
"Berarti kakak tidak perlu mencari kerja lagi ya?" tanya Clara.
"Iya, dia bisa kembali ke kantor Andre besok. Andre sudah menghubungi Sandra untuk memberi tahu bahwa Cindy akan bekerja kembali. Maka dari itu aku terpaksa bercerita karena Andre tidak percaya dengan cerita karangan ku," jelas Juan.
"Memang kamu mengarang cerita apa?" tanya Clara.
"Aku bilang Cindy tidak bisa melupakannya, tidak mau makan dan minum. Setiap hari teringat dia sampai tidak keluar selama seminggu, sehingga di pecat oleh Sandra," jelas Juan.
"Astaga, Sayang. Mana mungkin dia percaya, dia pasti tahu sifat kakak jadi mana mungkin percaya," ucap Clara.
"Hehehe, ya sudah sampai ketemu besok. Salam sama Bapak dan Ibu ya, assalamualaikum,"
"Iya, nanti aku sampaikan. Waalaikum salam," jawab Clara.
***
Keesokan hari.
Pagi ini Clara dan Cindy di temani ibu mereka saat memasak, walaupun mereka telah melarang namun ibunya bersikeras untuk membantu. Setelah sarapan mereka membantu orang tuanya berkemas.
Tok, tok, tok.
Terdengar pintu di ketuk. Clara segera membukakan pintu untuk menyambut kekasihnya. Benar saja saat pintu di buka Juan tersenyum, ia terlihat sangat tampan.
"Assalamualaikum," sapa Juan.
Juan segera menyalami calon mertuanya. Setelah mengobrol sebentar mereka segera menuju ke bawah untuk mengantar mereka.
"Biar saya yang bawa barangnya, Pak," ucap Juan.
"Terima kasih, Nak," balas Pak Jarwo.
Juan memberikan oleh-oleh roti dan kue kering untuk di makan selama perjalanan. Setelah mobil yang mereka tumpangi tidak terlihat lagi, Juan juga segera berpamitan. Clara dan Cindy kembali ke atas untuk bersiap-siap.
"Apa Kakak sudah siap lahir batin?" tanya Clara.
"Harus siap, Juan sudah berusaha keras agar aku bisa kembali bekerja di sana, aku harus menghargai itu," jawab Cindy.
"Kakak diam saja jika bu Sandra galak atau marah ya, dia memang orangnya sedikit tegas tapi dia baik kok," ucap Clara.
"Iya, dia kan atasan aku mana mungkin aku membantah," jawab Cindy.
Ini hari pertamanya kembali bekerja, ia harus bisa memberi kesan yang baik. Ia berdandan rapi dan memakai pakaian terbaiknya.
__ADS_1
"Clara, ini hari pertama ku bekerja kembali, sebaiknya kita berangkat lebih awal ya agar memberi kesan baik kepada bu Sandra itu," ajak Cindy.
"Iya, Kak. Ayo kita berangkat, aku sudah siap kok," jawab Clara.
Mereka pun segera turun kebawah, dengan semangat empat lima Cindy melangkah penuh percaya diri. Ia belum tahu jika Sandra tidak menyukainya karena telah menyakiti hati Andre.
"Clara sebaiknya aku ke ruangan bu Sandra dulu atau ke ruangan kita?" tanya Cindy ragu.
"Ke ruangan bu Sandra saja, Kak. ayo aku temani," ucap Clara sembari menggandeng kakaknya.
Tok, tok, tok.
Mereka mengetuk pintu, setelah mendapat izin mereka baru masuk.
"Selamat pagi, Bu Sandra," sapa Clara.
"Pagi juga, Clara," jawabnya.
"Ini saya mau mengantar kakak saya untuk menghadap, katanya Pak Andre telah mengizinkan kakak kembali bekerja, Bu," ucap Clara.
"Selamat pagi, Bu," sapa Cindy ramah.
"Oh ini yang namanya Cindy, Andre memang sudah menelepon ku semalam. Ia menyuruh ku untuk menarik lagi dirimu ke perusahaan ini," balas Sandra.
"Aku harap kamu bisa bekerja dengan baik dan profesional. Jangan pernah mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Apa kamu mengerti?" tanyanya.
"Baik, Bu. Saya mengerti, terima kasih atas kesempatan yang Ibu Sandra berikan. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik," jawab Cindy.
"Baik, aku pegang ucapan mu. Kamu bisa segera ke ruangannya," ucap Sandra.
Setelah pamit mereka segera menuju ruangannya. Bella senang sekali Cindy kembali bekerja, pekerjaannya akan terasa lebih ringan sekarang. Karena pasca Cindy berhenti, tugas Cindy di limpahkan padanya dan Clara karena belum ada karyawan baru.
"Aduh Cindy kemana saja sih, aku rindu sekali padamu. Clara tidak pernah menjawab saat aku tanya tentang kamu," ucap Bella.
"Aku juga rindu pada kakak, rindu kantor, rindu semua pokoknya," balas Cindy sembari tersenyum.
"Sudah bertemu bu Sandra belum?" tanya Bella.
"Sudah, baru saja sebelum kesini," jawab Bella.
"Dia itu agak galak, maklum mungkin karena sudah hampir kepala tiga tapi belum nikah. Dia itu memang sepupunya pak Andre, dulu dia sering main kesini. Dia itu suka sama pak Andre, tapi di tolak karena dia cuma di anggap adik saja," cerita Bella.
Cindy menatap Clara, dia memang tidak menceritakan hal ini kepada kakaknya, toh mereka sudah bukan pasangan kekasih lagi.
__ADS_1
"Tapi tadi dia baik kok, tidak galak hanya sedikit tegas," ucap Cindy.
"Berarti kamu beruntung, di sini mungkin hanya aku dan Clara yang belum pernah di galakin," balas Bella.
"Kalau kita bekerja dengan baik sepertinya dia tidak akan galak," ucap Cindy.
"Ayo kita segera kembali bekerja, nanti malah kena marah," ajak Clara.
Mereka akhirnya kembali fokus bekerja. Sekitar pukul 10.00 Sandra memanggil Cindy ke ruangannya.
"Iya, Bu. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Cindy.
"Tolong kamu kerjakan laporan ini, hari ini harus selesai ya. Jika belum selesai kamu lembur saja," ucap Sandra sembari menyodorkan tumpukan laporan kepada Cindy.
"Baik, Bu. Akan saya kerjakan segera," jawab Cindy.
Ia segera kembali ke ruangannya untuk mengerjakan tugasnya.
"Hah, banyak sekali laporannya. itu tidak mungkin selesai hari ini, pasti bu Sandra sengaja ngerjain kamu supaya kamu lembur," ucap Bella saat melihat Cindy datang dengan tumpukan kertas.
"Tidak apa-apa, anggap mengejar ketertinggalan selama libur kerja kemarin," jawab Cindy.
"Sabar ya, Kak. Nanti akan aku bantu mengerjakannya," ucap Clara.
"Terima kasih," balas Cindy.
Tepat lima menit sebelum jam kantor usai Cindy telah menyelesaikan semua pekerjaan dari Sandra. Berkat bantuan Bella dan Clara yang membantunya di sela-sela kesibukan mereka, ia bisa menyelesaikannya tepat waktu.
"Terima kasih ya Kak Bella, Clara. Berkat kalian aku bisa menyelesaikan ini semua tepat waktu," ucap Cindy.
"Ini kan sudah kewajiban kami sebagai rekan kerja, santai saja. Aku duluan ya, ada janji soalnya," balas Bella sambil berpamitan.
"Ok, Kak. hati-hati di jalan," ucap Cindy dan Clara bersahutan.
Mereka juga segera berkemas untuk pulang.
"Cindy kamu mau pulang?" tanya Sandra tiba-tiba di belakang mereka.
"Iya, Bu. Ini saya mau ke ruangan Bu Sandra menyerahkan pekerjaan tadi sekalian pamit pulang," jawab Cindy.
"Kamu jangan pulang dulu, ini ada sedikit tambahan jadi kamu lembur. mungkin sekitar satu atau dua jam juga selesai kok," ucapnya.
Cindy dan Clara saling menatap penuh arti.
__ADS_1