
***********
pesta telah selesai kini Mila dan Alan sudah berada di kamar hotel yang di dekor sangat cantik, Mila berdiri di depan meha rias, masih belum menyangka jika dirinya sudah menjadi seorang istri.
Mila sedih karena kedua orang tua nya tak bisa menyaksikan pernikahannya. Alan muncul dan Mila menatap Alan dari arah cermin, Alan menatap Mila lekat dan tersenyum. Alan langsung menghampiri Mila dan memeluk nya dari belakang dan mengecup pipi Mila.
" kenapa hm! " tanya Alan lembut sambil berbisik. Mila tersenyum menyambut Alan.
" tidak! tidak apa-apa " ucap Mila, Alan menatap mata Mila dan membalik tubuh Mila.
" apa kau begitu sedih karena orang tuamu " Mila tersenyum dan mengelus pipi Alan, Alan memejam kan matanya karena begitu nyaman.
" sedikit, tapi sekarang aku begitu bahagia sangat sangat bahagia " Alan membuka matanya dan menatap mata Mila yang terlihat begitu mencinta Alan.
Alan langsung memeluk Mila " aku tidak berjanji untuk tak membuat mu menangis tapi aku akan berusaha, aku juga tak bisa selalu berjanji untuk selalu berada di samping mu, karena aku takut aku mengungkari nya " Mila nemeluk erat Alan.
" hmm aku tahu, karena perjalanan kira baru saja di mulai, diluar sana begitu banyak godaan tapi insyaAllah kita bisa melewati nya bersama-sama jika kita saling percaya " Alan begitu terharu dan mengecupi wajah Mila.
" Alan ih geli, mandi dulu ih " ucap Mila kesal karena Alan mengecup seluruh wajah nya.
" ish guemes tau " Alan langsung lari ke kamar mandi setelah mencubit pipi Mila, Mila mendengus kesal. Alan tertawa sampai di dalam kamar mandi.
kini Alan sudah selesai mandi memakai piama dan tersenyum pada Mila, Mila sebenarnya gugup, saat Alan mendekati Mila. Mila jadi salah tingkah.
" mau mandi! " tanya Alan Mila mengangguk, tapi Mila belum juga beranjak dari duduk nya. Alan menautkan alisnya " kenapa! " tanya Alan, Mila gugup sangat gugup ada rasa malu.
" hmm aku tidak bisa membuka gaun nya " ucap Mila pelan Alan mendengarnya.
" kemarilah " Mila menatap Alan " aku bantu membukanya " Mila akhirnya pasrah perlahan mendekati Alan.
" berbalik lah " akhinya Mila berbalik dan kini Alan perlahan membuka resleting yang ada di gaun Mila, Mila menunduk dan ******* ***** tangan nya. Alan menyeringai licik.
cup
Mila terkesiap dan kaget saat Alan mengecup bahunya yang terekspose, Mila menahan gaun nya agar tak jatuh, hati Mila dan Alan sudah dag dig dug di buat nya.
Alan mengerjai Mila lagi dan Alan mengigit daun telinga Mila karena reflek Mila tak sengaja menjatuhkan gaun nya.
glek
Alan menelan slivanya kasar untuk pertama kali melihat tubuh Mila yang hanya berpakaian dalaman nya saja. Mila begitu malu menutup matanya rapat.
" sayang " panggil Alan serak dan berat Mila membuka matanya, Alan sudah berada di dekat wajah nya, Mila yang masih syok tiba-tiba mendapat kan serangan dari bibir Alan.
Mila hanya diam mematung, Alan menyeringai karena berhasil mendapatkan bibir Mila untuk pertama kalinya, karena selama mereka berpacaran Alan dan Mila tak pernah berciuma* bibir atau yang lain nya. hanya pelukan dan pegangan tangan.
Alan mulai menggerakan bibirnya, mengecu*, mengecap sedangkan Mila yang juga baru pertama kali merasakan cium*a*n di bibir masih diam mematung.
" bernafaslah sayang " saat Alan melepaskan bibirnya dari bibir Mila.
blush
muka Mila begitu memerah karena malu " astagfirullah hal adzim " Mila menutup bibirnya karena kaget, sedangkan Alan terkekeh melihat Mila seperti anak kecil.
__ADS_1
" i-ini ciumam petama ku yaa Allah " Alan malah tergelak.
" benarkah wah berarti aku harus banyak bersukur dong " ucap Alan Mila masih menatap Alan " dan untuk pertama kali juga sku bisa melihat tubuh mu "
glek
Mila lupa jika dirinya hanya mengenakan pakaian dala* saja Mila perlahan melihat dirinya dan.
" aaaakkhhh " Mila langsung lari ke kamar mandi.
brak
Alan kaget saat Mila menutup pintu kamar mandi sangay kuat " astagfirullah yang kamu tuh ya "
" ma'af aku reflek " ucap Mila di kamar mandi Alan hanya geleng-geleng, Alan mungut gaun pengantin Mila dan tersenyum saat membayangkan untuk pertama kali mencium bibir Mila.
" lembut dan manis " Alan memegang bibirnya, Alan duduk di balkon sambil menatap pemandangan lampu, Alan mengecek email yang Genta kirim tentang perkembangan hotel yang mereka bangun Alan tersenyum puas.
ceklek
pintu kamar mandi terbuka, Mila mengintip celingukan kesana kemari, Alan melihat tingkah Mila yang aneh.
" alhamdulillah aman, Alan sepetinya sedang keluar " gumam Mila yang ternyata di dengar Alan.
perlahan Mila keluar dari kamar mandi dan glek Alsan kembali diuji karena melihat Mila yang berbalut handuk yang terlihat sebagian tubuhnya, Alan bahkan tak berkedip.
Mila menuju tas nya dan mencari, saat Mila menemukan piamanya Mila tersenyum " aku harus cepet cepet ganti baju sebelum Alan " Mila kaget saat Alan ternyata sudah berada di belakang nya, Mila melihat Alan dari cermin dan bodoh nya Mila, kini Mila tak mengenakan apapun karena handuk yang dia pakai sudah Mila lepas.
" aaakhh astagfirullah " ucap Mila menutupi aset nya. mata Alan masih tertuju pada tubuh Mila yang terekspose, wajah Alan terlihat memerah, Mila tau apa yang Alan rasakan.
hati Mila dan Alan sudah bertalu talu, Mila yang masih malu sedang kan Alan ntahlah.
Alan menarik Mila dan tersenyum Alan menatap mata Mila intens, Alan mulai mendekatkan wajahnya mencium seluruh wajah Mila dan terakhir berlabuh di bibir Mila.
Mila akhirnya membalas apa yang Alan lakukan, kini mereka mengatur nafas nya setelah melepaskan tautan nya.
" malam ini apakah boleh " tanya Alan serak dan berat, terlihat di mata Alan ada kabut gaira*, Mila yang terlanjur akhirnya mengangguk.
kini Alan mulai menyerang Mila, Mila kewalahan, kini mereka berdua sudah sama sama polos Muka Mila dan Alan memerah, saat Mila menatap kebawah Mila begitu syok.
" i-itu " tunjuk Mila karena untuk pertama kali melihat punya Alan, Alan tersenyum bangga.
" mulai malam ini, ini akan menjadi milikmu " Mila begitu malu dan memalingkan wajahnya.
" kenapa! " tanya Alan, Alan tau Mila pasti takut.
" apa! itu bisa masuk " tanya Mila ambigu.
" pasti bisa mau coba " Mila menatap Alan, Alan tersenyum dan ragu ragu Mila mengangguk.
" aku akan perlahan " Alan mengecup ubun ubun Mila dam berdoa kini Alan sudah menautkan bibirnya dengan bibir Mila perlahan Alan membuat Mila lupa dan.
" aaahh " jerit Mila saat Alan memulainya.
__ADS_1
" maaf " ucap Alan lembut dan terdengar menyesal, Alan tidak ingin menyakiti Mila.
" hmm tidak apa-apa, ini sudah tanggung jawab aku untuk menjadi istrimu sepenuhnya " Mila mengelus pipi Alan. dan tanpa Alan duga Mila mengecup bibir Alan.
" lakukan lah " bisik Mila Alan menatap Mila haru dan Mila mulai mengalungjan tangan nya di leher Alan, Alan dan Mila akhirnya melakukan malam pertama mereka dengan bahagia.
( maaf othor skip ya soalnya othor juga belum ada pengalaman hihi )
***********
esok hari telah menyambut dan kini mereka semua sedang berkumpul untuk sarapan masih di hotel, Neta Akmal,Genta,Apni dan semua sudah kumpul, Fian dan Resta juga sudah duduk manis dan masih menunggu pengantin baru.
akhirnya yang di tunggu muncul juga, mereka menatap Mila yang jalan nya perlahan dan mereka yang sudah pengalaman mengerti akan hal itu.
" ya ampun bro, loe main nya gak kira kira anak orang di bikin ke gitu " celetuk Genta.
" berapa ronde " tanya Apni yang ikut nimbrung. Mila sudah sangat malu karena perkataan absurd mereka.
" gimana enakan surga dunia " tanya Genta tersenyum, Apni menatap Mila dan mengedipkan matanya.
" unboxing lancar kita harus rayakan ini " timpal Genta lagi.
" loe ya tuh mulut " Alan melempar Genta dengan tissue.
" dari tadi ngomongin apa sih, unboxing, surga dunia " tiba-tiba Neta ikut berbicara semua menatap Neta.
" Neng kamu tau yang mereka ucapkan " tanya Neta polos pada Resta, mereka yang hadir di sana tepuk jidat.
" Neta udah yang nanya nya " cegah Akmal malu.
" makanya Akmal udah tuh di halalin biar dia juga ngerasa arti unboxing dan surga dunia " ucap Genta Akmal tersenyum kikuk.
" apa hubungan nya coba unboxing, surga dunia sama halalin " ucap Neta lagi.
" udah ih anak kecil belum ngerti " cegah Resta agar mereka tak melanjutkan nya lagi.
" iya tapi Neng aku itu penasaran dan lagi itu ka Mila ko jalan nya ke gitu kaya nahan sakit gitu " Mila jangan ditanya malu pasti sedangkan yang lain.
" Allahuakbar " ucap mereka bersama sama.
" eh kenapa! emang pertanyaan Neta ada yang salah " Resta semakin gemas pada Neta.
" udah ngomong sama nanya nya " Neta masih bingung.
" udah ih nanti kalau kamu nikah ya kamu juga tau " ucap Resta yang sebenarnya malu, Fian hanya tersenyum jahil, Fian mengelus pah* Resta dan Resta kaget, Resta melotot pada Fian. sedangkan yang di plototi santai saja sambil menyeruput teh nya.
" nikah ya, ka Akmal kita nikah yuk " byur Akmal yang sedang meminum jus menyembur dan itu membuat mereka tertawa terbahak-bahak.
" Neta " panggil Akmal kesal.
" loh kenapa ka, kata mereka kalau nokah bisa merasakan surga hmmm... " Akmal langsung membekap mulut Neta. mereka kembali tertawa.
" yaa Allah itu anak polos banget. " ucap Mila Alan tersenyum menatap Mila, Mila yang melihat nya merinding.
__ADS_1
dan akhirnya sarapan mereka yang di penuhi canda tawa dan pertanyaan pertanyaan Neta yang absurd, membuat mereka selalu tertawa.
mereka kini sudah kembali kerumah sedangkan Alan dan Mila kembali ke apartemen Mila, karena untuk sementara mereka tinggal disana, Alan sudah menyiapkan rumah untuk mereka. rumah yang begitu mewah untuk mereka tempati.