Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Bab 95 Clara Dan Jhony Di Sekap


__ADS_3

Entah berapa lama dia pingsan, namun ketika sadar dia telah berada di dalam ruangan serba putih. Sekujur tubuhnya terasa sakit, ia mulai mengedarkan pandangannya ke segala arah. Ia seperti melihat Cindy dan beberapa orang lagi yang tidak bisa ia lihat dengan jelas karena mata dan kepalanya masih terasa sakit.


"Dia sadar, Kak Bella sadar," ucap Cindy.


"Alhamdulillah," ucap Bagas bersyukur.


"Clara dengan Jhony, tolong selamatkan mereka Cindy. Orang-orang itu membawa mereka, kasihan mereka," teriak Bella tiba-tiba histeris.


"Tenang Kak, pelan-pelan bicaranya. Kakak tenang dulu, tarik nafas dalam-dalam lalu buang perlahan," ucap Cindy.


Akhirnya dia bisa lebih tenang setelah mengikuti saran Cindy. Dia menceritakan perlahan apa yang terjadi di rumahnya dari sejak Clara datang sampai mereka membawanya pergi.


"Terima kasih sudah menolong ku ya Cindy, untung kamu mendengar kata-kata ku sebelum pingsan," ucap Bella.


"Bukan aku yang membawa Kakak kesini, tapi dia," kata Cindy sembari menunjuk Bagas.


"Jadi yang aku telepon Mas Bagas, terima kasih ya Mas," ucap Bella.


"Iya, benar. Tepat sesudah kamu menelepon, Mas Juan juga telepon katanya calon istrinya ada di rumah mu, jadi aku segera meluncur kesana. Tapi ternyata aku sudah terlambat, mereka sudah kabur," jelas Bagas.


"Lalu bagaimana nasib Clara dan Jhony, Gas?" tanya Juan frustasi.


"Tenang Mas, anak buah kita sedang menelusuri jejak mereka," hibur Bagas.


"Cindy kamu tidak usah ke kantor, temani Bella saja di sini sembari menunggu kabar. Aku dan Bagas akan mencari Clara dan juga Jhony," ucap Juan.


"Iya, kalian hati-hati ya," balas Cindy.


Mereka pun segera pergi menelusuri kota mencari jejak mereka. Cindy sangat cemas mendengar Clara dan Jhony di bawa anak buah Indra, Ia sangat takut sekali Indra akan berbuat nekad.


***


Sementara itu di sebuah ruangan yang pengap, Jhony baru saja tersadar dari pingsan. Ia diikat di sebuah kursi, demikian juga dengan Clara. Clara masih belum siuman, terlihat memar di sudut bibirnya membuat Jhony merasa bersalah. Karena ingin menyelamatkannya Clara rela membahayakan dirinya seperti ini. Ia harus bisa mengeluarkan gadis itu dari sini.


"Clara, bangun. Clara, cepat bangun," panggil Jhony.


Clara mulai membuka mata perlahan, matanya membulat untuk menajamkan penglihatannya karena ruangan yang gelap. Ia merasa tidak nyaman karena kaki dan tangannya terikat. Ia menoleh ke arah Jhony.

__ADS_1


"Kita di mana ini Jhon?" tanyanya lirih.


"Tidak tahu, sepertinya tempat ini sepi mungkin jauh dari pemukiman," jawab Jhony.


"Maafkan aku ya Jhon, karena tindakan nekad ku jadi berakhir seperti ini," ucap Clara penuh penyesalan.


"Kamu tidak salah, tujuan mu hanya ingin menyelamatkan aku. Semoga saja Juan bisa segera menyelamatkan kita," balas Jhony.


"Ya, semoga mereka bisa mengikuti anak buah Indra. Semoga juga Kak Bella tidak apa-apa, karena aku dia juga ikut tersangkut masalah ini," harap Clara.


"Amin," ucap Jhony.


Tiba-tiba pintu berderit tanda seseorang akan memasuki ruangan itu. Ia menyalakan lampu, sekarang terekspos sangat jelas sesosok wajah sedang memperingati ke arah mereka. Lalu ia mulai tertawa, menatap sinis ke arah mereka berdua.


"Ini akibatnya jika terlalu ikut campur urusan ku dan tidak mau menurut perkataan ku!" hardiknya.


"Kamu pengecut, beraninya dengan wanita," ledek Clara.


"Aku tidak perlu turun tangan langsung untuk orang seperti kalian," balas Indra.


"Tolong lepaskan Clara, aku janji akan menurut," pinta Jhony.


"Jangan Jhony, jangan beri dia kesempatan untuk memanfaatkan mu kembali," cegah Clara.


"Dia harus segera di singkirkan karena terlalu banyak ikut campur urusan ku," ucap Indra.


"Jangan Dra, lepaskan saja dia. Kekasihnya adalah orang kaya dan terpandang, bisnis mu akan terancam jika sampai melukai Clara," cegah Jhony.


Indra terlihat mencerna kata-kata Jhony, setelah berpikir ia merasa ucapan Jhony ada benarnya. Terlalu beresiko baginya jika sampai berurusan dengan Juan yang merupakan kalangan atas yang pasti mempunyai banyak koneksi.


"Cambuk Jhony 10x karena dia sudah berusaha kabur, setelah itu suruh mandi dan bawa kepada ku," perintah Indra kepada anak buahnya.


"Baik, Bos," jawab mereka.


Jhony harus menahan sakit di tiap cambukan, namun berusaha tidak berteriak agar Clara tidak kuatir. Namun Clara tentu saja mengerti betapa sakitnya di cambuk.


"Sudah cukup, tolong hentikan. Kasihan dia, berhentilah," mohon Clara sambil menangis.

__ADS_1


Anak buah Indra hanya tertawa tanpa memperdulikan kata-kata Clara.


"Rasakan ini, ini akibatnya jadi pengkhianat. Sudah di kasih enak malah mau kabur, dasar gila," kakinya sambil terus mencambuk.


"Sudah cukup, kalian sudah mencambuknya 10X," ucap Clara.


"Terserah kami, Bos juga tidak akan tahu. Selama ini dia enak-enakan tapi dapat uang banyak, sementara kita yang kerja keras cuma dapat sedikit. Ini saatnya kita membalas sedikit," ucap salah satu dari mereka.


Jhony dilepaskan setelah di cambuk 15X. Mereka melepaskan ikatannya. Jhony merintih kesakitan, sekujur tubuhnya penuh luka. Ia lemah tak berdaya, mereka meninggalkannya begitu saja. 10 menit kemudian mereka membawanya pergi, tinggallah Clara sendiri dalam ketakutan. Tanpa henti dia biar berdoa agar ada yang menyelamatkan.


Entah berapa lama Clara tertidur karena lelah, ia tidak di beri makan dan minum dari pagi membuat badannya lemah. Tiba-tiba ada yang datang melepaskan ikatannya dan menyuruhnya makan. Clara makan dengan lahap, ia harus punya tenaga untuk bisa kabur.


"Clara, apa kamu baik-baik saja?" tanya Jhony lirih tapi bisa di dengar Clara.


"Jhony, aku tidak apa-apa. Bagaimana keadaan mu?" tanya Clara.


"Aku tidak apa-apa, aku akan mengeluarkan mu. Kamu tunggulah di sana dulu," ucap Jhony dari balik pintu.


Clara tidak menjawab karena tampaknya Jhony telah pergi.


Menit kemudian Jhony berhasil membuka pintu, ia mengendap keluar bersama Clara.


"Clara pergilah, segera minta bantuan penduduk sekitar. Kita sekarang sepertinya di sekitar lereng gunung. Kamu harus turun ke bawah. Hati-hati ya, aku akan berusaha menghalau mereka agar tidak mengejar mu," ucap Jhony.


"Tidak, aku tidak mau meninggalkan mu," tolak Clara.


"Pergilah, aku akan baik-baik saja. Kita akan mati jika tetap di sini, pergilah cari bantuan," ucap Jhony berusaha meyakinkan.


Clara terus menolak namun akhirnya Jhony berhasil meyakinkannya. Indra dan anak buahnya tahu perbuatan Jhony, mereka kemudian menghajarnya. Namun tiba-tiba banyak pria berseragam merah menyerang mereka, Indra dan anak buahnya lari tunggang langgang.


Indra berhasil kabur walaupun babak belur. Jhony terluka parah setelah di hajar tadi. Ternyata yang menyerang mereka adalah suruhan Bagas.


"Astaga Jhony, bertahanlah," ucap Bagas.


"Aku sudah mencari, tapi Clara tidak di temukan. Jhony, Clara di mana?" tanya Juan.


"A-ku berhasil mem-bantu-nya ka-bur," jawab Jhony terbata-bata lalu pingsan.

__ADS_1


__ADS_2