
☘️☘️
"Wa’alaikum salam.” Jawab Ibu, ia berdiri memnghampiri tamu yang datang ke kamar mereka.
Bu sari tersenyum melihat siapa yang datang , beliau sudah tau teman teman anaknya pasti akan datang menjenguknya “ Ternyata kalian, ayok silahkan duduk . sebentar ibu bangunkan dulu Wulan.” Bu Sari mempersilahkan mereka dan segera menghampiri Wulan yang masih terpejam.
“ tidak usah Bu, biarkan wulan beristirahat.” Ucap Reva, melihat keadaan wulan yang sudah terlelap merasa tidak enak hati.
“ Tidak apa apa nak, Wulan belum tertidur hanya saja kepalanya agak sedikit pusing.” Jawab Bu Sari, tangannya mengelus kepala Wulan dan berbisik memberitahukan bahwa ada tamu yang menemui mereka.
“Bangun nak, lihat siapa yang datang.” Bisiknya
Perlahan Wulan membuka matanya, mendengar apa yang Ibunya bisikan tadi membuat dia sedikit penasaran meski kepalanya masih terasa pusing.
“ Siapa Bu?” Tanya wulan menatap sang Ibu penasaran.
__ADS_1
“ Lihatlah kesana.” Bu Sari tersenyum dan menunjuk kearah dimana teman teman anaknya berada.
Wulan pun tersenyum melihat kearah temannya dan merentangkan tangannya memberi isyarat supaya teman temannya mendekat ke arahnya . “ Kemarilah” Pintanya.
Serempak Sabrina dan yang lainnya berdiri dan segera menghampiri Wulan, dan langsung memeluk temannya itu satu persatu. Mereka tidak memungkiri , behawa kerinduan yang melanda mereka terhadap temannya yang satu ini karena sudah lama tidak bisa berkumpul karena kesibukan mereka masing masing.
“Aku kangen kalian.” Wulan terisak dan tidak bisa berkata kata lagi, hanya itu yang dia bisa ucapkan untuk saat ini.
“ Sama kita juga kangen sama kamu, kamu cepat sembuh biar nanti kita bisa jalan jalan kemana pun kamu mau.” Ucap Reva berbisik.
“Kalau sekiranya kau hanya menyusahkan saja mending gak usah ikut, tiap kali kau ikut kau pasti bikin susah kita.” Ucap Sabrina cepat, dia tidak peduli melihat Ari sudah memancarkan aura yang bisa membuat nyali yang lain menciut.
Ari mendengus kesal mendengar ucapan teman nya yang satu itu, dia tidak menjawab karna memang benar apa yang Sabrina ucapkan itu benar adanya.
Mendengar teman nya malah bertengkar, Reva dan lainnya malah tertawa terbahak melihat raut wajah Sabrina dan Ari yang sudah berubah dengan raut kekesalan.
__ADS_1
“ Terus saja kalian debat, tidak pernah melihat situasi kalian sekarang sedang berada di mana!” Siti buka suara kesal mendengar ocehan teman nya tiap kali bertemu.
“ Kalian itu jangan sering berantem, siapa tau nanti cinta datang karna ulah kalian itu.” Luthfi terkekeh sambil mengaruk garuk kepalanya .
Melihat Sabrina dan Ari malah cekcok, Wulan tersenyum karna bagi dia ini bukan pertengkaran tapi rasa rindu mereka yang mereka ungkapkan lewat cara yang lain.
“ Kalian do’akan saja supaya aku cepat sembuh dan bisa beraktipitas lagi seperti sedia kala.” Cicit Wulan, yang langsung di beri anggukan oleh teman temannya.
“Tentu saja kami akan selalu mendo’akanmu, makan yang banyak dan jangan lupa minum obatnya biar kamu bisa sehat dan pulang secepatnya.” Ucap Sabrina cepat dan di iyakan dengan yang lainnya.
‘’ Karna ini sudah larut malam, kami pamit pulang saja ya Lan. Kamu istirahat sekarang.” Reva berpamitan karna waktu sudah tidak baik juga untuk pasien terus di ajak ngobrol. Mengingat kondisinya saat ini yang butuh istirahat total.
Akhirnya mereka semua izin pamit kepada Bu Sari dan segera pulang kerumah masih masing.
☘️☘️☘️
__ADS_1