
Sore hari agen travel telah menjemput mereka. Tepat pukul 15.30 mereka sudah berada di bandara Juanda. Pukul 17.00 pesawat yang mereka tumpangi mulai lepas landas menuju bandara Ngurah Rai, Denpasar Bali. Ini adalah kali pertamanya Clara naik pesawat jadi dia masih merasa takut, namun suaminya berhasil menenangkannya.
Setelah sekitar 1 jam berada di dalam pesawat Garuda, mereka akhirnya tiba di bandara Ngurah Rai. Sekitar pukul 20.00 mereka baru sampai di hotel. Rasa lelah yang sangat membuat mereka tertidur setelah makan malam. Besok agenda mereka sangat padat jadi harus benar-benar menyiapkan badan agar tetap fit.
***
Keesokan paginya, Clara bangun pagi seperti biasanya. Ia baru sadar jika hotel yang ia tempati sangat indah dengan taburan bunga-bunga yang harum semerbak, mungkin memang sudah fasilitas dari paket perjalanan yang mereka pilih. Clara mencium kening suaminya membuat pria itu bangun.
"Pagi-pagi sudah cium-cium, apa sudah rindu belaian ku ya," goda Juan.
"Apa sih Sayang? Memangnya tidak boleh ya aku mencium suami ku?" tanya Clara.
"Ya boleh dong, minta lebih juga boleh," jawab Juan mengerling nakal.
"Astaga, ayo shalat dulu, Sayang. Nanti saja di lanjutkan," ajak Clara.
"Ya baiklah, nanti kita lanjutkan," Juan bangkit dan membersihkan diri bergantian dengan istrinya.
Juan menjadi imam untuk istrinya.
Setelah selesai Clara mencium tangan suaminya, Juan pun mencium kening istrinya. Clara segera berganti pakaian.
"Kenapa lingerie nya tidak di pakai?" tanya Juan.
"Bukankah kita akan jalan-jalan ke tempat wisata?" tanya Clara.
"Masih nanti jam delapan Sayang, masih ada waktu dua jam untuk mencicil membuat bayi," jawab Juan.
"Mau sekarang, Sayang?" tanya Clara dengan begitu polos.
"Tentu saja,"
"Baiklah, kamu ingin aku memakai yang mana?
__ADS_1
"Yang sesuai dengan dalaman yang kamu kenakan,"
"Ok, baiklah aku akan segera mengenakannya,"
Juan menunggu dengan penasaran, setelah sepuluh menit akhirnya Clara keluar dengan malu-malu.
"Wow, istriku begitu cantik dan seksi" puji Juan menatap istrinya tanpa berkedip.
Semua serba merah, semua pas di tubuh Clara. Juan segera menghampiri membuat Clara reflek mundur teratur sampai menempel di dinding. Juan mendongakkan dagu Clara dan menciumnya dengan mesra. mereka berp*g*tan lama sekali, sementara tangan Juan telah bergerilya ke seluruh tubuh istrinya.
Setelah sekitar satu jam lamanya mereka saling memberikan kenikmatan akhirnya berakhir dengan er*ngan panjang dari keduanya. Lumpur lapindo kembali Juan semprotkan di rahim istrinya. Di saat keduanya tengah mengatur napas yang tersengal-sengal ada ketukan di pintu kamar. Juan segera menutup tubuh istrinya yang masih telanjang, entah kemana sudah lingerie yang di pakainya tadi. Juan segera berpakaian dan membukakan pintu.
"Sesuai permintaan, sarapannya kami antar ke kamar Pak," ucap pelayan hotel.
"Baik, terima kasih," Juan menyelipkan tip di saku pelayan itu.
"Sama-sama. Terima kasih Pak dan selamat menikmati," ucap pelayan itu sembari membungkukkan badan.
Juan segera menutup pintu dan membawa makanan itu ke kasur.
"Baiklah," Clara mengambil lingerie yang di pakainya tadi.
"Jangan pakai itu lagi jika tidak ingin aku kembali memakan mu," ancam Juan.
"Apa? Lalu aku memakai apa?"
Juan mulai menggoda Clara, di tariknya selimut yang menutupi tubuhnya sehingga terpampang jelas lekuk tubuh Clara yang menggoda selera. Clara segera menutupi area sensitifnya dengan tangan dan kakinya agar Juan tidak tergoda memakannya lagi.
"Sayang, jangan begitu dong. Katanya mau makan," rengek Clara.
"Aku bercanda Sayang, aku tahu kamu lelah. Ayo kita makan," Juan mengambilkan pakaian Clara lalu sarapan bersama.
Pukul 07.50 mereka telah siap di lobi hotel. Sepuluh menit kemudian travel menjemput mereka menuju tempat wisata. Pemandangan pantai yang indah membuat mata mereka sangat di manjakan, hiruk pikuk kota dan kepulan asap tidak lagi terlihat. Sejauh mata memandang hanya hamparan air laut yang terlihat.
__ADS_1
Mereka mendatangi beberapa tempat wisata seperti pantai sanur, tanah lot, museum Bali, serta pusat oleh-oleh dan karya seni di dekat sana. Mereka tampak sangat menikmati liburan bulan madu mereka. Juan dan Clara membelikan banyak oleh-oleh untuk keluarga dan teman dekat mereka.
Malam hari mereka makan di jimbaran Bali dengan tema candle light dinner yang romantis. Walaupun makanannya terasa asing di lidah namun Clara terlihat sangat menikmatinya.
"Sayang, berjanjilah kita akan terus seperti ini bersama, menjalani suka duka, menua bersama sampai maut memisahkan," ucap Juan.
"Iya Sayang, aku berjanji," jawab Clara.
Mereka menikmati malam romantis ini, walaupun tubuh lelah setelah seharian berkeliling tidak menyurutkan semangat mereka untuk saling memberikan yang terbaik.
Pukul 21.00 mereka baru tiba di hotel, setelah mandi air hangat mereka merebahkan tubuh di kasur saling berpelukan. Jangan di tanya apa yang terjadi selanjutnya, biarkan pengantin baru berkreasi.
***
Keesokan harinya.
Hari ini jadwal mereka adalah sedikit berolah raga yaitu snorkeling dan paralayang. Pukul 08.00 pagi mereka telah berangkat, perjalanan cukup jauh memakan waktu sekitar 2 jam. Rasa lelah terbayar saat mereka bisa melihat keindahan bawah laut yang indah dengan beraneka ragam flora dan fauna yang cantik.
Setelah makan siang mereka melanjutkan perjalanan untuk bermain paralayang, karena lokasi searah dengan arah pulang sehingga tidak memakan banyak waktu. Pukul 14.00 mereka telah sampai di tujuan.
"Sayang jika kamu takut lebih baik tidak perlu ikut, kita lewati saja paralayang ini," ucap Juan.
"Ngeri sih, tapi penasaran. Lagian juga sayang jika tidak ikut, pasti olahraga ini biayanya mahal," balas Clara.
"Uang tidak penting, yang penting adalah kamu," ucap Juan.
"Aku tidak apa-apa, ayo kesana aku sudah tidak sabar," ajak Clara.
Juan rasanya tidak percaya jika istrinya sangat antusias dengan olahraga yang cukup ekstrim ini, pasalnya dia sendiri merasa sedikit takut namun tentu saja ia tidak menunjukkannya.
Mereka mendengarkan arahan para trainer, setelah paham mereka semua segera memasang alat-alat di tubuh mereka berdua.
"Aku dulu yang mulai supaya aku bisa menangkap mu di sana jika terjadi apa-apa," ucap Juan.
__ADS_1
Clara hanya mengangguk mengiyakan. Juan segera meluncur dan mendarat dengan sempurna. Clara berdoa sebelum meluncur, ia berteriak dengan keras saat parasut sudah berhasil membentang dengan sempurna. Ternyata olahraga ini begitu mengasyikkan bagi dirinya. Juan menunggunya dengan kuatir, padahal yang ia tunggu tidak merasa takut sedikitpun.
Pukul 18.00 mereka telah tiba di hotel, setelah membersihkan diri dan beribadah mereka segera bersiap untuk makan malam yang romantis. Mereka kembali ke dalam kamar sekitar pukul 20.30. Mereka menikmati pemandangan indah di luar dari jendela kamar hotel. Suasana yang romantis dan rasa cinta yang menggebu menenggelamkan mereka dalam penyatuan kembali.