Life Is Love

Life Is Love
Kegundahan Apni dan Alan


__ADS_3

********


Genta dan Mila kini sudah berada di luar negri mereka kembali disibukan dengan kerjaan nya, bahkan mereka lupa untuk mengabari seseorang yang sedang menunggu kabar dari mereka.


" ck kenapa Genta tidak mengabari ku, apakah dia sudah sampai atau... ish apa sih fikiran dalam otak ku, mereka pasti baik baik saja " Apni selalu mengechek Hp nya menunggu kabar Genta pacar nya dan sahabat nya Mila.


diperusahaan Dinata Corp.


" apa kalian tidak becus dalam menangani satu proyek saja, ada apa dengan kalian " Alan ntah kenapa hatinya begitu kacau sehingga para karyawan selalu dapat masalah, sedari pagi Alan hanya marah marah..


" saya tidak mau tau, selesaikan semuanya laporkan setiap waktu pada saya, sekarang keluar lah " Alan mengusir mereks keluar ruangan nya.


" Ulfa jangan biarkan hari ini ada yang menggangguku kau mengerti " titah Alan yang tak bisa di ganggu, Ulfa sekretaris Alan yang baru mengganti kan Genta untuk sementara atau mungkin akan lama.


" ba-baik pak " ucap Ulfa gugup. saat mereka keluar raut wajah mereka terlihat lesu.


" hufft " ada yang menghela nafas ada juga yang keluar keringat ada juga yang beristighfar .


" astagfirullah, kenapa akhir akhir ini pak Alan sering marah marah ya "


" huum, semenjak pak Genta Buana tak lagi terlihat di perusahaan ini "


" kita selalu kena sasaran kemarahan pak Alan "


" udah gak usah gosip kedengeran pak Alan abis kalian " kini Ulfa yang ikut berbicara.


" eh iya ma'af " mereka segera pergi setelah dapat teguran dari Ulfa.


" astagah pak Alan, benar-benar badmood sedari tadi ngamuk ngamuk mulu " ucap Ulfa pelan. Ulfa sudah hampir 2 bulan kerja di perusahaan Dinata jadi sudah sering kena marah atau teguran Alan, tapi kalau Alan sedang mood nya Bagus Ulfa sering dapat bonus jika hasilnya memuaskan.


tapi akhir akhir ini ntah kenapa Alan jarang sekali tersenyum atau tertawa semenjak Genta jarang berada di perusahaan, itupun mereka sadari, untung saja para karyawan nya mengerti akan hal itu.


ting


bunyi notifikasi Hp Alan. saat Alan mengecek nya munculah photo photo seseorang yang dia tunggu kabar nya.



Genta dan Mila terlihat begitu tampan dan cantik saat mereka berfoto.


ting


Hp Alan terus saja berbunyi menandakan notifikasi masuk.




itu adalah photo shoot untuk drama mereka yang kini masih tayang.


" ternyata kalian baik baik saja " lirih Alan masuk lagi notifikasi muncul photo Mila sedang sendirian.



" Mila kau terlihat begitu bersinar, aku merasa aku sulit untuk menjangkau mu " Alan menatap Hp nya dengan sendu, sesekali dia mengusap Hp nya yang menampilkan photo Mila.

__ADS_1


" kamu tau Mila, disini aku menunggu kabarmu tapi mungkin kau sudah lupa jika ada seseorang yang menantikan nya " Alan melemparkan Hp nya kearah sofa, Alan memejamkan matanya untuk menghilangkan penat nya.


sama hal nya juga dengan Apni, Apni tersenyum kecut saat melihat photo photo Genta dan Mila.


" mereka terlihat mesra dan serasi, sedari tadi aku menunggu kabar nya ternyata dia baik-baik saja, Apni sekarang fokuslah dengan kerjaan mu.. biarkan mereka bersenang senang, kaupun harus melakukan hal yang sama " Apni terus menyemangati dirinya sendiri, Apni merasa Genta sudah banyak berubah. jadi Apni kini ingin fokus dengan pekerjaan nya.


********


di kediaman Dinata Rasty dan Erwin melakukan video call dengan Helen dan Rangga.


" assalamualaikum calon besan " ucap Rasty penuh semangat .


" wa'alaikumsalam salam juga calon besan " jawab Helen.


" ah sudah gak sabar ingin melihat Resta dan Fian bersama " Rasty begitu heboh.


" iya sama gak sabar jadi wali mereka nikah, selama ini kita mengangap anak anak kita masih kecil " ucap Helen.


" hmm kamu benar Helen tak terasa mereka sudah dewasa " timpal Rasty.


" eh mana calon mantuku " tanya Rasty.


" belum pulang Ras, dia lagi sibuk akhir akhir ini, terkadang sering telat makan,bahkan semalsm juga gak pulang,katanya ada kerja kelompok jadi dia menginap di rumah teman nya dengan Neta juga " ucap Helen menjelaskan keadaan Resta.


" astagah calon mantuku pasti kekelahan sehingga telat makan, oya Fian sedang ada di kota J apa Fian dan Genta mampir " tanya Rasty menanyakan Fian.


" ah iya saat pertama datang dia kesini, astagah Rasty itu kamu bawa oleh-oleh sampe sekota S mau kamu pindahin kerumah aku " kesal Helen memang benar oleh oleh yang Rasty kirim sebegitu banyak nya.


" hehehe maaf Helen abisnya aku bingung milih nya ya udah apa yang aku lihat aku beli, sekalian buat di bagiin sama penghuni disana, " jawab Rasty enteng nya.


" eh iya Helen aku lupa ini katanya Erwin juga mau ngomong sama Rangga " karena asik mengobrol jadi mereka melupakan pasangan nya. mereka akhirnya ngobrol bersama meskipun hanya lewat VC.


di RS keadaan Resta kini mulai membaik.


" bagaimana apakah sudah lebih baik " tanya Neta yang masih terlihat khawatir, Neta selama menemani Resta selalu menangis.


" hmm sudah agak mendingan " ucap Resta yang masih terlihat lemah.


tok


tok


tok


" assalamualaikum boleh kk masuk " ucap salam dari Fathan dan Samuel.


" wa'alaikumsalam masuk aja ka " jawab Resta dan Neta.


ceklek


Fathan terdiam menatap Resta, terlihat keadaan Resta begitu lemah hati Fathan begitu sakit, kadang Fathan menangis jika mendengar rintihan Resta yang menahan sakit.


" ka kenapa terus berdiri disitu " tegur Resta Fathan sedikit terkesiap dan menyadari kebodohan nya.


" ah iya ma'af hehehe " Fathan pura pura tertawa.

__ADS_1


" hari ini Resta sudah boleh pulang, kk udah tebus obat nya, dan jangan lupa minum obat nya jangan sampe telat hmm " Fathan terus dan terus mengingatkan Resta.


" astagah ka Resta sampe lengang nih kuping, Resta bukan anak kecil lagi ka yang selalu kk ingatkan " Resta memberengut karena kesal pada Fathan.


" ck kk kan sebagai dokter haeus selalu mengingatkan pasien nya, supaya pasien nya tidak bandel " keluh Fathan.


" lah mungkin pasien kk yang lain Resta gak tuh " jawab Resta polos.


" dih yang so dewasa, katanya dewasa jarum suntik aja takut bahkan kalau mau di suntik nangis kejer " goda Fathan.


" ih kk gak usah di omongin lagi, nyebelin tau gak " Resta memanyunkan bibirnya karena kesal nya.


" hahaha dududu anak kecil lagi ngambek " Fathan terus menggoda Resta, Sam tersenyum kini Fathan benar-benar berubah dari Fathan yang dingin cuek kini menjadi lebih hangay banyak tersenyum kadang tertawa.


sedangkan Neta saat melihat interaksi mereka kadang tersenyum kadang menangis kini Neta sedang mengusap air mata nya. bahkan sedari tadi Sam melihat kearah Neta.


" persahabatan yang luar biasa, disaat yang lain sakit yang lain nya merasakan kesakitan nya " Sam begitu kagum melihat persahabatan Neta dan Resta bahkan Sam melihat sendiri saat Resta akan diberikan obat saat suntikan masuk ke tubuh Resta saat itu Resta menahan sakit dan Neta menangis.


bahkan terkadang Neta memarahi suster dan dokter nya, di depan Resta Neta menujukan wajah ceria bahagia tapi saat keluar ruangan Neta menangis, itupun tsk luput dari pandangan Sam.


dretttt.. drettt.


Hp Sam berbunyi saat Sam melihat Sam melotot kaget.


" astagah Nyonya telfon " Sam langsung keluar untuk menerima telfon.


" assalam... " belum juga Sam selesai mengucapkan telfon yang di sebrang sana sudah mencak mencak.


" jangan bas basi lagi kamu Sam, dimana anak nakal itu kenapa Handphone nya tidak aktif " bentak Nyonya besar yang kini bagai singa mengamuk.


" ah itu nyonya Tuan sedang sibuk dengan pasien nya jadi mungkin lupa mengaktifkan Hp nya " Sam benar-benar stres di buatnya.


" memang pasien nya siapa apa begitu special nya sehingga lupa ngabari bundanya sendiri " Bunda Fathan masih emosi.


" astagah Tuan gegara anda aku yang kini kena damprat si singa " batin Sam terus menjerit.


" eh it.. itu Nyonya " Sam bungung apa yang harus di jelaskan " astagah apa yang harus aku lakukan kalau aku jujur Tuan pasti marah kalau gak Nyonya bakalan mencincang aku abis abisan " Sam sangat frusrasi.


" itu.. itu apa kalau ngomong itu yang benar Sam gak jelas kamu "


" hufft bissmillah " Sam menghela nafas " pasien Tuan Nona Resta Risella Dinata Nyonya " akhirnya Sam jujur dari pada di dikte abis abisan sampe kuping Sam begitu sakit.


" astagfirullah emang kenapa dengan calon menantuku " ucap Mirna ibunda Fathan yang kini mulai khawatir.


" astagah Nyonya anda kenapa ngomong giti Nona Resta calon bini orang " Sam benar-benar bingung.


" hallo Sam kamu masih di sana " tanya Mirna.


" ah iya Nyonya " jawab Sam " coba kamu tunjukin pada saya Fathan dan calon mantu saya sedang apa " Deg kini jantung Sam seperti mau copot, Sambingung dengan situasi seperti ini.


" Saaaaam " Mirna berteriak karena sedari tadi Sam malah melamun.


" eh iya Nyonya akan saya laksanakan " akhirnya Sam terpaksa menujukan Fathan dan Resta saat itu mereka sedang tertawa, bahkan Mirna melihat jelas anak nya, kini Mirna benar-benar ingin segera menjadikan Resta menantu mereka.


Mirna dan Harris tidak tau kalau Keluarga Kamal lah yang sudah lebih dulu, keluarga Harris, Dinata dan Kamal mereka adalah teman saat mereka SMA dulu.

__ADS_1


__ADS_2