Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Bab 55 Penjelasan Jhony


__ADS_3

"Kenapa Jhon? Apa kamu tidak ingat tujuan kita ke kota ini? Apa kamu tidak kasihan terhadap kedua orang tuamu yang telah merawatmu, mendidikmu semenjak kamu kecil?" tanya Clara dalam derai air mata.


"Maaf, aku benar-benar terpuruk. Aku terpaksa, aku tak menyangka akhirnya akan sejauh ini. Aku tidak kuat menghadapi ujian yang datang bertubi-tubi," jelasnya dalam linangan air mata.


"Maksudmu apa, Jhon? Jangan pernah ada yang kau tutupi dari kami, bukankah kita sudah seperti saudara?" tanya Clara tak mengerti.


"Jujur saja kepada kami, masalah apa yang sedang kamu hadapi? Lebih baik ceritakan saja. Aku tidak akan pernah membenarkan tindakanmu ini, namun kamu harus berkata jujur." imbuh Cindy.


"Sebenarnya Bapak ku sudah meninggal 2 bulan yang lalu," jelas Jhony sedih.


"Apa? innalillahi wainnalillahi roji'un, hal sebesar ini kamu tidak cerita pada kami, teman macam apa kamu ini. Kita sudah menganggap Pak Dayat seperti orang tua kita sendiri, tega sekali kamu tidak memberi tahu kita." teriak Cindy sangat emosi.


"Kamu kenapa sih Jhon jahat sekali, apa arti kebersamaan kita selama belasan tahun ini jika kamu bertindak seperti ini. Aku benar-benar kecewa denganmu Jhon." imbuh Clara tak kalah emosi.


"Maaf, aku hanya tidak ingin merepotkan kalian. Aku tahu kalian sibuk, aku seorang pria mana mungkin terus-terusan minta bantuan kalian. Aku harus bisa mengatasi masalahku sendiri. Bapak baru saja meninggal, ibu kemudian sakit-sakitan lagi. Aku membutuhkan uang banyak untuk mereka," jelas Joni.


"Indra tahu masalahku, ia menawari ku pekerjaan untuk sekadar menemaninya minum dan menjadi kurir obat-obatan terlarang. Awalnya semua lancar sampai akhirnya aku ikut terjebak, dan semuanya semakin berantakan. Aku sangat shock namun apa daya semua sudah terlanjur, aku sudah kecanduan," ujarnya dengan wajah tertunduk.


Kedua gadis di depannya hanya bisa mengelus dada mendengar cerita Jhony. Mereka tak habis pikir bagaimana mungkin Jhony bisa berpikir dia akan merepotkan, benar-benar konyol.


"Mulai saat ini kamu berhenti bekerja dengan Indra, jauhi dia. Dia bukan teman yang baik, teman yang baik tidak mungkin menjerumuskan temannya sendiri. Sebaiknya kamu di rehabilitasi, masalah keuangan kita pikir nanti. Hari sabtu sepulang kerja kita akan pulang kampung, kamu harus ikut. Aku akan membicarakan hal ini dengan Juan," kata Clara serius.


"Tolong jangan ceritakan hal ini kepada Juan, Clara. Aku sangat malu jika semua aib ku banyak yang mengetahui, apalagi dia pria terhormat," pinta Jhony dengan memelas.

__ADS_1


"Untuk masalah hubunganmu dengan Indra, kami tidak akan pernah mengatakan kepada siapa-siapa. Dengan syarat, kamu tidak akan pernah mengulangi hal itu kembali. Tapi tentang yang lain aku harus ceritakan perlahan dengannya, aku yakin dia akan membantumu untuk masalah uang dan pekerjaan. Dan jika memang kamu kecanduan kita harus membawamu ke rehabilitasi, karena jika kamu teruskan hidup mu akan benar-benar hancur," kata Clara.


"Benar itu Jhon, aku sebenarnya sangat marah sekali padamu. Namun semua ini harus segera di carikan solusi, kita ini keluarga jadi sewajarnya saling membantu." imbuh Cindy.


"Maafkan aku ya, aku tidak menyangka kalian masih mau membantuku setelah apa yang terjadi. Aku benar-benar menyesal," kata Jhony tulus.


"Sudahlah nasi telah jadi bubur, tak perlu di sesali lagi. Yang penting kamu sudah sadar dan mau memperbaiki kesalahanmu." ucap Cindy.


Setelah beberapa lama mengobrol, Juan datang. Clara telah memintanya untuk menjemput, namun belum bercerita apa-apa.


"Jhony, kamu kemasi barang-barangmu sekarang, kita cari tempat baru agar Indra tidak mencarimu lagi. Aku akan bicara dengan Juan," kata Clara.


"Ayo Jhon, aku bantu." sahut Cindy.


Cindy membantu Jhony mengemasi barang-barang yang akan di bawa, sementara Clara tampak berbicara serius dengan Juan.


"Innalillahi waiinnalillahi ro'jiun. Jadi Pak Dayat telah meninggal, Kasihan sekali Bu Tini dan Jhony. Harusnya Jhony memberitahu, sabtu besok sekalian kita nelayat, tidak apa-apa telat karena kita kan baru tahu," jawab Juan.


"Sementara Jhony kita carikan kos di dekat apartemen saja, jadi mudah di pantau. Kemarin Andre bilang butuh satpam karena pak Slamet mau berhenti, dia akan tinggal di kampung katanya. Sementara dia kerja di sana dulu, aku sedang merintis usaha sendiri mungkin butuh beberapa bulan lagi untuk benar-benar berjalan. Jika sudah siap, kalian semua bisa pindah dan mengurus perusahaanku. Untuk masalah lainnya nanti kita pikir sambil jalan," ucap Juan memberi solusi.


"Iya, Sayang. Terima kasih ya, kamu selalu membantu kami untuk hal apapun," ucap Clara manja.


"Sama-sama, Sayang. Jhony saat ini sedang rapuh jadi kita harus merangkulnya, jangan sampai dia merusak hidup nya lagi," kata Juan bijaksana.

__ADS_1


Setelah selesai berkemas mereka pun berangkat. Barang Jhony memang tidak banyak karena yang lain fasilitas dari tempat kos, jadi mudah jika harus pindah mendadak.


***


Hari sabtu telah tiba.


Sebelum berangkat kerja, Cindy dan Clara menyempatkan diri ke kosan Jhony.


"Jhony ini kita bawa makanan dan sedikit kue, kamu makan ya," kata Clara sembari menyerahkan bungkusan yang ia bawa.


"Terima kasih ya, kalian begitu baik padaku. Rasanya aku malu sekali pada kalian," jawab Jhony tertunduk.


"Jangan begitu, kamu pasti akan melakukan hal yang sama jika kita yang ada di posisimu sekarang. Eh itu wajah kamu kenapa terlihat pucat sekali?" tanya Cindy kuatir.


"Ini efek kecanduan, sudah beberapa hari aku tidak mengkonsumsi. Doakan aku bisa bertahan ya, badan ku lemas sekali rasanya," jawab Jhony.


Mereka sangat kuatir melihat keadaan Jhony, wajahnya sangat pucat. Badannya seperti menggigil namun berkeringat, Clara memutuskan meminta bantuan Juan.


Beberapa menit kemudian Juan tiba, Jhony di bawa ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan. Dokter segera melakukan tindakan berdasarkan keterangan dari mereka dan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah mendapat penanganan, dokter segera menjelaskan keadaan Jhony kepada mereka.


"Beruntung cepat di bawa kesini, sepertinya pasien belum terlalu lama mengkonsumsi obat terlarang. Tolong benar-benar di perhatikan pola hidupnya ya. Harus makan yang teratur, makanan 4 sehat 5 sempurna, istirahat yang cukup, dan jangan lupa berolahraga. Ini masih bisa di tangani sendiri, namun jika ingin cepat sembuh boleh di rehabilitasi," jelas dokter itu.


Mereka tampak menyimak keterangan dari dokter. Setelah berembuk mereka memilih Jhony di rehab saja supaya hasilnya lebih maksimal. Namun mereka meminta izin untuk membawanya satu hari agar bisa bertemu dengan keluarganya di kampung.

__ADS_1


"Boleh, tidak apa-apa. Tapi tolong perhatikan yang saya infokan tadi ya. Jangan sampai dia kembali memakai, karena jika sudah memakai lagi nanti akan lebih sulit menanganinya," ucap dokter serius.


Mereka pun lega dan berterimakasih kepada dokter. Setelah menitipkan Jhony kepada perawat dan dokter mereka bergegas ke kantor. Cindy dan Clara telah izin datang terlambat kepada Andre.


__ADS_2