Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Pulang kerumah


__ADS_3

☘️☘️


Tidak terasa satu minggu berlalu, kini Wulan sudah di izinkan pulang oleh pihak RumahSakit. Dan semua biaya nya di tanggung semuanya oleh Sandy, dia benar benar menepati janjinya untuk menanggung semua biaya perawatan Wulan sampai dia sembuh.


“Bagaimana, kamu sudah siap untuk pulang sekarang?” Tanya Sandy melirik Wulan yang tengah duduk di bangkar dan terlihat sudah rapi.


“Sudah Mas, apakah kita bisa pergi sekarang juga? Aku sudah tidak sabar ingin menghirup udara kebebasanku.” Jawab Wulan cepat, bibirnya melemparkan senyum melihat Sandy yang sedang memandangnya.


“Memangnya kamu merasa terkurung berada disini?” Sandy bertanya sambil terkekeh mendengar ucapan Wulan barusan.


“iya Mas, aku merasa terkerung disini gak bisa kemana mana.” Wulan menundukan wajahnya malu, bibirnya masih tersenyum karna Sandy masih terus menatapnya.


“ Ya sudah, ayok kita pergi sekarang juga. Mas akan mengantarmu sampai Rumah.” Ajak Sandy, tangan nya meraih tas yang ada disamping Wulandan menarik tangan Wulan untuk segera beranjak dari tempat itu.

__ADS_1


Akhirnya mereka kini keluar dari Rumah Sakit dan langsung naik kendaraan yang sudah Sandy siapkan, Ibunya Wulan tidak bisa menjemput anaknya karna kesibukan nya di rumah dan ia menyerahkan nya pada Sandy supaya bisa menjemput Wulan.


Dan sampai lah mereka di depan rumah Wulan, mereka beranjak meninggalkan kendaraan yang mereka tumpangi tadi dan langsung menuju ke teras .


“Assalamu’alaikum.” Ucap Wulan dan Sandy bersamaan, tangan Wulan meraih handel pintu dan membukanya. Wajahnya semeringah melihat siapa yang menyambutnya datang.


“Wa’alaikumussalam, anak ibu sudah pulang.” Sambut Bu Sari bahagia, melihat anaknya sudah datang dengan keadaan yang jauh lebih sehat.


“Ayo nak, masuk. Silahkan duduk ibu ambilkan dulu minum ya.” Melihat Sandy masih berdiri di ambang pintu, Bu Sari mengajak Sandy masuk dan ia langsung pergi ke dapur untuk membuatkan minum untuk tamunya.


“Maaf Mas, keadaan rumahku seperti ini jadi mohon di maklumi jika seandainya Mas tidak nyaman.” Cicit Wulan, sambil menundukan wajahnya.


“Tidak apa apa, lagian rumahku juga tidak semewah tang kamu pikirkan.” Balas Sandy melemparkan senyum termanisnya.

__ADS_1


Tidak lama Bu Sari pun datang dan membawa minuman dan cemilannya, dan mereka pun bercengkrama sampai waktu tidak terasa sudah sore dan Sandy juga berpamitan untuk pulang.


“Karna sudah sore, aku pamit ya Bu, Wulan. Nanti kapan kapan aku mampir lagi kesini.” Pamitnya kepada tuan rumah.


“Iya nak, Ibu tunggu. Hati hati di jalan, samapaikan salam Ibu kepada kedua orang tuamu.” Ucap Bu Sari sambil melirik kea rah Wulan yang dari tadi diam seribu bahasa. Yang di lirik pun mengerti isyarat dari ibunya.


“Iya Mas, hati hati di jalan dan terimakasih telah bersedia mengantarku pulang.” Wulan tersenyum kearah Sandy dan menyatukan kedua tangannya di dada.


“ Iya sama sama, itu sudah kewajibanku untuk menjagamu sampaikamu sembuh.” Jawab Sandy cepat, dan ia langsung beranjak ke luar rumah sambil melambaikan tangannya kearah wulan dan Ibu sambil mengucapkan salam.


Sandy pun menuju kendaraannnya dan ia langsung menuju jalan dimana tempat kerjanya berada, karna hanya tadi pagi saja dia kesana dan akan memastikan restaurant nya aman terkendali.


☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2