
Bima segera masuk ruangan dan memeluk istrinya. Cindy yang sudah di beritahu dokter juga merasa sangat senang ketika tahu ia sedang hamil. Setelah mengambil resep dari dokter dan membayar biayanya mereka bergegas pulang. Hari ini Bima izin tidak bekerja karena ingin menemani istrinya.
"Kamu mau telepon siapa? Bukannya tadi sudah izin ke kantor?" tanya Cindy melihat suaminya menghubungi seseorang.
"Mau memberi tahu kabar gembira ini sama bapak dan ibu, beliau pasti sangat senang," jawab Bima.
"Assalamualaikum," Bima memberi salam.
"Waalaikum salam, bagaimana kabar kalian di sana?" tanya pak Jarwo.
"Alhamdulillah baik semua, keluarga di sana sehat semua, Pak?" tanyanya.
"Alhamdulillah semua juga sehat," jawab pak Jarwo.
"Kita punya kabar gembira, Pak. Cindy saat ini sedang mengandung," ucap Bima senang.
"Alhamdulillah, sudah berapa minggu katanya?" tanya pak Jarwo.
"Jika di hitung dari haid terakhir katanya sudah tiga minggu," jawabnya.
"Loh bukannya kalian belum ada tiga minggu menikahnya?" tanya pak Jarwo bingung.
"Kurang tahu juga Pak, mungkin sebulan lagi kami akan usg agar bisa tahu pasti," jawab Bima.
"Ya sudah, yang penting ibu dan bayinya sehat. Tolong di jaga istrimu mu ya," ucap Pak Jarwo.
"Iya, sudah pasti itu Pak," jawab Bima.
Setelah puas mengobrol Bima mengakhiri panggilannya, namun tampak menghubungi seseorang lagi.
"Kamu mau telepon siapa lagi?" tanya Cindy heran.
"Aku ingin menggoda Juan," jawab Bima.
"Maksudnya bagaimana?" tanya Cindy tidak paham.
"Lihat saja nanti," jawab Bima sembari tersenyum.
"Halo, Juan," sapanya.
"Ada apa, tumben telepon?" tanya Juan.
"Kamu harus segera menikah dengan Clara," ucap Bima.
"Aku juga maunya begitu, tapi katanya dia menunggu kalian punya bayi dulu baru mau menikah," jelas Juan.
"Ya sudah mulai sekarang di persiapkan," ucap Bima.
__ADS_1
"Nanti saja, kan belum tahu kapan kalian punya anak," balas Juan.
"Makanya aku tadi bilang harus di persiapkan dari sekarang,"
"Kamu main suruh-suruh saja, seperti yang sudah tahu saja akan punya anak dalam waktu dekat,"
"Kalau aku tidak tahu, mana mungkin aku menyuruh kamu segera siap-siap,"
"Maksud mu? Cindy sedang hamil?" tanya Juan yang baru paham.
"Iya, alhamdulillah," jawab Bima.
"Alhamdulillah, selamat ya sebentar lagi kamu akan menjadi ayah," ucap Juan sangat senang.
"Ya, terima kasih. Selamat juga buat kamu sebentar lagi juga akan menyusul kami," balas Bima.
"Iya, semoga lancar sampai persalinan, dan semoga juga Clara tidak berubah pikiran setelah kalian punya anak," ucap Juan.
"Kamu harus positif thinking, jangan pesimis begitu," hibur Bima.
"Ya, ya aku mengerti. Aku juga sudah tidak sabar ingin menikahinya," ucap Juan.
"Ya sudah, tolong beri tahu kabar ini kepada Clara, kalau ibu dan bapak tadi sudah aku kabari," pinta Bima.
"Ok, baiklah," jawab Juan.
Setelah selesai mengobrol mereka melanjutkan kegiatan masing-masing. Bima merawat istrinya yang sedang mual-mual, membelikan apapun yang ia inginkan agar bisa memakan sesuatu. Sementara Juan tidak sabar untuk memberi tahu kabar ini kepada kekasihnya. Entah apa reaksinya nanti, pasti sangat senang karena akan segera mempunyai keponakan serta sesuai janjinya dia akan bersedia menikah jika Cindy sudah mempunyai bayi.
"Waalaikum salam, Sayang ku," balas Clara tak kalah mesra.
"Aku punya kabar gembira untuk mu," ucap Juan antusias.
"Benarkah? Kabar apa itu, Sayang?" tanya Clara penasaran.
"Coba tebak,"
"Ehm, apa ya. Apa orang tua mu merestui kita?" tebak Clara.
"Belum Sayang, bukan itu," ucap Juan.
"Lalu apa? Ayo katakan jangan membuat aku penasaran," Clara merajuk.
"Iya, iya sabar. Kita akan segera menikah, Sayang," ucap Juan.
"Juan, bukankah sudah aku bilang kita akan menunggu kakaknya melahirkan dulu, baru membicarakan tentang pernikahan," balas Clara.
"Ya makanya dari itu, kita harus siap-siap dari sekarang," ucap Juan.
__ADS_1
"Maksudnya? Apa kakaknya sedang hamil ya?" tanya Clara.
"Iya, Sayang kamu benar. Bima barusan mengabari aku, katanya Cindy sudah mengandung," jawab Juan senang.
"Hore aku mau jadi tante sebentar lagi, aku akan punya keponakan," Clara melonjak kegirangan.
"Iya dan sesuai janji mu, kita akan segera menikah setelah Cindy melahirkan," ucap Juan.
"Aku tidak menyangka akan secepat itu," balas Clara seperti sedih.
"Kenapa sepertinya kamu tidak senang kita akan segera menikah? Apa sebenarnya kamu tidak serius dengan aku ya?" tanya Juan serius.
"Bukan begitu, hanya saja aku takut orang tua mu masih belum merestui kita saat itu," jawab Clara.
"Kita akan selalu berusaha, Sayang. Minggu besok kita bertemu orang tua ku lagi ya," ucap Bagas.
"Apa mereka mau bertemu dengan ku?" tanya Clara.
"Itu urusan ku, yang penting siapkan diri mu minggu besok ya," pinta Juan.
"Ya, baiklah Sayang," jawab Clara setuju.
Setelah selesai Clara segera kembali bekerja. Hari ini dia hanya berdua dengan Bella karena Cindy tidak masuk, tadinya ia ingin menelepon kakaknya saat istirahat untuk menanyakan kondisinya, tapi ternyata Juan sudah meneleponnya terlebih dahulu.
"Jadi Cindy tidak masuk karena mengalami mual-mual ternyata hamil ya, senang sekali mendengarnya," ucap Bella mendengar cerita Clara.
"Iya Kak, aku akan segera mempunyai keponakan," balas Clara.
"Lalu kamu dan Juan kapan akan menyusul mereka?" tanya Bella.
"Doakan saja kita cepat menyusul ya, Kak. Kita masih terhalang restu orang tuanya," jawab Clara.
"Memang susah jika orang biasa seperti kita mempunyai kekasih dari kalangan konglomerat. Beruntung orang tua Bagas bisa menerima ku apa adanya, ups..." Bella langsung menutup mulutnya.
"Jadi Kakak sudah bertemu orang tua Bagas? Secepat itu Kak?" tanya Clara, matanya membulat karena terkejut.
"Sebenarnya Bagas menyuruh ku untuk merahasiakannya terlebih dahulu sebelum semuanya selesai. Tapi aku keceplosan, janji ya jangan cerita kepada siapa-siapa dulu apalagi kepada kekasih mu," jelas Bella.
"Iya, aku janji tidak akan cerita," jawab Clara.
"Clara doakan semuanya lancar, insyaallah dalam dua bulan ke depan kita akan bertunangan. Dia sudah bertemu ibu dan meminta persetujuannya, ibu ku sangat senang karena ternyata dia tidak main-main dengan ku," cerita Bella.
"Alhamdulillah, aku pasti doakan yang terbaik. Juan pasti senang sekali Bagas telah menemukan jodohnya dan berniat serius. Tapi tenang, aku akan merahasiakannya sebelum Kakak mengizinkan di publikasi," ucap Clara.
"Terima kasih ya, Clara," balas Bella sembari memeluk Clara.
"Iya Kak, aku senang sekali hari ini di penuhi kabar gembira semoga hari-hari mendatang tidak akan ada lagi kesedihan," ucap Clara.
__ADS_1
"Amin,"
Clara senang sekali Cindy hamil, Bella akan segera bertunangan, dan pernikahannya juga akan semakin dekat. Ia berharap pertemuannya dengan orang tua Juan nanti akan memberikan kabar baik juga. Restu yang selama ini mereka nanti-nanti, itu saja harapannya.