Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Bab 128 Clara Perebut Suami Orang?


__ADS_3

Seorang wanita berusia sekitar 30 tahunan memaki Clara yang hanya bisa terpana, ia tidak mengerti apa maksud wanita itu. Selama tinggal di sini ia tidak mengenal pria selain pak Iman, tapi dia kenal dengan istrinya dan bukan wanita ini.


"Maaf Bu, saya tidak mengerti maksud anda," ucap Clara.


"Sudah merebut suami orang, pura-pura tidak mengerti. Dasar kamu wanita tidak tahu diri, l*nte," umpatnya lagi.


"Astagfirullah, Ibu bicara apa? Suami Ibu saja saya tidak kenal, mengapa tega menuduh saya begitu?" tanya Clara merasa sedih.


"Jangan berlagak bodoh, aku melihat sendiri semalam dia kesini," ucap wanita itu sambil berkacak pinggang.


"Tapi saya memang benar-benar tidak kenal dengan suami Ibu," balas Clara.


Penghuni kos yang lain saling berbisik, mereka tampak menyimak pertengkaran wanita itu dengan Clara.


"Maaf Bu, saya adalah penghuni lama di kos ini dan setiap malam saya di kos. Mbk Clara ini setelah pulang kerja jarang keluar rumah dan dia tidak pernah menerima tamu apalagi seorang pria. Bukti apa yang Ibu punya sampai menuduhnya begitu, kalau tidak ada jangan menuduh orang sembarangan," bela Yuni, penghuni kos di sana.


"Kamu jangan ikut campur urusan ku, anak kemarin sore saja sok jadi pahlawan. Jangan-jangan kalian itu sama saja, pel*c*r yang suka dengan suami orang,"


Wanita itu masih berteriak sambil menunjuk muka Clara dan Yuni bergantian.


"Susah bicara sama orang tua, sukanya nuduh orang tanpa bukti. Seperti yang sudah tidak punya dosa saja, bicara seenak udelnya. Sudah Mbk Clara tidak perlu di dengarkan, tutup saja pintunya jangan di gubris. Kalau masih saja ribut biar aku laporkan pak Kholil, kalau perlu aku panggil pak rt sekalian biar dia malu,"


Yuni masih tetap membela Clara, karena dia tahu keseharian Clara di kos seperti apa. Dia hanya seorang mahasiswi jadi hampir tiap hari sering menghabiskan waktu di kos. Clara memandang bingung antara menuruti kata-kata Yuni namun sungkan kepada ibu yang sedang marah-marah itu.


"Jangan di kira aku takut ya, laporkan saja ke polisi sekalian. Biar semua tahu kalau wanita ini penggoda suami orang," wanita itu masih terus jadi provokator.


Semakin banyak yang menonton pertengkaran mereka, bahkan orang sekitar juga mulai berdatangan. Clara sudah tidak tahan lagi di tuduh yang macam-macam sejak tadi.


"Lebih baik Ibu bawa suaminya kesini, daripada bicara terus tidak ada habisnya,"

__ADS_1


Clara lalu masuk ke dalam kamarnya, ternyata ia mengambil foto pernikahannya dengan Juan.


"Saya sudah menikah dan mempunyai suami, saat ini kita sedang berjauhan. Apakah suami Ibu lebih tampan dari suami saya sehingga saya mau bermain serong dengannya?" tanya Clara emosi.


Ia menunjukkan foto pernikahannya di depan wanita itu, karena tidak tahan lagi di hina. Wanita itu menatap foto hanya sekilas dan tetap terus menghina Clara.


"Wajah tampan tidak jaminan, mungkin uang yang di berikan suami ku lebih besar. Atau mungkin Dia lebih bisa memberi mu kepuasaan daripada suami mu itu,"


Plak...


Baru saja wanita itu berbicara sebuah tamparan mendarat di pipinya yang memerah, mungkin karena produk skincare yang abal-abal. Clara sangat terkejut, baru saja dia ingin menampar mulut berbisa ibu itu namun justru Yuni sudah menamparnya terlebih dahulu. Ibu itu memang sudah keterlaluan.


"Kurang ajar kamu anak kecil, berani-beraninya menampar ku," ucap ibu itu.


Dia tiba-tiba menghampiri Yuni dan menjambak rambutnya, Clara yang melihatnya bergegas membantu Yuni. Namun tenaga ibu itu sangat kuat sehingga ia terjatuh.


"'Ada apa ini ribut-ribut?" tanya pak Kholil.


Kamarnya yang berada paling belakang membuat dia tidak mendengar pertengkaran ini, beruntung salah satu penghuni kos ada yang berinisiatif memanggilnya sehingga ia bisa menengahi. Mereka yang bertengkar langsung terdiam seketika.


"Ini salah satu anak kos Bapak itu sudah menjadi penggoda suami saya, malam-malam masuk kesini untuk apa jika mereka tidak berbuat mesum," tuduh ibu itu sembari menunjuk Clara.


"Nak Clara ini maksudnya yang Ibu tuduh selingkuh dengan suaminya?" tanya pak Kholil mempertegas.


"Iya benar,wanita yang kelihatannya polos itu bisa menipu. Bapak jangan percaya, jangan sampai kos Bapak ini jadi tempak maksiat," jawabnya.


"Dia ini sudah punya suami, pak Iman yang membawanya kesini untuk mencari pekerjaan. Ibu jangan menuduh sembarangan, jika dia melapor kepada pihak berwajib Ibu bisa masuk penjara,"


Pak Kholil membela Clara dengan tegas, dia sudah mendengar cerita sedikit tentang Clara dari pak Iman. Dia sangat percaya Clara tidak mungkin menjadi perebut suami orang.

__ADS_1


"Jangan mentang-mentang dia kos di sini lalu Bapak membelanya, heran orang salah kok banyak yang membela," ucap ibu itu ketus.


"Begini saja biar masalahnya cepat selesai, Ibu panggil saja suaminya kesini. Semua tidak akan selesai jika tersangkanya tidak ada di sini," balas pak Kholil bijak.


"Suami saya sedang kerja,"


"Di panggil saja kesini, saya tidak ingin mendengar keributan lagi. Kalau tidak datang lebih baik Ibu pergi dan jangan pernah datang kemari lagi,"


"Ok. Saya akan suruh dia datang, biar wanita ini lebih malu karena ketahuan kebohongannya,"


Ibu itu langsung menelepon seseorang, sepertinya dia menyuruh keluarganya menjemput suaminya di pabrik tempatnya menunggu.


"Sebentar lagi suami saya pasti datang, tapi aku yakin dia tidak akan mengaku. Aku akan membuat mereka membuka skandal mereka,"


Mereka yang hadir hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah ibu itu. Walaupun semua sudah meyakinkan bahwa Clara adalah wanita baik-baik tetap saja dia tidak mau percaya. Clara hanya pasrah dan ikut keluar pintu menunggu suami wanita itu datang. Dia yang sangat letih terpaksa menahan diri untuk beristirahat.


Orang-orang yang tidak berkepentingan sudah di suruh pergi oleh Pak Kholil. Ibu itu tetap mengomel sendiri, namun orang-orang tidak ada yang peduli dan fokus menunggu suaminya datang. Sekitar 20 menit kemudian datang dua orang pria yang berboncengan, sepertinya salah satunya adalah suami ibu itu.


"Nah ini dia orangnya datang. Ini kan wanita selingkuhan mu yang kamu datangi malam-malam di kosan ini, ayo ngaku saja," hardik ibu itu.


Pria itu tampak bingung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia memandang ke sekelilingnya dengan rasa malu.


"Kamu apa-apaan sih, kenapa bikin malu keluarga kita," ucap suaminya.


"Maaf ya, istri kamu sudah membuat keributan dari tadi di kosan ini. Dia menuduh yang bukan-bukan kepada Nak Clara. Ini sudah hampir jam 10 malam, semua orang mau istirahat." ucap Pak Kholil tegas.


"Kamu mengaku saja kemarin malam kamu memang datang ke kosan ini kan?" tanyanya sembari melotot ke arah suaminya.


"Ehm, iya," jawab suaminya sembari menundukkan kepala.

__ADS_1


__ADS_2