
"Kita akan menikah, kau tak perlu bekerja lagi! Kita juga akan tetap mengirim uang untuk orang tuamu di desa, Clara. Atau jika perlu bawa semua keluargamu hidup bersama kita," kata Juan dengan sungguh-sungguh.
"Apa kamu yakin akan semudah itu? Bagaimana dengan orang tuamu? Apa kamu yakin mereka akan menerima diriku dan keluargaku?" tanya Clara penuh kekuatiran.
"Kita akan bersama-sama berjuang meluluhkan hati mereka, jika itu terjadi Clara," jawab Juan berusaha meyakinkan Clara.
"Apa kamu sudah sehat? Bagaimana kalau kita makan siang di luar?" tanya Juan yang tadi tidak sempat sarapan.
"Aku sudah sehat, tapi nanti Jhony dan Kak Cindy ke sini bagaimana?" tanya Clara.
"Kita mampir ke pabrik dulu berpamitan, sekalian aku urus pengunduran dirimu," kata Juan lagi.
"Kamu serius, Juan?" tanya Clara tidak percaya.
"Akan aku carikan kamu pekerjaan lain, jika memang kamu masih ingin bekerja. Tapi jika kita sudah menikah, aku harap kamu dirumah saja, menjaga anak-anak kita ya," kata Juan
"Tapi tolong jangan bertengkar dengan Pak David, aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa," kata Clara memohon kepada Juan.
"Selama wajar akan ku maafkan, tapi jika keterlaluan aku tidak bisa janji padamu, Sayang," jawab Juan seraya merangkul Clara keluar.
Sesampainya di pabrik, Juan menyuruh Clara berpamitan kepada Cindy. Dia sendiri mengurus pengunduran diri Clara ke Personalia, kepada David tentunya.
"Selamat siang, Pak David," kata Juan menyapa David dengan penuh wibawa.
"Oh Pak Juan, silahkan duduk. Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya David dengan sopan.
"Saya mau mengurus pengunduran diri pegawai dengan nama Ririn Dwi Susanti, mulai hari ini dia keluar," ucap Juan dengan tenang.
"Kenapa keluar, bukankah dia sangat membutuhkan pekerjaan ini?" tanya David yang merasa tidak senang.
"Dia akan segera menjadi nyonya Juan Hartono," tegas Juan.
"Apa? Jadi dia lebih memilihmu?" tanya David seoalah tidak percaya.
"Tentu saja, karena dia mencintaiku!" tegas Juan. Sudah tidak ada lagi saling hormat di antara mereka.
__ADS_1
"Pak Hartono tidak mungkin merestui hubungan kalian," kata David sambil tersenyum licik
"Itu bukan urusanmu, kamu buatkan saja surat pengunduran diri Clara segera!" perintah Juan sambil memalingkan muka.
"Ingat Juan, jangan sampai kamu menyakitinya, atau aku rebut dia darimu, bagaimanapun caranya," kata David, bersungguh-sungguh.
"heh... kalau kamu mencintainya, kamu tidak akan menekannya seperti itu, kamu hanya berambisi mendapatkannya" kata Juan terkekeh mendengar kata-kata David.
"Sudahlah,sebaiknya kamu jaga baik-baik dia, karena aku bisa merebutnya kapan saja," kata David tersenyum sinis.
"Jangan kira kamu dekat dengan papa, lalu bisa berbuat apa saja. Akan aku pertaruhkan nyawaku sekalipun untuk melindungi Clara," kata Juan menambahkan.
"Itu karena kamu begitu kaku, sehingga dengan orang tuamu sendiri tidak bisa dekat! Pergilah, nanti aku buat suratnya!" perintah David sambil membuka pintu ruangannya.
Sebenarnya David adalah keponakan ayah Juan, Danuarta Hartono. Arya Sebastian adalah ayah David yang juga merupakan adik kandung Ayah Juan. Berbeda dengan Ayah Juan yang merupakan pebisnis sukses, keluarga David hanya karyawan biasa yang menerima gaji dari perusahan yang di bangun ayah Juan saja.
"Dia pikir bisa mengancamku, bisa saja dia ku berhentikan saat ini juga kalau tidak mengingat kebaikan om Arya," kata Juan berbicara sendiri.
"Apa kamu sudah pamit dengan kakakmu, sayang?" tanya Juan ketika menghampiri Clara.
"Sudah, bagaimana dengan pengunduran diriku, kamu tidak bertengkar dengan pak David kan?" tanya Clara penasaran.
"Ayo," jawab Clara.
Sekarang mereka sudah tidak menghiraukan lagi saat semua pasang mata melihat kemesraan mereka. Tidak perlu ada rahasia lagi yang harus di tutupi. Semua orang pasti sudah tahu jika mereka sepasang kekasih dengan melihat kedekatan mereka. Ada yang ikut bahagia, namun banyak juga yang merasa iri. Banyak yang bergunjing tentang hubungan mereka.
"Clara jalan kita memang tidak akan mudah, namun aku berjanji padamu, aku takkan pernah menyerah," kata Juan saat di dalam mobil.
"Aku percaya padamu, Juan," kata Clara sambil tersenyum kepada kekasihnya.
***
"Halo, ada apa Om?" tanya David kepada pria di ujung telepon.
"Ada yang melapor kalau Juan mempunyai hubungan dengan pegawai pabrik, apa itu benar, David?" tanya pria itu.
__ADS_1
Entah siapa yang melapor kepada ayah Juan. Begitu cepat berita itu menyebar. David terpaksa berkata jujur kepada pamannya itu.
"Harusnya kamu bisa mencegahnya! Bagaimana mungkin anak dari seorang Danuarta Hartono bersanding dengan buruh pabrik!" teriaknya, jelas sekali menghina Clara.
"Maaf Om, aku tidak bisa berbuat banyak. Om tahu sendiri bagaimana Juan jika sudah punya keinginan," jawab David mencoba memberi alasan.
"Halah, kamu memang tidak bisa di andalkan," kata ayah Juan, langsung menutup teleponnya.
David menghela napas, dia bingung untuk bertindak. Dia tahu Clara pasti menderita bersama Juan, karena om nya tidak akan pernah merestui hubungan mereka. Tapi dia juga tidak mungkin membawa gadis itu pergi, karena hati Clara telah ia berikan untuk Juan.
"Haruskah aku mengikhlaskanmu serta membantu hubungan kalian agar mendapat restu," kata David di dalam hatinya. Ia menghela napas, lalu duduk tertunduk di kursinya. Ia masih bingung untuk menentukan sikap.
"Mengapa Juan selalu lebih beruntung daripada aku," kata batinnya lagi.
***
"Halo, aku ingin kalian selalu mengawasi kemanapun Juan dan kekasihnya pergi," kata pak Danuarta, berbicara dengan seseorang dari telepon.
"Baik Pak, semua akan saya laporkan," jawab pria bayaran itu.
"Ok," kata Pak Danuarta, lalu menutup teleponnya.
[Siapa sebenarnya gadis yang mendekati Juan? Ceritakan!]
Sms terkirim ke kontak David. Tidak butuh waktu lama, David pun membalas.
[Namanya Clara, berasal dari desa, dia seorang pekerja di bagian produksi, Om.] balas David.
[Oh gadis desa, pasti hanya mengejar uang Juan!] balas ayah Juan.
[Dia memang membutuhkan uang, tapi sepertinya dia tidak matre, dia gadis baki-baik, Om.] David membela Clara.
[Kita lihat saja nanti, biarkan uang yang berbicara.]
David tidak membalas lagi, dia merasa percuma beradu argumen dengan Om nya. Karena walau benar pasti tetap kalah jika berurusan dengan Danuarta Hartono. Dia berupaya mencari solusi agar Clara tidak tersakiti, dia sadar ayah Juan akan melakukan apapun untuk memisahkan mereka.
__ADS_1
"Apa aku culik saja Clara, lalu membawanya jauh dari sini, mungkin seiring berjalannya waktu ia bisa mencintaiku," kata David membatin.
Tiba-tiba ide gila itu muncul. Namun segera ia tepis, karena sekali pun ke ujung dunia Juan akan tetap mencari Clara. Juan baru kali ini jatuh cinta, jadi tidak mungkin menyerah begitu saja. Namun David tetap akan mencari celah untuk mendapatkan cinta Clara.