Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Bab 42 Menyelamatkan Clara


__ADS_3

Pria itu mulai mencium pipi Clara.


Brukkk... Terdengar pintu di buka dengan keras. Juan dan Andre terperangah melihat kekasihnya setengah bugil,. Amarahnya memuncak.


"Kurang ajar, Bugh... bugh..." kata Juan berhasil memberi bogem mentah 2x.


Ia langsung menyelimuti Clara, ia menangis melihat kekasihnya seperti itu. Entah apa yang akan terjadi jika sampai ia dan Andre terlambat menyelamatkan Clara. Juan mengambil air untuk mencoba menyadarkan Clara.


Andre sedang menghajar pria itu. Juan segera membantu Andre melumpuhkannya.


"Kenapa kamu tega sekali ingin menghancurkan masa depan Clara? Apa ini yang kamu anggap sebagai cinta, Hah?" tanya Juan sangat emosi.


"Hanya dengan cara ini aku bisa memilikinya, dia pasti mau aku nikahi setelahnya. Tapi kalian sial*n, rusak semua rencanaku," jawabnya.


"Kamu biad*b, David kepar*t! Berani-beraninya berpikir seperti itu, aku akan membuatmu di buih." kata Juan.


Polisi tiba-tiba datang, ternyata tadi mereka sudah menelepon sebelum mendobrak pintu. David segera di borgol dan di bawa ke kantor polisi.


"Sayang bangunlah," kata Juan sambil mencipratkan air ke wajah Clara, ia berusaha menyadarkan Clara lagi.


"Ehm..." Clara terbangun.


"Aku dimana? kepalaku pusing. Akh... Apa yang terjadi kepadaku? Kenapa aku begini?" tanya Clara mulai terisak, ia memegang selimut dengan erat.


"Sayang tenang, ada aku disini. David sudah dibawa kekantor polisi, untung saja Aku dan Andre datang tepat waktu." jelasnya.


"Apa? Pak David?" tanya Clara.


"Apa kamu tidak ingat yang terjadi? Kenapa kamu bisa datang kesini?" tanya Juan bingung.


"Sayang kenapa kamu bertanya, kamu yang menyuruhku datang kesini," jelas Clara sembari memberitahukan sms di hp nya.


"Aku langsung datang kesini, ketika aku menunggumu tiba-tiba lampu padam. Setelah itu aku tidak ingat lagi apa yang terjadi, ketika bangun kamu sudah disini." imbuh Clara.


Juan mulai membaca sms itu, dahinya mengernyit bingung. Ia menyimak cerita Clara dengan seksama.


"Sayang kamu pakai bajumu dulu, aku dan Andre akan berbicara dengan polisi di depan," kata Juan.

__ADS_1


Ia mengajak Andre ke depan dan membiarkan Clara memakai bajunya.


"Pak sepertinya ada yang menjebak kekasih saya, dia bekerja sama dengan seseorang dirumah saya. Entah siapa yang diajak bekerja sama dengan David, ini harus diselidiki." jelas Juan sambil memberitahu sms yang ada di ponsel Clara.


"Baik, Pak. Terima kasih informasinya, ponselnya saya bawa sebagai bukti. Tolong Pak Juan dan Pak Andre serta Ibu Clara segera ikut ke kantor untuk dimintai keterangan ya," ucap polisi itu.


"Baik, Pak. Kita segera menyusul." kata Andre.


"Dre, kira-kira siapa yang bekerjasama dengan David ya?" tanya Juan.


"Aku tidak bisa memastikan, Juan. Semua orang di rumahmu bisa jadi tertuduh," jawab Andre.


"Coba kamu ingat-ingat kejadian tadi. Harusnya kamu janjian dengan Clara tapi kenapa tadi aku telepon masih dirumah?" tanya Andre.


"Iya sekitar pukul 18.30 aku sudah bersiap, tapi tiba-tiba perutku sakit. Aku ke kamar mandi ada sudah 5x, akhirnya aku minum obat sakit perut. Ketika sudah mendingan kamu telepon," cerita Juan.


"Lalu ponsel kamu taruh mana?" tanya Andre.


"Aku taruh di kamar, tapi aku tidak mendengar ada orang masuk. Bagas juga tidak memberitahu ada hal yang patut di curigai." jawab Juan sambil berpikir.


"Tidak apa-apa, Sayang. Ayo kita harus segera ke kantor polisi untuk memberi keterangan." ajak Juan.


"Aku takut. Kenapa Pak David begitu tega, aku takut bertemu dengannya," kata Clara mulai terisak.


Juan langsung mendekap Clara, ia mengusap rambutnya dengan lembut.


"Jangan takut, ada aku dan Andre disini yang akan selalu melindungimu. Untung saja tadi Andre melihatmu di jalan dan membuntutimu, ia curiga kamu datang kehotel. Ia segera menghubungiku, kita segera datang kesini." jelas Juan.


"Terimakasih Pak Andre, sudah menyelamatkan hidup saya sekali lagi. Saya sangat berhutang budi kepada Bapak." ucap Clara dengan tulus.


"Tidak masalah, itu sudah kewajibanku. Kamu sudah ku anggap adikku sama seperti Juan. Ayo kita berangkat.


Mereka bergegas ke kantor polisi. Mereka menjelaskan kejadian seperti yang mereka tahu, semua bukti sudah ada di berkas laporan. David belum memberi keterangan siapa partnernya. Mereka harus menyelidiki lebih lanjut. Setelah selesai semua di perkenankan pulang.


***


Dua hari kemudian ada panggilan dari kantor polisi. Andre dan Juan segera kesana, ia tak memberi tahu Clara.

__ADS_1


"Ada apa ya, Pak? Apa ada perkembangan terbaru untuk kasus Clara?" tanya Juan ketika sampai di kantor polisi.


"Silahkan duduk, jadi tadi David sudah memberi informasi. Sepertinya dia menyesal, dia mengatakan jika terhasut bujuk rayu wanita yang bernama Stella. Tadinya dia menolak, namun wanita itu terus mendesak. Ia mengatakan jika dengan hal itu dia bisa menikah dengan kekasih Bapak,ibu Clara," jelas polisi itu membuat keduanya terperangah.


"Jadi yang bekerja sama dengan David adalah Stella?" tanya Juan tak percaya.


Polisi itu mengangguk. Ia mengajak mereka berdua untuk membekuk Stella. Mereka pun bergegas ke rumah Juan.


Sesampainya di sana polisi menjelaskan kedatangannya. Seketika raut wajah Stella terlihat tegang.


"Maaf, kita harus membawa ibu Stella ke kantor. Beliau merupakan tersangka dalam kasus yang melibatkan kekasih Pak Juan." jelas pak polisi.


Mereka menunjukkan surat penangkapan untuk Stella. Mereka menjelaskan secara detail tentang kasusnya. Orang tua Stella tak pernah menyangka putrinya akan senekat itu. Papa dan Mama Juan yang juga segera datang setelah di beri kabar juga sangat terkejut.


"Pak, tolong jangan bawa anak saya. Dia masih sangat muda. Kami akan mendidiknya dengan benar, Juan tolong jangan biarkan Stella di bawa. Dia pasti melakukannya karena sangat mencintaimu," katanya mencoba membela putrinya. Ia menangis sesenggukan.


"Tante, dia itu sangat jahat. Clara hampir saja di perkosa, untung kita datang tepat waktu. Masih beruntung aku sabar, jika tidak sudah ku bunuh dia. Hanya karena dia anak Om dan Tante aku masih merasa kasihan." teriak Juan.


"Aku tahu dia salah, tapi aku mohon jangan penjarakan dia. Irma tolonglah anak ku, tolong suruh Juan mencabut laporannya. Kalian berjanji akan mendekatkan putriku dengan Juan, menjadikannya menantu kesayanganmu. Tapi kenapa seperti ini, tolonglah Irma," ucap mama Stella.


"Sabar Nindy, aku juga terkejut kenapa Stella bisa senekat ini. Dia memang bersalah." jawabnya.


"Juan tolong lepaskan Stella, Nak. Kasihan dia, kasihan Om Jimmy dan Tante Nindy," katanya memohon.


"Ini semua karena Mama dan Papa yang selalu saja ingin memisahkan aku dengan Clara, kenapa kalian sangat tidak ingin aku bahagia. Kenapa?" tanya Juan begitu emosi.


"Tidak seperti itu, Juan. Kami hanya ingin memberikan yang terbaik untukmu," jawab mamanya.


"Wanita jahat ini yang menurut kalian terbaik untukku? Apa wanita ini yang akan mendampingi hari-hariku? belum jadi istri saja begini, mungkin nanti dia bisa meracuniku." kata Juan kesal.


"Mama tidak menyangka...."


"Stop, Ma! Sudah cukup! Aku akan mencabut laporannya, tapi setelah itu mereka harus segera pergi dari sini, jangan sampai aku melihatnya lagi." perintah Juan.


"Sekali lagi, Mama atau Papa mengganggu hubunganku dengan Clara, aku pastikan aku akan pergi meninggalkan rumah ini. Aku akan menghilang dari kehidupan kalian." ancam Juan tak main-main.


Setelah berbicara dengan polisi tentang pencabutan laporan, ia segera pergi dengan Andre. Mereka semua hanya diam, mereka takut akan ancaman Juan.

__ADS_1


__ADS_2