Life Is Love

Life Is Love
Berkunjung


__ADS_3

*****


Di kediaman Kamal


" pagi mah pah " ucap Fian


" pagi mah, pah " ucap Akmal sambil duduk di kursi untuk memulai sarapan


" oya Fian apa pekerjaan mu sibuk " tanya sang mamah


" tidak mam, kenapa? " tanya Fian kembali


" oya kita ajan meninjau perusahaan yang ada dikota J " ucap Erwin


" kenapa gak Akmal saja sih pah " Fian yang sedang malas


" justru Akmal juga akan ikut, kita akan meninjau perusahaan disana " ucap Erwin kembali sambil mengunyah makanan nya.


" hari ini libur kan, kalian mau pergi kemana pagi pagi sudah rapih begini " tanya Rasty pada Fian dan Akmal


" hari ini Fian sama Akmal ada acara mah " jawab Fian yang sambil makan sandwich


" hmm acara " Rasty yang curiga


" acara pertunangan teman sekampus Fian sama Akmal pah " jawab Fian kembali


" benar Akmal " tanya Rasty ke Akmal


" iya mam, kebetulan kami sambil reuni kembali karena sudah lama tak jumpa dengan mereka. kebetulan yang bertunangan teman kuliah kita waktu di New york city mam " Akmal yang memberikan penjelasan


" oh baiklah ingat nantu jangan pulang malam, kaluan kalau kumpul selalu lupa waktu " tegas Rasty


" iya mam " ucap Akmal dan Fian


" oya persiapkan diri kalian, kita besok ajan pergi ke kota S " ucap Erwin tegas


" siap boss " ucap keduanya


******


Di kediaman Dinata


saat keluarga Dinata sedang menikmati sarapan nya terdengar suara langkah menuruni anak tangga dari lantai 2 ,kebetulan rumah Dinata ada 3 lantai, lantai ke 3 tidak ada yang menempati paling jika ada keluarga jauh atau tamu berkunjung maka mereka akan menggunakan lantai 3,


" pagi mih, pih " ucap Alan, yang menuju meja makan


" pagi " ucap Helen dan Rangga


" hari ini libur kan apa kalian ada acara " tanya Helen pada Alan dan Genta


" kami akan bertemu klien diluar mih " ucap Alan


" oh iya itu si bocah kemana kenapa belum turun " tanya Alan,

__ADS_1


ya Alan Pria Dinata, sosok kaka yang sangat menyayangi adik nya yaitu Resta ya terkadang ada iseng juga jail, kadang posesif kalau menyamgkut tentang adik nya, makanya kenapa sang adik sangat manja tergadap kaka nya, papih nya juga Genta Wijaya..


" ini hari libur, seperti biasa tuh abak lagi malas malasan di kamar nya, biasanya dia akan keluar bersama sahabat nya " ucap Helen


" oh sahabat Resta yang bernama Ameneta Gasella itu " tanya Alan


" iya, siapa lagi sahabat yang paling dekat dengan Resta selain Neta " ucap sang mamah


" oya bi Aminah mang Diki nanti minta tolong bersihin lantai 3 ya nanti akan ada yang berkunjung " minta Helen pada bi Aminah sama mang Diki yang kebetulan mereka sedang di dapur


" siap nya " ucap Bi Aminah dan mang Diki


Alan dan Genta curiga, karena tumben mamih nya terlihat bahagia karena akan berkunjung, Alan menatap curiga pada mamih dan papih nya


" kenapa ngeliatin papih sama mamih gitu " Rangga yang memperhatikan tatapan Genta dan Alan


" apa akan ada yang berkunjung mih, siapa? " tanya Alan yang penasaran sepenting itukah karena kedua orang tua nya bahkan ingin turun tangan juga untuk menyebut nya


" nanti kamu juga akan tau Alan " ucap Helen


" hmm bikin Alan curiga aja ini, terus penasaran siapa yang akan berkunjung " penasaran Alan kembali


" iya ini tumben mamih sama papih sampe antusias gini bahkan sampe repot repot menyiapkan keperluan mereka " Genta juga sama penasaran nya


" ssstt jangan keras keras nanti Resta curiga " Heken yang berbisik saat berbicara pada mereka


" apaan ih si mamih, ngomong bisik bisik gitu " Alan yang tidak mengerti kenapa mamih nya bisik bisik saat berbicara


uhuk, uhuk Alan dan Genta tersedak saat mereka sedang minum jus nya


" ck pelan pelan makanya " ucap Rangga saat melihat mereka tersedak bersamaan


" mamih serius " tanya Alan kembali


" siapa mih " Genta yang makin penasaran


" itu keluarga Kamal, dan Fian juga akan ikut, katanya sih sambil meminjau perusahaan mereka yang dikota J ini " Helen yang akhirnya menjelaskan


" astagah, jadi keluarga Kamal, ck Alan jadi penasaran sama tuh Bocah yang dulu posesif banget sama Resta " Alan ingat kembali dengan masa lalunya


" sekarang orang yang kamu sebut bocah itu, sudah menjadi CEO dari Kamal Corp " perjelas Rangga


" bahkan dia sangat tampan, hidung mancung, berkulit putih matanya sipit pokonya sempurna buat Resta adik kesayangan mu " timpal Helen


" ah Alan makin penasaran ini " ucap Alan


" boss kau seperti nya sedikit kesal sama orang yang boss sebut bocah " tanya Genta yang penasaran karena melihat sikap Alan


" kesal aku sama tuh bocah, masa aku kakanya Resta gak boleh gendong, jangan kan gendong megang dekat aja dia ngelarang " Alan yang menjelaskan secara detail


" padahsl tuh bocah umur nya masih 2 tahun astagah, kalau ingat itu aku jadi kesal " Alan yang kesal ingat dengan Fian


" astagah padahal masih bocah posesif banget " Genta yang kaget mendengar cerita Alan

__ADS_1


" kita lihat aja, apakah itu bocah masih seposesif dulu pada adik ku Resta "


" aku yakin malahan bisa lebih, apa lagi Resta yang sekarang tumbuh menjadi anak remaja yang Cantik " timpal Genta


" hmm kau benar Genta " ucap Alan kembali


" jangankan pada Alan, terkadang papih mau cium Resta aja, tuh bocah nangis " Rangga yang ingat dengan kelakuan Fian saat umur 2 tahun


" jika ada laki laki yang dekat dengan Resta, Fian akan menepis mereka semua bahkan tuh anak jaga badan ,ck mamih jadi ingat kembali dengan masa lalu "


" ya udah mih, ini udah agak siang nanti Alan sama Genta di tunggui lagi sama klien " ucap Alan yang berniat pergi dan tak lupa mereka mencium tangan kedua orang tua mereka


" Genta pergi dulu mih, pih " ucap Genta yang mengejar Alan


" hati hati " jawab sang mamih yang mengingatkan


****


sedangkan di kota S saat Fian sedang berkumpul dengan teman teman nya tiba-tiba


haaaaciih Fian yang bersin " ck ish kenapa sih hidung jadi gatel siapa lagi yang lagi ngomongin " kesal Fian


" gan loe Flu ya " tanya Akmal pada Fian, kalau sedang diluar mereka tidak seformal saat dikantor


" gak, ke nya ada yang lagi ngomongin gue nih " kata Fian


" hmm palingan juga mamah sama papah " ucap Akmal


" mungkin, udah yuk lanjut ngobrol nya " ajak Fian pada Akmal


akhirnya mereka mengobrol kembali..


*****


Di kediaman Dinata


pkl 09:00 sesosok gadus masih betah dengan mimpi indah nya tiba-tiba terdengar bunyi jam triiiiiing, triiiinng yang begitu nyaring, munculah kepala sang gafus tersebut di balik selimut meligat kearah jam " astagah udah siang, aku ketiduran lagi sehabis shalat subuh, ih kenapa mamih gak bangunin sih " ya Resta akhirnya betlari menuju kamar mandi


setelah rapih Resta bersiap untuk turun kelantai satu, saat dia akan menuruni anak tangga terdengar dilantai 3 ada yang berisik, terpaksa Resta naik kelantai 3


dilihat nya ada bi Aminah, mang Diki, mamih dan papih nya sedang membersihkan ruangan tersebut, Resta mendekat pada mereka karena penasaran


" pagi mih,pih ini lagi ngapain " tanya Resta yang penasaran


" pagi sayang " balas Helen yang madih fokus mengelap ini itu


" tumben papih sama mamih ikut bersih bersih, ada acara apa ini " Resta yang semakin penasaran melihat tingkah orang tuanya tersebut ..


*****


baru up lagi 🙏🙏😊😊


salam cinta dan sayang dari othor ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2