Life Is Love

Life Is Love
Hari Raya Idul Fitri


__ADS_3

*********


kini Fian sering bersama Ega karena kerjasama perusahaan, dan itu membuat Ega senang tentunya.


" Riska " Riska yang di panggil namanya kaget dan menoleh.


" tuan Rama " Riska kaget saat Rama berada di Indonesia tepatnya di kota J.


" bagaimana kabarmu " tanta Rama, Rama memang baik dan ramah.


" alhamdulillah baik " tuan gimana.


" alhamdulillah baik juga "


" tuan kapan datang "


" astagah Riska. bisakah kau tidak memanggilku seformal itu aku jadi canggung " Riska tersenyum. Riska, Ega dan Rama memang sahabatan, hanya saja Riska tau posisinya.


"maaf " ucap Riska.


" aku sudah lama lumayanlah kira kira ada 2 mingguan, kamu sendirian dimana Ega "


" Nona Ega sedang ada urusan, kamu kesini mencari Nona Ega " Rama mengangguk.


" pasti dia dengan lelaki itu kan, Ega selalu terobsesi pada hal yang dia inginkan " Rama juga tau akan hal itu.


" jadi! " tanya Riska


" tentu saja ini jadi PR buat kita, untuk menghentikan obsesi nya " Riska dan Rama sering kerjasama untuk menghentikan keinginan Ega yang tidak masuk akal.


" huh akhirnya aku tidak terlalu khawatir jika kamu sudah disini "


" pasti kamu lelah kan menghadapi Nona mudamu itu, papah udah ceritakan semuanya padaku " Riska kembali tersenyum, kini setelah Rama pulang Riska tidak terlalu khawatir, karena Rama bisa mengebdalikan obsesi Ega, tapi Riska ragu soal ini.


**********


di tempat peninjauan Ega dan Fian sedang melihat semua dan mereka puas dengan hasil nya, tidak ada lagi kendala.


" aw! " Ega mengaduh sakit ,Fian yang tadinya Fokus melihat Ega.


" ada apa! " tanya Fian.


" kaki ku seperti nya tekilir, astagah ini sakit sekali " Fian pada akhirnya memeriksa kaki Ega, dan Fian juga memegang kaki Ega.


" ma'af " Fian meminta maaf lebih dulu.


" ah! iya tidak apa-apa " padahal dalam hati Ega sangat bahagia, akhirnya dia bisa dekat dengan Fian, kini Fian tidak dingin dan tidak cuek lagi terhadap Ega.


" sepetinya ini lumayan sedikit parah, kenapa kamu memakai sepatu ini " kini Fian dan Ega tidak formal lagi saat berbicara, terkecuali di depan klien yang lain.


" aku tidak tau kalau ternyata tempat dan keadaan nya seperti ini " jawab Ega sambil meringis.


" ya sudah kita pulang, setelah ini kita periksa ke Rumah sakit bagaimana " Ega mengangguk


kini Fian memapah Ega untuk jalan. " aw! aw sakit Fian " ucap Ega manja.


" terus apa yang harus aku lakukan " tanya Fian.


" aku juga tidak tau masa kamu tidak peka " cerocos Ega kesal.

__ADS_1


" haish kamu ini menyusahkan " kesal Fian.


" apa kamu bilang, ya sudah tinggalkan saja aku ish benar-benar menyebalkan " gerutu Ega, Fian tersenyum.


" eh tunggu kenapa kamu malah tersenyum, jangan mengejekku "


" astagah, udah bawel cerewet lagi " Fian ngedumel.


" jangan ngedumel aku mendengar mu Fian Muatafa Kamal " mereka malah berdebat hingga menjadi pusat perhatian para pekerja.


mereka bahkan salah faham terhadap hubungan Fian dan Ega, karena beberapa hari ini Fian dan Ega sering datang berkunjung, jadi mereka mengira bahwa Fian dan Ega adalah sepasang kekasih.


" mereka serasi ya, yang 1 tampan yang satu cantik "


" hooh mana sama sama kaya lagi "


" apa daya kitamah hanya sekedar remahan rengginang aja "


" tidak dianggap " mereka pada bergosip melihat Fian dan Ega.


akhirnya karena Fian tidak ingin terjadi kehebohan, Fian menggendong Ega ala bride style.


" eh, eh Fian " kaget Ega, kini Ega mengakungkan tangannya di leher Fian, jantung Ega dag dig tak karuan, karena baru kali di sedekat ini dengan Fian.


Akmal baru sampai ke lokasi dan melihat Fian membopong Ega, Akmal menautkan alisnya " apa aku tak salah lihat Fian dan Ega " gumam Akmal, Akmal memotret mereka dan mengirimkan nya ke Neta.


Neta kaget kebetulan saat ini Resta sedang ada dipan nya mereka sedang mengerjakan tugas kampus nya.


" Neng kamu kenapa!, ko kaya syok gitu, apaan sih " Resta penasaran tapi Neta langsung menyembunyikan hp nya.


" hehe bukan apa-apa Neng cantik, udah yuk fokus lagi ke tugas " Neta kini mulai mengerjakan tugas nya " maafin aku Neng, semoga kamu nanti gak kecewa " Neta bergumam dalam hati.


" kamu kuat Resta bukankah ini yang kamu inginkan, ka Fian secara perlahan menjauhimu dan meninggalkan mu " gumam Resta, Resta begitu sedih saat ini Resta mengembalikan hp Neta ke semula seolah-olah tak terjadi apa-apa.


********


hari yang di tunggu seluruh umat muslim akhirnya datang juga, setelah berpuasa selama 1 bulan kini tiba saat nya merayakan hari kemenangan hari Idul Fitri.


saling maaf memaafkan saling berpelukan bersalaman. kini di kediaman Dinata begitu ramai semua kumpul.


kebetulan Helen dan Rangga mengundang, Harun, Laras, anak anak panti, paman Andre dan bibi Sari ,Rasty dan Erwin juga hadir termasuk para anak anak juga, Genta dan Apni, Mila, Alan, Akmal, Neta dan Fian.


kini mereka mengobrol sambil memakan cemilan.


" Neng kamu ngundang ka Al juga " Resta mengangguk.


" tapi ko ka Al belum datang sih, tumben " tanya Neta lagi.


" ih cerewet banget sih ini emak emak yang atu " Neta tergelak saat ini mereka sedang main dengan anak-anak panti.


" duh calon mantuku emang the best deh " puji Rasty bangga." cantik, pinter baik lagi "


" puji terus " ucap Alan.


" ih Alan ko gitu mamah kan memuji calon mantu mamah "


" seterah mamah dah, Alan ngikut " semua tertawa.


" ka Resta cantik deh " puji Fira. " huum kk cantik banget " timpal Ifan dan Radit.

__ADS_1


" masa cuma ka Resta aja yang di puji kk enggak nih " Neta pura pura ngambek.


" eh kk juga cantik ko " timpal Fira ,Ifan dan Radit ngangguk, takut kena ngamuk


" ish, ish, ish kalian ini gemes deh kk jadi pengen bawa pulang " mereka tergelak yang lain memperhatikan mereka.


saat itu ada yang datang " assalamualaikum "


" wa'alaikumsalam " ucap mereka serempak, ternyata ada Ega dan Riska mereka di undang Fian.


Resta menautkan alisnya tapi tetap diam " ko ada tuh orang sih " kesal Neta. Resta cuma mengerikan bahunya dan kini fokus bercanda dengan anak-anak panti.


setelah itu datang lagi mobil masuk halaman rumah munculah Mirna dan Helmi, Samuel dan Fathan.


" assalamualaikum " ucap mereka.


" wa'alaikumsalam " jawab mereka kini Helen, Rangga, Rasty dan Erwin kaget.


" yaa Allah Mirna Helmi " ucap mereka bersama kini mereka berpelukan dan saling menangis.


" kalian kemana saja " tanya Rasty.


" iya kalian ilang bak di telan bumi tak ada kabar dan tidak ada cerita " timpal Helen.


" mih masa tamu disuruh berdiri aja suruh duduk dong sekalian silaturahmi sama yang lain " ucap Rangga.


" yaa Allah lupa " Rasty dan Helen tepuk jidat.


" aku gak nyangka ternyata Fathan ini anak kalian " tanya Rasty.


" iya, dia ingin mengelola perusahaan yang ada disini, sedangkan yang di paris ayah nya yang mengelola " ucap Mirna. mereka mengangguk.


" ka Al " panggil Resta kini Resta langsung menyalami tangan Helmi dan Mirna, Mirna langsung mencium pipi Resta, sedangkan Helen dan yang lain bingung.


" tunggu ko kamu seperti udah kenal sama anak ku " tanya Helen pada Mirna.


" oh iya kemaren itu... " belum Mirna selesai Fathan sudah memotong nya.


" bund, Al kesana dulu ya, Al belum silaturahmi sama yang lain " akhirnya Fathan dan Resta langsung pergi.


sedari tadi perhatian Fian tertuju pada Resta dan Fathan. Neta memperhatikan itu Akmal juga sama sedangkan Ega mendengus kesal.


" ka Al, kalau ayah dan bunda kasih tau mereka gimana " tanya Resta sedikit panik.


" hei bukan kah ini bagus " Resta memandang Fathan. " maksud ka Al " tanya Resta. Fathan memegang bahu Resta dan itu terlihat oleh Fian ada rasa cemburu dalam diri Fian.


" bukan kah ini yang Resta inginkan, semua orang membenci Resta dan meninggal kan Resta " Resta menunduk sedih, apakah kni harus.


" bukankah Resta ingin berobat, ini alasan Resta untuk menghilang dari mereka jika mereka sampai membenci Resta " Fathan menggenggam tangan Resta.


" kk akan berusaha sebisa kk tanpa melibatkan siapapun tapi kalau kk gagal kk terpaksa akan memberitahu semua orang " Fathan meyakinkan Resta.


" ada aku juga Neng " ucap Neta tiba-tiba, Resta tersenyum " aku akan mendukungmu jika aku lelah maka aku juga tidak janji untuk selalu diam "


Resta langsung memeluk Neta itu tak luput dari pandangan semua orang, bahkan Helen dan Rangga kaget saat Fathan memegang bahu Resta dan menggenggam tangan Resta, sedangkan Mirna dan Helmi tersenyum, melihat pemandangan itu.


tanpa Mirna dan Helmi ketahui bahwa sahabat nya juga sudah menjodohkan anak nya dengan Resta.


********

__ADS_1


jadi deh dengan ini nanti apa yang akan terjadi ya, apakah Mirna dan Helmi akan memberitahu kan saat Resta dan Fathan hanya berduaan di apartemen .


__ADS_2