Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Bab 64 Andre Mengasingkan Diri


__ADS_3

Keesokan hari.


"Kak, apa kakak tidak bekerja hari ini?" tanya Clara seusai beribadah.


"Tidak, Clara. Aku sudah memutuskan untuk berhenti, aku tidak ingin Mas Andre terus mengingatku. Aku tidak ingin dia terus tersiksa saat melihatku di sana setiap hari. Aku juga tidak sanggup melihatnya Clara, aku mencintainya tapi harus menahannya. Rasanya seperti sakit tapi tak berdarah." ucap Cindy sedih.


"Aku mengerti perasaan Kakak, aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini keadaannya. Ini sangat berat untuk Kakak dan Pak Andre. Sabar ya Kak, aku mendukung apapun keputusan Kakak," balas Clara lalu memeluk Cindy.


"Terima kasih, Clara. Aku akan segera mencari pekerjaan baru. Semoga saja tidak sulit untukku mencari karena ijazah ku hanya SMP," balas Cindy.


"Kakak tidak perlu buru-buru toh kita masih punya simpanan, tenangkan hati dan pikiran kakak dulu. Aku tahu ini tidak mudah untuk Kakak." balas Clara.


"Apa Kakak akan menjenguk kak Bima?" tanya Clara.


"Ya, nanti. Aku juga akan coba melamar kerja di dekat-dekat sini," jawab Cindy.


Saat mereka tengah asyik mengobrol tiba-tiba ponsel Clara berdering.


"Assalamualaikum, ada apa pagi-pagi sudah telepon, Sayang?" tanya Clara.


"Tolong bilang pada Cindy untuk tetap bekerja di kantor Andre, ia tahu Cindy pasti akan berhenti setelah kejadian semala. Andre tahu kakakmu membutuhkan pekerjaan itu untuk membantu orang tua kalian," ucap Juan.


"Tapi sepertinya kakak tidak akan mau, karena selain dia pasti tidak sanggup menahan perasaannya, kakak juga tidak ingin Pak Andre terluka terus setiap melihatnya di kantor itu, Sayang," jawab Clara.


"Tenang saja, Cindy tidak akan bertemu Andre. Andre telah berangkat ke Australia tadi pagi, belum tahu kapan ia akan kembali," ucap Juan.


"Apa? Apa karena kakak dia pergi jauh?" tanya Clara sedih.

__ADS_1


"Sepertinya begitu, walaupun dia beralasan kepergiannya untuk mengurus bisnisnya yang berada di sana, namun aku yakin dia disana untuk menenangkan diri juga. Aku tahu ini tidak akan mudah untuknya, sekarang dia lebih dewasa dalam bersikap buktinya masih peduli dengan Cindy walau telah terluka," jawab Juan.


"Aku ikut sedih dengan keadaan ini, Sayang. Tapi aku juga tidak bisa menyalahkan keputusan kakak, karena keadaannya juga memang rumit." balas Clara.


"Ia aku mengerti, kita hanya bisa memberi dukungan. Selebihnya kita serahkan kepada Tuhan. Ya sudah sampai nanti ya, Sayang. Assalamualaikum," balas Juan.


"Iya, Sayang. Waalaikumsalam," balas Clara.


Setelah panggilan berakhir, Clara pun memberi tahu pesan Juan tadi. Cindy pun kembali menangis mendengarnya, pria yang telah ia sakiti masih sangat peduli tentang hidupnya. Hatinya kian sakit menerima keadaan ini, entah kapan lagi bisa menatap pria yang begitu baik itu karena pria itu telah menjauh dari hidupnya. Oh betapa kejam kenyataan hidup ini mempermainkan nasib mereka.


***


Sementara itu di Sidney Australia, pagi itu suasana begitu cerah tak terlihat mendung sedikitpun. Berbeda dengan hati seorang pria yang tampak sedih menatap pemandangan kota Sidney dari jendela apartemennya. sorot matanya kosong, tatapannya penuh dengan kekecewaan. Ia sudah di sana selama 30 menit tanpa pergerakan berarti, hatinya benar-benar hampa.


"Aku baru sadar jika rasaku padaku sangat dalam justru setelah kita berpisah. Sebenarnya aku tak sanggup untuk jauh darimu, namun aku tak ingin kamu melihatku bersedih. Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu, dan semoga aku segera bisa melupakanmu walau aku yakin itu sangat berat," ucap Andre kemudian naik ke tempat tidurnya untuk mencoba memejamkan matanya yang semalaman tak beristirahat.


***


"Bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Cindy sambil tersenyum.


"Alhamdulillah sudah membaik, terima kasih ya sudah mau menjenguk bahkan merawatku," balas Bima tulus.


"Apa kekasihmu tahu kamu kesini? Apa dia tidak akan marah padamu?" tanya Bima.


Cindy menelan salivanya, tiba-tiba hatinya sedih teringat Andre. Entah bagaimana keadaannya di sana, semoga ia bisa kuat menghadapi semua ini. Menit kemudian dia tersadar, ia harus menerima kenyataan bahwa ia telah memutuskan kembali bersama Bima.


"Dia tahu dan dia takkan marah, karena kita sudah tidak ada hubungan lagi," jawab Cindy berusaha kuat.

__ADS_1


"Apa? Maksudmu kalian sudah putus?" tanya Bima.


Cindy hanya mengangguk dengan sedikit menyunggingkan senyum.


"Apa karena aku?" tanya Bima lagi.


"Sudahlah jangan membahas itu, kamu harus cepat sembuh agar bisa membawaku jalan-jalan seperti dulu," jawab Cindy mengalihkan perhatian.


"Maksudmu kamu ingin kita seperti dulu?" tanya Bima.


Lagi-lagi Cindy hanya mengangguk dan tersenyum.


"Apa aku tidak salah dengar, Cindy? Kamu mau kita menjadi sepasang kekasih lagi, seperti dulu?" tanya Bima mendetail.


"Iya, bukankah kamu ingin tetap bersamaku, tetap menjadi sepasang kekasih yang saling mendukung," ucap Cindy.


Wajah Bima seketika merona, nampak sekali ia sangat senang dengan ucapan Cindy.


"Apakah kamu serius? Kamu tidak sedang mempermainkan aku kan?" tanya Bima ragu.


"Untuk apa aku berada di sini jika aku tidak serius, kita akan tetap menjadi sepasang kekasih seperti dulu," jawab Cindy.


"Apa karena kamu iba dengan keadaanku sehingga mau kembali kepadaku?" tanya Bima menyelidik.


"Jika kamu tidak suka aku kembali padamu, maka aku akan pergi," balas Cindy lalu berdiri dari duduknya.


"Maafkan aku, aku tidak peduli dengan alasanmu kembali. Aku sangat bahagia kita bisa bersama lagi, aku berjanji tidak akan meninggalkanmu tanpa kabar seperti dulu, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia," ucap Bima seraya menggenggam lembut tangan Cindy.

__ADS_1


Cindy meneteskan air mata, bukan karena terharu mendengar kata-kata Bima melainkan justru di saat begini ia malah teringat dengan Andre. Cindy baru sadar bahwa ia teramat mencintai pria itu, namun semuanya telah terlanjur terjadi. Ia akan berusaha untuk konsekuen dengan pilihannya.


Bima sebenarnya juga sadar bahwa Cindy kembali kepadanya karena iba dengan keadaannya, apalagi ia sampai nekad bunuh diri. Cindy wanita yang baik dan lembut ia pasti tidak tega melihat kondisinya. Namun biarlah, ia akan berusaha untuk membuat Cindy mencintainya kembali. Sekarang ia sudah sangat bahagia wanita yang di cintainya itu mau menemani hari-harinya lagi, padahal kondisinya sudah tidak lagi sempurna. Semoga takdir tidak mempermainkan kisah cintanya dengan Cindy seperti dulu. Semoga kali ini Tuhan juga merestui keinginannya.


__ADS_2