Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Kekecewaan


__ADS_3

☘️☘️


Wulan sudah sampai ke tempat yang ia tuju, yaitu sebuah perusahaan yang lumayan cukup besar di daerah tersebut. ia menatap ke sekeliling tempat dimana ia berdiri saat ini, dan berharap masih ada lowongan pekerjaan untuknya.


" Bismillahirrahmanirrahim... semoga kali ini akan membuahkan hasil, semoga saja masih ada rezekinya buat aku." gumamnya , ingatannya kembali teringat sewaktu ia melamar di tempat lain yang berujung menyakitkan.


Kaki jenjangnya berayun masuk ke dalam lobi kantor dan langsung bertanya pada petugas disana. " Mbak maaf, apakah masih ada lowongan pekerjaan disini buat saya?" tanyanya kepada seorang Resepsionis yang berdiri menatapnya dalam tatapan sinis, melihat Wulan dari atas sampai bawah seakan sedang mengintimidasi orang di hadapannya.


" Tidak ada lowongan pekerjaan di sini untukmu, carilah di tempat lain siapa tau ada pekerjaan yang pas untukmu." Jawab wanita itu, tangannya bergerak seakan menyuruh Wulan pergi dari tempat itu.


" Tolonglah mbak... mungkin masih ada lowongan buat satu orang lagi, aku membutuhkan sekali pekerjaan ini." Wulan memohon dengan menyatukan kedua tangannya.


" Security !!!" Teriak wanita tu memanggil satpam yang ada disana. " Cepat bawa keluar wanita ini !" tambahnya lagi, tangannya menunjuk Wulan yang masih berdiri dan memohon padanya.


Satpam pun membawa Wulan keluar dari ruangan itu dan menuntun sampai ke halaman kantor.

__ADS_1


Sakit, hancur, bingung dan kecewa bercampur menjadi satu. hati dan pikiran Wulan tak bisa lagi berpikir, dia berjalan menyusuri pinggiran jalan kepalanya tertunduk lesu. Semangatnya yang tadi membara kini sudah lenyap seketika.


Pikiran Wulan saat ini, bila ada yang membutuhkan pekerjaan apapun itu dia akan terima asalkan halal. Wulan teringat kembali bagaimana ibunya memberikan semangat kepadanya, dia tidak mau membuat ibunya kecewa lagi dan lagi. meskipun ibunya tidak pernah berkata atau bersikap bahwa ia kecewa terhadap anaknya.


Setelah berjalan cukup lama, Wulan berhenti di sebuah warteg dia memesan minuman dingin karna begitu terasa haus setelah berjalan begitu jauhnya. Dia duduk termenung, sesekali tangannya mengusap usap wajahnya membersihkan keringat yang membasahi pipi dan dahinya.


Wulan mengamati keadaan sekitarnya dan berpikir mencoba bertanya kepada pemilik warteg, siapa tau ada pekerjaan untuk doa saat ini " Ibu... apakah ibu disini membutuhkan bantuan pekerjaan?" Wulan mencoba memberanikan diri untuk bertanya, meski dalam hati dia merasa takut dan malu.


" Ada nak, hanya pekerjaannya mencuci piring ." jawab ibu warteg sebut saja ibu Yati. matanya menatap Wulan penasaran. " Apakah pekerjaan itu untuk kamu?" sambung nya lagi bertanya kepada Wulan karena rasa penasarannya.


" kenapa kamu tidak mencari pekerjaan lain di luar sana yang layak untuk kamu nak? " tanya ibu Yati, sejenak melihat Wulan yang mungkin buat dia tidak pantas bekerja di tempatnya hanya sebagai tukang cuci piring. ibu Yati tidak tau bahwa Wulan telah berkeliling kesana kemari mencari pekerjaan.


" Aku sudah mencari ya bu... Dan mencoba bertanya pada pabrik dan perusahaan lainnya, tapi semuanya tidak ada yang membutuhkan jasaku. mungkin aku hanya lulusan SMA saja, makanya mereka tidak mau menerimaku ." jawab Wulan sedih, matanya berkaca kaca seakan akan di tumpahkan di depan bu Yati.


" Maafkan ibu nak, ibu tidak tau kalau kamu sudah berusaha mencarinya. ibu hanya merasa pekerjaan ini tidak pantas untukmu." ucap bu Yati lirih, tangannya mengusap pundak Wulan mencoba menenangkan gadis di hadapannya.

__ADS_1


Kemudian ibu Yati mengajak Wulan kebelakang untuk memulai pekerjaannya hari ini juga, toh ini masih lumayan pagi jadi Wulan langsung bekerja hari itu juga.


Dengan semangatnya Wulan mencuci piring yang sudah menumpuk disana, satu persatu dan sampai akhirnya semua piring kotor itu sudah selsai di bersihkan.


Hari tidak terasa sudah berganti malam, jam tujuh malam warteg bu Yati tutup dan Wulan langsung berpamitan untuk segera pulang kerumahnya. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ibunya dan memberitahu kabar gembira yang dia bawa saat ini. Sesampainya di rumah Wulan langsung mencari keberadaan ibunya " Ibu... Ibuu aku pulang!!" teriak Wulan memanggil ibunya.


☘️☘️☘️


Jangan lupa


LIKE


KOMEN


RATE

__ADS_1


Terimakasih, sampai bertemu lagi besok.


__ADS_2