Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Bab 86 Mulai Ada Titik Terang


__ADS_3

"Kamu kenapa sih, Jhon. Makanan kita masih setengah main pergi saja, aku masih lapar," ucap Indra sedikit kesal.


"Cukup aku saja, jauhi teman-teman ku! Mereka semua orang baik, jangan kamu rusak seperti diri ku," balas Jhony tegas.


"Oh jadi kamu cemburu melihat ku berbicara dengannya ya?" tanya Indra senang, ia tersenyum penuh arti.


Jhony memilih tidak menjawab. Terserah apa prasangka Indra, yang jelas ia akan melindungi temannya dari bajing4n seperti Indra yang rela berbuat apa saja demi terwujudnya keinginannya. Ia sadar jika untuk itu ia harus rela menjauhi bahkan kehilangan temannya.


Akhirnya mereka memutuskan untuk menuju kafe. Sampai di sana teman-teman kerja Jhony merasa senang ia kembali bekerja. Jhony segera bisa beradaptasi kembali


***


Sementara itu Bima mulai mencari wanita bernama Gina itu di sekitar kantor Cindy, namun sudah berjam-jam dia memantau belum juga membuahkan hasil. Ia merasa sangat putus asa karena dia tidak mengenal wanita itu jadi sangat sulit mencarinya, seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Sampai tidak terasa sudah waktu makan siang, ia memutuskan beristirahat sambil makan siang di warung sekitar sana. Saat tengah asyik menikmati makanannya ponselnya berdering.


"Halo, ada apa Juan?" tanyanya.


"Apa sudah bertemu dengan wanita itu?" tanya Juan.


"Belum, ini aku mencarinya di sekitar kantor Cindy. Aku bingung harus mencarinya kemana karena aku sama sekali tidak mengenalnya, jadi tidak tahu biasanya dia ada di mana," jawab Bima sedih.


"Aku juga sedang menunggu kabar dari orang-orang ku, sepertinya belum ketemu. Yang sabar saja, jangan putus asa. Kebenaran pasti menang," ucap Juan.


"Iya, terima kasih sudah percaya dan membantu ku selama ini," ucapnya.


"Sama-sama. Ya sudah nanti aku hubungi jika ada kabar baru," balas Juan.


"Siap," jawabnya.


Panggilan pun berakhir, Bima melanjutkan makan siangnya. Sementara Juan segera menghubungi Bagas.


"Halo, Gas. Bagaimana perkembangannya, tumben lama sekali? ini sudah siang apa belum ada kabar dari anak buah mu?" tanya Juan to the point.

__ADS_1


"Aku juga bingung, wanita itu seperti hilang di telan bumi. Coba Mas tanya Mas Andre tentang data-datanya, Mas cari alasan yang tepat untuk menggali informasi tentang dia," ucap Bagas memberi saran.


"Ehm, coba nanti aku pikirkan alasan yang tepat dulu. Jangan lupa segera beri kabar jika ada perkembangan," balas Juan.


"Siap, Mas," jawab Bagas.


Juan segera memutar otak untuk bertanya pada Andre. Ia sangat yakin Andre tidak terlibat, tapi kenapa kebetulan sekali dia masih ada hubungan keluarga dengannya. Untung saja Cindy tidak tahu siapa wanita itu, jika ia sampai tahu mungkin akan mengira Andre berada di balik semuanya. Tiba-tiba ia mendapat ide, ia segera menghubungi Andre.


"Halo, Juan. Ada apa telepon duluan, tumben sekali," sapa Andre di seberang telepon.


"Ya kangen lah, kapan kamu itu akan balik ke Indonesia kok betah sekali di sana," ucap Juan.


"Hahaha, aku memang orangnya ngangenin. Kalau untuk masalah itu aku belum tahu, masih banyak yang harus aku urus di sini," balas Andre.


"Ah yang benar, anak buah mu kan bisa mengurusnya," ucap Juan.


"Aku lebih yakin jika mengurusnya sendiri," jawab Andre.


"Oh Gina, iya aku denger dia memang sedang hamil. Setelah menikah sebulan kemudian ia positif, suaminya benar-benar tokcer ya, hahaha," ucap Andre sambil berkelakar.


"Kok kamu tahu, memangnya masih sering berhubungan ya?" tanya Juan penasaran.


"Tidak sih, cuma Sandra pernah cerita saat dia masih kerja di kantor ku," jawab Andre.


Sandra? Kenapa tidak terpikir oleh Juan tentang wanita ini, bisa jadi ini ulahnya. Namun Ia tidak ingin berprasangka dulu, ia harus benar-benar memastikannya. Namun dari cerita Andre dapat di pastikan jika Gina hamil bukan karena Bima tapi kemungkinan besar bersama suaminya. Lalu untuk apa dia berbohong? Apa motifnya? ini yang harus segera ia selidiki.


"Wah ternyata dia sudah bersuami ya," ucap Juan.


"Hei apa maksudnya berkata seperti itu, jangan katakan kamu menyukainya. Ingat kamu sudah punya Clara, dia wanita yang baik jadi jangan pernah menyia-nyiakan dirinya," ucap Andre kesal.


"Ya ampun Dre, aku kan hanya menanggapi cerita mu tidak ada maksud apa-apa. Ada bidadari lewat juga aku tidak akan tergoda, cinta ku udah terkunci untuk Clara," balas Juan serius.

__ADS_1


"Hahaha, pintu kali pakai kunci segala. Ya sudah aku harus pergi ini, ada urusan," ucap Andre.


"Ya sudah, lanjutin saja," balas Juan lalu mengakhiri panggilan.


Ia segera memberi kabar kepada Bagas tentang apa yang di ceritakan Andre. Tapi dia lupa menanyakan tempat tinggal Gina, karena belum apa-apa Andre telah menuduhnya menyukai wanita itu.


Sudah pukul 3 sore namun belum ada kabar lagi dari Bagas. ternyata ada panggilan tidak terjawab serta sms dari Bima.


[Tadi aku sepertinya melihat wanita itu di sekitar rumah sakit Mitra saat mengobati kaki ku yang terserempet motor, tapi aku kehilangan jejak.]


Sms nya pukul 14.58 berarti baru dua menit yang lalu. Mungkin saja wanita itu masih berada di sekitar atau di dalam area rumah sakit. Ia tak membalas sms Bima namun langsung menghubungi Bagas.


"Gas, barusan ada yang melihat Gina di dekat rumah sakit Mitra. Cepat kamu selidiki di dalam rumah sakit dan sekitarnya. Kejadiannya baru 2 menit yang lalu," jelas Juan memberi info.


"Siap, Mas. Segera laksanakan," Bagas menutup telepon lalu segera memerintahkan anak buahnya berpencar mencari gadis itu.


Juan segera menghubungi Bima.


"Halo Bima, bagaimana keadaan mu? Kenapa bisa terserempet?" tanya Juan.


"Biasa ada ibu-ibu mau belok tidak lihat-lihat jadinya menyerempet motor ku, beruntung hanya kaki yang luka," jawab Bima.


"Syukurlah jika tidak apa-apa. Sementara kamu di sana dulu sebentar, anak buah ku sedang menyisir tempat itu. Berdoalah wanita itu ketemuan agar terkuak semua kebenarannya," ucap Juan.


"Iya, ini juga aku masih antri berobat kok. Amin, semoga bisa ketemu segera," balas Juan.


Mereka sama-sama menunggu kabar tentang wanita itu, Juan tidak sabar mengetahui apa motif Gina melakukan kebohongan ini. Setelah 10 menit berlalu, ada sms dari Bagas.


[Mas, Gina sudah ketemu. Ia sedang periksa kandungan bersama seorang pria. Mas cepat kesini, dia masih antri. Kita tunggu Mas Juan, baru bertindak.]


Juan tersenyum puas, ia segera membalas sms Bagas.

__ADS_1


[Ok, aku kesana sekarang.]


__ADS_2