Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Bab 84 Mencari Kebenaran


__ADS_3

"Iya, Ibu tidak salah dengar. Kebetulan aku juga di sana saat wanita itu bercerita, dia baru saja pergi dari sini," ucap Clara.


"Maaf, bukannya aku membela putra ku , hanya saja selama ini yang aku tahu dia tidak pernah berhubungan dengan wanita selain Cindy. Dia juga jarang keluar rumah, pulang kantor dia akan langsung pulang kerumah," jelas ibu Bima.


"Aku juga tidak tahu Bu, yang jelas kakak ku terpukul mendengar berita ini. Ia merasa bersalah terhadap wanita itu, ia ingin putra Ibu bertanggung jawab kepada Gina, wanita yang sedang hamil itu," ucap Clara.


"Baru saja kami bernapas lega ketika Cindy mau menerima Bima kembali, sekarang malah begini. Nanti akan aku tanyakan langsung padanya saat pulang kantor. Semoga saja ini tidak benar," balas ibu Bima.


"Baiklah Bu, terima kasih. Assalamualaikum," ucapnya.


"Waalaikum salam," jawab ibu Bima.


"Dia pasti tidak percaya anaknya berbuat seperti itu ya?" tanya Cindy.


Clara mengangguk mengiyakan, jujur entah mengapa ia juga merasa tidak percaya dengan wanita bernama Gina itu.


"Sudah ku duga, ia pasti akan berusaha melindunginya," ucap Cindy.


"Sudah Kak, kita bahas nanti saja. Ayo kita kembali bekerja dulu," ajak Clara.


Mereka melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda, mereka berusaha untuk tetap fokus walau sedang banyak pikiran.


***


Bima baru saja pulang dari bekerja saat orang tuanya menunggunya di teras.


"Tumben sore-sore duduk di teras, Bu?" tanya Bima.


"Kami menunggu mu," jawab ibunya.


"Baiklah, sekarang aku sudah di sini, Ibu katakan saja," ucap Bima.


Ayah dan ibunya menatapnya tajam. Ia bingung dengan sikap orang tuanya pasalnya ia sama sekali merasa tidak mempunyai salah.


"Apa ada masalah serius, Yah, Bu?" tanyanya.


"Katakan, Nak. Apa Kamu pernah dekat dengan wanita lain selain Cindy, selama ini?" tanya ayahnya.


Dahi Bima mengeryit, ia heran mengapa ayahnya bertanya begitu padahal menurutnya orang tuanya sudah tahu jika hanya Cindy kekasihnya selama ini.


"Tidak, Yah. Hanya Cindy kekasih ku, aku sangat mencintainya," jawabnya tegas.

__ADS_1


Kedua orang tuanya terlihat menghela napas panjang.


"Apakah kamu pernah melakukan hubungan badan selain dengan Cindy?" tanya ibunya.


"Pertanyaan macam apa ini Bu, Ibu kan tahu jika aku melakukannya hanya dengan Cindy," jawab Bima kesal.


"Tadi Clara menelepon, katanya ada seorang wanita yang menemui Cindy. Ia berkata bahwa wanita itu hamil anak mu tapi kamu berusaha lari dari tanggung jawab," cerita ibunya.


"Apa? Tentu saja itu tidak benar, wanita itu mengada-ada. Aku tidak akan berbuat sejauh itu, aku melakukannya dengan Cindy karena aku ingin menikahinya segera," ucap Bima.


"Ayah dan Ibu percaya, kami sudah melihat sendiri bagaimana terpuruknya dirimu saat kehilangan Cindy. Kamu tidak akan bermain-main dengan wanita lain," balas ayahnya.


"Tapi sekarang masalahnya bagaimana caranya menyakinkan Cindy dan keluarganya, mereka pasti mudah percaya mengingat apa yang kamu lakukan pada Cindy," imbuh ayahnya.


"Aku akan menemui Cindy, Yah," jawab Bima.


"Sebaiknya memang begitu, dia pasti menginginkan penjelasan dari mu. Sebaiknya habis magrib saja, tanggung sebentar lagi adzan," saran ayahnya.


"Iya, Yah," jawabnya.


Selepas shalat magrib Bima bergegas ke tempat Cindy. Ia melajukan motornya dengan cepat karena ingin segera menjelaskan kepada kekasihnya itu.


"Duduklah, aku panggilan kak Cindy dulu," ucap Clara mempersilahkan.


Setelah sekitar lima menit menunggu akhirnya Cindy menemuinya. Wajahnya terlihat datar tanpa ekspresi.


"Cindy aku datang untuk menjelaskan," ucap Bima.


"Mau menjelaskan apalagi, wanita itu telah bercerita semuanya tentang hubungan kalian. Harusnya kamu bertanggung jawab bukan malah meninggalkannya, ia sedang hamil anak mu," balas Cindy tak dapat menahan emosinya lagi.


"Sayang, kenapa kamu tidak mempercayai aku. Tidak pernah ada wanita lain dalam hidup ku selain dirimu. Aku tidak kenal dengan wanita itu, dia berbohong," jelas Bima.


"Bagaimana bisa kamu berkata tidak kenal sedangkan kamu tidak tahu seperti apa wanita yang menemui ku itu," teriak Cindy.


"Aku bisa pastikan jika aku tidak mengenalnya, karena selama ini aku tidak pernah menjalin hubungan selain dengan dirimu," ucap Bima.


"Saat ini aku tidak butuh penjelasan dari mu, aku hanya inginkan bukti. Buktikan jika kalian memang tidak ada hubungan, buktikan jika anak yang dia kandung bukan benih mu, jika kamu bisa maka baru aku akan percaya," putus Cindy.


"Baik, akan aku buktikan. Aku akan segera menemui mu dengan membawa wanita itu agar dia mengatakan yang sebenarnya," ucap Bima lalu segera pergi.


Bima tidak tahu wajah gadis itu seperti apa, bagaimana bisa dia mencarinya. Ia harus meminta rekaman CCTV dari kantor Cindy, tapi mereka tidak mungkin memberikannya begitu saja kepada orang asing seperti dirinya. Ia akan meminta bantuan Juan, bagaimanapun kantor ini adalah milik Andre jadi pasti Juan bisa lebih mudah memintanya.

__ADS_1


Bima segera menghubungi nomor Clara yang ia dapat dari ibunya. Setelah Clara memberikan nomor Juan, Bima segera menghubunginya. Ia segera menceritakan masalahnya kepada Juan, tidak di sangka Juan yang menurutnya kurang menyukainya justru bersedia membantunya tanpa banyak bertanya.


Mereka sepakat bertemu di depan kantor Andre. Beberapa saat kemudian Juan datang dan menghampirinya.


"Maaf ya lama, agak macet tadi," ucap Juan.


"Tidak masalah, terima kasih ya sudah mau membantu ku," balas Bima tulus.


"Tidak masalah, kita akan menjadi ipar jadi seharusnya memang saling membantu," ucap Juan.


Mereka segera masuk menemui satpam. Tadinya satpam menolak karena CCTV adalah privasi perusahaan namun setelah Juan menceritakan kronologis dan sedikit merayunya barulah satpam itu bersedia menunjukkannya.


"Gila, bagus sekali akting wanita hamil itu," puji Juan.


"Jadi kamu percaya jika aku tidak melakukannya?" tanya Bima.


"Kalau aku tidak percaya bagaimana mungkin aku bersedia membantu mu," jawab Juan sembari tersenyum.


"Terima kasih, tapi aku bingung harus mulai mencarinya kemana. Aku Tidak tahu siapa yang menginginkan aku dan Cindy bertengkar bahkan batal menikah," ucap Bima.


"Tenang saja nanti aku bantu cari, sekarang lebih baik kita pulang dan istirahat dulu. Tidak mungkin juga wanita hamil sepertinya keluar malam-malam begini," balas Juan.


Setelah itu mereka berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Juan segera menghubungi Bagas untuk meminta bantuan tentang masalah Bima.


"Halo, Gas. Aku minta tolong kamu cari tahu wanita yang rekamannya aku kirim ke email mu, wanita hamil yang berbicara dengan Cindy dan Clara," ucap Juan tanpa basa basi.


"Iya, baiklah aku lihat dulu," jawab Bagas sembari membuka emailnya.


"Wanita yang menangis ini ya? Sepertinya aku tidak asing," ucap Bagas.


"Hah yang benar? apa kamu mengenalnya?" tanya Juan.


"Tunggu Mas, aku masih berusaha mengingatnya," jawab Bagas.


Agak lama Juan menunggu sampai merasa bosan.


"Sudahlah kamu ingat-ingat dulu, aku mau rebahan," ucap Juan.


"Tunggu Mas, aku ingat. Aku pernah melihatnya saat ada acara di rumah Mas Andre. Kalau tidak salah mereka masih ada hubungan saudara," jelas Bagas.


"Yang benar?" tanya Juan.

__ADS_1


__ADS_2