Resta demam " lirih Fian, terlihat Fian begitu khawatir dan sedih


" ayo bawa Resta ke kamar nya " ucap Rangga


Neta yang baru datang dari toilet kaget saat orang-orang berkerumun sast Neta sadar ternyata yang di gendong oleh Fian sahabat nya Resta


" yaa Allah tan, kenapa dengan Resta " Neta menangis melihat keadaan Resta


" sabar sayang semoga gak terjadi apa-apa " ucap Helen menenangkan Neta ,mereka semua menuju ke kamar Resta


Fian membaringkan Resta perlahan di kamar nya, terlihat Fian begitu khawatir


" ma'af permisi " ucap Mila

__ADS_1


" sayang tolong periksa keadaan Resta " keluh Helen pada Mila


" iya baik mih Mila akan memeriksa keadaan Resta " Mila mulai mendekat kearah Resta Apni juga berada di dekat Resta


" deman Resta belum turun mungkin karena kejadian tadi yang membuatnya Syok. jadi demamnya kembali terjadi " jelas Mila pada semua nya


" dan juga mungkin karena tadi Resta belum sempat makan dan juga belum meminum obat nya " timpal Apni


" astagah kenapa aku lupa " lirih Helen karena lupa memperhatikan Resta


" udah mih, Resta pasti baik baik aja, ini tak seberapa dengan waktu itu " Ucap Alan pada sang mamih


" waktu itu emang kenapa dengan Resta " tanya Rasty penasaran, akhinya Helen menceritakan kejadian dulu


saat Resta terjebak hujan deras, Resta memaksakan dirinya pulang saat sesampainya di rumah Resta pinsan Resta terkena hipotermia karena kedinginan dengan waktu yang sangat lama, hampir saja Resta nyawanya tak tertolong jika Resta mungkin terlambat pulang,,


Rangga, Alan dan Helen mencari Resta tapi sayang meteka tidak menemukan Resta baru saja mereka masuk ke rumah Resta datang dan akhirnya Resta ambruk di depan mereka, Helen histeris melihat keadaan Resta dengan sigap Rangga langsung menggendong Resta ke kamarnya


Helen langsung menggantikan baju Resta badan Resta mulsi terlihat membiru, Helen memeluk Resta dengan erat sambil menangis Rangga juga memeluk Resta akhirnya mereka membawa Resta kerumah sakit.


dan itulah kenapa Helen tak ingin membiarkan Resta hujan hujanan, padahal Resta sangat suka dengan air hujan


Rasty menangis saat mendengar tentang Resta yang begitu lemah terhadap air hujan, dia juga ingin menjaga calon mantu nya itu,


" sabar gan, kita berdo'a saja semoga semuanya baik-baik saja " Akmal menyemangati Fian yang terlihat termenung


" sebegitu rapuh nya dia, terlihat dari luar dia begitu kuat bahkan selalu bahagia " lirih Fian yang masih menatap Resta


" ntah kenapa, saat melihat dia seperti ini terasa sakit, bahkan saat tau dulu dia hampir saja kehilangan nyawanya, terasa begitu sakit " ucap Fian yang begitu khawatir


" tunggu kejadian itu berapa tahun yang lalu " tanya Rasty


" astagah bujankah waktu itu juga Fian pinsan, dan tiba-tiba saja dia merasa kedinginan " Rasty yang ingat Fian juga mengalami hal yang sama


" eh bener mah, waktu itu Fian pulang daei kantor Akmal emang udah ngerasa ada yang aneh sama Fian, dan bener saja saat sampe Rumah Fian pinsan debgan badan yang menggil dan dingin " jelas Akmal saat ingat kejadian itu


" iya dokter juga aneh, mereka juga tidak tau penyebab nya apa " timpal Erwin


" jadi mereka memiliki ikatan batin yang begitu kuat " sarkas Helen yang aneh


" hmm mungkin Juga " ucap Rasty


Fian berjalan kearah Resta dan menggenggam tangan Resta


" ntah apa yang terjadi, mungkin benar Fian dengan Resta memiliki ikatan batin, saat pertama Fian melihat Resta Fian begitu bahagia ntah apa Fian juga tidak tau " Fian memjelaskan dengan begitu lirih


tes Fian meneteskan air Mata nya ke pipi Resta, mereka tersenyum karena Fian begitu mencintai Resta tiba-tiba Resta menggerakan jarinya


" Resta " kaget Fian saat merasakan pergerakan jari Resta


semua tampak khawatir dan Resta menggerakan matanya perlahan mulai membuka matanya


" alhamdulillah " ucap semua nya


" aw " rintih Resta memegang kepalanya yang masih pusing


Fian membantu Resta bangun dan menyenderkan punggung nya di sandaran ranjang Resta

__ADS_1


" terimakasih " ucap Resta, Fian tersenyum


Rasty mendekati Resta " yaa Allah sayang mamah khawatir " ucap Rasty


" terimakasih tan udah mengkhawatirkan Resta " lirih Resta yang masih lemah


" tidak apa-apa sayang " Rasty mengekus rambut Resta


" sayang gimana udah gak pusing lagi " tanya Helen


" udah gak mam " jawab Resta lemah


" loh kenapa semua disini pestanya " tanya Resta


" astagah papih lupa " Rangga menrpak jidat nya


" yaampun aku juga lupa " ucap Erwin saat mereka akan beranjak pergi tiba-tiba Genta muncul


" Genta udah menyelesaikan semuanya pih, om, tadi Genta udah meminta maaf pada mereka dan menyuruh mereka untuk meninggalkan pesta, karena semua sudah berakhir " ucap Genta yang baru muncul


" haduh papih beneran lupa, makadih Genta kamu udah menyelesaikan masalah papih " ucap Rangga yang menepuk pundak Genta


" iya sama sama pih " jawab Genta


" oya mih, pih semuanya Alan dan Genta mau mengantarkan Mila dan Apni pulang " pamit Alan pada semuanya


" aduh mamih juga lupa lagi sama calin mantu mamih " Helen yang begitu pelupa karena mengkhawatirkan Resta


" ma'af ini semua karena adek, adek merepotkan semuanya " lirih Resta yang merasa bersalah


" astagah sayang, bujsn salah adek ko justru papih, yang harus minta ma'af karena papih dan sekeluarga gak membicarakan nya lebih dulu dengan adek " sesal Rangga karena hal seperti ini membuat Resta sakit kembali


" papih, mamih dan semuanya gak salah, hanya Resta sedikit syok aja saat pengumuman Adek akan bertunangan, sdangkan adek gak tau siapa tunangan adek " Resta tersenyum kepada semuanya, mereka begitu lega


" mih, pih, om tante Mila pamit pulang dulu " Mila pamitan pada mereka dan tak lupa mencium tangan mereka


" Apni juga pamit " ucap Apni


" adek ingat obat nya di minum " ucap Mila sebelum pergi


" awas jangan sampe lupa lagi, nanti semua orang khawatir lagi " timpal Apni mengingatkan Resta


" terimakasih ka Mila ka Apni " ucap Resta


" hmm kaka pamit assalamualaikum " ucap Mila dan Apni merekapun pergi


" oya Resta aku juga pamit ya udah malam ingat punya hutang penjelasan " Neta yang kesal karena sama hal nya begitu kaget kabar Resta dan Fian


" om, tante Neta pamit " ucap Neta pamitan


" iya hati hati " ucap semua nya


" Akmal mau ngater Neta pulang " Akmal pun pamit


" kaya nya bentar lagi dapat mantu lagi ini " goda Rasty pada Akmal, Neta sudah di buat malu dan akhirnya mereka juga pamit pulang


kebetulan rumah Neta dekat dengan rumah Neta kalau naik sepeda sekitar 15 menitan dari rumah Resta ke rumah Neta ..

__ADS_1


*****


alhamdulillah bisa up 2 episode lagi 😊😊


__ADS_2