Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Pertemuan


__ADS_3

☘️☘️


Setelah melihat keadaan Wulan, Sandy keluar dari kamar pasien dan menuju lorong Rumah Sakit yang sepi untuk menghubungi temannya. Dia mengeluarkan benda pipih dari saku celananya dan mencari kontak temannya yang bernama Bayu, “ bay… Tolongin gue, barusan gue habis nabrak cewek dan dia sekarang di Rumah Sakit. Tolong kabari keluarganya, alamatnya gue kirim sekarang.” Perintahnya, belum juga yang di seberang telpon menjawab Sandy langsung mematikan panggilannya dan langsung mengirim alamat rumah Wulan.


Tidak lama kemudian Ayah dan Ibu Wulan datang, mereka kelihatan cemas sekali mendengar kabar bahwa anaknya mengalami kecelakaan yang mengakibatkan Wulan harus di bawa ke Rumah Sakit.


Mereka datang bersama Bayu dan langsung menuju ke kamar di mana Wulan berada, “ Assalamu’alaikum… “ Ucap mereka serempak dan langsung menghampiri Wulan yang belum sadarkan diri. Ibu Wulan langsung menangis melihat keadaan putrinya, Ibu Sari tidak menyangka akan terjadi seperti ini. “ Maafkan Ibu nak, ini semua gara gara Ibu menyuruh kamu. Padahal ibu tau kamu akan pergi bekerja.” Ungkap Ibu Sari menyesal, tangannya terus mengelus kepala dan tangan Wulan bergantian.


Sandy menghampiri Ibu Sari dan meminta maaf akan semua yang terjadi, “ Ini semua salahku Tante, Aku yang menabrak anak Tante sehingga menjadi seperti ini. Mohon maafkan aku Tan, aku akan bertanggung jawab membiayai semua pengobatan anak Tante sampai ia sembuh.” Mohon Sandy bersimpuh di hadapan Ibu Sari yang masih berdiri di samping anaknya.


Ibu Sari memegang pundak Sandy dan mengajaknya berdiri, ia tidak enak hati ada seseorang yang baru di kenalnya bersimpuh di hadapannya. Ya meski dia yang menabrak anaknya, tapi siapa yang tau akan terjadi seprti ini dan Ibu Sari pun berkata, “ Jangan menyalahkan diri sendiri, semua ini atas kehendakNYA. Sudah jangan begini Tante dan Om tidak menyalahkanmu sama sekali.” Ucap Bu Sari lirih, air matanya terus membasahi pipinya.

__ADS_1


Sementara itu, Wulan mengerjapkan matanya dan tampak meringis. Tangannya terulur memegang kepalanya yang terasa pusing, ia mengingat ingat kembali kejadian sebelumnya. Pandangannya kini tertuju pada Ibunya dan seorang pemuda yang mana ia tak mengenalinya, “ Astaghfirullah… Aku dimana bu?” Tanyanya yang masih kelihatan bingung


.


Mendengar Wulan berbicara, sontak saja Bu Sari dan Sandy menoleh kearah suara berasal dan langsung menghampirinya, “ Alhamdulillah kamu sudah sadar nak,” Ucap Bu Sari, tangannya terulur membelai kepala sang anak dan mengecup nya. “ Ibu ambilkan minum ya.” Timpalnya lagi mengambil segelas air putih dan membantu meminumkannya.


“ Terimakasih Bu, oya… Ini aku dimana bu?” Tanya Wulan yang masih kelihatan bingung.


Ibu Sari tersenyum dan menjawab, “ Kamu di Rumah Sakit dan sekarang kamu harus di rawat dulu disini.” Ucapnya, dan menjelaskan apa yang terjadi sebelumnya.


“ Maaf, kamu siapa?” Tanyanya, matanya tidak lepas terus menatap Sandy.

__ADS_1


Yang di Tanya pun sontak saja menjawab, “ Aku yang menabrakmu tadi, untung saja kamu tidak kenapa napa. Kalo saja terjadi sesuatau yang lebih dari ini, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri.” Jawab Sandy, terdengar nada penyesalan yang dia ucapkan.


☘️☘️☘️


Sekian dulu dan terimakasih 🤗


Jangan lupa


LIKE


KOMEN

__ADS_1


VOTE


RATE


__ADS_2