
******
tanpa Resta dan Neta sadari, ternyata ada seseorang yang selalu meperhatikan gerak gerik mereka, dia adalah mata mata yang dikirim Fian dan Akmal. bukan nya mereka tidak percaya mereka takut terjadi sesuatu pada sang pujaan hati.
" bagaimana " tanya Fian di telfon pada mata mata nya.
" Nona Resta dan Nona Neta sejauh ini aman Tuan " jawab si mata mata.
" lalu sekarang apa yang mereka lakukan " tanya Fian kembali.
" mereka sedang ada di panti tuan " jaeab nya lagi.
" terus kabari tentang mereka jangan sampai terlewatkan, apa kau mengerti " perintah Fian.
" baik tuan " saat mereka serius mengobrol sang mata mata yersebut mrlihat 2 orang lelaki masuk ke toko, tapi tidak mencurigakan.
" tunggu Tuan. ada 2 orang laki laki ikut masuk ke toko, bahkan sekarang ini Nona Resta dan Nona Neta sedang ngobrol bersama mereka " ucap si mata mata.
" terus selidiki kalau bisa kau pura pura membeli kue nya dan dengar kan saja apa yang mereka bicarakan " itu adalah perintah Akmal.
" baik tuan perintah akan saya laksanakan " jawab nya. si mata mata tersebut pura pura membeli kue dan makan di sana, karena dia tidak ingin terlewati sedikut saja kesalahan maka dia bersiap siap ke hilangan pekerjaan nya atau mungkin yang lain.
saat itu si Mata mata tersebut menyimak apa yang mereka bicarakan, si mata mata sedikit menyunggingkan senyuman saat Neta terus saja memjawab nya dengan ketus.
" Tuan Fian dan Tuan Akmal memang tak salah pilih, selain mereka cantik mereka masih bisa membatasi diri " batin si mata mata tersebut.
akhirnya si mata mata itupun membayar dan pergi keluar dan bersembunyi kembali, karena dia ingin melaporkan apa yang dia lihat dan apa yang dia dengar.
drrttt.. drtttt
dering ponsel Fian kembali berdering dan Fian langsung mengangkatnya.
" bagaimana " tanya Fian tegas.
" mereka teman teman nya Nona tuan " jawab nya.
" lalu siapa mereka dan mau apa "
" kalau tidak salah nama mereka Reyhan dan Faiz, dan mereka tadi mengatakan ingin membantu nona mempromosikan kue nya, dan sekarang mereka membantu di toko juga "
Braakkk
" breng*** " Akmal menggebrak meja. karena Akmal tau Faiz menyukai Neta, sedngkan Fian masih sedikit tenang.
" terus awasi gerak gerik dari 2 lelaki itu, ingat jangan sampai mereka menyentuh Nona mu, kau mengerti " perintah Akmal.
" baik tuan, saya akan laksanakan apa yang tuan perintah kan "
" bagus, aku akan menunggu kabar selanjutnya " Akmal mematikan ponsel nya.
" apa apaan mereka, kenapa harus datang ke panti juga, dasar modus " kesal Akmal. ingin rasanya Akmal lari ke sana. ya mungkin kalau dekat nah kalau jauh ngesot loe bang.
" ingat Akmal percaya pada Neta akupun sama akan selalu percaya pada Resta " Fian menepuk pundak Akmal dan berlalu pergi.
" gan loe mau kemana " tanya Akmal
" makanya jangan emosi mulu, loe gak lapar apa " jawab Fian yang keluar ruangan, Akmal memgekorinya dari belakan, dan Akmal baru sadar kalau sekarang ini waktu nya makan siang.
" aduh gue lupa " Akmal menepuk jidat nya.
*******
sedangkan di panti Resta dan yang lain nya pun sedang makan siang bersama, kebetulan Resta dan Neta yang memasak nya.
" ini masakan kalian " tanya Reyhan.
" kenapa? kamu gak percaya " jawab Neta ketus.
__ADS_1
" percaya ko, enak juga udah bisa ini buat jadi calon istri " ucap Reyhan sambil tersenyum.
" iya dong tapi bukan istri kamu " jawab Neta kembali.
" Neta udah ih dari tadi emosi mulu " jawab Resta.
" tau tuh si Neng cantik, lagi PMS mungkin " ucap Reyhan ngasal.
pluk
Neta melempar sendok ke kepala Faiz.
" aw sakit beps " ucap Reyhan malah membuat sang singa bangkit.
" kamu bilang apa " ucap Neta semakin kesal.
" lah emang aku bilang apa " jawab Reyhan pura pura lupa.
" kalau kamu mau ngerusuh udah deh pulang sana " kesal Neta.
" ye bodo ah " Reyhan semakin bikin Neta kesal. dan Neta lsngsung membawa makanan nya ke dapur.
" eh Neng mau kemana " tanya Resta.
" mau kedapur, ntar kalau aku lama lama disini bisa bisa ini piring bakalan terbang ke kepala orang " jawab Neta ketus dan pergi ke dapur. sedangkan Reyhan puas menggoda Neta.
" loe ya bikin rese aja " ucap Faiz
" abisnya gue suka goda dia " jawab Reyhan enteng.
" ya udah deh kalian lanjutin makan nya, aku mau ke dapur " ucap Resta. Resta juga ingin makan di dapur, sebenarnya Resta juga merasa risih tapi mau gimana lagi.
tanpa mereka sadari ada yang merekam kejadian tersebut, ternyata Akmal dan Fian sedang melakukan video call dengan si mata mata nya.
Akmal sangat kesal dengan yang bernama Reyhan, tapi berikutnya Akmal tersenyum karena Neta selalu cuek dan tak peduli.
" dih ngeri gue lihat loe, ke orang gila " ucap Fian sambil berkidik.
" Neta emang keren banget, apa lagi kalau dia lagi ngambek udah langsung pengen bawa ke KUA " jawab Akmal ngasal.
" astagah ini anak, keluar Loe bikin gue merinding " kesal Fian yang sedari tadi aneh melihat kelakuan Akmal.
" ok gan gue tenang sekarang, sekarang gue bisa fokus sama pekerjaan " Akmal langsung keluar dari ruangan Fian.
" emang aneh tuh anak " ucap Fian, Fian tersenyum saat melihat Resta. Rindunya terobati dan untung si Mata mata tersebut selalu bisa di andalkan.
apa lagi saat melihat Resta sedang sholat Resta seperti bidadari tak bersayap.
di panti Resta dan Neta bersiap siap untuk pulang karena hari memang udah sore.
" Bi Sari mang Andre Resta pulang dulu ya " ucap Resta.
" iya Neta juga sama, besok madih ujian nanti kalau ke lamaan macam di rumah ngamuk " ucap Nets yang di selingi candaan.
" lah emang kk punya macan " tanya Fira yang penasaran.
" punya dong " jawab Neta santai.
" eh boleh dong nanti Fira ke rumah ka Neta, Fira pengen lihat macan nya" ucao Fira polos, sedangkan Resta cuma menggelengkan kepalanya karena kelakuan Neta.
" eh kapan kapan deh ya kk ajak Fira " Neta menggaruk kening nya.
" rasain tuh makanya jangan aneh aneh sama anak kecil " ucap Resta pada Neta.
" hehehe " Neta malah cengengesan.
datang lah Reyhan dan Faiz mereka membawa motor nya.
__ADS_1
" Resta mau sekalian bareng aku " tanya Faiz.
" eh ma'af Faiz aku naik sepeda " jawab Resta.
" oh ya udah kalau gitu aku pamit duluan, dadah Bi Sari mang Andre makasih udah izinin saya kesini " ucap Faiz yang bisa menghabiskan waktunya dengan sangat berfaedah.
" eh justru mang Andre yang bilang makasih sama nak Reyhan sama nak Faiz udah mau bantuin kami " jawab mang Andre.
" gpp ko mang santai aja " ucap Reyhan.
Faiz terus menatap Resta saat Resta masih bersama anak anak yang lain.
" cantik, ingin rasanya aku menjadikan kamu ibu dari anak-anak ku " batin Faiz terpukau pada Resta.
" kk matanya ngedip nanti ada yang masuk " kesal Ifan karena sedari tadi Faiz memandangi Resta.
" ingat ya ka jangan ganggu ka Resta, ka Resta itu udah milik orang lain " jawab Radit.
Faiz mengerutkan keningnya dia madih belum mengerti apa yang Radit ucapkan.
" Resta milik orang lain, siapa? " Faiz betanya tanya dalam hatinya.
" Radit yang sopan " tegur Bi Sari.
" iya Bund maaf " Radit menundukan kepalanya.
" ya udah deh Faiz pulang dulu, anak-anak kk pulanh dulu ya dadah assalamualaikum " ucap Faiz
" iya dadah kk wa'alaikumsalam " ucap anak-anak sambil melambaikan tangannya.
Faiz langsung pergi dari kaca sepion nya selalu memperhatikan Resta yang masih menatap kepergian Faiz.
" nah kamu lagi nungguin apa temen kamu tuh udah pergi " kesal Neta yang melihat Reyhan masih di sana.
" kan aku masih pengen ngelihat bidadari cantik, yang dari tadi sensi mulu ,tapi semakin cantik malahan " Reyhan menggoda Neta.
" garing tau gak, udah sono pulang " usir Neta.
" iya iya bawel ini juga pulang, makin cantik kalau lagi ngambek " Reyhan mengedip kan matanya pada Neta.
" wah parah ni anak mau aku timpuk kamu pake nih sepeda " Neta semakin kesal karena sedari tadi godain Neta.
Reyhan malahan tertawa puas karena sudah membuat Neta kesal.
" ya udah deh Bi Sari mang Andre, Reyhan juga pamit insyaAllah kapan kapan Faiz kesini lagi " ucap Reyhan pada Bi Sari dan Mang Andre.
" gak kamu gak usah kesini lagi awas aja " ancam Neta.
" Neta " tegur Bi Sari.
" cih " Neta membuang mukanya.
sedangkan anak-anak sama Resta tertawa karena melihat Neta yang dari tadi marah marah.
sebelum Reyhan pergi dia menatap Neta lekat dan saat Neta menatap kembali, Reyhan mengedipkan matanya kembali sudah pasti Neta di bikin meradang akhinya Reyhan pergi sambil tertawa.
" ka Faiz itu kayanya suka sama ka Resta,dan ka Reyhan juga suka sama Ka Neta " tanya Radit.
" ck.. gak usah di peduliin Radit juga tau kan siapa calon suami kk " ucap Resta.
Ifan, Radit dan Fira mengangguk, Fian sudah bisa mengambil hati mereka makanya mereka tidak suka saat Reyhan dan Faiz datang ke panti.
" ya udah kk pamit ya " ucap Resta, mereka mencium tangan Resta.
" hayo masa ka Resta aja ka Neta gak nih " ucap Neta, mereka pun memeluk Neta.
akhirnya mereka pamit dan panti sudah mulai sepi karena toko juga udah tutup hari ini alhamdulillah semua nya habis tak tersisa.
__ADS_1