
**********
akhirnya yang ditunggu datang juga persiapan sudah. kini Neta, Akmal, Resta dan Fian sedang ngobrol ada dramanya juga karena Neta ngambek tidak bisa ikut.
" maafin kakak deh yah! ntar sebagai tebusan nya kakak ajak jalan jalan deh yah, kaka gak mau di tinggal Neta " bujuk Akmal sedangkan Fian jengah mendengar Akmal yang seperti anak kecil.
" bodo kaka aja yang pergi " kesal Neta.
" Neng kamu masih sakit, nanti kalau udah sembuh ntar kita jalan jalan deh yah Resta janji " Neta langsung senyum sumringah.
" ya udah deh Neng Neta mau, kamu jaga diri ya, Neta gak bisa ikut " Resta tersenyum biasanya mereka tidak bisa jauh selalu lengket.
" tenang Neng ada ka Fian dan ka Al ko " Neta sebenarnya masih belum rela tudak ikut tapi mau bagaimana lagi, niat sudah tapi ternyata Neta sakit dan Akmal juga ingin mengajak nya pergi ke kota S.
" nanti kalau udah di kota S jangan lupa kabari ya, salam sama mamah dan papah " Neta ngangguk.
" kamu tuh yang lebih hati hati, jangan sampe terluka " Fian hanya tersenyum begitu khawatir nya Neta terhadap sahabatnya.
" Neta gak usah khawatir kakak akan jagain Resta ko " Neta akhirnya reka tidak rela jauh dari Resta.
" assalamualaikum " ucap seseorang mereka menoleh.
" wa'alaikumsalam " jawab semuanya.
" sudah siap " tanya nya memastikan.
" insyaAllah ka Al kita siap " ucap Resta semangat.
" jika tidak ada halangan insyaAllah kita 2-3 hari disana " jelas Fathan.
" baiklah kita pergi, Fian mau bersama atau naik kendaraan sendiri " tanya Fathan.
" bersama yang lain aja deh yah ka! " Resta bertanya pada Fian, awal nya Fian ingin menolak tapi karena tidak ingin membuat sang istri kecewa.
" hmm ya udah kita bareng yang lain aja " akhirnya Fian setuju.
" yey! makadih kak " cuma hal itu saja Resta begitu bahagia.
" kalian nanti bareng sama dokter dan aku " ucap Fathan karena Fathan juga ingin membuat Fian dan Resta nyaman. secara Fian sang Ceo Kamal masa berbarengan dengan relawan yang lain.
sebenarnya bagi Fian itu tidak masalah yang dia fikirkan kenyaman istri kecil nya.
" baiklah terserah kamu saja " Fathan mengangguk.
" loe bawa mobil pulang ya, ingat jangan ajak Neta ke mana mana lihat tuh bocah pucat gitu " peringatan Fian pada Akmal.
" Neng istirahat gih ya abis dari sini " Neta ngangguk Resta begitu khawatir saat melihat Neta pucat.
" jaga diri ya di sana jangan lupa kabarin " Resta tersenyum.
" pasti, aku pamit assalamualaikum " Neta memeluk Resta.
__ADS_1
" wa'alaikumsalam " Resta juga pamit pada Akmal. kini Fian, Fathan dan Resta menuju kendaraan yang akan menuju lokasi.
Neta menatap sedih " gak usah khawatir Resta di jagain 2 bodyguard kok! " Neta sedikit lega cuma tetap aja masih khawatir, karena biasanya yang jagain Resta itu Neta.
kini Akmal dan Neta sudah meninggalkan lokasi, karena Neta terlihat lesi dan pucat Akmal langsung membawa nya ke rumah agar Neta bisa istirahat.
para dokter dan para relawan senang melihat sang CEO Fian Mustafa Kamal ikut andil juga bahkan selain memberikan bantuan lain dia juga turun tangan sendiri.
Fian sudah mengerahkan para abak buahnya untuk pergi lebih dulu.
" pak Fian, Nona Resta terimakasih sudah ikut bersama kami " ucap ketua dokter nya.
" iya sama sama pak, karena istri saya ini nekat ikut jadi saya harua ikut menjaganya " jawab Fian tentu saja itu membuat Resta malu.
" uh so sweet nya "
" huum suami siaga jadi iri " ucap para dokter dan perawat.
" baiklah kita berangkat " ucap Fathan mereka mulai berangkat menuju lokasi butuh waktu 2 jam dari kota J ke kota A.
**********
Resta tertidut di bahu Fian banyak yang iri melihat keromantisan mereka.
" couple goals banget "
" yang satu cantik yang satu guanteng nya na naudzubillah " yang lain hanya geleng geleng mendengar celetukan mereka, sedangkan Fian cuek dan datar.
tanpa terasa mereka sudah sampai di lokasi lumayan parah melihat banyak bangunan roboh. mereka di tempat kan khusus dengan para relawan yang lain.
" dek bangun udah sampe " sebenarnya Fian tidak tega membangunkanmu Resta tapi ya mau bagaimana lagi.
mata Resta mulai mengerjap saat merasakan benda kenyal menempel di bibirnya saat perlahan Resta membuka mata, mata Resta melotot karena ternyata Fian mencium bibirnya.
" eh astagfirullah kak! " kaget Resta Fian hanya tersenyum nakal. Resta celingukan takut ada yang melihat nya.
Resta lega ternyata tidak ada orang " kakak ih ngambil kesempatan dalam kesempitan " keluh Resta kesal Fian terkekeh mendengar cicitan Resta.
" abisnya adek di bangunin gak bangun bangun " Resta jadi merona malu.
" yuk turun " ajak Fian kini mereka turun, Resta begitu sedih menatap banyak yang terluka tanpa sadar Resta meneteskan airmata nya.
" dek! " Fian sadar dan mengusap air mats Resta.
" hiks.. hiks mereka kasian kak, lihat para anak anak banyak yang terluka "
" adek gak usah khawatir ya sekarang kita semua sudah berada disini " bujuk Fian. kini mereka masuk ke gedung yang khusus untuk mereka istirahat.
sebelum mereka membantu mereka istirahat dan makan siang dulu kini sudah waktunya makan siang.
setelah itu mereka baru saling membantu mendukung yang lain, Resta membantu membersihkan luka luka mereka, kadang Resta membantu anak-anak membuat mereka tertawa agar mereka tak sedih.
__ADS_1
Fian dan Fathan begitu kagum pada Resta bahkan dia begitu semangat tak ada kaya lelah, Fian masih khawatir takut Resta kelelahan secara Resta pernah memiliki penyakit yang hampir merenggut nyawanya.
" dia tidak pernah berubah " ucap Fathan.
" iya maka dari itu aku begitu kagum padanya, kebaikan nya keramahan dan lain nya membuat orang menyukai nya "
" kamu beruntung bisa memiliki nya Fian " Fian menatap Fathan.
" tapi aku juga hampir melepaskan nya karena kebodohan ku " ucap Fian lirih ingat jika ingat saat dia pernah membenci Resta bahkan membuat Resta terpuruk.
" itu masalalu sekarang tugasmu membuat nya bahagia dan menjaganya " Fian mengangguk. Fathan menatap Fian dan senyum jahil.
" tapi kalau kamu udah bosan menjaganya kamu bilang padaku nanti aku yang akan menjaganya " Fian langsung mengalihkan tatapannya pada Fathan, bahkan tatapan tajam sedangkan Fathan langsung tertawa dan meninggalkan Fian.
" dasar dokter sengklek " umpat Fian tapi Fathan masih mendengarnya.
Sam yang baru sampai karena sebelum berangkat dia mengerjakan tigas di perusahaan dulu, Sam tersenyum melihat Fian dan Fathan begitu akur. apa lagi melihat Fathan yang banyak tersenyum dan tertawa.
dulu sebelum mengenal Resta hidup Fathan selalu serius Fathan sangat benci dengan orang yang tak serius dalam melakukan apapun, kini berbanding terbalik dengan Fathan yang sekarang.
kini waktunya mereka istirahat karena sudah malam kini mereka sedang makan malam bersama awalnya Fian dan Resta di spesial kan tapi Fian tak setuju disinilah mereka ikut gabung. canda tawa terdengar Fian kini menyadari ternyata menyenagkan bisa seperti ini.
pantas saja Resta dulu tak ingin menunjukan jati dirinya bahkan menyembunyikan identiras nya, inilah yang Fian rasakan. Fian tersenyum melihat tawa Resta terlihat imut dan cantik.
bahkan tadi Fian cemburu saat Resta membantu para laki laki ada yang sengaja menggoda Resta terang terangan, dan ada juga yang tak mau dirawat yang lain hanya ingin di rawat Resta. tapi Resta selalu membujuknya meskipun Resta harus mengorbankan malunya.
kini mereka sedang istirahat dan tidur karena malam sudah latur, Fian mendekap Resta agar selalu hangat, Fathan tersenyum kadang di buat jengah karena kebucinan Fian.
pagi akhirnya memjelang Fian bangun lebih dulu menatap lekat sang wajah istri dan meniupkan nafasnya di muka Resta, Resta sedikit terganggu dan membuka matanya Resta tersenyum.
" selamat pagi " ucap Fian.
" pagi " jawab Resta dengan suara serak khas bangun tidur Fian merinding kalau saja tak di temlat ini Resta sudah Fian terkam.
" jam berapa kak! " tanya Resta.
" jam 05:30 " jawab Fian.
" astagfirullah kak Resta belum sholat " Resta buru buru turun dan langsung masuk kamar mandi.
" kakak udah sholat " tanya Resta yang mengeringkan mukanya dengan handuk.
" belum kakak nunggu adek " akhirnya mereka sholat berjamaah, setelah itu mereka keluar kamar disana sudah banyak orang bahkan sarapan sudah tersaji mereka sarapan bersama sebelum melakukan tugas mereka.
kini mereka sibuk kembali mengangkut ini membersihkan ini itu, Resta tersenyum saat melihat Fian dan Fathan bekerjasama sama.
dari jauh terlihat Fathan dan Fian mendorong barang untuk membantu.
__ADS_1
mereka tak kenal lelah saat melakukan tugas mereka, Resta semakin kagum dan bangga pada 2 lelaki tersebut yang ada dalam kehidupan Resta yang satu suami tercintanya yang satunya sahabat yang dulu pernah mencintai nya.
dulu mereka bermusuhan bahkan tak pernah akur, dan sekarang terlihat mereka begitu akur bahkan selalu ada untuk Resta.