Life Is Love

Life Is Love
Bidadari


__ADS_3

*********


setelah sampai rumah Alan langsung pamit pada Helen dan Rangga.


" hmm anak itu kalau kerja lupa waktu kadang " ucap Helen yang merasa kasihan jika Alan sudah gila kerja.


" iya mih papih juga sama, tapi karena Alan sedang mempersiapkan promosi hotel nya dan juga produk nya, Jadi harus benar-benar di fikirkan dari model dan lain lain " jelas Rangga.


" wah gak nyangka yah pih, anak kita ternyata udah pada dewasa "


" hmm mamih baru nyadar, eh mih mamih mau gak anak kita kecil lagi " ide Rangga.


" hah! maksud papih apa ya, mamih gak ngerti " ucap Helen.


" kan mamih ingin kan mereka sepeti anak kecil yang selalu dekat dengan mamih " Rangga mengedip ngedipkan matanya, Helen masih belum mengerti.


" ck... mamih gitu aja gak ngerti, kita buat anak lagi mih " ucap Rangga sambil jalan.


" papiiiih! " teriak Helen Rangga langsung lari dan Helen mengejarnya, para maid pada tergelak melihat kelakuan majikan nya yang kaya anak ABG.


" heh Tuan dan Nyonya ada ada aja " ucap Bi Aminah.


" hooh gak tau apa disini banyak yang jomblo " timpal mang Diki mereka tertawa.


Alqn dikamar nya dan siap untuk menelfon Mila.


tuut.. tutt


" hallo assalamualaikum " Alan tersenyum saat wajah Mila terpampang di depan Alan.


" wa'alaikum sayang " Mila langsung melotot.


" upss! hehe maaf maaf, wa'alaikumsalam " senyum Alan. " belum tidur yang " tanya Alan


" belum! ini masih ada tugas yang tadi belum selesai "


" jangan malam, malam yang tidurnya gak baik, kamu kan tau apa lagi seorang dokter "


" iya, iya bawel tanggung ini bentar lagi, oh iya tumben vc ada apa! " tanya Mila.


" ish yang tega masa vc aja gak boleh " Alan merajuk.


" idih pake acara manja segala, udah tua ingat umur " ledek Mila.


" ih tuhkan, tukan udah ak aku marah nih "


" hahahaha beneran mau marah nih ceritanya! ayo siapa takut " tantang Mila, seketika Alan langsung melotot.


" dih tuh kan nyebelin " kesal Alan Mila tertawa.


" ada apa! apa ada masalah " Mila tau jika Alan ada masalah.


" hmm hebat kamu yang tau kalau aku lagi ada masalah " ucap Alan bangga.


" hmm aku sudah kenal kamu sedari dulu jadi aku tau kamu " Alan senyum senyum.


" eh, eh ngapain senyum senyum, dih bikin merinding " Alan tergelak. Alan begitu senang jika membuat Mila kadang malu ngambek.


" emang gak boleh yah senyum " tanya Alan.


" hmm boleh tapi senyuman manis nya buat aku aja "


" ih udah pintar ngegombal sekarang ya " ucap Alan. Mila tersenyum.

__ADS_1


" katanya ada masalah mau cerita " Alan terdiam dan akhirnya mulai cerita soak masalah di perusahaan.


" lalu kenapa ko masih bete gitu "


" kan aku nya gak rela yang kalau kamu di lihatin banyak orang gitu, apa lagi di kagumi banyak pria "


" astagah, hanya karena itu ih posesif nya ini calon suami aku " Alan kembali berbinar saat Mila mengatakan calon suami.


" beneran kapan siap nya "


" hmm kalau aku sih terserah yang disana " ucap Mila.


" ok abis lebaran aku halalin kamu, awas aja ya aku akan menghukumu " ucap Alan mengancam.


Mila tersenyum " siapa takut " Mila malah kembali menantang Alan, Alan sendiri jadi gemes.


" ya udah aku izinin jadi model di perusahaan aku, tapi ingat hanya boleh untuk perusahaan aku, yang lain jangan "


" ok baiklah, itung itung bantu memajukan perusahaan kamu " Mila menatap Alan sedangkan muka Alan kembali memerah.


" itu kenapa mukanya memerah " goda Mila.


" ck... bener kata Genta kalau semakin orang ditatap kamu bisa bikin orang langsung jatuh Cinta atau, bisa buat orang langsung terhipnotis oleh tatapan mu, bikin merinding juga iya " Mila malah tertawa mendengar celetukan Alan.


" yang nanti jangan natap orang lain kaya gini ya, aku gak rela apa lagi pasien kamu tuh pasti banyak yang cowok juga " hmm posesif nya kambuh lagi, Mila hanya malas menanggapinya.


" oya kapan rencana pemotretan nya "


" hmm besok, gimana ada waktu " Mila mengangguk.


" ah gak sabar bisa ketemu kamu dalam 1 kerjaan yang "


" iya, ya udah kita ketemu besok ya "


" aku bawa mobil sendiri " Alan mengerti dan akhirnya obrolan mereka di akhiri.


" huh! gak sabar nunggu besok " kini Alan mulai memejamkan matanya sambil tersenyum bahagia.


*********


keesokan harinya di suasana perusahaan begitu sibuk bahkan akan ada acara pemotretan jadi sedari pagi mereka sudah sangat sibuk mempersiapkan segalanya.


Alan dan Genta datang kesana.


" bagaimana sudah siap " tanya Alan.


" insyaAllah pak hampir 100% " ucap mereka.


" hmm Bagus " ucap Alan.


" baiklah lanjutkan kerja kalian " timpal Genta saat mereka fokus dengan oejerjasn nya tiba-tiba terengar kegaduhan dan begitu riuh, ternyata Mila sudah datang ke perusahaan.


" hmm pantes aja banyak yang ribut ada bidadari datang menyambangi perusahaan "


" wah jadi seger nih mata "


" gila Nona Mila emang cantik nya gak ketulungan "


" bangganya bisa jadi pacar Nona Mila "


" pak Alan beruntung, mereka pasangan serasi " banya terdengar omongan ini itu oleh Mila, Alan dan Genta dari para karyawan dan karyawati.


ternyata bukan para kaum adam saja yang mengagumi Mila bahkan kaum hawa juga banyak, kini Alan merasa bangga. Mila tersenyum ramah banyak yang di buat kelepek kelepek dengan senyuman Mila.

__ADS_1


" assalamualaikum " sapa Mila.


" wa'alaikumsalam " ucap semua yang hadir di sana.


" hmm Nona Mila boleh saya minta tanda tangan anda, saya fans anda dan pak Genta " ada karyawati yang memberanikan diri meminta tanda tangan, dan Mila setuju.


eh ternyata banyak yang minta tanda tangan Genta dan Mila juga sedangkan Alan malah hanya jadi penonton.


" nasib punya sahabat dan pacar seorang model ya begini, aku diasingkan serasa gak punya harga diri nya nih gue " gumam Alan, Alan selalu menggerutu Mila melihat itu dan tersenyum pada Alan.


" ehem " Alan berdehem dan seketika orang-orang jadi diam.


" yang kamu bikin mereka takut ih " manja Mila yang lain cuma menganga melihat Mila yang begitu manja pada Alan.


" eh sorry, sorry aku udah buat kalian takut yah " ucap Alan mereka semua jadi menghela nafas lega, mereka udah ketakutan setengah mati di buatnya.


" heleh si bucin bucin " ucap Genta.


" berisik loe " Mila hanya tersenyum melihat Alan dan Genta kembali seperti dulu setelah ada ketegangan diantara mereka.


" pak semua sudah siap " ucap karyawan yang sudah siap semua.


" ok sayang aku ganti baju dulu ya " Alan mengangguk, kini mereka siap untuk pemotretan, Alan dan Genta masih tetap Setia menunggu.


saat Mila muncul dan sudah siap mereka di buat menganga dan takjub, bahkan Genta dan Alan juga sama.


" eh kenapa! " tanya Mila saat mereka hanya diam saja.


" yaa Allah bidadari yang baru turun dari kahyangan "


" gila cantik banget, inimah bidadari sungguhan "


" tolong bungkusin buat aku, jangan lupa karet nya 2 ya biar gak ke tuker " celetukan mereka bikin tertawa.


Alan masih bengong dan Genta menyenggol Alan " bidadari mu emang kebangetan " ucap Genta Alan tersenyum.


kini persiapan untuk pemotretan dan Mila juga sudah siap. para karyawan dan yang lain justru penasaran mereka malah berduyun-duyun ngintip pemotretan.


Alan dan Genta sadar tapi membiarkan mereka karena hari ini hati Alan sedang bahagia jadi membiarkan yang lain mengagumi kecantikan Mila.


" itu Nona Mila "


" huum gila cantik banget ya "


" wajar saja pak Alan tak tertarik melirik wanita lain "


" iya lah wong yang didepan nya aja udah ada bidadari " Alan semakin melebarkan senyuman nya.


" inget bro jangan lebar lebar nanti gigi loe kering " Alan langsung menjitak jidat nya Genta.


" gangguin aja loe " Genta menutup mulut nya agar tak tertawa.


kini pemotretan sempurna dan hasil nya sangat memuaskan berbagai pose Mila lakukan.




dan inilah hasil nya, mereka sangat puas, Alan lagi dan lagi selalu tersenyum melihat sang pujaan hatinya.


" bidadari yang jatuh kebumi dan tercipta hanya untuk seorang Alan Pria Dinata " Alan yang masih menatap Mila debgan begitu kagum nya.


bahkan tatapan Alan tak lepas dari arah Mila, bahkan tiap pose yang Mila lakukan Alan semakin terpesona bahkan jantung nya semakin berdegup kencang.

__ADS_1


" kau memang seperti bidadari sungguhan Mila Muspida, terimakasih sudah memberiku kesempatan lagi, maafkan atas semua kebodohan ku yang kemaren aku sayang kamu , I Love You My angel " gumam Alan yang kadang masih merasa bersalah yang hampir saja kehilangan Mila untuk kesekian kalinya.


__ADS_2