
"Ya ampun, Kakak ku kenapa?" tanya Clara sambil berlari ke arah Cindy yang tergeletak di depan pintu tangga darurat.
"Astaga Cindy, sepertinya dia pingsan," ucap Juan sembari memeriksa nadi Cindy.
"Apa yang terjadi padanya, aku kuatir sekali dengan keadaannya," ucap Clara sambil menangis memangku kepala Cindy.
"Maaf, saya hanya menjalankan tugas. Saya benar-benar tidak tahu jika masih ada orang di lantai lima," ucap satpam itu merasa bersalah.
"Sudahlah Pak, ayo bantu saya mengangkatnya dari sini," ucap Juan.
Mereka mengangkat Cindy menggunakan lift Karena lebih mudah dan lebih cepat.
Mereka berhenti di lantai satu.
"Biar saya gendong saja sendiri ipar saya, Pak Satpam jaga kantor saja," ucap Juan.
Ia segera menggendong Cindy di ikuti oleh Clara, mereka bergegas ke apartemen karena mobil Juan di parkir di sana. Setelah meletakkan Cindy di bagian belakang mobil segera melaju ke rumah sakit terdekat.
Mereka menunggu dokter yang sedang memeriksa Cindy. Clara terlihat hilir mudik karena resah dan kuatir dengan keadaan kakaknya. Mereka menceritakan kronologis kejadian sesuai yang mereka tahu kepada dokter yang bertugas agar mereka bisa memberi penanganan yang tepat untuk Cindy. Setelah beberapa lama menunggu akhirnya dokter keluar.
"Bagaimana keadaan kakak saya, Dok?" tanya Clara.
"Pasien tidak apa-apa, tidak ada yang perlu di dikuatirkan. Luka di kakinya sepertinya karena jatuh, ia pingsan kemungkinan karena takut dan kelelahan," jelas dokter membuat mereka lega.
"Terima kasih, apa dia boleh langsung pulang, Dok?" tanya Clara.
"Boleh, silahkan. Pasien juga sudah siuman, sampai di rumah di anjurkan untuk langsung istirahat ya," ucap dokter itu.
"Baik, Dok." jawab Clara.
Mereka segera masuk setelah dokter itu pergi. Cindy terlihat masih lemas dan tiduran di kasur.
"Kakak," panggil Clara.
"Clara, aku takut," Cindy segera duduk dan memeluk Clara.
"Tenang, Kak. aku dan Juan ada di sini," ucap Clara.
Juan ikut duduk di dekat Clara, ia kasihan melihat Cindy masih ketakutan.
"Kakak kenapa tidak pulang-pulang, tadi aku lihat pekerjaan yang di beri bu Sandra bisa selesai paling lama dua jam-an?" tanya Clara.
"Sebenarnya waktu magrib tadi perasaan tinggal sedikit, lalu aku tinggal bikin kopi dan shalat, setelah kembali kok sepertinya laporannya semakin banyak. Aku tidak mengerti dan terus mengerjakannya agar cepat selesai," cerita Cindy.
__ADS_1
"Lalu sekitar pukul 19.30 aku mau pulang, tiba-tiba lampu padam. Ada suara barang bergerak dan wanita menangis. aku sangat takut Clara, lift juga tidak bergerak jadi aku memutuskan turun lewat tangga darurat. Tapi pintu lantai 2 tidak bisa terbuka, kemudian aku lihat seperti hantu berbaju putih menggantung di atas tangga lantai 3. Setelahnya aku tidak ingat lagi yang terjadi, sepertinya aku pingsan karena ketakutan," jelas Cindy.
Juan dan Clara tampak menyimak cerita Cindy, mereka merasa banyak kejanggalan dalam kejadian itu.
"Ya ampun, kok serem banget ya. berbulan-bulan kerja di sana tidak pernah ada kejadian mistis begitu, jadi ngeri membayangkan. Selama Ini beruntung Pak Andre jarang menyuruh lembur, apalagi sampai malam," ucap Clara.
"Kalian tidak perlu cerita hal ini kepada siapa pun ya, besok aku akan menemui kalian di kantor. Berpura-pura saja tidak ada yang terjadi, apa kalian percaya kepada ku?" tanya Juan.
Mereka berdua mengangguk.
"Ya sudah, ayo aku antar pulang. Ini sudah malam, kalian segera istirahat. aku tunggu di depan ya, kamu bantu Cindy ya Sayang," ucap Juan.
"Iya, Sayang," jawab Clara.
Juan segera mengurus administrasi, lalu menunggu mereka di depan.
"Berapa semua biaya untuk pasien atas nama Cindy, Mbak?" tanya Clara.
"Oh sudah di bayar semua oleh pria tampan tadi, mbak," jawab perawat itu.
"Oh baik, terima kasih," jawab Clara.
"Clara, aku sungkan selalu merepotkan Juan," ucap Cindy.
Juan segera mengantar mereka ke apartemen dan menyuruh mereka segera istirahat. Sedangkan dirinya tidak langsung pulang, ada sesuatu yang harus dia urus.
***
Keesokan paginya. Clara dan Cindy berangkat ke kantor seperti biasa. Mereka mengikuti ucapan Juan semalam dengan berpura-pura tidak terjadi apa-apa semalam. Mereka menjalankan rutinitas seperti biasanya. Walaupun Cindy masih merasa ngeri dengan kejadian semalam namun dia tetap berusaha tenang.
"Cindy, saya telah memeriksa pekerjaan kamu kemarin. Terima kasih ya, pekerjaan kamu bagus," ucap Sandra.
"Sama-lama Bu, itu sudah tugas saya," jawab Cindy sambil tersenyum.
"Kamu hati-hati kalau sedang lembur, soalnya banyak penampakan di kantor ini," ucap Clara.
Bulu kuduk Cindy meremang mengingat peristiwa semalam, namun dia tetap berusaha menahan ketakutannya. entah apa maksud wanita itu berkata seperti itu.
"Iya, Bu. Terima kasih, saya izin melanjutkan pekerjaan saya," ucap Cindy langsung bangkit dan keluar ruangan.
"Kak, Juan sekarang menuju kesini. Dia menyuruh kita ke ruangan bu Sandra nanti. Dia menunggu di sana," ucap Clara melihat Cindy datang.
"Ehm, kira-kira apa yang akan Juan perbuat ya?" tanya Cindy penasaran.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu, kita percaya saja padanya. Aku akan selesaikan pekerjaanku dulu ya, Kak. Tanggung soalnya," ucap Cindy.
"Memangnya ada apa?" tanya Bella yang baru dari luar.
"Eh Kak Bella, ini lagi ngobrol soal Juan, hehehe," jawab Clara.
"Oh, kirain ada gosip apa," jawab Bella.
Beberapa menit kemudian Juan tiba dan terlihat masuk ke ruangan Sandra.
"Clara, itu Juan sudah datang," bisik Cindy.
"Ya sudah, ayo kesana," ajak Clara.
"Kak, kita tinggal bentar ya," pamit Clara.
"Ok," jawab Bella.
Mereka mengetuk pintu, setelah mendapat jawaban mereka masuk.
"Loh kenapa kalian kesini bersama-sama?" tanya Sandra heran.
"Aku yang menyuruh mereka kesini," jawab Juan tenang.
"Oh," ucap Sandra singkat.
"Kamu tahu tidak kalau salah satu karyawannya semalam terluka bahkan pingsan di kantor ini," ucap Juan.
"Oh iya, benarkah? Kenapa tidak ada yang bercerita padaku?" tanya Sandra.
"Bukankah kamu sudah tahu ya?" tanya Juan.
"Maksud mu apa, aku sama sekali tidak tahu tentang masalah ini," jawab Sandra.
"Kamu tahu tidak siapa yang terkurung di sini semalam?" tanya Juan.
"Tentu saja aku tidak tahu, kamu kenapa sih menginterogasi aku seolah aku pelakunya," ucap Sandra kesal.
"Bukannya kamu yang menyuruh Cindy lembur kemarin?" tanya Juan lagi.
"Ya aku memang menyuruhnya lembur karena memang banyak pekerjaan. Tapi aku kan tidak tahu dia akan bekerja sampai malam dan terkurung di kantor. Aku kira dia sudah pulang, aku tidak tahu dia terkurung di lantai dua dan pingsan," jawab Sandra.
"Aku belum memberi tahu kamu siapa yang terkurung, dari mana kamu tahu itu Cindy? Dari mana juga kamu tahu jika Cindy terkurung dan pingsan di lantai dua?" tanya Juan.
__ADS_1
Sekakmat. Sandra mati kutu tak bisa menjawab.