Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Rumah Sakit


__ADS_3

☘️☘️


Melihat ada kecelakaan, warga setempat langsung berkerumun dan menghampiri wanita muda itu. Melihat keadaannya yang mengenaskan membuat para warga langsung meminta bantuan untuk segera membawa wanita muda itu ke Rumah Sakit terdekat. Sandy kini di tahan warga yang melihat kejadian itu dan mempertanyakan bagaimana kronologinya. Sandy pun langsung menjelaskan bagaimana awal mula kecelakaan itu terjadi, meski kepalanya masih pusing dia terus berbicara supaya para warga memahami apa yang terjadi.


Wanita muda itu kini di bawa ke Rumah Sakit, begitu pula dengan Sandy. Dia di bawa sekalian di obati luka yang ada di badannya. para warga tidak melapor pada polisi , Sandy meminta warga untuk tidak melapor dulu pada pihak berwajib karna dia berjanji akan membiayai pengobatan wanita muda itu sampai sembuh. ‘’ Saya berjanji akan membiayai pengobatannya, saya akan bertanggung jawab.’’ Ucap Sandy tegas, karna dia tidak mau ada keraguan dari para warga yang mengantar mereka.


Setelah di yakin kan Sandy, para warga pun kini pergi dari Rumah Sakit tersebut. Dan Sandy menuju Ke ruangan dimana dokter yang menangani wanita itu berada. Sandy mengetuk pintu dan memberi salam, “Assalamualaikum, bolehkah aku masuk?” Ucap Sandy. Menyembulkan kepalanya ke dalam ruangan dokter tersebut.


“Silahkah masuk, silahkan duduk, ada yang bisa saya bantu?” Jawab dokter yang berada di ruangan tersebut dan langsung bertanya kepada Sandy.


Sandy pun kini duduk berhadapan dengan sang dokter yang menangani wanita yang dia tabrak tadi dan bertanya, “ Bagaimana keadaannya Dok?” Ucap sandy berusaha setenang mungkin, dia tidak memungkiri ada perasaan khawatir sekaligus tegang melanda pikirannya.

__ADS_1


“Alhamdulillah sejauh ini tidak ada yang serius tentang kondisinya, hanya saja pasien harus di rawat secara intensif.” Jawab sang dokter menjelaskan kepada Sandy.


“ Syukur Alhamdulillah kalau begitu Dok, saya bisa tenang. Kalau boleh saya tau siapa nama pasien nya Dok?” ucap Sandy penasaran, matanya menatap dokter menunggu jawabannya.


Dokter meraih map berisi data pasien dan membukanya lalu dia membaca isi yang ada di dalam map tersebut, “ Namanya Wulandari” Jawab dokter singkat, ia menaruh kembali map tersebut ke tempat semula, “ Anda bisa menemuinya sekarang.” Sambung sang Dokter mengijinkan pemuda yang ada di hadapannya untuk menemui sang pasien.


“ Baiklah Dok, saya akan menemuinya dan terimakasih atas semua informasinya.” Sandy berdiri dan berjabat tangan dengan Dokter tersebut dan berpamitan untuk keluar dari ruangannya dan menuju tempat di mana pasien berada.


Setelah masuk, Sandy menghampiri Wulan yang terbaring lemah di atas bangkar. Matanya tak lepas menatap Wulan yang masih tak sadarkan diri. “ Cepatlah sadar, aku akan menghubungi keluargamu secepatnya agar mereka tidak khawatir.” Gumamnya, jemari tangannya mengusap kepala Wulan dengan perasaan bersalah, meskipun bukan sepenuhnya kesalahannya sendiri. Tapi tetap saja Sandy merasa dirinya salah karna tidak hati hati dalam berkendara.


☘️☘️☘️

__ADS_1


Sekian dulu dan terimakasih kepada kalian yang berkenan mampir 🤗


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


VOTE


RATE

__ADS_1


__ADS_2