
"Apa yang sebenarnya terjadi, Nak? Aku lihat Nak Andre itu orang yang baik bahkan terang-terangan mengutarakan keseriusannya denganmu, tidak mungkin dia memutuskanmu tanpa sebab?" tanya Ayahnya.
"Bukan Mas Andre yang memutuskan hubungan ini, Pak. Tapi aku yang menginginkan perpisahan ini," jawab Cindy dengan mata mengembun.
"Kalau kamu keberatan menceritakan semua kepada kami orang tuamu ya tidak apa-apa, yang penting jika kalian ada masalah apapun di bicarakan secara baik-baik. Kalian sudah dewasa, selesaikan masalah dengan kepala dingin dan tetaplah menjaga tali silaturahmi walaupun kalian tidak ada hubungan lagi," pesan Ayahnya.
Cindy tak dapat menahan tangisnya lagi, seketika air mata itu turun deras membasahi pipinya. Mereka semua berusaha menenangkan dan menguatkan Cindy. Setelah cukup tenang ia menceritakan semua yang terjadi kepada orang tuanya dengan perlahan. Terlihat ia selalu menyeka air matanya ketika bercerita, orang tuanya dapat mengerti keputusan Cindy.
Mereka sangat menyayangkan perpisahan ini, karena mereka tahu jika Cindy dan Andre saling mencintai. Dari ceritanya terlihat sekali Andre sangat terpukul dengan keputusan Cindy sampai pergi jauh ke negeri orang, namun di sisi lain Andre masih sangat peduli dengan Cindy sehingga tidak memperbolehkannya keluar dari perusahaan miliknya. Cinta memang tak dapat di prediksi.
"Yang sabar ya, Nak. Jodoh, rezeki dan maut itu sudah di atur Gusti Allah, kita hanya bisa ikhlas menjalankan. Insyaallah kalau masih berjodoh pasti akan di persatukan. Sekarang belajarlah mencintai yang sudah kamu pilih, karena itu sudah menjadi keputusanmu jadi harus kamu jalankan dengan baik," pesan Ayahnya lagi.
"Iya, Pak. Aku akan berusaha melakukan yang terbaik yang aku bisa." jawab Cindy.
Malam semakin larut, mereka yang sangat lelah terhanyut dalam belaian malam sehingga tidak sadar telah menina bobokan mereka dalam mimpi.
Terkadang manusia hanya bisa berencana namun tetap keputusan akhirnya adalah milik sang pencipta. Manusia sering marah jika rencananya tidak sesuai harapan, padahal setelahnya mereka akan menyadari bahwa 'Tuhan selalu memberikan yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan'.
***
__ADS_1
Hari ini sabtu pukul 19.00 WIB, tepat acara pertunangan Juan dan Clara di gelar. Dekorasi, tempat, katering serta hal-hal lainnya sangat sesuai yang di harapkan. Keluarga Clara terlihat akrab dengan om dan tante Juan yang memang tidak pernah memandang rendah orang lain karena hartanya, mereka berbeda dengan orang tua Juan yang memperlakukan orang lain berdasarkan derajat mereka.
Acara pertunangan mereka berjalan dengan lancar dan hitmat, rekan bisnis, sahabat serta saudara tampak memberikan selamat kepada mereka berdua. Walaupun terdengar selintingan tentang usia mereka yang terpaut lumayan jauh, namun mereka bersikap acuh tak acuh.
Bima juga turut datang memberikan selamat. Walaupun mereka sedih Cindy berpisah dengan Andre lantaran Bima, namun keduanya nampak menghargainya karena bagaimanapun dia kini adalah kekasih kakaknya. Orang tua Cindy juga memperlakukan Bima dengan baik saat Cindy memperkenalkannya, orang tua mereka akan mendukung apapun pilihan putrinya jika memang baik.
David juga terlihat hadir di antara tamu undangan, bahkan ia juga memakai dresscode untuk para keluarga. Kesalahannya di masa lalu membuatnya sadar dan mau menerima kenyataan. Juan dan Clara pun sudah memaafkan dan tidak menaruh dendam sedikitpun kepadanya.
Keluarga Clara dari desa tampak bahagia hadir di sana, mereka tidak menyangka Clara yang hanya gadis desa bisa mendapatkan seorang pria kaya raya yang tampan dan baik hati seperti Juan. Walaupun tingkah mereka sedikit kampungan karena ini memang baru pertama bagi mereka menghadiri acara semewah ini, namun tak membuat Juan dan Clara merasa malu. Justru mereka merasa terhibur dengan tingkah mereka yang sangat polos itu.
Clara dan Juan merasa sangat bahagia. Sebenarnya mereka juga mengundang Andre, mereka terutama Juan sangat berharap Andre datang. Andre adalah sahabat terbaik dari Juan, selama ini mereka selalu saling melindungi satu sama lain. Juan juga merasakan kesedihan sahabatnya itu, namun ia tidak bisa berbuat banyak karena semua keputusan ada di tangan Cindy.
Setelah acara inti selesai para tamu segera menyantap jamuan yang telah disuguhkan. Tak lupa suara merdu penyanyi mengiringi kemeriahan pesta.
"Selamat ya, semoga kalian segera menikah, hidup bahagia sampai kakek nenek. Maaf, hadiahnya menyusul ya karena belum sempat membeli" ucapnya sambil memeluk sahabatnya.
"Ya Allah, Dre. Aku sangat senang kamu datang, kamu sama sekali tidak memberi kabar. Terima kasih sudah mau hadir, tidak penting hadiah yang penting doa dan kehadiranmu di sini," ucap Juan terharu.
Mereka berpelukan sedikit lama sebelum akhirnya mereka lepaskan, kedua mata mereka mulai mengembun tidak dapat menyembunyikan rasa haru.
__ADS_1
"Selamat ya Clara, tolong jaga dan jangan pernah sakiti sahabatku ya," ucapnya sambil menyalami Clara.
"Terima kasih, Pak. Insyaallah kami akan saling menjaga satu sama lain. Semoga Bapak segera menyusul dan segera merasakan kebahagiaan seperti yang kami rasakan," ucap Clara tulus.
"Ah kalau aku sepertinya masih jauh, tapi aku amini semoga Tuhan mendengar doamu," balas Andre.
"Juan, Clara, aku minta maaf tidak bisa lama-lama di sini, aku harus segera kembali ke sidney karena banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Sekali lagi selamat ya," ucap Andre.
"Baru juga beberapa menit sudah mau pergi, kita ngobrol-ngobrol dulu, kita semua rindu dengan candaanmu yang selalu bisa membuat kami terhibur," cegah Juan.
"Hahaha, aku memang sering membuat orang tertawa tapi sayang menghibur diri sendiri tidak bisa, hehehe," ucapnya terkekeh.
Juan dan Clara merasa iba dengan kondisi Andre, terlihat sekali hatinya masih sangat terluka. Sama sekali ia tidak menyapa Cindy dan Bima selama acara, ternyata sedalam itu rasa kecewanya.
"Sabar ya, Pak," hibur Clara.
"Iya, Dre. Sabar ya, kamu orang baik pasti akan secepatnya bisa melupakan kejadian ini," imbuh Juan menyemangati sahabatnya.
Andre pun segera berlalu setelah berpamitan kepada semuanya. Suasana seketika berubah sedih sepeninggal pria itu.
__ADS_1
Semenjak kedatangannya kedua mata Cindy tak pernah lepas menatap pria itu, terlihat kerinduan yang sangat di sorot matanya. Sikap Andre yang cuek terhadapnya membuatnya sangat terluka, ia memutuskan ke toilet karena sudah tak dapat membendung perasaannya. Di toilet ia menangis sejadi-jadinya tanpa bersuara, meluapkan segala rasa sakit di dadanya.
Di sisi lain Bima memperhatikan segala tindakan Cindy sejak Andre datang, ia tahu Cindy masih mencintai pria itu. Hatinya benar-benar sakit, ia memang telah berhasil memiliki raga gadis itu tapa sayang hatinya masih terkunci untuk pria lain. Dia mulai ragu apakah ia dapat memiliki Cindy seutuhnya seperti dulu, memiliki cinta tulus dari kekasihnya itu. Ternyata dalam cinta tidak selalu indah terkadang ada kesakitan yang teramat sangat yang tidak dapat di lukiskan dengan kata-kata.