Menggapai Harapan

Menggapai Harapan
Mendapatkan


__ADS_3

☘️☘️


Mendengar anaknya berteriak memanggil namanya, ibu Sari menghampiri Wulan dan bertanya " Ada apa nak? ibu kaget malam malam gini kamu teriak teriak ada apa?" Bu Sari menatap Wulan dengan perasaan kaget, melihat anaknya pulang malam dan langsung masuk dengan berteriak memanggilnya.


" Ibu... " Ucap Wulan dan langsung memeluk ibunya, rasanya campur aduk dia rasakan saat ini. air matanya tumpah dalam pelukan sang ibu, mengingat tentang apa yang terjadi padanya di saat melamar pekerjaan tadi pagi.


" Ayo duduk dulu, tenangkan dirimu," Ajak ibu Sari menuntun Wulan dan mendudukannya, " Sekarang ceritakan pada ibu apa yang terjadi," tambahnya lagi, tangannya mengelus kepala Wulan yang masih menangis.


Lalu Wulan menceritakan semua yang terjadi, dari mulai dia masuk ke perusahaan dan sampai ke warteg bu Yati tempatnya bekerja.


" Ya sudah, sekarang kamu jangan sedih. syukuri apa yang kita dapatkan hari ini. Allah sudah mengatur semuanya nak." ucap bu Sari sambil berdiri mengambil segelas air putih dan di berikan kepada Wulan, " ini minum dulu" Ucapnya lagi.


Setelah di rasanya tenang, Wulan pun berdiri dan berpamitan pada ibunya dan masuk kamarnya untuk membersihkan diri.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Sementara di lain tempat, di sebuah restoran seorang pemuda sedang duduk mengamati para pegawainya, sambil sesekali menyesap capuccino yang dia buat sendiri. dia setiap hari berada disana sekaligus menyambut para tamu langganannya yang datang, maklum restoran yang dia miliki masih terbilang kecil. tapi, dia tetap bangga apa yang dia dapatkan dan dia raih saat ini. karena semua perjuangan nya di dapatkan dari nol.


Seiring berjalannya waktu, usahanya semakin hari semakin ramai pengunjung. sehingga dia kewalahan dan menambah para pekerjanya.


Awalnya dia hanya memiliki tiga orang pekerja saja, namun sekarang sudah bertambah menjadi enam orang.


Dia menyediakan kuliner khas disana, sehingga para pengunjung tertarik untuk datang ke tempatnya dan mencoba untuk mencicipinya. Restorannya mulai buka dari jam sembilan pagi sampai jam sembilan malam, dan setiap hari juga dia pulang ke rumahnya yang lumayan jauh dari tempat usahanya. Sebab pikirnya bermalam pun disana hanya sendirian, tidak ada yang menemaninya. padahal dia sudah mengajak adiknya, tapi adik nya beralasan karna dia banyak tugas di sekolahnya.


Waktu sudah menunjukan jam sembilan malam, saatnya mereka bersiap untuk menutup restoran.


" Ayok kita bereskan dulu, jangan sampai menyisakan makanan sisa di dapur semuanya harus bersih ya." Perintah sang majikan kepada para pegawainya untuk menjaga kebersihan tempat usahanya.

__ADS_1


Sandy pun beranjak keluar dari restoran dan menuju kendaraan nya untuk bersiap pulang. dia hanya mempunyai sebuah sepeda motor, namun bagi dirinya itu sangat membantunya untuk pergi kemanapun yang dia mau.


Sandy kini dalam perjalanan pulang menuju rumah kedua orang tuanya, jaraknya bisa ditempuh sekitar satu jam perjalanan.


Maklum dari kota ke desa ya pemirsah 😂


Dan sampai lah Sandy di sebuah rumah sederhana, ya itu adalah rumah kedua orang tuanya. dimana Sandy dilahirka dan di besarkan bersama saudar saudaranya.


Sekian dulu di bab ini, dan jangan lupa ya...


Like


Komen

__ADS_1


Rate


Terimakasih 🤗🤗


__ADS_2