
*********
sudah 1 minggu Alan tak pernah bertemu dengan Mila, bahkan kini dirinya berubah menjadi CEO yang gila kerja dingin, datar itulah Alan sekarang.
Rasty dan Erwin juga tau permasalahan itu makanya Rasty sering menelfon Helen menenangkan Helen. Rasty juga sedih padahal Alan dan Mila best couple, Genta dan Apni sama hal nya.
Apni di pindah tugaskan ke sebuah desa. yang mana disana sangat jauh dari perkotaan, bahkan jaringan dan sebagainya sangat susah di jangkau. 1 minggu Genta tak tau dimana Apni.
" cari tau dimana Apni berada " perintah Genta.
"........"
" saya tidak mau tau lakukan tugas kalian " Genta merasa frustasi.
" Apni apa sebegitu bencinya kamu padaku, bahkan kau sendiri menghilang tanpa pesan " Genta meneteskan air matanya.
kini berita di tv mengumumkan bahwa Alan dan Reenata akan bertunangan. Mila menangis mendengar hal itu.
" brengse* kenapa jadi seperti ini, Mila aku akan katakan pada Alan "
" tidak Genta biarkan seperti ini " Mila menatap sendu Genta, bahkan ucapan nya terdengar lirih.
" tidak, aku tidak ingin ini terjadi apapun akan aku lakukan untuk mu " ucap Genta marah. Mila berusaha menghentikan Genta tapi tetap saja Genta tak mendengar.
kini Genta datang ke perusahaan Dinata Corp, dengan sangat marah Genta mengabaikan sapaan orang-orang.
saat Alan sedang membahas pertemuan nya dengan Ulfa tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar.
Brak
Ulfa dan Alan terperanjat kaget, api kemarahan terlihat dari wajah Genta yang tak bersahabat.
" wow aktor yang sedang viral, ada abgin apa anda mengunjungi saya di perusahaan saya " sinis Alan sedangkan Ulfa undur diri.
Genta menghampiri Alan dan memegang kerah baju Alan " selama ini aku diam, karena masih menghargai loe dan Mila, tapi ini udah keterlaluan " teriak Genta di depan muka Alan.
prok
prok
prok
Alan bertepuk tangan sambil tertawa " wow Mila, sampai dimana hubunga kalian " ejek Alan pada Genta.
dengan kesal Genta memukul wajah Alan dan baku hantam pun tak terhindarkan, wajah Alan dan Genta babak belur untung ada Rangga datang.
" berhenti kalian " Alan dan Genta langsung berhenti saaj suara menggelegar Rangga terdengar.
plak
__ADS_1
plak
Rangga menampar Alan dan Genta " apa yang kalian lakukan ini memalukan, ini kantor bukan ring tinju. jika kalian ingin baku hantam di luar " bentak Rangga begitu tegas.
semua karyawan melihat semuanya Ceo dan mantan wakil Ceo baku hantam, mereka tak pernah melihat Alan dan Genta seperti ini, berarti benar gosip terebut bahwa Genta merebut pacar nya Ceo mereka Alan Pria Dinata.
" kalian seperti anak kecil yang memperebutkan mainan, seharus kalian malu "
" kaluan fikir ini tempat apa, sesuka hati kalian baku hantam disini, apa menurut kalian ini Bagus, jika ingin menyelesaikan masalah jangan disini, ini perusahaan ku yang aku bangun dari nol " Alan dan Genta hanya menunduk mendengar setiap ocehan Rangga.
" papih tidak ingin ini terjadi, papih ingin kalian seperti dulu, papih mohon jangan seperti ini " akhirnya Rangga menangis Alan memeluk Rangga bahkan Genta juga.
" maafin Genta pih, harusnya Genta menahan emosi Genta "
" pih maafin Alan " Alan dan Genta merasa menyesal karena emosi nya mereka sampai tak memikirkan orang sekitar nya.
" papih kecewa pada kalian " Rangga pergi begitu saja meninggalkan Alan dan Genta yang masih mematung. baru kali ini Rangga begitu kecewa pada anak-anak nya.
dan kali ini Genta juga pergi sebelum pintu tertutup Genta mengatakan.
" jangan pernah kamu menyesali nya ingat itu Tuan Alan, suatu saat jika anda mengetahui kebenarannya maka kata terlambat akan ada di hidup anda " Alan melihat Genta menghilang dari pintu.
Alan langsung duduk di kursinya dan menangis. papih nya sudah kecewa padanya, bahkan Cinta nya persahabatan nya berakhir.
" aakkhh " teriak Alan frustasi semua barang barang yang ada di meja terjatuh karena Alan menjatuh kan nya. lalu Alan juga membatalkan jadwal nya dan pergi begitu saja.
" Mi-Mila " ucap Genta terbata.
" ck sudah kuduga kemari lah, aku akan mengobati lukamu, lihat wajah mu babak belur gitu " Mila hanya ingin menutupi kesedihan nya.
" ck... apaan sih, biar aku obati sendiri aja " ucap Genta.
" jangan menolak " kesal Mila akhirnya Genta menurut dan duduk di sofa berhadapan dengan Genta.
" wah? sampai separah ini, apa pukulan Alan sangat keras hingga mengacaukan wajah tampan mu " ejek Mila sebenarnya Mila kesal pada Genta dan Alan. tapi saat melihat Genta sahabat nya seperti ini Mila merasa bersah, demi Mila Genta rela seperti ini.
sebenarnya yang memberitahu Rangga adalah Mila, karena Mila tidak ingin mereka mati konyol.
" aw! sakit Mila " manja Genta saat Mila menekan lukanya.
" bagaimana sakit kan, kamu fikir enak kaya gini "
" ma'af, aku kesal dan emosi "
" jangan lakukan hal konyol seperti ini lagi " ucap Mila dengan fokus memberikan perawatan pada wajah Genta.
" apa kamu merindukan pekerjaan mu sebagai dokter " Mila menatap Genta dan tersenyum.
" ini sudah menjadi keputusan ku, jadi aku tidak perlu menyesal, iya kadang aku merindukan pekerjaan ku sebagai dokter " Genta menatap sendu Mila.
__ADS_1
" berhentilah jadi model atau aktris dan kembalilah pada dirimu sendiri sebagai seorang dokter " Mila terhenti seketika saat mendengar perkataan Genta.
" ck aku akan mencoba, tapi aku tidak tau apakah aku masih di terima atau tidak di RS RRD, kau tau sendiri kan kalau hubjngan ku dengan Alan " Mila terdiam Genta tau apa yang akan dikatakan Mila.
" kejarlah impianmu, dan lakukan apa yang menurut mu baik " Mila menutup kotak P3k nya.
" semua terlambat untuk di perbaiki, mungkin aku akan pergi dari kota ini " Genta kaget.
" apa? tidak jangan pergi tetap disini aku akan mencarikan Rumah Sakit terbaik untukmu tapi jangan pergi " Genta memohon pada Mila.
" jangan kabur dari masalah mu, kita selesaikan bersama " ucap Genta dengan yakin nya.
" kau sendiri dengan Apni bagaimana, bahkan kamu sendiri tidak mengetahui keberadaan Apni, bagaimana kamu mau menyelesaikan masalah "
" aku yakin kita akan seperti dulu, jangan tinggalkan aku juga Mila " Genta menangis sedangkan Mila menunduk bahkan Mila juga ikut menangis.
" ma'af Genta, aku lelah dengan semua ini mungkin dengan kepergian ku maka masalah akan berakhir " Genta menggeleng gelengkan kepalanya tanda tak setuju.
" dan terimakasih untuk semuanya, terima Kasih untuk apa yang kamu lakukan hari ini, jangan lakukan hal ini lagi hmm " Mila kini bersiap untuk pergi dari apartemen Genta. saat Mila berjalan ke pintu Mila berkata.
" aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri, jadi Genta jaga dirimu baik-baik " Mila menoleh dan tersenyum, Genta menatap Mila sendu.
" aku udah membuatkan mu makanan. jadi makan dengan baik " pintu tertutup Mila sudah pergi, Genta menuju meja makan sudah banyak makanan yang Mila masak untuk nya. Genta mulai memakan makanan itu sambil menahan isakan nya.
" hiks... hiks.. " Genta menangis sambil terus memasukan makanan nya ke mulut nya.
" Mila maafkan aku hiks.. hiks, aku..aku akan lakukan apapun untuk membuat kita seperti dulu " Genta kembali menangis.
di bawah Mila juga menangis bahkan kini Mila terlihat begitu kacau.
*********
keesokan harinya Mila pergi ke RS dan ternyata Mila sudah di pecat oleh Alan jadi Mila membereskan barang-barang nya, Dokter dan para perawat menangis saat Mila pamitan.
apa lagi Jovita dan Asri mereka menangis histeris saat Mila juga pamit pada mereka, kini Mila sudah diluar RS. Mila menatal lekat RS tersebut dengan sedih nya dan setelah itu Mila tersenyum dan mengucapkan " selamat tinggal "
Rangga dan Helen marah saat mendengar salah satu direktur RS mengatakan Dokter Mila telah di pecat oleh Alan.
" anak itu, apa yang dia lakukan " kesal Rangga.
" pih udah jangan emosi sabar, kita dengarkan apa yang akan Alan jelaskan dulu " Helen menenangkan Rangga.
" kenapa jadi seperti ini mih, papih harus apa " ucap Rangga.
" kita sebagai orang tua harus menujukan jalan kebenaran pada anak-anak kita, itu tugas kita sekarang pih, jangan karena emosi papih melakukan hal yang tak diinginkan "
" makasih mih, papih akan ingat semua omongan mamih " sedangkan Resta yang mendengar semuanya dari balik tembok ikut menangis. dan Resta langsung pergi ke kamar nya.
" kenapa ka Alan jadi berubah, Resta tidak mengenal ka Alan lagi, Resta kangen ka Alan yang dulu hiks.. hiks " Resta menangis di kamar nya, dia merindukan Alan nya yang dulu.
__ADS_1