
********
assalamualaikum othor udah kembali, maafin othor karena belum up masih membenahi diri, othor juga udah sedikit lupa dengan jalan ceritanya.. hehehe
********
di kota S
" bagaimana " tanya Fian
" nona Ega terlalu berambisi " ucap Akmal yang masih menatap Fian.
" huffff,, biarkan saja kita lihat apa yang akan dia lakukan, selama masih di batas wajar "
" hmm btw bagaimana perusahaan yang di kota J " tanya Akmal.
" hmmm untuk sementara waktu masih normal "
" aish gue jadi merindukan si gadis kecil ku itu " Akmal pura pura merajuk
" bukan loe aja gue juga merindukan si kelinci " balas Fian mereka pun tertawa, Ririn hanya geleng geleng saja semenjak kedatangan Resta dan Neta dulu kini gelak tawa sering terdengar dia antara si kutub es itu.
Di Kota J
Neta dan Resta sedang berada di kampus mereka berada di lapangan basket
Resta yang dengan santainya tatapan nya fokus kedepan tanpa Resta sadari ternyata Neta mengambil gambarnya dan di kirim ke seseorang siapa lagi kalau bukan
Fian.
Fian tersenyum saat menerima photo tersebut " Cantik banget gemas deh " gumam Fian Akmal cuma geleng geleng melihat kelakuan Fian.
kini Neta sedang duduk manis dilapangan dan Resta memanggil nya.
" Neng imut lihat sini " seketika Neta melihat kearah Resta sambil tersenyum cekrek bunyi suara kamera hp.
" dapat " ucap Resta senang, Neta memandang Resta lekat Resta mengedipkan sebelah matanya pada Neta.
" Neng jangan bilang... " Resta hanya tersenyum.
" selesai " Resta menunjukan hp nya ternyata Resta juga mengirimkan photo tersebut pada Akmal.
" gantian tadi kamu sekarang aku " Resta lari terbirit-birit Neta langsung teriak.
" Neng Restaaaaaa... awas kamu ya " akhirnya mereka kejar kejaran banyak mata yang memandang mereka apa lagi kaum adam banyak yang menyukai mereka berdua, terutama Faiz dan Reyhan.
" cantik " ucap Reyhan
" juga imut " timpal Faiz mereka masih memendam rasa cintanya pada Resta dan Neta, jika tiba waktunya mereka akan mengatakan nya, karena Faiz dan Reyhan masih belum tau jika Resta dan Neta sudah memiliki calon nya masing-masing.
**********
dikediaman Dinata
" ka gimana hubungan dengan nak Mila " tanya sang mamih.
" lancar mih " jawab Alan kini mereka sedang duduk santai.
" lalu kamu sayang " Helen beralih bertanya pada Akmal.
" masih baik baik aja mih " jawab Genta juga.
" kalian ini udah dewasa jangan main main terus kapan dibresmikan nya " timpal sang papih yaitu Rangga.
" insyaAllah secepatnya atuh pih ih " Alan malahan sewot.
__ADS_1
" iya papih sama mamih tenang aja ya jodoh gak akan kemana ko " Genta menjawab dengan santainya.
" jangan keduluan sama si adek tuh, mereka lebih gecep tau " Rangga masih memperingati mereka dengan tegas.
" aih si papih, sewot gitu adek juga baru tunangan " Alan menjawab dengan nada bercanda.
" lah ini anak, ya udah deh terserah kalian aja papih sama mamih menyerahkan pada kalian, tapi awas nanti kalau gak secepatnya di resmikan nyesel " ucal Rangga panjang lebat yang kesekian kalinya memperingati mereka.
" iya nanti kalau ada apa apa gimana, ingat ka juga Genta penyesalan datang nya sering terlambat " Helen kembali memperingati Alan dan Genta.
Alan dan Genta mulai sedikit gusar karena Rangga dan Helen seperti punya firasat.
" do'a in aja mih pih semoga gak ada apa-apa sama hubungan kita " ucap Alan.
" semoga kita langgeng aja " timpal Genta. akhirnya mereka mengobrol membahas bisnis Rangga mengalihkan pembicaraan mereka.
di Rumah sakit
Bruk
seorang dokter muda terduduk lesu di kursinya sambil menatap kosong kearah kertas yang dia pegang.
" sam yang aku takut kan benar, ternyata paman Dirga benar bagaimana ini sam, di sati sisi aku mencintainya di sisi lain dia sudah bertunangan " Sam baru kali melihat Fathan terpuruk karena seorang gadis.
" nona Resta anda benar-benar hebat bisa mengubah seorang Fathan aku salut " batin Sam berucap bangga.
" Tuan muda Fathan " seketika Fathan beralih menatap tajam pada Sam.
" eh iya maaf maksud saya Tuan Fathan " Fathan tak suka dengan panggilan Sam padanya.
" sudah berapa kali aku bilang Sam jangan pake embel embel itu aku gak suka " ucap Fathan.
" hehe udah kebiasaan jadi gak bisa di ubah " Sam menggaruk garik pelipis nya.
" terserah kamu saja " kini Farhan kembali lesu masuh menatap kertas yang di genggamnya.
" seberapa kalipun Tuan mengecek nya hasil akan tetap sama "
" anda sangat mencintai Nona Resta iya kan " Fathan mengangguk.
" berjuanglah, buat dia kembali sembuh. anda harus yakin Tuan, dan kita juga serahkan pada Allah yakinlah pada-NYA "
" bukankah anda selalu optimis dan banyak pasien sembuh melalui tangan anda dan do'a anda " Sam menyemangati Fathan.
" kau benar Sam aku harus tetap optimis Resta pasti sembuh, aku akan berusaha dengan harapan ini, aku akan minta bantuan paman Dirga dan juga teman ku yang di London " kini Fathan mulai bersemangat kembali.
" kapan Tuan akan menghubungi Nona Alice " tanya Sam.
" insyaAllah secepatnya, Alice ya hanya dia yang bisa membantu ku Sam "
" karena Nona Alice sangat mencintai anda Tuan, anda masih belum menyadari nya, bahkan Nona Alice sudah berpindah keyakinan nya tanpa anda ketahui " ucap Sam dalam batin nya. Sam tersenyum kini Fathan mulai kembali bangkit dan semangat.
" Neng kamu pucat lagi apa capek " tanya Neta khawatir.
" akhir akhir ini badanku sering merasakan sakit " jawab Resta.
" apa gak sebaiknya kita ke RS periksain keadaan kamu, aku takut ada sesuatu hal " lirih Neta menatap Resta.
" insyaAllah semoga gak terjadi apa-apa ya, jangan beritahu papih sama mamih aku gak ingin mereka khawatir " Neta mengangguk Neta sudah merasa takut, takut terjadi sesuatu pada Resta sahabat terbaiknya.
" semoga apa yang aku fikirkan dan khawatir kan tidak terjadi... tidak.. tidak apa yang kamu fikirkan Neta " Neta menggeleng gelengkan kepalanya mengholang kan fikiran nya.
" Neng kamu kenapa sakit " Resta langsung memegang dahi Neta.
" gak panas, gak knpa napa kan Neng " tanya Resta khawatir.
" ah.. hehehe gak ko tadi tuh ada rambut ku yang kena mata jadi aku geleng gelengkan saja kepala nya " ucap Neta bohong.
" ya udah yuk kita ke kelas aja aku juga udah mulai merasa lelah " Neta menatap Resta lekat dan terlihat sendu.
__ADS_1
*********
di suatu tempat ada 2 orang yang mengobrol sedang merencanakan sesuatu.
" bagaimana sudah kamu atur " tanya seorang wanita.
" hmm sudah kau tenang saja kita akan lakukan dengan sangat rapih " ucap seorang laki laki dengan seringai nya.
" aku pastikan mereka akan berpisah, aku tidak mau mereka bahagia diatas penderitaan ku "
" aku juga memiliki hal yang sama dia tlah menolak ku, ku pastikan mereka tidak akan bahagia " kedua orang tersebut menyeringai.
" cheers " ucap mereka bersamaan dan meminum minuman nya, mereka sedang merencanakan sesuatu mereka ingin menghancurkan seseorang yang membuat mereka sakit hati.
" kupastikan kalian akan membayar nya kamu selalu menolak ku kini giliranku akan bertindak "
" dengan senang hati aku akan membantumu, aku pastikan rencana ini akan berhasil " mereka tertawa puas karena mereka telah menyusun Rencana yang sudah di persiapkan.
saat ini di RS ada pertemuan di sana Mila dan Genta yang hadir sedangkan Apni ada operasi mendadak dan Alan ada urusan yang tak bisa dia tinggalkan.
kini Mila dan Genta sudah menyelesaikan nya ucapan selamat berdatangan pada Mila dan Genta.
" astagah akhirnya selesai juga " ucap Genta.
" terimakasih sudah membantu ku " ucap Mila.
" aish kamu ini seperti pada siapa saja, aku akan selalu membantumu tenang saja " ternyata ada yang memperhatikan kedekatan mereka.
" Tuan Nona anda begitu serasi apakah anda pasangan kekasih " ucap seseorang.
" hah " Genta dan Mila kaget.
" akh.. bukan anda salah faham Tuan aku dengan nya hanya teman yah bisa di bilang sahabat lah " jelas Genta.
" saya fikir kalian pasangan kekasih soal nya cocok, oya saya dari salah satu majalah ingin menawarkan kerjasama dengan anda " Mila dan Alan menyeringit menatap orang tersebut.
" anda tidak usah curiga ini kartu nama saya, saya hanya ingin menawarkan kerjasama jika anda berminat "
Mila dan Genta menatap kartu nama orang tersebut.
" RR group " tanya Genta.
" iya itu nama perusahaan kami, hmm begini anda mau tidak menjadi photo model di majalah kami, karena kalian begitu cocok " ucap nya.
Mila dan Genta masih berfikir apakah di terima atau tidak.
" hmm kami akan fikirkan nanti, jika kami berminat kami akan hubungi anda kembali " ucap Genta.
" hmm kami menunggu kabar tersebut kami berharap anda ikut bergabung dengan majalah kami " ucap nya penuh harap.
" baiklah saya pergi dulu kalau begitu senang berbisnis dengan anda Tuan dan Nona.. "
" ah panggil saya Genta dan ini Mila " timpal Genta.
" baiklah saya permisi Nona Mila dan Tuan Genta, oya nama saya edward " mereka berjabat tangan dan akhirnya Edward berlalu dari hadapan mereka.
" kamu gila Genta kenapa tadi menerima nya " ucap Mila
" hmm lumayan buat waktu luang Mila, kamu maukan ayolah Mila hmm " Genta gencar membujuk Mila.
" baiklah aku akan fikirkan tawaran nya "
" hmm baiklah auo kita lakukan " Genta mengedip ngedipkan matanya.
puk
Mila melemparkan pena pada Genta, Genta pura pura mengaduh sakit. Genta dan Mila akan mencoba hal baru di dunia fashion.
lalu apakah yang akan terjadi selanjut nya
__ADS_1
TBC..
******