Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Perkenalan


__ADS_3

Kisah ini hanyalah fiksi belaka, semua yang ada di cerita ini hanyalah kehaluan semata.


jadi bila ada yang bosan atau pun tidak mengerti, silahkan berhenti membaca dan jangan meninggalkan komentar buruk yang hanya menjatuhkan.


☘️☘️


Wulandari, ia berusia 23 tahun biasa dipanggil wulan.


ia terlahir dari keluarga yang sederhana. seorang anak yang baik hati dan rajin menabung, ia seorang anak yang penurut, meskipun keinginan nya kadang tidak sama dengan keinginan orang tuanya, tapi tetap saja Wulan menghargai keputusan kedua orang tuanya.


Ayahnya bekerja sebagai sopir angkutan umum, yang memiliki penghasilan yang pas pasan, dijaman yang seperti sekarang ini memanglah susah mencari pekerjaan, maka dari itu Ayah Wulan tetap bersabar dan menjalaninya dengan keikhlasan.


Sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan keadaan keluarga mereka seorang ibu yang memberi perhatian penuh kepada anak anaknya. kadang sesekali ibunya Wulan ada yang menyuruhnya mencuci dan menyetrika pakaian, tapi tidak tiap hari ia jalani, tergantung situasi dan kondisinya saat itu.


Wulan memiliki seorang adik laki laki, ia berusia 13 tahun. mereka tinggal di desa dimana tempat asal dari ayahnya dilahirkan.

__ADS_1


Wulan sendiri hanya lulusan sekolah menengah atas, ayahnya tidak sanggup jika harus membiayai kuliahnya, jadi ia hanya bisa pasrah untuk saat itu.


Di sini wulan memiliki teman, mereka adalah teman yang sudah di anggap saudara, bersama sama melewati cobaan hidup yang mereka alami.


Setelah lulus sekolah, Wulan mencoba melamar pekerjaan kesana kemari. berharap mendapatkan pekerjaan yang layak yang bisa membantu perekonomian keluarga mereka.


Pagi itu Wulan bangun pagi sekali berniat untuk pergi lagi mencari lowongan pekerjaan. " Semoga hari ini ada yang memberiku pekerjaan, rasanya sudah lelah tiap hari yang hanya mendapatkan hasil yang nihil. Ya Allah... kabulkanlah do'a hamba" gumamnya, tangannya terulur mengambil dan membereskan berkas yang akan dia bawa.


Ibu Wulan yang bernama Sari, sedang mempersiapkan sarapan dipagi itu dan ayah Wulan yang bernama Hasan sedang duduk diteras rumah sambil meminum kopi. sudah kebiasaan Ibu Sari setiap pagi ia akan menyediakan kopi untuk suami tercinta.


Ibu Sari menghampiri Wulan dan memeluk anak kesayangannya, tangannya mengusap kepala Wulan sambil sesekali ia meniupnya " Ibu selalu mendo'akan yang terbaik untukmu nak, semoga kali ini kamu berhasil dan mendapat pekerjaan yang baik untukmu" Ucap Ibu Sari lirih, matanya berkaca kaca mentap sang buah hati.


" Terimakasih bu... Ibu selalu ada buat aku, Ibu selalu memberiku semangat untuk terus maju dan berkembang." Balas Wulan terisak memeluk ibunya, dia membayangkan bagaimana hari hari yang ia lalui tanpa adanya dukungan dan Do'a dari kedua orang tuanya.


"Sudah jangan menangis, ini terlalu pagi untuk bersedih. tetap semangat ya." Ibu Sari berbisik dan menuntun Wulan ke meja makan dan mendudukan nya untuk sarapan terlebih dahulu.

__ADS_1


Dan mereka sarapan bersama di pagi itu, meski diawali dengan isak tangis ibu dan anak.


Setelah selesai sarapan dan membereskannya, Wulan berpamitan dan pergi menuju tempat yang ia tuju, menyusuri jalanan yang sekiranya bisa mempercepat waktu dengan berjalan kaki, tiap gang demi gang ia susuri dengan bercucuran keringat ia terus berjalan dengan cepatnya. dipikirannya teringat tentang masa masa sulit yang menimpa keluarganya beberapa tahun kebelakang, disaat ia ingin melanjutkan study nya namun apalah daya, Wulan hanya bisa menarik napas panjang bila teringat kembali masa dimana ia harus bekerja keras untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.


☘️☘️☘️


Sandy Maulana, ia berusia 24 tahun dan biasa di panggil Sandy.


seorang pemuda yang sudah sukses di dalam hal pekerjaan yang ia tekuni selama ini. Sandy memulai usahanya dari nol dan sekarang ia bisa menikmati hasil dari jerih payahnya selama ini dan bisa membantu perekonomian keluarganya.


Sandy juga lahir dari keluarga sederhana, dan ia memiliki banyak saudara dimana Sandy bisa dibilang menjadi tulang punggung keluarga


karena ia anak sulung dari keluarga tersebut.


Sekian dulu ya cerita di bab ini, mohon maaf bila ada kata kata yang tidak sesuai atau yang kurang pas.

__ADS_1


Terimakasih yang sebesar besar bagi kalian yang berkenan membaca sedikit coretan ku ini, coretan dari kegabutan ku😂🤭


__ADS_2