
******
Brukkk
Resta tak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang sana hal nya juga sedang terburu Buru, Resta kehilangan keseimbangan dan hampir teejatuh tapi ada sebuah tangan melingkar di pinggang nya. Resta terperanjat kaget saat orang tersebut memeluk nya.
topi dan masker Resta sampai terlepas dan mereka bertatapan cukup lama.
tapi Resta langsung memutuskan pandangan nya saat mereka tersadar.
" ma'af tuan " ucap Resta sedikit gugup.
" ah i-iya tidak apa-apa " ucap sang pria tersebut yang langsung melepaskan tangan nya dari pinggang Resta.
" terimakasih " hanya itu yang Resta ucapkan. Resta langsung memgambil topi dan memakai masker nya kembali.
si pria tersebut menyunggingkan senyum nya " Cantik dan imut " gumam nya.
Resta langsung menanyakan pada Receptionis dimana ruangan rapat nya. sang Receptionist yang ada di Rumah sakit hanya diam mematung.
" ka ko malah diam " ucap Resta mengagetkan orang tersebut. karena Resta membuka masker nya jadi mereka kagum dengan kecantikan Resta.
"eh i-iya ruangan nya ada di lantai 3 " ucap si Receptionis tersebut.
" makasih ka " Resta pun berlari menuju lift.
" ko Nona tadi mirip pak Alan yah " ucap salah satu Receptionist tersebut.
" iya cantik banget apa jangan jangan " ucap mereka bersamaan.
" astagah mungkin itu nona muda dari keluarga Dinata " mereka sampai terkejut saat mengetahui Resta.
saat di lift, ada suster dan dokter yang lain Resta tetap terdiam. karena tujuan Resta menyerahkan file nya. sebenarnya Resta sangat gugup dan takut.
ting
akhirnya lift terbuka " alhamdulillah " ucap Resta sambil megelus dadanya.
" kalau gak demi kaka aku gak bakalan datang kesini " Resta terus menggerutu.
" bissmillah " ucap Resta mengucapkan nya " Resta kamu pasti bisa " monolog Resta menyemangati dirinya sendiri.
Resta bertanya kembali pada orang yang ada disana. dan akhirnya sampai lah Resta di ruangan Tersebut.
tok
tok
tok
pintu ruanhan di ketuk.
" ya masuk " ucap Alan
ceklek
pintu di buka munculah Resta dan saat Resta melihat kedalam begitu banyak orang bahkan banyak dokter juga.
" yaa Allah adek " kaget Alan saat Resta muncul. Genta Mila dan Apni juga kaget saat Alan berkata seperti itu.
Mila dan Apni langsung mendekati Resta.
" Resta kenapa kesini " tanya Mila khawatir.
" i-ini " ucap Resta terbata dan sedikit bergetar
__ADS_1
" kenapa kesini " tanya Apni yang mukai panik.
" minum dulu " Alan memberikan minuman pada Resta, Resta langsung meneguknya hingga tandas.
" kenapa adek kesini udah tau adek takut, kenapa gak nyuruh orang lain aja " khawatir Alan, sedangkan ysng lain masih bengong memperhatikan interaksi pemegang saham di Rumah Sakit tersebut.
" apakah itu Nona muda " tanya seorang dokter paruh baya.
" mungkin soal nya lihat saja pak Alan sang Tuan muda begitu khawatir nya " ucap yang lain.
" aku baru melihat sang nona muda ternyata dia begitu cantik " mereka masih membicarakan sang Nona muda dari keluarga Dinata.
" wajar kita tak pernah melihat nya, kabar ysng aku dengar dia pobia Rumah Sakit " ucap yang lain .
sedangkan tanpa mereka sadari seorang pria menatap Resta begitu intens nya. bahjan dia menyunggingkan senyuman nya sedari tadi.
" ternyata dia salah satu dari anak paman Rangga, aku tau dirimu " ucap nya dalam hati.
" ka adek mau pulang ya, adek gak kuat disini " ucap Resta pelan.
" mau kaka antar " tanya Alsn khawatir.
" gak perlu ka, adek bisa insyaAllah " ucap Resta meyakinkan Alan.
" kenapa ka Alan, ka Mila juga ka Apni terlihat sangat khawatir Resta baik baik aja ko "
" udah deh jangan so kuat gitu " ucap Alan.
" ih kaka mah gitu, adek kan menyemangati diri adek biar gak takut, bukan nya du duiung malahan digituin " kesal Resta yang mrmanyunkan bibirnya.
saat Resta menatap kearah lain Resta kaget dan sangat terkejut " hah dia kan yang tadi tak sengaja bertabrakan dengan aku tadi, jadi dia juga seorang dokter " batin Resta menerka nerka.
" gimana kalau ka Genta antar Resta sampe luar " tawar Genta pada Resta.
" hmm boleh " ucap Resta dengan senang, ini saat nya Resta menjahili Apni.
" masih kecil mendingan fokus belajar sana jangan pacaran " ucap Genta .
" siapa bilang Resta masih kecil udah mau lulus ini "
" iya iya ya udah gih lihat tuh keringat udah banyak gitu, udah gih sana pulang aja " ucap Apni yang sedari tadu di goda terus.
" iya iya, ya udah ayok ka " Resta menggandeng Genta sambil melambaikan tangannya pada mereka.
" Resta pinjam pacara nya dulu " sekali lagi Resta menggoda Apni. mereka hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Resta.
******
ting
Resta dan Genta muncul, Resta tersus mrnggandeng tangan Genta begitu erat, Genta tau kalau Resta gugup dan takut, jadi Genta membiarkan Resta menggandeng nya, tak lupa banyak mata menatap kearah mereka.
" astagah bukan nya itu pak Genta " ucap Jovita kaget karena Genta menggandeng cewe lsin bukan dokter Apni.
" jangan jangan pak Genta selingkuh lagi, wah aku harus kasih tau Dokter Apni ini " timpal Asri yang tak terima atasan nya di selingkuhi.
akhirnya mereka mencegat Resta dan Genta " tunggu " ucap Jovita, Resta menyeringatkan dahinya karena tak. mengerti.
sedangkan Genta tetap santai, asisten bar bar pacar nya dan asisten sahabat pacar nya sesang menghalangi mereka.
" ka lagi apa " tanya Resta Jovita dan Asri hanya bengong saling tatap saat Resta memanggil nya kaka.
" eh anak kecil jangan macam macam deh sama cowok yang ada disamping ini" Tunjuk Jovita pada Genta
Resta menatap Genta tanda tak mengerti sedangkan Genta hanya santai.
" dih pak Genta ketahuan selingkuh juga, tapi tetap santai " ucsp Asri yang mulai emosi .
__ADS_1
" bisa minggir gak " ucap Genta tegas.
" gak mau " ucap Jovita dan Asri bersamaan, sambil terus mencegat mereka.
" tingkah kalian ini jadi pusat perhatian orang orang " tunjuk Genta. Jovita dan Asri melihat sekeliling ternyata benar banyak mata memperhatikan kelakuan mereka, bahkan banyak yanh bisik bisik juga.
Dokter dan suster yang lewat pun berhenti bahkan menatap kearah mereka.
" dengar ya jauhkan fikiran aneh kalian daeo otak kalian ini " kesal Genta sambil menoyor jidat Jovita dan Asri.
" gimana kita gak curiga pak Genta turun tapi menggandeng wanita lain dan itu bujan Dokter Apni " Asri agak sedikit meninggikan suaranya.
" ini apa sih maksud nya " ucap Resta polos .
" eh anak kecil lepasin tuh tagan mu dari tangan nya pak Genta " timpal Jovita.
" kalian gak tau dia ini sapa kan, jadi jangan menghalangi minggir gak " ucap Genta tegas.
" ck kita gak bakalan minggir, Asri cova kamu telfon Dokter Apni kataka kalau pacar nya ini selingkuh " ucap Jovita memerintah.
sedangkan Resta hanya menganga di buat nya yang di bilang bahwa Genta dengan nya sedang selingkuh untung saja Resta memakai masker.
Asri menelfon Apni dan Apni tak berapa lama turun.
" nah loh pak Genta ketahuan " ucap Asri sambil tersenyum.
" ada apa ini " tanya Apni saat berada di samping Genta.
" nih asisten bar bar kamu dari tadi menghalagi jalan ku " tunjuk Genta pada Jovita dan Asri.
" lah pak Genta malah marah, udah ketahuan selingkuh juga " ucap Asri.
" selingkuh siapa yang selingkuh " ucap Apni kaget.
Apni menatap Jovita dan Asri dan beralih pada Genta sambil menatap Genta dengan sendu nya.
" nah kan ketahuan juga " kompor Asri. Sedangkan sedari tadi mereka dapat pelototan dari Genta.
" nih mereka salah paham, aku tadi menggandeng tangan Resta dikiranya selingkuh " jelas Genta.
dan Apni kembali menatap Jovita dan Asri menatap mereka geram.
" eh Dokter kenapa natap kita gitu " tanya Asri sedikit takut.
" iya ini ibu, kita kan gak salah " ucap Jovita.
" ck ..kalian ini " tunjuk Apni kesal " eh Resta kenapa masih disini " Apni baru menyadari Resta di situ.
" gimana Resta mau pulang kaka kaka ini tiba-tiba datang dan mengehentikan lagkah kita katanya ka Genta selingkuh " ucap Resta polos.
" Asri Jovita kalau gak tau apa-apa jangan mengambil asumsi yang gak jelas gini, jadu malukan kita jadi pusat perhatian, kakian gak tau dia siapa " tanya Apni pada mereka
sdangkan yang ditanya hanya geleng saja.
" Ck.. Resta coba buka masker nya " Apni menyuruh Resta membuka maskernya.
Resta masih tidak mengerti dan menautkan alisnya.
" buka dulu biar mereka tau " ucap Genta.
dan Resta mengangguk tanda setuju, pada akhirnya Resta membuka topi dan masjer nya, mereka malahan bengong karena Resra yang terlihat cantik dan imut.
" coba perhatikan baik-baik " ucap Genta kesal, Jovita dan Asri menatap lekat Resta dan seketika matanya membelalak kaget.
" astagah Nona muda adik nya tuan Alan pan ya " saat Jovita menyadari kemiripan Resta dan Alan..
__ADS_1