Life Is Love

Life Is Love
Kepergian Mila dan Genta


__ADS_3

*********


kini Genta menghubungi Mila tapi nimer Mila tidak aktif.


" sia* Mila apa kau sudah pergi " gumam Genta menatap layar Hp nya.


" sekarang kemana tujuan kita Tuan " tanya sang supir.


" bandara " jawab Genta, Genta menyandarkan kepalanya ke kursi mobil, semuanya sudah berakhir. air Mata kembalu menetes di mata Genta.


di pesta terjadi kehebohan dan kini Alan begitu murka terhadap Reno dan Reenata.


" berengse* kalian, dengan apa yang kalian lakukan aku menyakiti Mila " kini Alan menangis menyesali kesalahannya.


Apni menepuk nepuk bahu Alan " Alan hentikan "


" tidak Apni gara gara mereka aku kehilangan Mila, aku menyakiti Mila dan sahabatku Genta "


" aku juga sama hal nya Alan, kita berdua menyakiti mereka " bahkan Apni juga sama memyesalinya tapi semua sudah terlambat hanya penyesalan yang menghampiri mereka.


Alan menghancurkan yang ada disana Apni, Resta dan yang lain mencoba untuk menghentikan kemurkaan Alan.


" belum terlambat ka, kk harus menghentikan kepergian ka Mila " ucap Resta, kini Alan mulai tenang.


" pergilah Alan, kejarlah Mila " dukung Apni Alan melihat kesemuanya mereka mengangguk. Alan langsung lari dan seterika berhenti.


" kaluan tahan mereka berdua janhan biarkan mereka kabur, setelah ini aku akan buat perhitungan " Alan pergi menuju mobil dan kini mobil nya melesat dengan kecepatan tinggi.


" Mila tunggu aku " kini Alan menangis menyesal dan bersalah.


di pesta Apni menangis Raditya mencoba membujuk Apni.


" Apni sudah jangan menangis lagi " bujuk Raditya.


" aku menyakiti mereka dokter " ucap Apni tetap Formal memanggil Raditya. Raditya tersenyum hambar saat mendengar panggilan Apni padanya.


" kau bahkan masih belum menerima ku Apni " Apni menatap Raditya.


" aku tau, aku tak akan pernah menggantikan Genta di hatimu " kini Apni masih diam " sekeras apapun aku untuk mendapatkan cintamu tetap saja hanya kegagalan, hatimu tidak disini " Raditya menunjuk hatinya.


" hatimu masih di Genta " Apni kini merasa bersalah.


" pergilah, kejarlah dia sebelum semua terlambat " kini Raditya malah mendukung Apni.


" tapi... " Apni masih bingung dan dilema.


" jangan fikirkan aku, kejarlah kebahagiaan mu " Apni menangis kembali, merasa bersalah menyakiti hati seseorang yang begitu tulus.


" haish jangan nangis lagi, aku pasti akan menemukan yang lebih baim darimu " Apni memukul dada Raditya.


" ayo aku akan mengantar mu padanya " kini Raditya sudah ikhlas melepaskan cintanya demi kebahagiaan nya, Raditya sadar jika dia egois maka bukan Apni saja yang terluka tapi dia juga akan terluka melihat Apni tidak bahagia.


Cinta tak pernah meminta ataupun memberi, Cinta sering kali membawa penderitaan tetapi tak pernah mendendam, dimana adanya Cinta disitu pasti akan ada kebahahiaan, manakala kebencian akan membawanya ke kemusnahan.


kini Apni dan Raditya menuju Bandara untuk menghentikan kepergian Genta, Apni tau tujuan kepergian Genta jadi Apni akan mencoba nya.


kini Alan sudah sampai di stasiun kereta api disana sudah tidak ada kerta apni.


" tunggu pak " Alan mencoba bertanya tujuan kereta api ke bandara apakah sudah berangkat ternyata sudah.


Alan segera pergi menuju bandara, dia akan menghentikan kepergian Mila dia tidak ingin kehilangan Mila lagi.


" aaakkhhh " teriak Alan di mobil, Alan merasa frustasi saat Alan kalut tiba-tiba ada telfon.


" assalamualaikum ka dimana " tanya seseorang di telfon dengan khawatir.

__ADS_1


" wa'alaikumsalam mih Alan lagi di jalan menuju bandara, Alan mau menghentikan kepergian Mila " ucap Alan begitu menggebu-gebu.


" hati hati ka, dan janhan lupa bawa kembali Mila dan Genta, apa yang mamih khawatirkan terjadi ,mamih berusaha menghentikan kegilaan mu tapi kamu tak mendengarkan apa yang mamih dan papih ucapkan "


" maafkan Alan mih, setelah ini Alan akan meminta maaf pada mamih dan papih "


" mamih kecewa dengan semua keputusan mu, kau menyakiti orang-orang yang paling mamih sayang " kekecewaan terdengar di Helen, bahkan sangking marah nya kecewanya Helen memanggil Alan kamu.


" Alan janji, Alan akan memperbaiki semuanya "


" mamih akan mendoakan kk, semoga berhasil "


" terimakasih mih " akhirnya kini Alan fokus pada tujuan nya.


di Bandara Genta sedang menunggu keberangkatan nya, duduk sendirian sambil menatap kayar hp nya, kadang menangis kadang tersenyum.


" aku akan merindukan mu Apni, terima kasih sudah hadir dalam hidupku semoga kau selalu bahagia, I Love U Apni " Genta menatap walpaper yang ada di hp nya photo Apni terpampang di layar Hp nya.



" hehehe kau terlihat imut, aku akan membawa setiap kenangan mu hiks.. hiks " Genta mengenakan masker jadi orang-orang tak mengenali Genta.


kini panggilan menuju tujuan Genta telah terdengar Genta bersiap keruangan pemeriksaan dan setelah semua di lewati, kini Genta sudah berada di dalam pesawat, ada seorang wanita paruh baya duduk di samping Genta. Genta tersenyum sang wanita itupun membalas senyuman nya.


Apni berada di Bandara bersama Raditya, mereka mencari Genta, bahkan Apni terlihat kalut mata sembab Apni sudah tak memikirkan penampilan nya tujuan nya adalah satu menghentikan kepergian cintanya.


saat ini sebuah pesawat sudah mengudara, Apni bertanya pada petugas di bandara.


" tunggu pak " sang petugas menatap Apni.


" iya ada yang bisa saya bantu " tanya petugas dengan ramah.


" hmm saya mau bertanya peswat tujuan New zealand apakah sudah pergi " tanya Apni terdengar suara Apni bergetar, sedangkan Raditya mencoba menenangkan Apni.


" ah anda terlambat Nona, tadi yang baru saja terbang itu pesawat tujuan New zealand " ucap sang petugas, Apni begitu syok dia hampir saja jatuh kelantai untung ada Raditya yang memegang nya.


" Apni sabarlah, jika kau ingin memgejar cintamu maka kejarlah dimanapun dia berada " kembali Raditya memberi support pada Apni.


" Genta membenciku Dokter, Genta meninggalkan, meninggalkan semua kenangan dan cintanya hiks.. hiks " madih terdengar Apni menangis.


kini Alan datang ke bandara dia juga mencari Mila, Alan bingung kemana tujuan Mila, Alan mencoba mengingatnya.


Flashback on****


" Alan jika nanti kita sudah menikah dan berbulan madu tujuan ku adalah negara jerman "


" hmm jerman, kenapa jerman! " tanya Alan sambil memeluk Mila erat.


" ntahlah aku hanya suka saja, dan aku juga ingin tinggal disana dan bekerja disana " Alan menautkan alis nya.


" tunggu! jika kau disana lalu aku " tanya Alan.


" hehehe kita bisa LDR " goda Mila.


" tidak, tidak pokonya aku tidak setuju " Alan ngambek.


" Alan ayolah " bujuk Mila manja.


" gak akan mempan, aku tidak mau jauh jauh darimu " ucap Alan.


" boleh ya " bujuk Mila tak menyerah.


" tidak "


" boleh "

__ADS_1


" tidaak "


" tidak "


" boleh " kini Mila berjingkat senang Alan mengizinkan nya.


" eh maksud ku tidak boleh " ucap Alan.


" gak kau bilang tadi boleh " Mila kembali tersenyum manis.


" baiklah aku menyerah " ucap lesu Alan.


cup


Mila mencium pipi Alan, Alan terpaku untuk pertama kalinya Mila mencium pipi Alan.


" terimakasih sayang " bisik Mila di telinga Alan, seketika Alan merinding kini Mila sudah berlari.


" Milaaaa awas kau yah kemari aku akan peluk kamu, aku tidak akan pernah melepaskan mu " akhirnya mereka kejar kejaran.


Flashback off***


" iya Jerman tempat tujuan Mila " lalu Alan bergegas mencari tujuan Jerman. saat di sana Alan tak menemukan Mila bahkan sudah terlihat sepi, kini Alan begitu lesu, lelah itu yang dia rasakan. Alan kembali menangis.


" kau meninggalkan ku Mila " saat Alan menangis terdengar suara Raditya memangil nama Apni, saat Alan menatap kearah suara tersebut Alan kaget melihat Raditya begitu panik sedang mencoba membangunkan seseorang, Alan berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah Raditya, Alan kaget saat seseorang yang di peluk Raditya tak sadarkan diri.


Apni pingsan di pelukan Raditya Alan sama panik nya " dikter Raditya " ucap Alan, Raditya langsung menoleh.


" astagah Tuan Alan " ucap Raditya kaget.


" ada apa, kenapa dengan Apni " tanya Alan.


" Apni pingsan setelah menangis histeris, sast dia tau peswat tujuan New zealand sudah pergi " jelas Raditya.


" sekarang bawa Apni ke Rumah sakit " ucap Alan.


" baiklah " kini Raditya mengangkat tubuh Apni lalu segera membawanya.


" tuan Alan apa anda akan ikut " tanya Raditya memastikan.


" tidak, aku sedang menunggu seseorang " Raditya tau jadi Raditya hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan Alan. Alan menatap sendu Apni.


" kini kita terlambat Apni, kita kehilangan mereka " Alan kembali meneteskan air matanya. Alan melangkah kan kaki nya dia bingung tujuan nya kemana.


Alan menuju stasiun kreta api, dia ingin mengunjungi suatu tampat ,tempat yang kadang sering menjadi curhatan nya Alan. kini Alan sudah berada di stasiun, tatapan Alan kosong bahkan terlihat gontai saat jalan.


saat Alan terus berjalan dia kini menatap intens kearah depan, bahkan jantung nya begitu berdebar kencang, berkali kali Alan mengucek matanya.


" tidak, tidak ini hanya mimpi, tidak mungkin dia, dia sudah pergi hiks.. hiks " Alan kembali meyakinkan dirinya Alan kembali menatap lurus kedepan, seseorang sedang duduk menyendiri di atas kopernya.


kini Alan berdiri dan berlari menuju orang tersebut sambil terus menangis, sekarang Alan sudah berada 5 meter dari orang tersebut.


" Mi...Milaaa " teriak Alan Mila yang mendudukan wajahnya melihat lantai kini menatap kearah suara tersebut, suara yang begitu familiar. Mila terkejut Alan sekarang ada di hadapan nya, Mila berdiri Alan merentangkan kedua tangan nya.


Mila berlari memuju orang yang dia cintai saat dekat Mila langsung menubrukan badan nya pada Alan. kini Alan dan Mila menangis sambil berpelukan.


Alan memeluk Mila dengan erat " jangan pergi jangan tinggalkan aku " bisik Alan mereka masih menangis.



Alan begitu erat memeluk Mila, dia tidak ingin Mila pergi lagi.



" aku mencintaimu Mila, jangan pernah tinggalkan aku " Alan terus saja berkata seperti itu. kini Alan tidak akan melepaskan Mila. Mila memeluk erat Alan, meleburkan kerinduan nya dan segalanya.

__ADS_1


*******


ah othor nangis lagi.. akhirnya Alan bertemu Mila.


__ADS_2