
Malam semakin larut, hujan turun dengan deras mengiringi syahdu lagu cinta. Temaram bulan memberi cahaya remang di malam gelap bersatu padu dengan bintang yang bertaburan di angkasa.
Juan makin mengeratkan pelukannya kepada sang istri, udara yang dingin walau tanpa pendingin udara membuat keduanya meringkuk di atas tempat tidur. Waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 namun keduanya belum mengantuk. Clara sengaja memunggungi suaminya agar dia tidak meminta jatah lagi. Tubuhnya masih sakit dan sangat lelah karena pertempuran tadi, rasanya tidak sanggup untuk mengulang lagi.
Namun tidak demikian bagi Juan, tubuh istrinya sudah menjadi Candu baginya. Setiap saat ingin rasanya ia berada di dalamnya, namun ia juga mengerti jika hal ini juga adalah yang pertama bagi Clara jadi dia sedikit menahannya. Namun tak bisa di dipungkiri jika berdekatan akan membuat rudalnya bangkit kembali.
Dia mulai menciumi rambut istrinya, kemudian punggungnya, tengkuknya. Clara pura-pura tidur dan tidak merespon walaupun bulu kuduknya sudah mulai berdiri, bibirnya ia tahan sedemikian rupa agar tidak mengeluarkan suara. Juan yang tahu istrinya hanya pura-pura tidur justru mengerjainya. Ia bermain di telinga Clara sehingga membuat Clara tidak tahan.
"Akh..." mau tak mau Clara berbalik dan memanyunkan bibirnya.
"Sayang," rengek Clara membuat Juan makin gemas.
Tanpa memberi ampun Juan segera menyambar bibir Clara, ia mel*matnya dengan semangat membuat Clara nyaris tidak bisa bernapas. Sekian lama bersama kekasihnya Clara baru tahu jika nafsu suaminya begitu besar. Tapi itu wajar karena di hampir usia kepala tiga ia baru merasakannya.
"Akh... ehm... Ough..." Clara mendesah tak karuan ketika suaminya memainkan gunung kembar miliknya dengan mulutnya sedang tangan satunya meremas yang lain.
Setelah pemanasan dan melihat istrinya sudah tidak tahan Juan segera membuka lebar kedua kaki istrinya dan bersiap memasukinya.
"Sayang kamu membuat ku ketagihan," bisik Juan di telinga Clara.
Ia mulai memasukkan rudalnya perlahan. Keduanya mendesah merasakan kenikmatan surga dunia. Cukup lama mereka melakukannya sampai keduanya melenguh panjang, Juan berhasil menanamkan benih untuk ketiga kalinya. Suasana yang tadinya dingin menjadi panas dan membuat mereka berkeringat. Juan menjatuhkan dirinya di samping istrinya. Mereka berbaring di dalam selimut.
"Terima kasih, Sayang," ucap Juan sambil memeluk Clara.
Mereka tidur sambil berpelukan. Kelelahan membuat mereka segera terlelap sampai adzan subuh menggema.
***
Keesokan hari Clara bangun dengan tubuh yang lelah sekali. Ia tidak membangunkan suaminya dan memilih mandi besar terlebih dulu, area sensitifnya sedikit membengkak karena di gempur habis-habisan oleh suaminya. Ia harus beristirahat setidaknya sampai malam, ia harus mencari alasan agar suaminya tidak memakannya lagi sampai nanti malam.
Setelah shalat baru Clara membangunkan suaminya.
"Sayang bangun, sudah subuh ayo shalat dulu," pinta Clara.
Juan mengucek matanya yang masih mengantuk. Matanya langsung segar saat melihat istrinya sudah cantik dengan rambut yang masih basah. Tanpa ba bi bu lagi dia merebahkan Clara ke atas kasur.
"Sayang jangan lakukan lagi, cepatlah mandi nanti subuhnya terlewat," cegah Clara.
__ADS_1
"Satu kali dulu ya," pinta Juan.
"Nanti malam saja Sayang," tolak Clara.
"Nanti malam lagi, sekarang satu kali ya," pinta Juan.
"Sayang, itu ku masih bengkak tolong beri aku waktu," ucap Clara menunjuk ke area sensitifnya.
"Apa iya, coba aku lihat," ucap Juan akan membuka celana Clara.
"Jangan," cegah Clara segera menyilangkan kakinya.
"Kenapa aku tidak boleh lihat?" tanya Juan.
"Aku malu," jawab Clara.
"Bukannya aku sudah tahu semuanya, untuk apa malu?" tanya Juan heran.
"Sebenarnya... aku tidak yakin kamu hanya akan melihatnya," jawab Clara jujur.
"Hahaha," Juan tertawa keras mendengar jawaban istrinya.
"Sungguh?"
"Iya, Sayang,"
Clara membiarkan Juan membuka celananya, lalu mulai menurunkan ****** ********. Ia merenggangkan kedua paha istrinya perlahan, Clara sudah ketar ketir di buatnya. Benar saja, Juan melihat milik istrinya masih bengkak karena kelakuannya. Ia kembali memasang semuanya.
"Maafkan aku ya Sayang, tolong beri tahu jika kamu merasa tidak nyaman. Sungguh aku tidak ingin menyakiti mu," ucap Juan sembari mencium kening istrinya.
"Aku tidak apa-apa, hanya meminta sedikit waktu saja. Jika nanti malam kamu menginginkannya lagi, aku tidak keberatan," jawab Clara tersipu malu.
"Sungguh?" tanya Juan.
Clara hanya mengangguk malu-malu. Ia segera bergegas mandi dan melakukan kewajibannya sebagai umat muslim. Setelah itu mereka berdua sarapan nasi goreng buatan Clara.
"Sayang aku mau mengajak mu bulan madu, kamu mau kemana?" tanya Juan.
__ADS_1
"Bulan madu ya, aku tidak begitu tahu tempat-tempat yang bagus. Tapi kalau bisa jangan terlalu jauh Sayang, yang dekat-dekat saja," jawab Clara.
"Ya sudah kamu siap-siap, sebentar lagi kita ke agen perjalanan untuk mencari tempat bulan madu yang kamu inginkan," ucap Juan.
Satu jam kemudian mereka telah sampai di tempat tujuan. Bulan madu tour and travel menawarkan mereka paket perjalanan mulai di domestik hingga luar negeri. Mereka sangat terpesona dengan segala keindahan tempat yang di tawarkan.
"Sayang kamu mau pilih yang mana?" tanya Juan.
"Semuanya sangat indah, aku masih bingung," jawab Clara.
"Kamu suka yang bagaimana? Gunung, pantai, gurun atau apa Sayang?"
"Aku suka pantai, bagaimana kalau lombok atau Bali?"
"Keduanya bagus, terserah kamu ingin yang mana. Bagi ku selagi bersama mu semua tempat akan terasa indah,"
Clara tersenyum mendengarnya, suaminya begitu pandai membuat hatinya berbunga.
"Bagaimana Bu, Pak, mana yang akan di pilih?" tanya admin travel itu.
"Sepertinya Bali saja Mbk. Bagaimana menurut mu Sayang?" tanya Clara meminta pendapat.
"Setuju,apapun keinginan mu aku setuju," jawab Juan.
Setelah menentukan pilihan mereka segera membeli paket perjalanan bulan madu ke Bali selama tiga hari. Memang mereka tidak bisa terlalu lama karena harus mencocokkan dengan jadwal cuti mereka berdua. Walaupun Juan termasuk salah satu direksi pemilik sebagian besar saham di pabrik tempatnya bekerja, namun dia bukan tipe bos yang semaunya sendiri, ia termasuk taat pada peraturan.
"Apa kamu sudah menyiapkan semuanya, Sayang?" tanya Juan melihat istrinya sedang packing.
"Sudah, Sayang,"
Juan memeriksa semuanya, ternyata benar istrinya sudah menyiapkan segala sesuatunya.
"Aku punya hadiah untuk mu, kamu harus membawanya dan memakainya saat kita bulan madu," Juan memberikan dua buah tote bag.
Clara membuka pemberian Juan, betapa terkejutnya ia ternyata hadiah Juan adalah pakaian-pakaian seksi yang transparan yang biasa di sebut lingerie dengan berbagai model dan warna.
"Ini banyak sekali, apa aku harus memakai semuanya?" tanya Clara.
__ADS_1
Juan mengangguk senang, sedangkan Clara sudah deg-degan membayangkan memakai 10 buah lingerie saat mereka bulan madu nanti.