
"Iya, aku sudah memikirkannya berkali-kali. Mungkin tidak akan ada pria yang lebih baik lagi dari mu yang bisa menerima aku apa adanya," jawab Cindy.
"Cindy apa benar kamu memutuskan begitu? Maaf ya bukannya aku tidak setuju, tapi keputusan yang kamu buat akan mempengaruhi hidup mu di kemudian hari jadi harus kamu pikirkan baik-baik," sela Juan.
"Iya, aku sudah mengambil keputusan. insyaallah aku akan menjalaninya dengan ikhlas, aku akan melewati hari-hari ku bersamanya," ucap Cindy.
"Alhamdulillah," ucap Bima terharu sampai tak sadar menitikkan air matanya.
"Alhamdulillah, terima kasih sudah mau menerima anak bapak. Bapak janji Nak, jika sampai dia menyakiti mu kembali aku orang pertama yang akan menghajarnya," ucap Ayah Bima.
"Sama-sama Pak, semoga masalah ini menjadi pembelajaran untuk ku dan Bima ke depannya," balas Cindy.
"Aku senang sekali mendengarnya sampai tidak bisa berkata-kata. Terima kasih Cindy, aku tidak akan pernah mengecewakan mu lagi," ucap Bima serius.
"Ya, semoga kamu benar-benar berubah. Aku akan benar-benar meninggalkan dirimu jika sampai menyakiti aku lagi," balas Cindy tegas.
"Iya, aku janji," jawab Bima.
Orang tua Cindy yang juga mendengarkan pembicaraan ini dari tadi ikut senang. Mereka terharu putrinya yang rasanya baru saja lahir sebentar lagi akan segera menikah. Mereka senang Cindy sependapat dengan pemikiran mereka. Mereka sampai menangis tiada henti, tentu saja tangisan bahagia.
Setelah semua orang larut dalam suasana haru, keluarga Bima segera menanyakan tentang pernikahan mereka.
"Lalu kapan acara pernikahan bisa di gelar, Nak?" tanya Ibu Bima.
"Kalau masalah itu coba Ibu tanyakan kepada orang tua saya bagaimana baiknya, soalnya biasanya harus mencari hari yang baik setelah menghitung weton kami," jawab Cindy.
"Oh baiklah, bagaimana Pak tentang pernikahan anak kita ini?" tanyanya.
__ADS_1
"Saya tidak bisa jawab sekarang karena harus mencari hari yang baik, tolong nanti di sms data-data Nak Bima biar di hitung dulu. Kita juga akan ke rumah pak Kyai untuk minta saran. Nanti setelah pasti saya akan minta pendapat keluarga Bima," jawab Pak Jarwo.
"Oh kalau kami ikut saja, Pak. Mau di adakan di mana juga pestanya kami tidak masalah. Tapi karena Bima anak semata wayang kami, kami akan tetap mengadakan pesta di sini walaupun acaranya nanti di sana," ucap Ayah Bima.
Setelah berembuk masalah pernikahan selesai mereka pun pamit pulang. Jika saat datang wajah semua orang tampak tegang namun sekarang di wajah mereka terpancar aura kebahagiaan.
***
Di tempat lain Jhony sedang menuju ke Kota Surabaya. Ibunya sudah benar-benar sembuh sehingga ia memutuskan kembali ke kota untuk dapat bekerja kembali. Selama ini selain menggunakan simpanan uang pemberian Andre dan Juan untuk mengobati ibunya, Jhony juga bekerja di kebun pamannya. Hasilnya memang tidak begitu banyak namun lumayan untuk menambah pendapatan.
Jhony memutuskan kembali ke kos sebelumnya dekat apartemen Cindy dan Clara, beruntung kamar yang pernah ia tempati masih kosong lantaran penghuni sebelumnya telah pindah bekerja di kota lain sehingga kosnya juga ikut pindah. Setelah beres-beres ia istirahat untuk menghilangkan penat setelah perjalanan jauh yang ia tempuh. Sebelum tertidur ia sempat sms pada Clara.
[Clara, aku sudah berada di Surabaya di kosan yang kamu carikan dengan Juan. besok aku akan mengunjungi kalian.]
[Wah senang sekali, kami sudah sangat rindu dengan mu. Ok, kami tunggu.]
Clara membalas sms nya namun Jhony sudah terlelap dalam tidurnya. Sekitar pukul 23.00 Jhony terbangun karena ketukan di pintu kamarnya. Dia mengintip dari balik gorden sebelum membukakan pintu. Tampak seorang pria bertopi namun wajahnya tidak ia kenal. Tanpa rasa curiga ia segera membukakan pintu.
"Oh ada, sebentar saya ambilkan ya," ucapnya sembari masuk ke dalam.
Namun ternyata pria itu mengikutinya perlahan, saat akan kembali ke depan Jhony segera di bekapnya memakai saputangan yang sudah di beri obat bius. Jhony akhirnya tidak sadarkan diri, pria itu segera membawanya ke tempat tidur dan melucuti pakaiannya. Pria itu mengikat tangan dan kaki Jhony yang tanpa pakaian.
"Bagaimana apa sudah beres?" tanya seorang pria yang baru datang.
"Sudah, Bos," jawabnya.
"Ini bayaran mu dan segera pergi, pastikan semua aman," ucap pria itu.
__ADS_1
Setelah pria suruhan itu keluar pria itu merekam Jhony yang terikat tanpa busana, ia tertawa penuh kemenangan.
"Aku sudah merasakan tub*h mu, kamu tidak bisa meninggalkan ku," ucapnya dengan senyum sinis.
Setelah lelah menunggu sekitar 2 jam kemudian Jhony terbangun. Ia terkejut melihat siapa yang tengah berada di depannya.
"Indra, apa yang kau lakukan disini? Aku tidak ingin kembali rusak lagi, susah payah aku berobat aku tidak mau terjebak lagi," ucap Jhony.
"Jangan berteriak, lihat ini," balas Jhony sembari memutar kamera di tangannya.
Beberapa video ia putar membuat Jhony sangat tegang. Ia sampai baru sadar jika saat ini ia tak berpakaian.
"Apa salah ku pada mu, kenapa kamu tega berbuat ini pada ku?" tanyanya sambil menangis.
"Aku mencintai mu, Jhony. aku tak bisa melupakan dirimu. Aku tidak akan membuat mu menjadi pengedar dan kecanduan obat lagi, kali ini kita akan main cantik. Aku ingin kita menjadi kekasih, jika kamu menolak bukan hanya video p*rno kita yang akan aku sebar luaskan tapi aku akan menyakiti sahabat-sahabat mu itu. Kamu harus menjauh dari mereka jika tidak ingin nyawa mereka jadi taruhannya," ancam Indra.
Jhony sangat stres teringat video yang Indra putar barusan, video itu berisi hubungan mereka yang ternyata sengaja di rekam Indra selama ini, video saat mereka minum dan mengkonsumsi ob4t terlar4ng juga ada. Ternyata Indra lebih jahat dari Om Dion.
"Hubungan ini penyimpangan, tolong sadarlah. Sebaiknya kamu berobat, aku berjanji akan membantu mu agar bisa sembuh. Tolong jangan paksa aku lagi, Dra," ucap Jhony mengiba.
"Aku tidak sakit, inilah jati diri ku sebenarnya. Jangan pernah membujuk ku, orang tua ku saja tidak bisa melakukannya. Tidak apa-apa jika kamu tidak mau, aku akan menyebarkan video ini," ancam Indra.
"Jangan, aku takut orang yang aku kenal melihatnya. Tolonglah hapus video itu, aku mohon," mohon Jhony.
"Tidak akan sampai kamu mengikuti kemauan ku, aku akan menghancurkannya setelah benar-benar yakin kau tidak akan pergi atau lapor polisi," ucap Indra.
"Jika kamu mengkhianati aku, bukan hanya video ini yang tersebar, berita kematian teman-teman mu juga akan tersebar di seantero dunia ini," ancamnya lagi.
__ADS_1
Jhony merasa putus asa, ingin rasanya ia mengakhiri hidupnya saja. Dia marah kepada Sang Pencipta, karena hidupnya selalu berakhir tragis. Tiba-tiba dia terdiam agak lama, tidak menangis namun tidak juga berbicara.
"Baiklah, aku mau," ucapnya.