Life Is Love

Life Is Love
Bertemu kembali


__ADS_3

*********


di kediaman Dinata


masih terlihat ramai pasta masih belum usai sedangkan Resta sudah mulsi jenuh sedari tadi banyak yang mengajaknya kenalan, bahkan ada yang terang terangan mengatakan " sebelum janur kuning melengkung masih ada kesempatan " Resta kadang di buat jengah.


Resta melangkahkan kakinya ke halaman dan duduk di kursi yang ada di taman dekat bunga, Resta mengadahkan wajahnya menatap langit yang di penuhi bintang bintang dan bulan purnama yang bulat sempurna.


Resta tersenyum dan memejamkan matanya " ka aku merindukan mu " ucap Resta lirih dan pelan, tanpa Resta sadari ada seseorang yang memperhatikan nya menatap nya sendu terlihat kesedihan.


" apa kamu bahagia, Resta Risella Dinata yang kini terpaut dengan hatiku, aku tahu aku menempatkan cinta ini di tempat yang salah "


" tapi aku berjanji aku pasti akan menyembuhkam mu, ajan aku lakukan apapun meskipun mungkin tidak ada kesempatan untuk ku memilikimu, asalkan kau masih ada itu sudah cukup " orang tersebit meremas dadanya sakit semskin sakit, setelah tau kenyataan.


" bahwa orang yang membuatnya jatuh Cinta untuk pertama kalinya sudah bertunangan, tapi juga ada yang membuatnya sakit dia memiliki penyakit.


" paman Dirga semoga masih merahasiakan nya " gumam nya kembali.


Flashback on...


" kenapa sedari tadi kamu menatap kertas itu apa kamu mengenal nya Fathan " ucap paman Dirga yang sedati tadi menatap curiga pada Fathan.


" tidak tapi aku sudah 2x bertemu dengan nya " lirih Fathan.


" jangan bilang kalau kamu..... " paman Dirga kaget sosl asumsi nya ternyata benar. Fathan mengangguk dan tersenyum.


" dengar Fathan, paman tau untuk pertama kalinys kamu menyukai seseorang tapi ingat nak, kamu terlambat dan menempatkan nya di tempat yang salah, jangan membuat paman kecewa " ucap Durga yang menepuk bahu Fathan.


" tenang paman, sebelum janur kuning melengkung bukankah masih ada kesempatan buat menikung " seketika Dirga langsung menatap horor Fathan dengan tatapan membunuh nya.


" hahahahah " seketika Fathan dan samuel tertawa, Dirga masih menatap nya lekat.


" jika itu kamu lakukan maka paman yang akan menghabisimu ingat itu, jika ayah dan bundamu tau bisa habis kamu "


" mereka juga sangat mengenal keluarga Dinata dan juga Kamal awas aja kamu " ancam Dirga. iya yang di ucapkan Dirga memang benar bahwa Helmi Harris dan Mirna Harris mengenal keluarga itu bujan kenal lagi tapi mereka juga bersahabat.


karena setelah Mirna dan Helmi menikah mereka langsung pindah ke London jadi mereka tak pernah bertemu lagi, bahkan lost kontak.


" paman lucu ih, tenang aja paman aku bukanlah lelaki seperti itu, ya memang dia adalah gadis yang pertama kali membuat aku jatuh Cinta tapi aku sadar diri paman " ucap Fathan membenarkan.


" paman janji dulu padaku " Dirga kembali menatap Fathan.


" janji, apa yang paman bisa janjikan padamu " ucap Dirga sambil menopang dagunya.


" begini paman jangan beritahukan penyakit ini pada siapapun aku akan melakukan ynag terbaik untuk nya " Fathan menatap Dirga dan meyakin kan.


" tapi paman tidak bisa menjanjikan nya, paman juga seorang Dokter "


" aku tahu paman, tapi aku mohon aku yakin aku bisa membuatnya sembuh, aku tidak ingin mereka bersedih " Dirga menatap Fathan dan mengangguk.


" terimakasih paman " Fathan memeluk Dirga.

__ADS_1


" kasian sekali kamu nak, saat kamu jatuh cinta tapi di tempat yag salah, semoga kamu menepati janjimu " batin Dirga yang masih memeluk erat Fathan. obrolan mereka akhirnya berakhir.


Flashback off....


ya yang menatap Resta dengan sendu dan oenuh kesedihan saat ini Fathan, sebenarnya Fathan juga datang tapi dia hanya dari kejauhan hanya menatap Resta.


saat ini Resta sudah bersiap siap aka masuk kedalam tapi saat Resta akan melangkah kakinya tersandung dan.


grep


ada tangan yang memeluknya erat, Resta masih kaget dan tak menyadari siapa orang tersebut.


" ah maaf tuan maaf " ucap Resta yang masih menunduk.


" ah iya maaf aku juga lancang memeluk Nona muda dari keluarga Dinata " Fathan menggaruk tengkuk nya sambil tersenyum


" eh ini " Resta mendongakan wajah nya dan menatap nya saat ini masih terlihat sedikit gelap dan saat rembulan bersinat tepat du wajah nya Resta sempat kaget.


" astagah tampan, astagfirullah " Resta mulai tersadar akan kekaguman nya. sedangkan Fathan tersenyum Fathan juga mendengar gumaman Resta.


" apa Nona sudah lupa pada saya " tanya Fathan memastiian. Resta memicingkan matanya dan menggeleng.


" astagah apa penyakut itu juga membuat ingatan nya melamban " batin Fathan.


" ingat saat kita bertabrakan di Rumah Sakit RRD " ucap Fathan yang masih memandangi Resta yang seperti bidadari tak bersayap.


" ah iya kita juga pernah bertemu di kota S di perusahaan Kamal Corp saat itu Nona tak sengaja menabrak asisten saya, apa anda ingat sekarang "


" panggil saja saya Fathan Nona, nama lengkap saya Alfathan Harris " Fathan masih tersenyum pada Resta.


" ah iya Tuan Fathan, maaf aku lupa hehehe " ucap Resta yang memegang kepalanya sambil tertawa.


" Yaa Allah cantik nya ,astagah Fathan sadar ini otak nya ya " umpat Fathan dala hatinya.


" jangan panggil Tuan Nona panggil saja Fathan oh iya saya juga seorang Dokter yang bekerja di RS. RRD " jelas Fathan.


" benarkah wah ternyata anda juga seorang Dokter, apakah saya bisa memanggil Dokter juga " ucap Resta sedikit kagum.


" aish bisakah jangan seformal itu, anda anak dari Dinata jangan memanggil saya sepeti itu Nona " Fathan merasa tidak enak.


" dan anda juga jangan memanggil saya Nona, karena saya lebih muda dari Anda, panggil saja saya Resta saya tidak suka jika ada yang memanggil saya ada embel embel nya " ucap Resta membenarkan.


" baiklah kali ini saya akan memanggil anda Resta boleh " tanya Fatjan sekali lagi.


" hmm boleh, dan Resta juga mau manggil Dokter Fathan kk Al gimana " ucap Resta menunggu persetujuan Fathan. kini Rt Resta sudah tak foemal lagi dan tidak kaku dalam berbicara. Fathan pura pura berfikir.


" hmm baiklah kalau begitu apa sekarang kita boleh berteman " ucap Fathan " setidak nya aku bisa memantau mu " batin Fathan.


Resta menatap tangan Fathan yang menjulur kearah nya dan ragu ragu Resta menjabat tangan Fathan " iya berteman " ucap Resta.


" senang bisa berkenalan dengan Nona Resta yah yang mungkin orang belum tentu bisa " ucap Fathan sambil membungkukan badan nya.

__ADS_1


Resta seketika tertawa Fathan tersenyum, setidak nya dengan dia dekat dengan Resta dia bisa memantau Resta. Fathan akan berusaha membuat Resta sembuh meskipun ada keraguan.


ternyata saat mereka mengobrol ada sepasang mata memperhatikan ,orang tersebut tersenyum sambil meneteskan air matanya, sekian lama dia bersamanya baru kali ini melihat Tuan sekaligus sahabat nya tertawa dan bercanda meskipun Cinta nya harus di pendam dalam dalam.


ya orang tersebut adalah Samuel asisten sekaligus sahabat Fathan, samuel memvideokan kedekatan Fathan dengan seorang gadis tersebut, dan mengirimkan nya pada Mirna dan Helmi.


mereka bahagia karena Fathan kali ini bisa dekat dengan seorang gadis bahkan tertawa dan bercanda.


" lihat bund anak kita begitu bahagia, sam mengirimkan video ini tadi " ucap Helmi yang menunjukan Video tersebut.


" alhamdulillah yah, bunda senang dan gadis tersebut begitu cantik dan juga imut taoi tunggu astagah " Mirna menutup mulut nya kaget dan madih mencerna.


" kenapa Bund " tanya Helmi sedikit aneh dengan keterkejutan Mirna.


" jangan bilang tuh anak suka sama gadis kecil, astagah ayah ini gak benar nanti anak kita jadi pedofil itu " Mirna sedikit was was.


" astagah bund iya juga, ayah gak kefikiran kesitu dilihat dari wajah nya dan postur tubuh nya gadis itu masih anak sekolahan " nahkan mereka juga mengira Resta masih anak sekolahan padahal udah mahasiswi juga loh.


unek unek othor pada Resta..


" astagah Resta itu muka imut nya kebangetan sih jadi orang banyak yang salah sangka " ini unek unek othor.


" lah si othor ngapain juga bagas muka aku, orang udah dari sononya ke gini " ucap Resta.


" hihi boleh tukeran gak tuh muka " othor pura pura melas gitu.


" gak boleh " othor nya langsung lemas deh penolakan Resta.


" yah nasib " mulai lesu " hahahaha " Restanya malahan ketawa


" dih tuh anak tertawa puas banget ke nya "


unek unek nya off...


" gak benar ini samuel mana Samuel awas aja ya " sungut Mirna yang emosi udah di ubun ubun.


dreeett.... dreettt


" hallo assalamualaikum " ucap seseorang disebrang.


" saaaaaamm " teriak Mirna di telfon sedangkan Helmi sudah menutup telinganya.


" astagah bund bisa pecah tuh gendang telinga orang " tegur Helmi seketika Helmi dapat pelototan dari Mirna.


" hehehe maaf ya udah lanjut gih tuh ngobrol nya " Helmi pura pura membaca koran.


" Nyonya kenapa berteriak pengang ini kuping " ucap samuel.


" itu, itu kenapa Fathan kenalan sama gafus yang masih di vawah umur " sungut Mirna di telfon.


" astagah hanya cuma gara-gara itu Nyonya hampir membuat gendang telinga aku pecah " kesal Samuel.

__ADS_1


" jangan alihkan pembicaraan ya sam " bentak Mirna.


__ADS_2