
"Sebaiknya kamu memang mengaku agar tidak melahirkan bayi mu di penjara," ancam Bima dengan halus.
"Tolong Mas, jangan membawa masalah ini ke jalur hukum. Kasihan istri ku dan anak di dalam kandungannya," pinta suami Gina.
"Sesuai yang aku katakan tadi, aku tidak akan lapor polisi jika dia memberi tahu siapa yang menyuruhnya," ucap Bima tegas.
"Cepat katakan saja Sayang, kasihan anak kita," bujuk suaminya.
"Iya, akan aku katakan. Aku terpaksa membantunya karena dia berkata akan membantu perekonomian ku bahkan sampai anak ku lahir. Aku tidak menerima langsung tawarannya karena aku juga merasa kasihan Tapi aku tidak punya pilihan lagi saat aku tiba-tiba jatuh dan harus di larikan ke rumah sakit, aku butuh uang banyak untuk menyelamatkan bayi ku. Saat itu dia datang dan membantu ku, aku terpaksa menuruti kemauannya sebagai balas budi. Yang menyuruh ku adalah Mbak Sandra," jelas Gina membeberkan semuanya.
Ternyata kecurigaan Juan sebelumnya memang terbukti, Sandra adalah dalang dari semua kejadian ini. Motifnya sangat jelas, ia membenci Cindy yang merupakan mantan kekasih Andre, dia pasti tidak akan membiarkan Cindy bahagia. Sebelumnya dia juga melakukan hal buruk kepada Cindy sampai ia pingsan, sekarang ia melakukan permainan kotor ini agar Cindy batal menikah. Wanita itu rupanya sangat dendam dengan Cindy, apalagi secara tidak langsung Cindy yang membuat Andre mengeluarkan Sandra dari kantor waktu itu.
Juan dan Bagas segera keluar dari persembunyiannya dan segera menghampiri mereka.
"Sebenarnya aku sudah menduga dari awal jika ini perbuatan Sandra, hanya saja aku butuh bukti yang kuat. Terima kasih sudah mau bekerja sama, lain kali bertindaklah lebih bijaksana. Jangan sampai karena uang mau melakukan hal buruk apalagi sampai tega merusak kebahagiaan orang lain," ucap Juan sedikit ceramah.
"Loh kalian siapa?" tanya suami Gina, mereka berdua terlihat bingung.
"Aku adalah calon ipar Bima, teman dari Andre saudara Gina, dan aku juga mengenal Sandra," jawab Juan.
Setelah mengobrol serius akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing. sesuai ucapan Bima ia tidak melaporkan masalah ini kepada polisi. Juan mengantarkan Bima ke rumahnya karena kakinya pasti masih sakit untuk membawa motor, sedang Bagas menyusul dengan membawa motor Bima. Setelah mengantar Bima kepada keluarganya mereka pamit untuk pulang.
Juan sudah merekam kejadian tadi untuk di berikan kepada Cindy nanti.
Namun sebelum bertemu mereka Juan memutuskan untuk pulang dan beristirahat sejenak.
***
Sementara itu Clara dan Cindy sudah merapikan meja kerjanya, mereka berpamitan kepada Bella untuk bergegas ke tempat Jhony.
"Kak, beliin kue dan roti di sana saya ya," tunjuk Clara ke sebuah toko kue yang tampak sangat rame.
"Boleh, tapi sebaiknya kita belikan nasi juga. Katanya orang indonesia kalau belum makan nasi itu tidak kenyang," ucap Cindy.
"Iya, benar itu," jawab Clara.
__ADS_1
Setelah memberi makanan dan kue mereka segera menuju ke kosan Jhony. Pintunya terkunci, di dalam juga tampak sepi.
Tok, tok, tok.
Clara dan Cindy mengetuk bergantian namun tidak seorang pun muncul membukakan pintu. Tiba-tiba ada seorang pria yang menghampiri mereka, saat semakin mendekat mereka mengenalinya, dia adalah pemilik kosan ini.
"Eh temannya Jhony ya?" tanya pria itu memastikan.
"Iya Pak, kemarin lusa Jhony sms kalau kalau sudah kembali kos, makanya kita main kesini," jawab Clara.
"Oh kalian terlambat, tadi ada temannya yang sudah mengembalikan kunci kamar ini. Dia bilang Jhony tidak jadi kos, tapi dia tetap memberi bapak uang," ucap bapak kos.
"Oh siapa ya temannya itu, Pak? Lalu apa Bapak tahu Jhony pindah kemana?" tanya Cindy kuatir.
"Saya tidak tahu, dia tidak mengatakan namanya. Jhony tidak pamit kepada Bapak, jadi tidak tahu kemana dia pindah," jelas pak kos.
"Oh baik kalau begitu kita pamit dulu, Pak. Terima kasih untuk infonya, jika Jhony kembali tolong bisa hubungi nomor ini ya Pak," ucap Cindy berpamitan, dia memberikan kertas berisi nomornya.
Akhirnya mereka kembali ke apartemen. Makanan dan kue yang tadinya untuk Jhony mereka bagikan kepada tukang becak serta anak jalanan yang mereka temui saat perjalanan pulang. Sesampainya di rumah mereka membersihkan tubuh lalu shalat magrib. Ketika mereka sedang santai nonton tv Juan datang.
"Iya, kan ingin memberi kejutan. Oh ya mana Cindy, suruh kesini ada yang mau aku tunjukin," balas Juan.
"Kakak barusan saja ke kamar, sebentar aku panggilan ya," kata Clara lalu pergi memanggil kakaknya.
"Kalian berdua lihatlah ini," ucap Juan sembari menunjukkan kamera kepada mereka berdua.
Mereka tampak menyimak video itu dengan serius, air muka mereka yang tadinya tenang kini tampak tegang.
"Jadi ini semua perbuatan Sandra ya? Tapi untuk apa dia itu melakukan ini semua?" tanya Cindy masih tidak habis pikir.
"Kalau menurut aku dia dendam kepada mu, selain kamu mantan kekasih Andre secara tidak langsung kamu yang membuat dia di keluarkan dari kantor oleh Andre. Mungkin dia tidak ingin melihat kamu bahagia, makanya berusaha untuk membatalkan pernikahannya kamu," kata Juan memberikan pendapat.
"Lalu kenapa di video itu kaki Bima terluka?" tanyanya lagi.
"Tadi dia izin bekerja untuk mencari Gina, ternyata di jalan ia mendapat musibah di serempet ibu-ibu katanya," jelas Juan.
__ADS_1
"Oh, besok aku akan menjenguknya. Lalu apa Sandra akan di biarkan begitu saja?" tanya Cindy.
"Karena Bima sudah berjanji begitu, tapi jika sampai Sandra membuat ulah kembali maka akan aku jebloskan ke penjara," jawab Juan.
"Baguslah. Oh ya Sayang kamu keberatan tidak jika kita ajak mengunjungi Januar, kita sudah lama tidak bersilaturahmi mumpung malam minggu," ucap Clara.
"Boleh, ayo kalian segera siap-siap," balas Juan.
Mereka pun segera berganti pakaian dan menyusul Juan ke bawah. Beberapa menit saja mereka telah sampai karena jaraknya memang terlalu jauh.
"Januar," teriak Cindy dan Clara ketika melihat temannya itu di depan kontrakannya.
"Hah, kalian ayo masuk-masuk," ucap Januar segera mempersilahkan mereka masuk.
"Maaf ya kita baru sempat berkunjung kemari," ucap Clara.
"Ah tidak apa-apa, aku kan tahu kalian itu sibuk. Santai saja, yang penting kalian tidak lupa dan selalu menganggap ku teman," balas Januar.
"Tentu saja kita akan selalu berteman. Aku, Kakak dan juga Jhony bahkan sudah menganggap mu seperti keluarga, kita tidak mungkin melupakan kebaikan mu," ucap Cindy tulus.
"Bagaimana usahanya lancar?" tanya Juan.
"Alhamdulillah lancar, ini semua berkat kalian terutama Juan. Terima kasih ya," jawab Januar tulus.
"Sama-sama," jawab Juan sembari tersenyum.
"Eh tapi Jhony sekarang sudah berubah, dia seperti menghindari ku," cerita Januar.
"Memang kamu pernah ketemu? Berubah bagaimana maksudnya?" tanya Clara penasaran.
"Ia kemarin aku ketemu di mall, tapi saat temannya memperkenalkan diri, Jhony malah menariknya pergi," jawab Januar.
Juan, Clara dan Cindy saling berpandangan.
"Kamu tahu tidak siapa nama temannya?" tanya Cindy.
__ADS_1
"Ehm... kalau tidak salah, namanya Indra," jawab Januar.